
Tok tok tok
Myungsoo yang sedang berkutat dengan pekerjaannya tidak mengalihkan pandangannya sedikitpun, ia hanya berdehem dan tidak beberapa lama pintupun terbuka
Dari sudut matanya ia bisa melihat sepasang sepatu pantovel wanita berdiri tak jauh darinya, ah palingan itu sekretarisnya batin myungsoo
"Maaf sajangnim , saya ingin menyampaikan berkas ini untuk anda" myungsoo menghentikan gerakan tangannya yang sedang menandatangani beberapa berkas, walaupun sudah lama ia tidak mendengar suara ini tapi ia masih ingat betul dengan suara ini
Ia mengangkat kepalanya membuat sudut bibirnya terangkat saat ia menatap gadis di depannya itu, tebakannya benar, gadis yang sangat ingin ia temui itu sedang berdiri di depannya dengan jarak tidak lebih dari 3 meter darinya
Suzy berdehem pelan lalu menambahkan "ini berkas proyek gangnam yang bisa segera anda cek sajangnim"
Kursi myungsoo berputar karena gerakan kakinya lalu pria itu meninggalkan kursinya dan berjalan mendekati gadis itu membuat si gadis menatapnya dengan pandangan terkejut yang imut dimata myungsoo, ia terlihat akan memundurkan kakinya namun terhenti
Myungsoo berdiri tepat di depan suzy yang berdiri dengan kaku lalu mengambil berkas di tangan suzy tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah suzy "nanti pasti akan aku cek" ia langsung melemparkan berkas itu ke atas meja yang berada di dekatnya tanpa mengalihkan pandangannya dari gadis didepannya, ia kembali melangkahkan kakinya semakin mendekati suzy membuat gadis itu juga semakin memundurkan tubuhnya
Dengan cepat myungsoo menarik pinggang gadis itu membuat tubuh mereka menempel dan itu membuat suzy terkejut "maaf sajangnim, apa yang sajangnim lakukan?" Tanyanya tercekat, Myungsoo tertawa renyah "memelukmu kau tau?" Katanya sembari melanjutkan suara tertawanya
Suzy berusaha melepaskan tubuhnya tapi nihil karena semakin ia berontak semakin myungsoo mengeratkan pelukannya "maaf sajangnim ini di kantor, dan tidak sebaiknya anda seperti ini" myungsoo tersenyum di balik punggung gadis bersurai coklat itu, rambut coklat lurusnya yang tergerai dengan aroma green tea yang menyegarkan membuat myungsoo enggan untuk melepas pelukannya barang sedetikpun, tapi perkataan gadis kecil itu terdengar nakal ditelinganya, membuatnya tidak bisa untuk tidak menggodanya
Myungsoo melepas pelukan mereka lalu menarik dagu gadis di depannya yang menunduk agar menatapnya, membuat mata mereka beradu
Tatapan polos dan sexy yang selalu ia rindukan itu kini menatapnya dengan tatapan gugup tidak yakin, iris coklatnya terus bergerak tidak nyaman yang membuat pria itu semakin ingin untuk segera memiliki gadis yang kini ada dipelukannya dan semua yang ada pada diri gadis itu
Ia menatap gadis itu dengan pandangan menggoda "jadi jika kita tidak dikantor boleh seperti ini?" Tanyanya yang sukses membuat suzy gelagapan bahkan itu bisa ia rasakan dari suara gadis itu "bukan ... tidak seperti itu.. tidak sebaiknya, anda.. sajangnim"
Myungsoo tertawa kecil melihat betapa lucu dan polos gadis miliknya itu.. ah ralat yang 'ia akui' sebagai miliknya itu, ia kembali menarik dagu suzy karena gadis itu terus mengalihkan pandangannya untuk tidak menatapnya dan itu membuatnya kesal "apa kau tidak tau siapa aku?"
Suzy membuang nafasnya jengah lalu berdehem pelan mencoba mengusir rasa takut serta gugup pada dirinya "tentu saja anda kim myungsoo sajangnim, CEO di perusahaan ini" ia bersyukur karena suaranya bisa keluar dengan normal bahkan saat ia sedang gugup sekalipun, ia menambahkan senyuman cerah yang membuat matanya menyipit membentuk seperti burung camar yang sedang terbang ,tentu saja itu sengaja ia buat-buat agar ia bisa segera pergi dan lepas dari pria ini
Ia kembali bergerak mencari cela agar lelaki itu melepaskan tangannya yang masih melingkar agresif di pinggangnya tapi tenaganya masih tetap kalah oleh tenaga seorang lelaki
Myungsoo berdecak kesal mendengar jawaban suzy yang tidak sesuai dengan ekspektasinya "maksudku bukan itu, apa kamu tidak ingat denganku bae suzy?"
