Le P.A.C.S

Le P.A.C.S
Part 7


__ADS_3

Suzy berjalan menuju meja resepsionis menggunakan kemeja berlengan panjang dengan motif bergaris berwarna pink pastel yang di padukan dengan rok pendek dengan warna baby pink berbahan satin bridal yang mengkilap , ia menggunakan sandal high heels serta sling bag berwarna senada dengan bajunya , walaupun terkesan simple tapi suzy bisa menebak jika semua yang ia pakai dari atas sampai bawah jika di total harganya sangat mahal, atau bahkan mungkin dalaman yang ia gunakan pun sangat mahal, kalau saja bukan karena baju itu myungsoo belikan suzy tidak akan memakai pakaian berharga fantastis seperti ini.


Wajah kedua wanita resepsionis itu menatap suzy dengan ekspresi seolah mereka sudah mengenal suzy, ah lebih tepatnya ia tau suzy datang bersama siapa kesini


"Ada yang bisa saya bantu nona?" Tanya salah seorang wanita resepsionis dengan suara sopan


Suzy mengeluarkan amplop putih dari dalam tas miliknya , lalu memberikannya kepada wanita itu


"Saya dari kamar 1033, bisakah saya minta bantuan anda untuk memberikan amplop ini kepada pemilik kamar tersebut" wanita itu sedikit terkejut, lalu kembali menyodorkan amplop itu kepada suzy kembali


"Maaf nona , anda bisa memberikannya sendiri kepada tuan" suzy tersenyum lalu kembali menyodorkannya kepada wanita itu


"Saya tidak tau dia siapa, lagi pula saya tidak kenal dengannya jadi saya menitipkannya di sini saja, anda bisa memberikannya saat pria itu datang ke sini lagi, terima kasih" suzy membungkukkan sedikit tubuhnya lalu berlalu, ia tak ingin berurusan dengan pria itu, pria iblis, psycopat mesum yang seperti rolercoaster , suzy benar-benar tak bisa menebak lelaki itu baik atau tidak, tapi yang suzy tau ia tidak boleh berurusan dengan pria itu lagi , ah tidak , lebih tepatnya iblis itu


                            *******


Suzy sedikit berlari dengan senyum lebar dari bibirnya, ia terus memegang sling bagnya dengan erat, senyumnya semakin lebar sampai rentetan giginya terlihat saat kedua bola matanya menangkap bayangan pria yang sudah sangat ia kenal


"Dokter xiong" teriak suzy nyaring, membuat orang yang ia panggil langsung menoleh , bibir pria itu ikut terangkat tapi seketika senyumnya hilang saat matanya melihat wajah pucat suzy yang sudah berdiri tepat di depannya


"Ada apa denganmu? Kenapa wajahmu pucat seperti ini?" Tanya dylan sembari tangannya terangkat memegang wajah suzy , memastikan apa yang sedang terjadi dengan gadis itu


"Tidak terjadi apa-apa denganku kak, aku sudah mendapatkan uangnya" kata suzy mengalihkan pembicaraan dengan senyum lebar yang sengaja ia buat untuk menenangkan dylan. Dylan pun ikut tersenyum tapi ia tak bisa menyembunyikan kekhawatirannya akan gadis ini, dari mana ia bisa mendapatkan uang itu dengan cepat? Dan lagi... ada apa dengan wajah pucat gadis ini?


"Dari mana kau mendapatkan uang itu?" Tanya dylan penuh selidik,membuat suzy gugup , lelaki itu tidak boleh tau apa yang telah suzy lakukan demi mendapatkan uang itu, suzy yakin saat lelaki itu tau, lelaki itu pasti akan menyalahkan dirinya sendiri


Suzy sedikit mengeratkan syalnya yang di tinggalkan wanita kebersihan untuknya menutupi bekas merah di lehernya, ia harus berterima kasih kepada wanita itu yang sangat baik padanya


"Aku mendapatkan pinjaman dari teman lamaku kak, kakak tidak perlu khawatir"


"Ada apa dengan lehermu? Kenapa kamu memakai syal di hari yang terik ini?" Tanya dylan lagi, ia mencoba memegang syal suzy tapi suzy tempis dengan berpura-pura membenarkan letak syalnya


