Le P.A.C.S

Le P.A.C.S
Part 15A


__ADS_3

Wajah suzy sudah mulai mengawang, kepalanya terhuyung kesegala arah, sampai akhirnya kepalanya terjatuh juga ke atas meja


'Duk'


Melihat suzy yang sudah mabuk membuat kelabakan rekannya yang masih sadar "ada yang tau dimana tempat tinggal suzy?" yang di jawab dengan gelengan oleh beberapa orang yang masih sadar pula, lebih dari setengah mereka sudah mabuk juga seperti suzy, malah ada yang sudah membuat onar sampai membuat rekan-rekannya kuwalahan, beruntung suzy tidak melakukan hal macam-macam kecuali hanya tertidur dan meracaukan banyak hal dengan suara yang tidak jelas


Ponsel suzy berbunyi menandakan adanya panggilan masuk mengalihkan pandangan rekan suzy yang kini duduk disamping suzy, seketika ia sangat antusias karena telah menemukan titik terang untuk suzy, wanita itu mengambil ponsel suzy yang berada di dalam tasnya sebelum mengambil ia meminta izin kepada suzy terlebih dahulu yang pastinya tidak akan ditanggapi oleh suzy


Nama dylan terpampang pada layar ponsel suzy , ia menggeser tanda hijau lalu mengarahkan ponsel itu ke telinganya, terdengar suara seorang pria dari sebrang telfon


"Halo, maaf saya bukan suzy melainkan temannya" dylan menanyakan kemana suzy dan bagaimana bisa ponselnya berada pada temannya


"Suzy berada di samping saya, dan sekarang ia sedang mabuk" telfon tersebut dylan matikan setelah dylan mengatakan akan menjemput suzy, suzy sudah mengatakan pada dylan kalau dia ada acara makan dengan rekannya dan akan pulang sendiri tapi dylan tidak bisa tidak mengkhawatirkan gadis itu


Berapa banyak gelas alkohol yang suzy minum? Bukankah gadis itu juga tau seberapa batasnya dalam hal alkohol? Kenapa masih melebihi batasannya? Pikir dylan


Dengan terburu-buru ia mengendarai mobilnya awut-awutan tanpa melanggar rambu-rambu pastinya, ia tau kebiasaan buruk suzy saat mabuk, dan dia takut kebiasaan buruknya itu muncul dan mengakibatkan keributan sebelum ia datang

__ADS_1


Dengan langkah lebar dylan keluar dari mobilnya, lalu berjalan menghampiri suzy yang sudah menunggunya di luar resto bersama dua orang temannya, satu pria dan satu wanita, suzy tertidur, kepalanya terjatuh di pundak si wanita yang lebih pendek darinya dengan tubuh berdiri yang di topang oleh kedua rekannya


"Dylan ya?" Tanya wanita itu memastikan, sepertinya ia sempat membaca kontaknya saat ia menelfon suzy beberapa menit yang lalu


"Ya" jawabnya singkat , ia segera mengambil alih tubuh suzy


"Maaf telah membuatnya mabuk, aku tidak tau jika ia akan minum sebanyak itu padahal dia sudah bilang dia tidak bisa minum" dylan mengangguk mengerti, ia merasa kasihan karena wajah wanita itu terlihat merasa bersalah "tidak apa-apa, ia sering seperti ini kok" dylan membawa suzy masuk ke mobilnya, ia berpamitan dan tidak lupa mengucapkan terima kasih telah menjaga suzy , ia sempat menawarkan tumpangan tapi di tolak oleh kedua orang itu karena mereka membawa mobil sendiri sebelum akhirnya dylan berlalu pergi.