__ADS_1
Nada dingin serta tegas yang keluar dari bibir pria itu sukses membuat tubuh suzy meremang terlebih lagi pria itu menyebut nama suzy bahkan nama lengkapnya, membuatnya merasa tidak nyaman, seperti ibunya yang akan memanggil nama lengkapnya saat ibunya marah, mirip seperti itu
"maaf sajangnim, saya tidak tau apa maksud anda" suzy kembali mengalihkan pandangannya, dipandang dengan tatapan mengintimidasi oleh seorang pria dengan jarak tidak lebih dari 10 cm membuatnya kaku bahkan lidahnya kelu hanya untuk mengatakan satu katapun jika tanpa ia paksa tidak akan berhasil
myungsoo kembali menarik dagu suzy agar gadis itu kembali menatapnya, ia menatap wajah suzy penuh selidik tanpa rasa percaya, apa semudah itu ia dilupakan?
Suzy mulai bergerak gelisah karena tatapan tajam pria itu seakan menusuk wajahnya dan melubanginya di banyak sisi "apa kamu yakin tidak mengingatku?" Suzy memaksa bibirnya terangkat, dia tidak boleh kalah dari lelaki didepannya itu, tidak ada urusan antara mereka. Akhirnya ia tersenyum tipis dan suaranya mulai keluar sedikit nyaring karena saking besar usahanya untuk membuka suara
"MAA.. ehem " ia berdehem pelan untuk menormalkan suaranya yang sumpah mati ingin ia tenggelamkan karena berani mengusilinya disituasi seperti ini
"Maaf sajangnim, jika sudah tidak ada yang perlu dibicarakan lagi saya akan keluar" suzy tersenyum tipis dan ia kembali bergerak, tangannya mendorong dada bidang pria di depannya namun hal itu membuat myungsoo semakin mengeratkan pelukannya pada pinggang ramping suzy dengan tangannya yang masih berada di atas dada pria itu
Bahkan dari balik kemeja serta jas yang pria itu gunakan lapisan kulit terluar telapak tangan suzy bisa merasakan betapa kerasnya benda itu, alunan detak jantung yang teratur dan berirama itu menenangkannya kontras dengan jantungnya yang sudah berdetak tidak karuan .
Deruan nafas teratur yang keluar dari hidung pria itu menerpa wajahnya geli, membuatnya menjauhkan wajahnya dari sana tapi masih dengan posisi pinggang yang dipeluk pria itu
Pria itu menatapnya penuh arti yang membuatnya begidik ngeri, bahkan hal itu lebih mengerikan ketimbang melihat setan sekalipun "baiklah, aku akan membuatmu mengingatku" suzy menautkan alisnya tidak mengerti lalu tubuhnya seketika terkejut karena myungsoo yang tiba-tiba menenggelamkan kepalanya pada ceruk lehernya menjilati tulangnya yang sedikit menonjol mengukir ceruknya yang indah, lelaki itu menaikkan ciumannya menuju telinga suzy, menjilatnya serta **** daun telinga suzy dan memainkan anting kecil yang menempel di daun telinga gadis itu, membuat tubuh gadis itu bergetar, antara enak, takut, terkejut, tidak terima entahlah semuanya berkecamuk dalam kepala gadis itu
"apa sekarang kamu sudah mengingatku?" Suzy masih menggeleng dengan bebalnya membuat myungsoo semakin gemas , apa perlu ia mereka ulang adegan mereka waktu itu di dalam ruangannya? Myungsoo menarik lengan suzy mendekat ke meja kerjanya membuat suzy terkejut dan meronta dengan suara pelan, takut ada yang mendengar dari luar walaupun itu tidak akan mungkin karena ruangan ini di desain kedap suara, tapi suzy tidak tau tentang itu tentunya
Myungsoo mengangkat tubuh suzy dengan ringan agar duduk di atas mejanya, pantatnya tanpa sengaja menduduki lembaran kertas yang terdapat tanda tangan myungsoo di atasnya
Suzy berontak dan ingin bergerak turun namun bibir myungsoo terlebih dahulu mendarat di atas bibirnya, menciumnya dengan lembut
