Le P.A.C.S

Le P.A.C.S
Part 33


__ADS_3

Setelah itu hari-hari Suzy kembali normal seperti hari biasa yang selalu ia lalui, pagi hari ia harus segera berangkat ke kantor untuk bekerja lalu sorenya saat pulang ia harus menjenguk ibunya sampai waktu malampun tiba ia baru pulang ke rumahnya


Sama seperti hari ini, ia sedang berkutat dengan pekerjaannya yang menumpuk, ditinggal satu minggu membuatnya seperti orang bodoh yang ketinggalan banyak info , bahkan ia baru tau jika KFW sudah mulai diproduksi sejak beberapa hari terakhir


jam sudah menunjukkan jam makan siang, sehingga Suzy memutuskan untuk meninggalkan pekerjaannya sejenak untuk mengisi perutnya yang sudah mulai lapar, dari arah kejauhan Jihyo berjalan setengah berlari menghampirinya, wajah gadis itu terlihat khawatir namun ia bisa tau ada rasa lega yang ia baca dari alur wajah gadis itu "kamu tidak apa-apa? sudah baikan? kenapa sudah bekerja padahal masih pakai kruk juga" Suzy terkekeh mendengar rentetan pertanyaan Jihyo yang bahkan tidak ada jedanya


"aku sudah beristirahat dengan cukup Jihyo, besok juga aku sudah bisa melepas kruk ini kok" Wajah khawatir Jihyopun berubah menjadi lega "aku berniat menjengukmu Su, namun tidak ada yang tau dimana alamatmu nomormu juga tidak aktif" Suzy meringis mendengar penuturan Jihyo, dalam hati ia bersyukur nomornya telah Myungsoo ganti ,ia tidak bisa membayangkan akan jadi seperti apa jika Jihyo tau dimana selama ini ia tinggal selama ia sakit


"maaf, ponselku rusak saat aku terjatuh, dan aku mengganti nomorku juga" Jihyo mengangguk mengerti "kalau begitu bagi nomor barumu, jika ada apa-apa aku tidak susah untuk menghubungimu"


Mereka akhirnya makan disalah satu bangku kantin tak berselang lama beberapa teman Jihyo yang beberapa saat lalu juga sempat makan bersamanyapun datang dan ikut makan bersama mereka, setelah beberapa kali terjadi obrolan random dari mereka salah satu dari mereka menceletuk


"hari ini Kim sajangnim tidak ngantor lagi ya?" hampir saja Suzy tersedak mendengar penuturan salah satu teman Jihyo


Entahlah apa yang salah padanya atau pada lelaki itu namun kemarin malam setelah pria itu mengantarkannya pulang pria itu mengatakan padanya jika esok pria itu akan ke Jepang selama seminggu 'aku akan sering menelfonmu selama aku disana agar kau tidak terlalu merindukanku saat aku tak ada disampingmu' itu yang pria itu katakan tadi malam, ia tau hubungan mereka bukanlah sebuah hubungan seperti pasangan kekasih atau sejenisnya namun entah kenapa saat pria itu mengatakan hal itu ia merasa seperti milik pria itu


"entahlah, beberapa hari ini juga sajangnim pulang lebih awal dari biasanya kan?" lagi-lagi Suzy hampir tersedak mendengar perkataan teman Jihyo ini, ia tau alasan pria itu pulang lebih cepat, namun dibicarakan seperti ini membuat salah satu dalam dirinya merasa..... em.... aneh


******


Suzy terus bergerak gusar diatas ranjangnya, ini sudah lebih dari satu jam ia berada pada posisi ini, tidur diatas ranjang sempit miliknya dengan tubuh yang terus bergelimpungan kekiri dan kekanan


"Ahhh.... kenapa aku tidak bisa memejamkan mataku sih" racuhnya pada dirinya sendiri


Entah apa yang ia cari, namun ia merasa ada sesuatu yang ia rindukan , sesuatu yang ia butuhkan


