Le P.A.C.S

Le P.A.C.S
Part 25


__ADS_3

Dalam perjalanan Suzy mengernyitkan dahinya karena mobil yang Myungsoo kendarai berjalan melewati jalanan yang asing dimatanya "kau akan membawaku kemana?" Tanya Suzy sembari menatap Myungsoo yang kini sedang menatapnya dengan tatapan jail yang sumpah mati ingin ia terjang dengan jurus taekwondo yang sempat ia pelajari saat sekolah dulu


Tapi sialnya pria itu hanya tersenyum tipis tanpa berniat menjawab pertanyaannya, sampai akhirnya mobil itu mulai masuk ke area perumahan mewah di daerah UN Village


Wajah Suzy terlihat berbinar mendapati rentetan rumah mewah di sekitar jalanan dimana mobilnya lewat, ini pertama kalinya bagi Suzy memasuki area perumahan ini, perumahan tempat orang kaya serta artis-idol terkenal tinggal


Alis Suzy kembali bertautan saat mobil itu berhenti tepat didepan rumah yang terlihat sangat besar dimatanya jika dibandingkan dengan apartment kecilnya


Entah sejak kapan Myungsoo turun hingga kini ia sudah berdiri didepan Suzy lengkap dengan kursi roda milik gadis itu "ini adalah rumahku, dan mulai hari ini kamu harus tinggal bersamaku" mejawab rasa penasaran dalam kepala Suzy


Suzy membalik tubuhnya dengan cepat , menatap Myungsoo dengan tatapan terkejut, tinggal dengan iblis omnivora ini? Uh ...


"Aku? Tinggal disini? Denganmu?" Myungsoo mengangguk pelan mengacuhkan ekspresi terkejut dari gadis yang kini duduk didepannya


"YA!!! Kim Myungsoo, aku punya rumah sendiri, pulangkan aku kerumahku" Myungsoo menghentikan kursi roda Suzy saat mereka sudah sampai didalam rumahnya memperlihatkan pemandangan mewah dari dalam ruang tamu milik lelaki yang menjabat sebagai CEO itu


"Katanya mau berkontribusi untuk menjaga kesehatanmu" Suzy melembutkan wajahnya, sialan ia lupa akan perkataan pria itu tempo hari


"Tapi tidak harus dengan tinggal disini denganmu"


"Kenapa tidak? Takut kamu tidak akan bisa menahan nafsumu untuk menerjangku eoh" oh shit, pipi Suzy memanas mendengar perkataan Myungsoo, di tambah dengan kenyataan jika ia tanpa c****a dalam ataupun b** saat ini membuat sebagian dirinya memanas


Ia akui tubuh Myungsoo memang sempurna, seperti tubuh pria-pria yang sering ia lihat disampul majalah, tapi bukan berarti ia tak bisa mengontrol na**unya sampai berniat menerjang pria psyco itu, na**unya tidak selemah itu.


Dalam hati ia berteriak 'bukannya aku, tapi aku takut kamu yang akan menerjangku sialan' namun ia urungkan untuk mengeluarkan perkataan itu , sepertinya ia akan semakin digoda ketika perkataan itu sudah keluar dari bibirnya


Myungsoo kembali mendorong kursi roda Suzy menuju sebuah kamar "mulai hari ini , kamar ini adalah kamarmu"


"Ada bibi Hwang yang akan membantumu juga seorang suster selama aku masih bekerja" Suzy mengedarkan pandangannya mencari sosok bibi Hwang serta suster yang Myungsoo katakan namun matanya tidak sedikitpun menemukan kedua sosok wanita itu


Myungsoo yang menyadari itu menimpali "bibi serta suster Go akan kembali setelah ini, karena aku harus pergi meeting" Suzy yang tadinya tidak sedikitpun berniat menatap pria yang kini masih setia duduk di belakangnya kini akhirnya penasaran dan menatap pria itu