"Ah... aku hanya__" belum selesai suzy berbicara tapi suzy merasa pandangannya mengabur dan kepalanya sangat berat , tubuhnya sedikit terhuyung , hampir saja ia terjatuh kalau dylan tidak menahan lengannya

__ADS_1


"Suzy, kamu sakit? Kamu tidak apa-apa" dylan menangkap tubuh suzy saat gadis itu tiba-tiba limbung, ia meminta seorang suster untuk segera membawakan brankar dorong untuk membawa suzy


****


Di depan salah satu ruangan di mana ada suzy di sana , dylan sedang berbicara dengan salah seorang dokter yang menangani suzy, sebelum akhirnya dylan masuk menemui suzy


Di dalam ruangan tersebut dylan menatap tubuh lemah suzy yang sedang tertidur lelap di atas ranjang, ia terus bertanya dengan apa yang telah terjadi pada gadis ini, ia sudah kenal suzy lama dan selama itu pula suzy jarang sekali sakit  bahkan saat ia kelelahan karena mencari uang ia tidak pernah sekalipun pingsan


Ia meraih surai gadis itu yang berantakan, sedikit membenarkannya agar terlihat sedikit rapi, sampai akhirnya memperlihatkan bercak merah di leher suzy, karena rasa penasaran membuat tangan dylan terulur menyentuh bercak merah tersebut , ia bukan anak kecil yang tidak tau itu bekas apa, ia pria dewasa yang tanpa di jelaskanpun ia sudah tau dari mana bercak merah itu timbul, ia menggeretakkan giginya kesal


"Dengan siapa zy?" Dylan meremas rambutnya sendiri frustasi , ia mengenal suzy sudah lama, dan dia tau gadis itu sangat polos ,walaupun ia polos tapi ia bukan wanita bodoh yang akan memberikan tubuhnya dengan alasan klise, karena ia sangat tau prinsip gadis itu.


Tubuh dylan menegak saat kelopak mata suzy bergerak dan memperlihatkan kedua bola mata cokelatnya, suzy sedikit mengerjap menyesuaikan cahaya ruangan tersebut dengan retinanya


"Kenapa aku ada si sini kak?" Tanya suzy yang merujuk kepada dylan , sedangkan lelaki itu tersenyum lega


"Kamu tadi pingsan suzy"


"Apa itu buruk?"


"Jangan lupa untuk menghabiskan vitaminmu ya__sekarang beristirahatlah"


"Kak bagaimana keadaan ibu?" Dylan tersenyum lagi , ia menidurkan suzy di atas ranjangnya lalu membenarkan selimutnya


"Ibumu baik-baik saja zy, sekarang yang perlu kamu pedulikan adalah kondisi tubuhmu sendiri, cah... sekarang istirahatlah" dylan membelai rambut suzy pelan sampai gadis itu terlelap sebelun akhirnya ia meninggalkan kamar gadis itu


****


Di malam yang tenang, mobil sport hitam melaju dengan lancar di jalanan kota seoul,  di dalamnya myungsoo sedang duduk berkonsentrasi mengendarai mobil kesayangannya itu


25 menit yang lalu mamanya menelfon meminta myungsoo untuk pulang ke rumah , karena ada yang ingin papanya bicarakan padanya.


Gerbang besar berwarna hitam otomatis terbuka , ah lebih tepatnya di bukakan oleh dua orang penjaga saat mereka melihat mobil myungsoo,  ya myungsoo memang anak tunggal dari salah satu pengusaha terkaya di korea , maka tidak heran jika keamanan di rumah myungsoo sangat ketat, dan karena hal ini pulalah ia memilih untuk tinggal sendiri. Mobil myungsoo memasuki pekarangan rumahnya yang sangat besar, berputar-putar di sana sampai akhirnya ia memarkirkan mobilnya tidak jauh dari pintu utama.

