
Suzy yang sedang bermonolog dengan dirinya sendiri menghentikan langkah kakinya saat matanya menangkap sepasang sepatu berhenti lumayan jauh dari tempatnya berdiri tapi masih bisa ia lihat dari sudut matanya, Suzy menoleh menatap si pemilik sepatu itu dengan pandangan bertanya, ia tidak mengenal si empunya
"Bae Suzy ya?" Suzy merinding mendengar namanya disebut lelaki itu , bagaimana ia tau namanya? Padahal ia sendiri tidak mengenalnya
"Aa...ada apa?" Dia tersenyum tipis, salah satu sudut bibirnya tertarik keatas membuat Suzy kembali bergidik merasakan anehnya senyuman pria itu
"Ah benar ternyata, aku tidak sengaja melihatmu masih disini tadi, aku ingin meminta bantuan karena data dikomputerku tiba-tiba hilang, sedangkan aku harus mengirimkannya sebelum jam 3 kepada sajangnim" kata pria itu sembari menggaruk daun telinganya, mendengar pernyataan pria itu Suzy refrek tersenyum lega
"Ahhh" Suzy menganggukkan kepalanya mengerti, sepertinya ia terlalu banyak menonton film thriller sehingga ia menjadi paranoid seperti ini
"Dimana ruangan anda?" Suzy berjalan mendekari pria itu , lalu pria itu berjalan mendahuluinya menuju kesebuah ruangan yang katanya adalah miliknya, dan benar, disana ada sebuah komputer yang masih menyala.
Suzy meletakkan tasnya di atas meja lalu segera duduk di depan komputer yang masih menyala "apa anda sudah menyimpannya?"
Lelaki itu berdiri disebelah suzy , ia membungkukkan tubuhnya menatap komputer yang juga Suzy tatap "belum, saat aku akan menyimpannya tiba-tiba saja hilang dan komputernya menjadi hitam" Suzy mengangguk mengerti
"Sepertinya kamu tidak menginstal antivirus jadi komputermu dimasuki ..." kalimat Suzy terhenti saat ia melihat bayangkan tangan pria itu membawa sebuah kain dan sepertinya akan diarahkan padanya yang terpantul dari layar komputer yang ada di sebelah tempatnya duduk.
Reflek ia menendang meja kerja yang kata pria itu miliknya sampai membuat komputernya bergoyang dan tubuh Suzy juga terhuyung kebelakang dan akhirnya terjatuh, kepalanya terbentur lantai tapi untungnya kain yang pria itu bawa ikut terjatuh
Dengan segera Suzy merangkak menjauh tapi ternyata pria itu lebih cepat dari dugaannya , ia menangkap kakinya dan menyeretnya
"Aaah, tolong lepaskan" Suzy mengaduh saat pria itu menindihi kakinya, ia juga menahan kedua tangannya ke atas membuat ruang geraknya semakin terbatas, pria misterius itu menatapnya dengan pandangan menakutkan membuatnya ingin menangis
"Apa yang kau lalukan, kumohon lepaskan" Suzy kembali merengek dengan suara bergetar, ia tidak bisa untuk menahan tangisannya karena ia benar-benar ketakutan.
__ADS_1
Seolah terasuki iblis pria itu tertawa nyaring sampai suaranya memantul dan menggema di dalam ruangan "kau tanya aku mau apa? Tentu saja aku mau tubuhmu" Suzy semakin meronta agar pria itu melepaskan tangannya tapi tenaga pria itu ternyata lebih besar dari yang ia kira, di balik tubuh kurusnya ia memiliki tenaga yang cukup kuat walau tidak sekuat tenaga Myungsoo
"Bukankah ini maumu? Menggoda para lelaki dengan rok pendek yang memperlihatkan celana dalammu, tersenyum kepada semua pria, lalu berjalan melenggak-lenggok dengan dada yang kau busungkan"
"AKU TIDAK SEPERTI ITU" di sela tangisnya Suzy berteriak membela diri, ia tidak terima pria itu mengatakan hal buruk tentangnya yang bahkan ia sendiri tidak melakukan itu
"HAHAHAHA, jangan mengelak Bae Suzy, aku tau kau seorang pe***ur kan?"
