Le P.A.C.S

Le P.A.C.S
Part 28


__ADS_3

Myungsoo memelototkan matanya mendapati dimana dirinya berada saat ini


Mobilnya terparkir di depan resto dengan asap mengepul dimana-mana, resto yang ramai oleh lebih dari 4 orang disetiap mejanya dengan segelas soju yang mereka tenggak dari atas meja mereka


"Kamu yakin makan disini?" Tanya Myungsoo memastikan, suaranya terdengar tercekat yang sangat kentara sampai Suzypun bisa merasakan keterkejutan dan ketidakpercayaan dari suara Myungsoo


Suzy tersenyum menatap Myungsoo lalu mengangguk, beberapa saat ia mengubah ekspresinya menjadi sedikit kecewa lalu berujar "kamu tidak suka? Kalau begitu kita pulang saja" katanya dengan suara memelas yang mampu menarik perhatian Myungsoo


Pria itu menghela nafasnya pelan "kau yakin makanannya enak?" Yang diangguki dengan semangat oleh Suzy "sangat enak, aku sudah berkali-kali kesini sebelumnya"


"Kalau tidak enak aku akan menghukummu" tanpa tau arti dari kata 'menghukum' Suzy mengangguk yakin, karena makanan disini memang sangat enak tidak kalah oleh masakan di restoran tadi


Dengan terpaksa ia melangkahkan kakinya keluar mobil, mengeluarkan Suzy lalu mendorongnya untuk masuk


Sebelum masuk ia terlihat bingung sepertinya ia tidak mengerti bagaimana sistem kerja resto ini, Suzy yang menyadarinya melambaikan tangannya memanggil seorang pelayan, lalu memesan daging serta kaki ****, dan tidak lupa sebotol soju yang sukses membuat Myungsoo memekik "jokbal? Kau yakin?" Suzy terkekeh pelan mendengar keterkejutan Myungsoo namun dengan yakin ia mengangguk


"Bukankah kita harus duduk?" Myungsoo menghela nafas berat sekali lagi, entah sudah berapa kali pria itu menghela nafas dalam beberapa jam terakhir ini


Mereka akhirnya memilih salah satu kursi yang ada di dekat jalan bergabung dengan kepulan asap yang tercipta dari sekelilingnya membuat Myungsoo terbatuk-batuk yang sukses membuat gelak tawa dari bibir Suzy lolos "seorang perokok terbatuk karena asap sampgyeopsal? Sungguh tidak dapat dipercaya"


Wajah Myungsoo terlihat terkejut , sejak kapan gadis itu tau jika ia perokok? Apa ia juga tau jika ia sering ke atap perusahaan untuk merokok "Kau tau?" Suzy tersenyum kecil lalu menggedikkam bahunya "aku menemukan putung rokok di kamar hotelmu" Myungsoo yang tadinya menahan nafas langsung bisa bernafas lega


Sesaat setelah itu pesanan mereka pun datang, Myungsoo bergidik ngeri melihat potongan kaki **** yang tersaji diatas meja, ini pertama kalinya ia melihat potongan kaki **** didepan matanya terlebih lagi ini adalah menu makanan yang akan ia santap


Myungsoo memerhatikan ekspresi Suzy yang bersemangat kontras dengan ekspresi gadis itu saat di restoran sesaat yang lalu


Dengan cekatan gadis itu memanggang potongan daging ke atas panggangan yang sudah tersedia, membaliknya menimbulkan bekas minyak tersisa diatas panggangan sampai daging itu menjadi kecoklatan dan segera gadis itu tiriskan


"Cobalah" Myungsoo menatap ragu bungkusan daging dengan daun selada yang gadis itu sodorkan tepat didepan mulutnya "apa kau yakin ini higienis?" Suzy tertawa pelan mendengar pertanyaan Myungsoo


"Aku tidak yakin ini sehigienis makanan di restoran tadi, tapi soal rasa ini tidak akan kalah dengan yang tadi" Myungsoo menatap Suzy ragu "aku mencobanya karena kamu" ia membuka mulutnya ragu menerima suapan dari tangan gadis yang kini duduk didepannya


Sedetik setelah bungkusan selada serta daging itu masuk kedalam mulutnya ia tak kunjung mengunyahnya, memantapkan hatinya jika makanan ini enak dan juga sehat , karena Suzy biasa makan di sini