"Di weekend ini?" Myungsoo terkekeh pelan lalu mengangkat Suzy menuju kamar tidur dengan posisi duduk "tidak ada weekend bagiku Bae Suzy__tapi aku akan meluangkan waktuku untukmu jika kamu mau" Suzy mencebikkan bibirnya kesal digoda oleh lelaki ini


Myungsoo menyalakan tv lalu memberikan remotenya ke Suzy


"Untuk mengusir rasa kesepianmu, ingat jangan pernah hubungi lelaki itu sekalipun" Suzy kembali mencebikkan bibirnya kesal "apa haknya sih? Kenapa terus mengaturku?" Kata Suzy lirih tapi masih terdengar ditelinga Myungsoo yang berjalan menuju pintu kamar mandi, akhirnya ia menghentikan langkah kakinya, tanpa menoleh ia berujar "kamu milikku Bae Suzy" lalu kembali berjalan menuju kamar mandi meninggalkan Suzy yang meracau kesal dengan sikap seenaknya Myungsoo


******

__ADS_1


Hari sudah semakin petang namun Myungsoo tidak kunjung pulang juga, sedangkan Suzy baru saja kembali dari jalan-jalan ditemani oleh suster Go


"Sepertinya makan malamnya sudah siap nona, anda mau makan di sini atau dikamar saja?" Suzy menimbang pertanyaan suster Go sebentar "di meja makan saja" sampai akhirnya Suzy memutuskan untuk makan di meja makan saja, ia terlalu muak untuk menatap kamar yang kini menjadi miliknya


Suzy mengedarkan pandangannya menilik, tak mendapati sosok pria satu-satunya di rumah ini, sampai akhirnya ponselnya berdering menyisahkan nama 'CEO tampanku' di layar ponselnya yang mampu membuat Suzy tersedak ludahnya sendiri


"Sialan, siapa yang menyimpannya dengan nama menjijikkan seperti ini?" Suzy bergidik membaca nama kontak itu sekali lagi, selama ini ia tidak memiliki kontak ceonya itu, tapi kali ini ia dikejutkan oleh kontak yang ia tau siapa pemilik dari kontak ini dan siapa pelaku dari pembuat nama kontak ini


Digesernya tombol hijau menimbulkan suara husky seorang pria dari sebrang sana


"Ya!!! Siapa yang memperbolehkanmu menyimpan kontakmu eoh? Ditambah lagi" Suzy mencebikkan bibirnya lalu melanjutkan "dengan nama aneh seperti ini?" Pria si penelfon itu tertawa nyaring 'seorang Kim Myungsoo tidak membutuhkan izin dari siapa-siapa untuk melakukan sesuatu Bae Suzy' jawaban Myungsoo membuat Suzy merasa sangat kecil, ia lupa akan status mereka saat ini


"Kenapa menelfonku?" Tanya Suzy dengan suara dingin, ia mengangguk pelan saat suster Go meletakkan makan malamnya tepat didepannya sebelum akhirnya ia undur diri meninggalkan suzy yang sedang bertelfon ria dengan bosnya


'Apa kamu sudah makan?' Suzy melirik seporsi nasi dengan sayuran serta buah-buahan yang telah tersaji didepannya "aku baru saja akan makan tapi aku urungkan karena mendapatkan telfon dari kontak CEO tampanku yang sumpah mati membuatku bergidik ngeri"


Pria itu lagi-lagi terkekeh renyah mendengar celotehan Suzy tentangnya 'baiklah lanjutkan makanmu, aku menelfon hanya ingin mengatakan jika aku pulang larut hari ini, tidurlah setelah makan tidak usah menungguku' Suzy mencebikkan bibirnya kesal


"Siapa yang berniat menunggumu Kim Myungsoo?" Entah apa yang pria itu fikirkan, ia lebih akan bersyukur jika pria itu bahkan tidak pulang sampai esok hari dan seterusnya


Pria itu kembali tertawa sebelum akhirnya memutuskan sambungan telfonnya setelah ia memperingatkan Suzy untuk tidak mengganti nama kontaknya, namun Suzy tetaplah Suzy dengan sejuta kekeras kepalaannya


Suzy menekan kontak Myungsoo dengan segera ia mengetikkan beberapa kata untuk mengedit kontak itu menjadi 'CEO Gila' ia tersenyum puas setelah menyimpan kontak editannya sendiri.