Setelah pergolakan batin yang cukup sengit akhirnya Suzypun bangkit dari tidurnya, ia berjalan menuju dapur untuk mengambil segelas susu namun ia tidak menemukan apa-apa didalam lemari pendinginnya "ah aku lupa belum membeli apa-apa"


Pada malam itu memang jadwalnya ia untuk belanja kebutuhan hidupnya, namun karena ia harus tinggal dengan lelaki psycho itu ia tidak jadi berbelanja dan jadinya ya ini, tidak ada apa-apa didalam lemari pendinginnya

__ADS_1


Suzy kembali menuju kamarnya , meraih jaket serta dompet miliknya, ia memutuskan untuk ke supermarket terdekat untuk membeli susu, sekalian menghirup udara malam, mungkin saja setelah itu ia bisa tidur nyenyak


Udara Seoul hari ini sangat dingin sekali , ditambah ini sudah tengah malam maka udara semakin dingin pula , pengukur suhu yang ada diatas layar ponsel Suzy menunjukkan suhu Seoul mencapai -1°, saking dinginnya asap tipis mengepul setiap Suzy bernafas atau sekedar menghela nafas


Setelah apa yang ia butuhkan terbeli, iapun berjalan kembali menuju apartmentnya , sesekali ia menghirup udara malam yang terasa sangat sejuk dalam-dalam , jam yang semakin berputar sampai hampir menuju pagi membuat beberapa orang lebih memilih untuk beristirahat ketimbang berkeliaran dijalan sehingga jalanan lebih longgar dari pagi sampai malam hari , dan karena itu pula udaranya terasa lebih sejuk karena minimnya polusi yang tercipta dari asap kendaraan yang berlalu lalang


Mata Suzy menyipit mendapati seonggok manusia yang sedang berdiri didepan gedung apartmentnya, manusia berjenis kelamin pria itu menegadah dengan sebongkah besi persegi yang menempel pada daun telinganya


Tanpa ragu Suzy melanjutkan langkahnya mendekati pria itu lalu berhenti tepat disebelah pria itu , menatapnya dengan pandangan bertanya "kakak?" Pria yang Suzy panggil kakak itu seketika mengalihkan pandangannya menatap Suzy, mulutnya terbuka karena terkejut lalu sedetik setelahnya ia menurunkan bongkahan besi yang ia tempelkan pada daun telinganya, menekan tanda merah lalu menyimpannya kedalam saku jasnya


"Suzy, dari mana malam-malam seperti ini?" Suzy mengangkat kantung belanjaannya sampai setengah dada lalu kembali menurunkannya setelahnya


"Hanya membeli ini, ada apa kakak didepan gedung apartmentku malam-malam? Sedang mencari apa?" Pria itu tersenyum menyengir menunjukkan rentetan gigi putihnya dengan tangan yang menggaruk tengkuk kepalanya yang tidak gatal "aku menelfonmu sedari tadi namun tidak kau angkat"


Suzy memukul keningnya pelan "ah.. ponselku tertinggal didalam rumah" sesalnya, tidak terfikirkan olehnya untuk membawa ponselnya


Dylan mengangguk mengerti dengan wajah sabarnya , lalu ia menyodorkan sebuah bungkusan yang entah sejak kapan ada ditangan kanannya, atau memang Suzy saja yang tidak memperhatikannya "aku tadi melihat penjual tteokbokki dan aku langsung teringat olehmu, makanlah sebelum dingin"


Suzy menengadahkan kepalanya untuk menatap Dylan yang lebih tinggi darinya "terima kasih kak" Dylan ikut tersenyum menyambut senyum bahagia dari gadis didepannya itu, lalu ia mengangguk


"Cepat masuklah udara diluar sangat dingin dan jangan lupa segera dimakan keburu dingin" Suzy tersenyum lalu mengangguk patuh


"Jangan tidur malam-malam Su" Dylan mengusap puncak kepala Suzy sebelum akhirnya gadis itu berjalan masuk kedalam gedung apartmentnya menuju rumahnya