Dengan perlahan mulutnya bergerak, mengunyah makanan itu sampai daun selada yang membungkus samgyeopsal itu tercampur jadi satu dengan daging bakar itu menimbulkan sensasi rasa yang tidak pernah Myungsoo rasakan, ditambah rasa asam dari kimci serta potongan bawang yang menambah sensasi rasa istimewa yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya

__ADS_1


Seketika mulutnya menganga menimbulkan suara kepuasan "uwaaaaah" matanya berbinar 10 watt membuat Suzy terkekeh pelan "bagaimana?" Tanyanya memastikan, padahal tanpa ia menanyakannya pun ia sudah tau jawabannya


"Tidak seburuk yang aku kira" Myungsoo kembali mengambil potongan daging dengan sumpitnya tanpa menambahkan apapun langsung memasukkannya kedalam mulut bulatnya "uwaaah" lagi-lagi suara kepuasan kembali keluar dari mulut pria itu membuat Suzy terkekeh mendapati ekspresi lucu dari wajah pria di depannya itu, eskpresi yang sama seperti eskpresi saat pertama kali ia memanggil pria itu dengan panggilan Soo


Ia ingin menertawakan pria itu, sangat ingin.


Seingatnya beberapa saat yang lalu pria itu masih enggan untuk masuk kedalam resto, namun sekarang dengan tidak tau dirinya pria itu sudah menghabiskan hampir setengah dari daging yang ia pesan, bahkan jokbal yang Suzy tau membuat Myungsoo bergidik beberapa saat yang lalupun juga hampir habis dilahap pria bermarga kim itu seorang diri.


📃📃📃📃


"Ada keinginan kau ingin pergi kemana?" Suzy mengalihkan pandangannya menatap Myungsoo yang sedang mengemudi di sebelahnya, ia terlihat berfikir sebentar mengingat-ingat hal apa yang ingin ia lakukan sampai sebuah ingatan muncul dalam fikirannya membuat rasa antusias muncul memenuhi dirinya


"Namsan tower" Suzy menyatukan kedua telapak tangannya di depan dada sembari memasang wajah memelas yang sangat lucu dimata Myungsoo membuat pria itu terkekeh lalu mengacak pelan surai coklat gadis itu "baiklah"


Satu kata yang keluar dari mulut myungsoo itu mampu membuat rasa bahagia dalam diri Suzy semakin berkobar, rasanya ia ingin keluar dari mobil, menaiki atap mobil dan berjoget diatas sana, apa terlalu berlebihan?


"Sudah pernah naik cable car?" Suzy menggeleng pelan menanggapinya, seumur hidupnya tidak pernah sekalipun ia pergi ke namsan tower bahkan naik cable car sekalipun, bahkan ia tidak pernah melihat seperti apa penampakan cable car secara langsung ia hanya pernah melihatnya dari gambar serta menontonnya dari video


Mobil Myungsoo melaju menyisiri jalanan seoul menuju terminal cable car yang memang terletak tidak jauh dari resto tempat mereka makan tadi


Myungsoo berjalan sembari mendorong kursi roda yang Suzy tumpangi menuju loket pembelian tiket lalu berhenti tepat didepannya


"Untuk dua orang" kata Myungsoo , si wanita penjaga loket tersebut pada awalnya mengerjapkan matanya mendapati seorang pria tampan berdiri di depannya , namun dengan profesional ia segera mengembalikan alam bawah sadarnya dan dengan cepat ia memproses tiket yang Myungsoo pesan


Saat wanita itu akan memberikan tiket pesanan Myungsoo ke empunya wanita itu tidak melihat keberadaan orang lain lagi selain seorang gadis yang sedang duduk di atas kursi roda didepan Myungsoo membuat mulutnya gemas untuk tidak bertanya


"Maaf tuan, apa dua tiket ini untuk tuan dan.. em pacar tuan?" Tanya wanita itu sedikit memelankan kata pacar karena entahlah ia enggan mengakui jika pria tampan ini ternyata sudah memiliki seorang wanita


"Ya..." jawab Myungsoo acuh tanpa mempedulikan ocehan Suzy yang tak terima karena disebut sebagai pacarnya