******


"Eung" kelopak mata Suzy sedikit terbuka untuk mengintip hal apa yang membuatnya merasa terkungkung seperti ini


Mata Suzy kembali menyipit mendapati ada suatu benda aneh yang menangkup p******anya, dan saat tangannya akan terangkat menuju dadanya ia baru sadar ada tangan kekar yang menjulur menuju p******anya, dan ia yakin jika tangan inilah si empu dari benda aneh yang menangkup p******anya "eung" tanpa sadar Suzy melenguh saat benda dibalik baju tidurnya itu bergerak memainkan p***ngnya


"Terbangun eum?" Suara serak lelaki yang sudah sangat ia kenal itu memecah perasaan bergejolak pada diri Suzy, ia tau jika ini adalah rumah si pria Psyco itu namun kenapa lelaki itu ada didalam kamarnya? Dan lagi... kenapa ada di ranjangnya?


"Eumm.. kenapa disini?" Tanya Suzy dengan suara menahan des***n karena ulah nakal tangan pria itu, tangannya terulur ikut menangkup tangan pria yang kini sedang memeluknya di balik punggungnya berusaha melepaskan tangan pria itu


"Untuk apa lagi selain untuk tidur?" Suzy bisa merasakan p***ngnya yang terjepit di sela-sela jari tangan Myungsoo yang besar, sembari mer***s p******anya yang habis dilahap tangan besar pria itu


"Maksudku... em...kenapa disini?" Suzy mengatur nafasnya , dengan susah payah ia membalik tubuhnya menjadi berhadapan dengan pria yang kini sedang memejamkan matanya, apa pria ini tertidur? Tapi kenapa memainkan p******anya? Sangat tidak etis


Kelopak mata Myungsoo terbuka bertepatan dengan genggaman tangannya pada p******a milik Suzy yang terlepas, di tatapnya gadis yang kini sedang berbaring dihadapannya yang sedang menatapnya dengan tajam "ini adalah kamar kita, jadi apa salahnya aku tidur disini?"

__ADS_1


Mata Suzy melotot, kamar kita? Sejak kapan? "Kau tadi bilang ini kamarku, bukan kamar kita kan?" Myungsoo tersenyum tipis sembari mengusap lembut pipi suzy yang terlihat putih sehat bahkan saat gadis itu tanpa make up sedikitpun


"Dan aku tidak mengatakan jika ini hanya kamarmu sendiri sayang" sebelum Suzy kembali membuka suara Myungsoo menambah i "aku membeli rumah ini untuk diriku sendiri, sehingga hanya ada satu kamar ini saja, oleh karena itu kita harus berbagi kamar" Myungsoo diam sebentar lalu melanjutkan "dan aku tidak mau tidur dilantai ataupun di sofa seperti pria-pria yang sok menjadi pahlawan seperti yang ada di drama"


Suzy mengatupkan bibirnya, dia tidak berniat meminta pria itu untuk tidur dilantai ataupun di sofa seperti yang pria itu katakan, karena ia tau kastanya tidak memiliki hak untuk meminta itu kepada pria yang ada di hadapannya ini


"Kalau begitu biar aku yang tidur sofa" Myungsoo kembali tersenyum tipis, lalu menyentil pelan p***ng milik Suzy yang menyembul dibalik baju tidur yang ia kenakan


"Kenapa memakai pakaian sesexy ini sih? Ingin menggodaku?" Suzy mengerjapkan matanya, sexy apa sih? Ia hanya memakai setelan celana dengan baju selengan bermotif teddy bear seperti anak kecil, dari mana letak sexy dan menggodanya? Apa mata lelaki ini telah rabun?