Dylan akhirnya membawa suzy ke apartmentnya, karena dia tidak tau password apartment suzy


Ia membawa suzy masuk ke apartmentnya dengan cara digendong, lalu membaringkan tubuh penuh bau alkohol suzy ke atas ranjangnya, ia menghembuskan nafas beratnya dengan susah payah, melihat kondisi suzy yang sedang berbaring diatas ranjangnya dengan baju kantor yang masih melekat di tubuhnya tapi entah kenapa setelan baju itu terlihat sexy di tubuh suzy dan itu sudah menarik perhatiannya sejak saat ia mengantarkan suzy tadi pagi


"Sadar dylan, suzy sedang mabuk, tidak boleh mengambil kesempatan" perkataan itu terus dylan ramalkan sembari berjalan mendekati suzy , membantu gadis itu melepas sepatunya sembari membuka satu kancing gadis itu mungkin ia terasa sesak


Suzy meracau "Ah.. panas" sembari menarik kerahnya seakan meminta angin-angin masuk kedalam pakaiannya


Dylanpun berdiri dan menyalakan ac kamarnya, tapi tiba-tiba saja suzy bangun dari tidurnya dan menutup mulutnya "aku mau muntah" dengan cepat dylan berlari ke arah suzy

__ADS_1


"Tahan dulu suzy" dia memapah gadis itu menuju kamar mandi tapi belum juga mereka sampai gadis itu sudah memuntahkan isi perutnya, tidak banyak hanya sedikit air membuat baju dylan basah dan juga baju suzy pastinya


"Pusing" dylan hanya membuang nafas pelan dengan wajah sabar, ia membersihkan sisa muntahan gadis itu di sekitar bibirnya lalu menuntun suzy menuju ranjangnya dan menidurkannya di sana, ia membuka pakaiannya yang kotor lalu melemparkannya ke ranjang cucian


Setelah beberapa saat ia kembali lagi dengan pakaiannya yang sudah bersih, ia membawa sebuah t-shirt serta celana training miliknya di tangannya,suzy masih saja meracau tidak jelas, ia kira dengan muntah membuat efek hangover gadis itu sedikit menghilang, ternyata ia salah, gadis itu masih terus meracau dengan mata tertutup


Ia menghembuskan nafasnya kasar sembari terus memantapkan hatinya jika ia harus menahan diri , ini pilihan yang sulit baginya ia tidak bisa membiarkan suzy tertidur dengan baju yang kotor karena terkena muntahannya sendiri tapi ia juga takut tidak bisa mengendalikan dirinya saat mengganti pakaian gadis itu, ia tinggal di apartment seorang diri, rumah orang tuanya jauh dari tempatnya saat ini


"Haahh" nafas dylan memberat saat tangannya mulai melepas kemeja putih yang suzy gunakan, jantungnya semakin berpaju kencang saat dua gundukan yang sangat menggiurkan itu semakin terlihat , ia sempat menghentikan tangannya dan memalingkan mukanya agar ia lebih bisa konsentrasi dan tidak salah fokus


Tapi ternyata usahanya gagal, ia tetap saja penasaran dengan hal itu, munafik jika ia tidak penasaran, saat kancing kemeja suzy sudah sepenuhnya terlepas dylan terdiam beberapa saat memperhatikan dada suzy yang cukup besar


"C cup?" ini pertama kalinya dylan melihat payudara suzy dengan begitu jelas hanya terhalang oleh bra putih yang ia kenakan, membuat mulut dylan menganga dengan air liur yang hampir menetes , ia menatap wajah suzy lalu menampar pipinya sendiri "sadar dylan, astaga__" dylan segera menuntaskan aktifitasnya dan meraih t-shirt miliknya dengan cepat, ia memasukkan kepala suzy dan kedua tangan suzy , ia tidak ingin tersiksa semakin lama


Saat ia menarik t-shirt itu agar menutupi tubuh suzy secara sempurna tiba-tiba mata suzy terbuka, ia menahan tangan dylan tepat di atas payudaranya menekan benda kenyal itu sehingga belahan dadanya semakin nampak jelas, dylan bisa merasakan lembutnya kulit payudara gadis itu dengan jelas dari telapak tangannya


'Gluk' dengan susah payah ia meneguk air liurnya sendiri, hasrat untuk menerjang gadis itu sudah ada sejak lama dan terlebih lagi hari ini, tapi ia tidak boleh kelepasan, jangan dan tidak sekarang

__ADS_1


Suzy menatap dylan dengan ekspresi yang sumpah mati membuat naluri lelaki dylan semakin membuncah, matanya berkabut seolah penuh nafsu


__ADS_2