"Eumm" suzy memukul dada pria itu dengan pelan berharap pria itu melepaskannya namun tangannya malah merambah masuk mengusap tengkuknya menyalurkan perasaan nyaman dari setiap usapan yang tercipta, tubuhnya terhanyut dan mulai melunak , ia tidak membalas ciuman pria itu tapi ia juga tidak berontak , membiarkan lidah pria itu menyusuri seisi mulutnya dengan lembut
Myungsoo menjauhkan bibir mereka membuatnya mencari benda lembut itu dengan tidak tau diri, alam bawah sadarnya merutuk dan mengutuk dirinya sendiri yang bisa-bisa berfikir seperti itu di saat seperti ini
Ia mengatur deru nafasnya yang mulai memburu dan pendek , ia tau jika pria itu kini menatapnya tapi ia acuhkan karena ia masih mengumpulkan segenap arwahnya yang melayang hilang , namun belum juga sepenuhnya terkumpul myungsoo kembali menyusupkan kepalanya kedalam ceruk lehernya ,dan menciuminya dengan seductif , tanpa sadar bibirnya terbuka mengeluarkan helaan nafas panjang yang sukses menghentikan pria itu
Ia memelototkan matanya mendapati kancing bajunya yang sudah terlepas entah sejak kapan
Pria itu menengadahkan kepalanya mendapati ekpresi wajah kesukaannya dari semua gadis yang pernah ia tiduri terutama dari gadis yang kini ada di depannya
__ADS_1
Wajah merah dengan ekspresi mengawang yang ia tahan, ia mengalihkan pandangannya menuju dua benda yang menggantung indah di depannya yang masih terbungkus cantik oleh rumahnya
Ia menenggelamkan kepalanya disana, menyesap aroma green tea yang sama seperti aroma rambut gadis itu membuat daerah bagian bawahnya mengeras dengan kurang ajar , berkedut membuatnya tidak nyaman
Ia menjulurkan lidahnya tepat di antara cleaver gadis itu, menjilatnya membentuk lingkaran lalu menciumnya , menyesap benda lembut itu dengan nikmat dan sedikit mengigitnya meninggalkan bekas merah tanda berkunjungnya
Ia menjauhkan wajahnya dari sana, tak ingin nafsu menguasai dirinya untuk melalukan hal yang lebih dari ini
Ia menatap gadis itu dalam "apa kamu sudah mengingatku, suzy?" dan masih dengan pendiriannya gadis itu kembali menggelengkan kepalanya bebal "maaf sajangnim....haaah... saya tidak tau_apa maksud anda" jawab suzy susah payah karena nafasnya habis karena ia kuras sedari tadi, tubuhnya lemah karena terus berontak saat pria itu memainkan leher serta payudarannya
myungsoo tersenyum tipis lalu memegang baju suzy untuk membenarkan pakaian gadis itu yang berantakan karena ulahnya
"Kali ini kamu lolos bae suzy , tapi untuk lain kali aku tidak yakin akan kembali meloloskanmu" suzy mengatur nafasnya sendiri tanpa berniat menjawab perkataan bosnya itu
Ia berencana loncat turun dari tempatnya tapi didahului oleh myungsoo yang kembali menggendongnya menurunkan tubuhnya , membuatnya merasa seperti anak kecil
"Jika sudah tidak ada yang dibicarakan lagi saya akan keluar" suzy berjalan menjauh tanpa menunggu jawaban myungsoo, bersyukur pria itu tidak lagi menahannya "aku akan membuatmu mengingatku bae suzy, kau ingat itu"
Suzy berhenti sebentar sebelum keluar, myungsoo menatap punggung gadis itu penasaran tapi alih-alih menjawab perkataannya gadis itu berhenti hanya untuk membenarkan rambutnya yang berantakan lalu keluar tanpa menoleh sedikitpun kearahnya, membuat ekspresi kecewa jelas tercetak diwajahnya "hanya seperti itu?___ apa ia yakin melupakanku?"
Myungsoo mendesis sebal mengingat respon acuh dari gadis bernama suzy itu, bagaimana bisa seorang kim myungsoo dilupakan?
To Be Continued
I hope you enjoy with my story
Dont forget to leave a comment , like, and share if you like my story , thanks you and paipai
Ci vediamo,
@IzzanaJoo
__ADS_1