"Apa yang salah dengan pakaianku?"


"Kau terlihat sangat sexy saat tidur, ditambah dengan p******amu yang bebas tanpa b** itu" Suzy bergidik mendengar suara parau yang keluar dari bibir pria itu, ia tidak sebodoh itu untuk tidak bisa memahami maksud dari pria itu


Ah... ini salahnya kenapa tidak memakai b** tadi, ini memang kebiasaannya untuk melepas b**nya saat ia akan tidur dan terbawa sampai sini, ia tidak menyangka harus berakhir seranjang dengan pria mesum Psyco ini


Suzy segera berdiri dari tidurnya , semakin ia menahan diri diatas ranjang, ia tidak yakin dengan apa yang akan terjadi setelah ini "aku akan tidur di sofa" katanya singkat


"Tidur di sofa akan menyakitimu Suzy" kata Myungsoo sembari menatap punggung Suzy yang sedang duduk tanpa merubah posisi terakhirnya "aku sudah terbiasa tidur di sofa"


"Kakimu masih sakit, aku tak mau mengantarmu ke sofa" Suzy menatap Myungsoo nyalang "aku bisa sendiri Kim Myungsoo"


"Satu jengkal saja kau langkahkan kakimu turun dari ranjang aku bersumpah akan memp****samu saat itu juga" Suzy kini sedang memunggungi Myungsoo , namun ia bisa merasakan rasa dingin yang menusuk punggungnya


Dengan memberanikan diri ia menatap Myungsoo yang sedang menatapnya dengan dingin , alur wajahnya tak terbantahkan menyiutkan nyali Suzy


Ia tidak ingin percaya dengan lelaki ini, namun dari apa yang pernah ia lakukan dulu lelaki ini bukanlah jenis lelaki yang hanya akan mengatakan omong kosong, ia jenis lelaki yang akan melakukan apa yang telah ia katakan


Suzy menghela nafas menyerah , dan saat itu pula ia kembali membaringkan tubuhnya di samping Myungsoo membuat si pria terkekeh pelan , dengan cepat pria itu merengkuh tubuh Suzy namun ditempis oleh gadis itu "jangan dekat-dekat, sampai batas ini" kata suzy sembari menyambar guling dan meletakkannya di antara mereka


Bukannya menurut Myungsoo malah terkekeh lalu melempar asal guling itu membuat Suzy memekik tidak terima , dan dengan sigap ia merengkuh tubuh gadis itu tanpa mempedulikan racauan yang keluar dari mulut gadis itu "adikku sudah keras disana Bae Suzy, kalau kamu terus berontak aku tidak akan segan-segan memasukkannya padamu" sialan , dalam diri Suzy saling memaki satu sama lain, entahlah mendengar ucapan menggoda yang keluar dari bibir tipis pria ini berhasil membuat dirinya basah di bawah sana, ya___ walaupun ia sudah basah sejak ia tau jika pria itu memainkan p******anya sesaat lalu


Dalam waktu sekejap pria itu sudah terlelap mungkin karena efek kelelahan namun kontras dengan Suzy yang masih terjaga, bagaimana tidak__ lelaki itu tidur dengan posisi memeluknya dari belakang, tangannya menangkup p******anya tidak terlepaskan, dengan p***ng yang ia selipkan disela-sela jemarinya serta ibu jari yang secara berkala memainkan p***ng Suzy yang semakin mengeras, saat ia berusaha melepaskan tangan lelaki itu, lelaki itu semakin mengeratkan gengamannya sehingga dengan terpaksa Suzy membiarkan lelaki itu tidur dengan posisi menangkup p******anya yang polos tanpa pelindung ini.


To Be Continued


I hope you enjoy with my story


Dont forget to leave a comment , like, and share if you like my story , thanks you and paipai

__ADS_1


Ci vediamo,


@IzzanaJoo


__ADS_2