__ADS_1


Sebelum keluar myungsoo meraih ponselnya , dari tempat myungsoo berdiri sudah terlihat barisan pelayan di depan pintu utama, seolah menyambut myungsoo yang datang , sedangkan di ujung jalan ada seorang pria yang sudah sangat ia kenal


Myungsoo melewati barisan wanita tadi dengan santai dan otomatis setiap myungsoo melewati mereka menunduk memberikan hormat serta dengan serentak mengatakan 'selamat datang tuan muda'


Di ujung sana pria itu menyapa myungsoo, ia memberi tahukan jika tuan besar atau lebih tepatnya ayah myungsoo sudah menunggu mereka di ruang baca, myungsoo mengangguk mengerti.


"Mama dimana?" Tanya myungsoo ke pria tadi yang tidak lain adalah young kwang, ia adalah sepupu sekaligus kepala pengawal kepercayaan papa myungsoo , ia juga turut membantu menghandle masalah perusahaan keluarga myungsoo


"Nyonya berada di dapur ,katanya ia ingin menyiapkan makanan kesukaan tuan muda" myungsoo mengangguk


"Baiklah, ah iya__" myungsoo menghentikan langkahnya lalu menoleh ke sepupunya itu


"Aku sudah sering bilang pada kakak jangan pernah memanggilku tuan muda lagi, dan lagi berhenti memanggil mama dengan sebutan nyonya, bukankah mama sudah sering memintamu untuk memanggilnya mama? Mama akan marah jika tau kakak memanggilnya dengan sebutan nyonya lagi" myungsoo meninggalkan sepupu yang sudah ia anggap seperti kakaknya sendiri itu menuju ke mamanya, entah apa yang ada dalam kepala young kwang , ia membungkukkan tubuhnya sepeninggal myungsoo dengan ekspresi yang tidak berubah.


Young kwang adalah sepupu myungsoo, kedua orang tuanya meninggal di tragedi kecelakaan 25 tahun yang lalu, membuat young kwang menjadi yatim piatu di usia 10 tahun, dan setelah itu keluarga myungsoo mengasuh young kwang , keluarganya yang memfasilitasi semua kebutuhan ,kesehatan serta pendidikan young kwang, ia sudah dari kecil di ajarkan ilmu bela diri yang sampai akhirnya kini ia bisa menjadi kepala pengawal keluarga myungsoo


Di lain tempat, mama myungsoo memeluk anaknya dengan erat , ia sedang membuat gimbab makanan kesukaan myungsoo


"Astaga anak nakal ini, kemana saja kau ini hah? Kenapa baru pulang sekarang? Apa kau lupa kau masih memiliki orang tua di sini" mama myungsoo memukul lengan myungsoo lumayan keras membuat myungsoo meringis kesakitan


"Aku pulang ke rumahku ma, sekarang kan aku sudah pulang ke rumah"


"1 minggu kau kembali dari LA dan baru hari ini kau pulang , kalau mama tidak menyuruhmu pulangpun mama juga ragu kau akan pulang, sebenarnya kau ini anak siapa sih?" Mama myungsoo mendesis sebal melihat tingkah anaknya yang tidak pernah berubah , sejak ia SMA memang sudah jarang pulang ke rumah , dan sampai besarpun masih sama, 10 tahun ia menempuh pendidikan di LA dan akhirnya seminggu lalu ia kembali ke korea, bukannya pulang ke rumah ia malah tidak menampakkan batang hidungnya sedikitpun ke keluarganya


Myungsoo hanya tersenyum manis mendengar celotehan mamanya , akhirnya mamanya membuang nafas menyerah, ia tidak akan menang melawan pria di depannya ini, semenyebalkannya pria itu tetap saja ia satu-satunya putra kesayangannya


"Cepatlah naik, papamu sudah menunggu di ruangannya, kalau sudah selesai cepatlah turun dan jangan lupa ajak papamu juga , mama sudah membuatkan gimbab kesukaanmu" myungsoo mengangguk lalu ia pergi meninggalkan mamanya menuju ke lantai 2 di mana ruangan ayahnya berada


To Be Continued


I hope you enjoy with my story


Dont forget to leave a comment , like, and share if you like my story , and paipai

__ADS_1


See you in the next part


@IzzanaJoo


__ADS_2