"AKU BUKAN WANITA SEPERTI ITU B***SAT" Suzy kembali menaikkan suaranya karena kesal, bahkan ia sampai mengumpat dan tanpa ia tau jika umpatannya itu membuat pria itu marah, ia menatapnya dengan mata berkilat
Suzy menatap kakinya yang bebas saat pria itu membungkukkan tubuhnya, sepertinya pria itu berniat untuk menciumnya, dan dengan cepat ia menendang **** pria itu membuat pria itu mengaduh
Ia segera berdiri dan berlari dengan cepat menuju lift terdekat selagi pria itu kesakitan, ia menekan tombol lift dengan tidak sabaran, ia berniat menghubungi Dylan untuk meminta bantuan namun saat ia mencari ponselnya ia merutuki kebodohannya meninggalkan ponselnya didalam tas miliknya yang masih berada bersama pria tadi.
Suzy melihat pria itu yang tengah berlari kearahnya dengan langkah sempoyongan membuatnya ikut berlari menuju tangga darurat, saking terburunya tanpa sadar sepatunya terlepas di depan lift dan karena itu membuatnya hampir terjatuh, ia berlari sekuat tenaga tapi kecepatannya tidak secepat pria itu.
Pria itu mendorong tubuh Suzy sampai kesudut membuat punggungnya menabrak tembok yang ada dibelakangnya dan tiba-tiba ia mencium Suzy dengan ganas.
Suzy mendorong tubuh pria itu tapi tidak berhasil karena tubuhnya yang sudah semakin lelah
"Hah..hah" Suzy menghirup udara disekelilingnya dengan rakus seolah ia berebut oksigen dengan pria didepannya itu karena pria itu menciumnya dengan brutal, bahkan ujung bibirnya sampai berdarah
KRAK
"AAAHH, JANGAN" pria itu menyobek baju Suzy sampai memperlihatkan bra merah yang ia kenakan, dan dengan susah payah ia menutupi dadanya, tapi dengan cepat lelaki itu singkirkan
__ADS_1
Wajah seram pria itu menatap Suzy dengan pandangan mendamba lalu ia menciumi leher Suzy sampai leher gadis itu basah dibuatnya, dan semakin lama ciuman itu semakin turun.
Suzy mengedarkan matanya mencari alat yang mungkin bisa membantunya, dam tanpa sengaja matanya melihat sepatunya yang tinggal sebelah tergeletak tidak jauh dari tempatnya, dengan susah payah tangannha meraih sepatu itu lalu memukulkannya ke kepala lelaki itu membuat lelaki itu mengaduh kesakitan, iapun tidak ingin menyianyiakan kesempatan ini untuk lari menjauh dari pria itu sejauh-jauhnya
Ia berdiri tapi pria itu menarik ujung roknya dengan tangan kanannya , sedangkan tangan kirinya memegang kepalanya yang berdarah , dan terjadilah adegan tarik menarik diantara mereka sampai akhirnya roknya sobek namun berkat itu suzy bisa terlepas dari pria itu
Dengan langkah sempoyongan karena tubuhnya yang semakin lelah serta kakinya yang terasa nyeri Suzy menuruni tangga darurat , menuruni satu demi satu anak tangga dengan tangan memegang tembok sebagai pegangan penopang tubuhnya sampai akhirnya ia bisa sampai di lantai satu yang akhirnya bisa membuatnya sedikit bernafas lega, ia hanya perlu berjalan keluar menuju satpam yang berjaga diluar sana dan iapun bisa lolos
Duk duk duk
Belum sempat Suzy berjalan jauh tapi telinganya mendengar langkah kaki seseorang menuruni tangga, diapun berlari dengan tergopoh-gopoh mencari tempat persembunyian yang aman untuknya, sampai pada akhirnya ia memutuskan bersembunyi di balik meja resepsionis yang menggiurkan
Terdengar langkah kaki pria itu berjalan mendekat ke arahnya "aku tau kau masih disini Bae Suzy" mendengar suara pria itu yang terdengar sangat dekat dari tempat persembunyiannya membuat Suzy menutup mulut sampai hidungnya sendiri agar ia tidak mengeluarkan suara nafas terlalu keras
"Keluarlah atau aku akan menghampirimu"
"Eeek" Suzy semakin mengeratkan tangannya yang menangkup mulutnya saat ia melihat sepasang kaki dengan celana hitam yang sudah lusuh berdiri didepannya.
lalu pemilik sepatu itu menunduk dengan sudut bibirnya yang terangkat dan ia menatapnya dengan tatapan horor, mata tajam yang di hiasi oleh lingkaran hitam disekitar matanya ditemani oleh lampu temaram kantor karena sebagian yang sudah dimatikan semakin menambah kesan horor pada wajah orang itu
"Ketemu"
To Be Continued
Ci Vediamo,
__ADS_1
@Izzana Joo