Sesampainya di rumah, Suzy meletakkan semua bingkisan yang ia bawa lalu berjalan menuju kamarnya untuk menyimpan jaket serta dompetnya , dan saat itu pula layar ponselnya menyala diikuti oleh bunyi dering yang lumayan nyaring memekakkan telinga "apa kak Dylan , apa lagi?" Katanya pada dirinya sendiri sembari berjalan mendekati letak ponselnya


Saat ia sudah dekat bukannya nama Dylan yang tertera melainkan nama 'CEO gila' yang tercetak jelas dilayar ponselnya, membuat keningnya mengkerut namun entah kenapa ia merasa ada sedikit rasa lega pada dirinya


"Hallo, ada apa?" Bukannya menjawab, pria yang sedang tersambung dari sebrang sana malah berceloteh , memarahinya karena tidak kunjung mengangkat telfonnya

__ADS_1


'Kemana saja kau Bae Suzy? Aku sudah menelfonmu 1000 kali tapi baru sekarang kau angkat? Apa senyenyak itu tidurmu tanpa aku eoh?' Nyenyak? Bahkan ia tidak bisa tidur sedari tadi


Suzy menghela nafasnya pelan sebelum akhirnya ia menjawab "aku keluar sebentar dan ponselku tertinggal dirumah"


'Keluar kemana malam-malam? Jangan bilang keluar dengan pria itu' jantung Suzy seketika melompat, ia memang tidak berniat keluar untuk bertemu Dylan namun tanpa sengaja memang mereka bertemu bahkan itu masih beberapa menit yang lalu


"Aku keluar hanya untuk membeli susu karena persediaan dirumah sudah habis"


'Kenapa tidak beli tadi pagi saja? Kenapa harus malam-malam seperti ini? Kau tau kan suhu Seoul sangat rendah akhir-akhir ini?'


"Aku lupa jika persediaan dirumah sudah mulai habis" Suzy mendengar suara helaan nafas dari ujung sana


'Lain kali kemanapun bawa ponselmu, jangan pernah sekalipun tidak mengangkat telfonku, dan lagi jika kebutuhanmu habis kau bisa katakan padaku akan kupenuhi semua kebutuhanmu' sudut bibir Suzy sedikit terangkat mendengar penuturan Myungsoo , namun sebagian dari dirinya berontak seolah menjelaskan jika ini tidaklah benar, ia bukanlah siapa-siapa bagi Kim Mmyungsoo


"Aku bukan tanggung jawabmu Soo, aku bukan milikmu jadi jangan bersikap seolah-olah kau dan aku dalam hubungan yang seperti itu" beberapa saat Suzy menunggu namun tidak ada balasan dari sebrang sana, entah ia sedikit menyesal mengatakan kalimat itu, namun semua ini memang perlu diluruskan, perlu dijelaskan


'Aku baru saja pulang kerja, namun aku tidak bisa tidur karena tidak ada kau disampingku' huh? Suzy menghela nafasnya kasar, ia menunggu jawaban dari pria itu dengan was-was, namun bukannya menjawab perkataannya agar tidak ada kesalahfahaman dari hubungan mereka pria itu malah membahas tentang hal lain? Apa ia tidak dengar?


"Jangan manja, bukankah kau bisa menyewa wanita cantik di Jepang?" Pria itu terkekeh lalu menjawab 'aku hanya terpuaskan olehmu sayang'


Selama hampir satu jam mereka mengobrol dari sambungan telfon , membicarakan hal-hal random dengan sesekali gombalan maut keluar dari mulut manis Myungsoo, Suzy tau hubungan mereka bukanlah hubungan seperti sepasang kekasih atau suatu hal sejenisnya namun ia sangat menikmati obrolan mereka sedari tadi, itu membuatnya nyaman dan juga lega.


To Be Continued


I hope you enjoy with my story


Dont forget to leave a comment , like, and share if you like my story , thanks you and paipai


Ci vediamo,

__ADS_1


@IzzanaJoo


__ADS_2