Le P.A.C.S

Le P.A.C.S
Part 13


__ADS_3

Malam ini suzy sedang makan malam berdua dengan dylan di resto yang dylan bicarakan tadi siang, mereka duduk bersebelahan dengan grill pan yang sudah terisi beberapa iris samgyeopsal di depan mereka , dengan lihai suzy membolak balikkan potongan daging itu , setelah ia rasa sudah cukup matang ia mengangkat daging tersebut lalu meletakkannya di samping grill pan yang sudah tersiap tempat untuk meletakkan daging yang sudah matang, ia menawarkannya kepada dylan, tetapi pria itu malah meminta suzy untuk memakannya terlebih dahulu


Ia mengambil satu lembar daun selada lalu meletakkan dua potong daging di atasnya , ia juga menambahkan sepotong bawang putih serta sedikit kimci sebelum akhirnya ia bungkus dan langsung melahapnya, matanya seketika berbinar merasakan sensasi nikmat yang memukul di dalam mulutnya, tanpa bertanyapun dylan sudah bisa menyimpulkan bagaimana rasanya hanya dengan melihat ekspresi wajah suzy


Suzy akhirnya melakukan hal yang sama sekali lagi, tapi kali ini ia tidak memakannya sendiri melainkan ia suapkan ke mulut dylan "aaaa"


Dyan yang mau menolak akhirnya pasrah menerima suapan suzy, ini pertama kalinya suzy menyuapinya , sepersekian detik setelah ia mengunyah buntelan daging itu mulutnya menimbulkan suara kenikmatan , persis seperti suzy tadi, kini ia tau sensasi apa yang suzy rasakan tadi, melihat ekspresi kenikmatan di wajah dylan membuat suzy tersenyum kecil


"Kak, tadi temanku menawarkan pekerjaan padaku?" Suzy baru akan menggulung satu bungkus daging lagi, tapi dylan menolak dan menyuruh suzy untuk memakannya sendiri, ia datang kesini untuk mengajak suzy makan bukannya meminta suzy untuk menyuapinya makan, akhirnya suzy memakannya sendiri, ia hanya membantu memanggang daging sampai matang


"Lalu? Pekerjaan apa?" Suzy sedikit ragu tapi akhirnya ia jujur juga


"Menjadi pelayan di club malam, dan aku bingung harus menerima tawarannya atau tidak" suzy terdiam sebentar lalu melanjutkan


"Aku membutuhkan pekerjaan , tapi aku tidak yakin apakah tidak apa-apa jika aku bekerja di club malam walaupun hanya menjadi seorang pelayan"


Dylan menuangkan soju ke gelasnya sendiri tapi suzy memintanya untuk menuangkannya ke gelasnya juga , akhirnya ia menuangkannya kedalam gelas suzy juga dengan syarat tidak lebih dari 3 gelas, karena dylan tau seberapa batas minum suzy , jika lebih dari tiga gelas suzy sudah mabuk, walaupun tidak mabuk berat, tapi itu sudah mampu mengambil setengah dari kesadaran gadis itu, suzy benar-benar peminum yang buruk


Dylan melakukan cheers dengan suzy menghasilkan bunyi ting akibat dari perbenturan gelas mereka, dylan meneguk habis sojunya dalam sekali teguk, sedangkan suzy hanya meneguknya setengah dengan ekspresi wajah yang aneh , dia tidak terbiasa minum hanya sesekali ia mencoba berharap kebiasaan buruk minumnya bisa membaik, tapi ternyata ia salah, ia masih saja merasakan sensasi aneh serta sedikit merasa tergelitik dari kerongkongannya , walaupun sensasi yang soju ciptakan hampir mirip dengan cola tapi jelas rasa antara soju dan cola itu sangat berbeda


"Terserah kamu suzy,jika kamu tidak merasa baik bekerja di sana ya jangan di terima, tapi jika kamu ingin mencobanya maka coba saja dulu____ kamu bisa menghubungiku setiap kali kamu butuh, dan jika kamu tidak merasa nyaman di sana aku bisa membantumu mencari pekerjaan pengganti juga" suzy kembali menyuapkan sepotong daging kemulutnya, dalam fikirannya ia ingin mencobanya , ia rasa ia akan baik-baik saja setelah mendengar masukan dari hyuna , lagipula keselamatannya akan di tanggung club juga , tapi setelah mengetahui jika lelaki psyco itu mencarinya ke club membuat hati kecil suzy berontak , ia terus berteriak 'jangan pergi, jangan pergi' secara terus menerus

__ADS_1


"Jika kamu mau, aku bisa mengantar serta menjemputmu saat ke club" pergerakan sumpit suzy terhenti mendengar perkataan dylan, bukankah ia akan aman?


"Tapi jika kamu tidak merasa baik bekerja di sana, ya jangan di paksa suzy, karena ini adalah hidupmu, hanya kamu sendiri yang boleh menentukan mau seperti apa arahnya" suzy meletakkan sumpitnya tepat di depannya menimbulkan bunyi dentingan nyaring yang sukses membuat dylan terjengkit , baru sedetik tadi suzy terdiam seperti melamun, ia kira suzy tidak ingin bekerja di sana tapi sekarang ia malah membanting sumpitnya dengan ekspresi yang tidak bisa ia baca


"Aku akan mencoba bekerja di sana kak, saat berangkat aku denganmu, saat di club keselamatanku di tanggung club jadi tidak akan ada yang berani menggangguku, lagipula temanku bekerja di sana, lalu saat pulang kakak juga menjemputku, sepertinya tidak apa-apa jika seperti itu dulu sampai aku mendapatkan pekerjaan lainnya" mendengar kesimpulan suzy yang ia utarakan dengan semangat membuat dylan gemas, tangannya reflek terangkat mengacak rambut suzy gemas , sedangkan si gadis itu masih terus tersenyum sampai matanya berbentuk seperti bulan sabit, sesenang itukan gadis itu mendapatkan pekerjaan?