"Ah.. maaf tuan tapi pemakai kursi roda dilarang untuk naik cable car karena akan berbahaya untuk keselamatannya nanti" dengan cepat Suzy angkat bicara "tapi aku bukan disabilitas, aku bisa berjalan kok"


Wanita penjaga loket itu memperhatikan kaki Suzy yang masih terpasang perban dengan cantik "jika nona bisa, anda bisa memakai kruk"


"Tidak, dia tidak bisa" tanpa menunggu jawaban dari mulut Suzy , Myungsoo langsung menjawab bahkan sepertinya itu jawaban reflek yang keluar dari mulutnya membuat si wanita yang kini duduk didepannya mencebik dengan bibir bebeknya sembari menatapnya kesal

__ADS_1


"Aku masih bisa berjalan menggunakan kruk Kim Myungsoo" terdengar suara helaan nafas dari mulut Myungsoo , lalu dengan keras kepala ia menjawab "tidak Bae Suzy, tidak sampai gipsmu dilepas"


Suzy semakin mencebikkan bibirnya mendapati sifat bossy dari Myungsoo yang sangat menyebalkan baginya


"Tapi aku sangat ingin" lagi-lagi Myungsoo menghela nafas, ia meraih dompetnya lalu mengambil beberapa lembar uang untuk ia bayarkan sebagai bentuk pembelian tiket , ia mengambil tiketnya lalu beralih untuk duduk disekitaran loket


"Kenapa kamu sangat ingin ke N tower?" Tanya Myungsoo dengan nada lembut saat ia sudah duduk disalah satu kursi dengan Suzy didepannya yang sedang duduk berhadapan dengannya "karena sangat ingin" Jawab Suzy pelan


"Katakan alasannya, aku akan mempertimbangkan keputusanku untuk mempeebolehkanmu atau tidak naik cable car" ah.. sungguh Suzy tidak ingin bercerita ini ke seorang Kim Myungsoo karena ini menyangkut masa lalunya, ia tidak ingin lelaki itu mengetahui tentang dirinya lebih jauh lagi, tapi ini demi cable car demi N tower


"Dulu waktu aku kecil ayah menjanjikanku akan membawaku ke N tower jika ia sudah sukses dan aku bisa menjadi anak yang pandai, tapi... ..." suara suzy memelan lalu ia menambahkan "tidak ia tepati sampai sekarang"


"Lalu kemana ayah?" Ah... sungguh ia ingin memaki seorang Kim Myungsoo, ayah? Sejak kapan pria ini menyebut ayahnya sebagai ayah?


"Dia pergi, entahlah aku tidak peduli" Myungsoo memperhatikan ekspresi wajah acuh dari Suzy , seperti enggan untuk sekedar mengingat sosok ayah di dalam hidupnya


"Baiklah" Suzy tersenyum cerah saat Myungsoo kembali mendorong kursi rodanya , namun wajahnya kembali kesal saat Myungsoo membuang tiketnya lalu mendorong kursi rodanya menjauh dan mendekat ke parkiran "kenapa kesini?" Tanya Suzy dengan suara tercekat


"Aku akan membawamu pulang" Myungsoo membuka pintu mobilnya menggendong Suzy dan memasangkan seatbelt milik gadis itu


"Lalu cable car?" Setelah seatbelt terpasang pria itu menatap Suzy lembut, membenarkan helaian rambut yang terjatuh


"Tidak untuk hari ini sayang, lain kali aku akan membawamu kesini setiap hari jika kau mau" bibir Suzy kembali mencebik merasakan betapa kerasnya pria ini, Myungsoo tau jika gadis ini sedang marah padanya namun tidak ia hiraukan


Sudah menjadi kebiasaan gadis ini untuk memalingkan kepalanya saat ia sedang marah "tidak usah marah Bae Suzy, ini demi kebaikanmu" kata Myungsoo menjelaskan berharap gadis itu akan mengerti namun ia sadar jika Suzy bukanlah sosok gadis yang akan mengerti hanya dengan sepatah kata saja, Suzy tetaplah Suzy


To Be Continued


I hope you enjoy with my story


Dont forget to leave a comment , like, and share if you like my story , thanks you and paipai


Ci vediamo,


@IzzanaJoo

__ADS_1


__ADS_2