                        ***********


Seperti yang sudah di bicarakan kemarin malam, hari ini hari pertama suzy bekerja di club, saat berangkat suzy di antar dylan sampai di depan gedung max, suzy juga menjelaskan jika letak club ada di basemant dan baru di buka mulai pukul 10 malam dan berakhir pada pukul 4 pagi.


Suzy meletakkan bajunya ke dalam loker miliknya setelah ia berganti pakaian yang club siapkan , ia mematut penampilannya di kaca yang berada tak jauh dari lokernya , sungguh ia tak terlihat seperti dirinya , rambut lurusnya di kepang dua , dengan poni depan hampir menutupi matanya yang sengaja di tutupi oleh kacamata bulat , membuat wajahnya hampir tidak terlihat , kancing kemeja berwarna putih yang ia kenakan juga ia pautkan sampai ke atas tidak menyisahkan satu kancingpun bahkan kemejanya sengaja ia masukkan kedalam rok hitam selutut yang ia kenakan, sebelumnya hyuna sudah sedikit mengajarinya saat ia di panthouse milik hyuna, hyuna juga yang mendadaninya.


Suzy sekali lagi mematut penampilannya di cermin sebelum akhirnya ia bergegas pergi keluar untuk bersiap , ia bukan lagi suzy si gadis 250juta melainkan suzy si culun.


Tepat pukul setengah 5 pagi suzy keluar dari gedung max, dan di depan sana dylan sudah menunggunya, saat melihat suzy berjalan mendekat dylan langsung keluar dari mobilnya dan membukakan pintu untuk suzy sebelum akhirnya ia berjalan menuju kursinya sendiri


"Lama menungguku ya kak?" Tanya suzy membuka obrolan, terdengar suara ketawa renyah dylan, ia memang sudah menunggu suzy sejak pukul 4, karena ia kira pukul 4 suzy sudah keluar


"Tidak apa-apa suzy___ada apa dengan penampilanmu ini?" Dylan terkekeh pelan melihat suzy berpenampilan culun seperti ini, sejak ia tau dan dekat dengan gadis ini baru pertama kali ia melihat suzy berpenampilan culun seperti ini, ia tidak terlihat jelek karena ia masih bisa melihat wajah cantik gadis itu, hanya saja ini sedikit lucu melihat penampilannya yang sangat nerd


Suzy melepas kacamatanya lalu melepas kepangan rambutnya, ia tidak menghapus make up ataupun merubah penampilannya karena ia takut ketahuan.

__ADS_1


"Temanku bilang aku bisa berpenampilan seperti ini agar tidak menarik perhatian" dylan mengacak rambut suzy gemas, dylan juga setuju dengan teman suzy, walaupun suzy sedikit dingin dengan orang asing tapi tetap saja suzy adalah seorang wanita yang tidak memiliki tenaga sebesar pria, di tambah lagi dengan wajah cantiknya bahkan tanpa make up pun ia sudah terlihat cantik , ah.... bahkan ia berpenampilan nerd saja ia masih terlihat cantik di mata dylan


"Lalu bagaimana dengan pekerjaanmu? Apa mengasyikkan? Atau terlalu berat?" Suzy merenggangkan otot-ototnya yang terasa kaku , club lumayan ramai hari ini padahal hari ini bukan weekend atau memang selalu seramai ini?


"Lumayan capek juga sih kak, karena pengunjungnya ramai sekali, tapi ternyata tidak seburuk yang aku bayangkan sih" suzy tersenyum tipis , seolah tertular dylan pun ikut tersenyum


"Maaf kak, aku kira pukul 4 sudah pulang, ternyata pukul 4 baru tutup , dan aku harus membersihkan club terlebih dahulu sebelum pulang, aku mau menghubungimu tapi aku tidak di perbolehkan memegang ponsel selama bekerja,jadi besok kalau kakak menjemputku lebih baik seperti jam sekarang" dylan mengangguk mengerti masih dengan semyum di bibirnya


Sebelum pulang mereka mampir untuk mengisi perut mereka terlebih dahulu.


                       **********


Hari semakin siang dan suzy baru saja membuka matanya, ia tidak terbiasa masih terjaga di jam jam dini hari dan hari ini baru pertama ia terjaga bahkan melakukan aktifitas dimana biasanya ia sudah tidur terlelap


Suzy segera beranjak dari tempat tidurnya menuju kamar mandi untuk membasuh tubuhnya yang terasa lengket, sesampainya di rumah ia langsung tertidur saking lelahnya bahkan wajahnya masih di penuh i make up , kemarin hyuna memberinya alamat beberapa perusahaan yang sedang membutuhkan karyawan, dan hari ini ia akan mengirimkan lamaran pekerjaannya ke alamat yang hyuna berikan dan setelahnya ia mampir ke rumah sakit untuk melihat ibunya, walaupun keadaan ibunya sudah membaik tapi ibunya masih belum di perbolehkan untuk pulang, karena ibunya masih harus di pantau terus oleh dokter.


To Be Continued


I hope you enjoy with my story


Dont forget to leave a comment , like, and share if you like my story , thanks you and paipai

__ADS_1


See you in the next part


@IzzanaJoo


__ADS_2