
Myungsoo membaringkan tubuh Suzy keatas ranjang milik mereka, ya... milik mereka berdua untuk sementara waktu sejak beberapa hari yang lalu.
Kini mereka sudah kembali kerumah Myungsoo dengan kondisi Suzy yang sudah tidak bernyawa , hah?... maksudnya ia sudah bergelut dengan alam mimpinya, beberapa saat yang lalu gadis itu sudah tertidur didalam mobil Myungsoo.
Dibelainya surai coklat gadis itu, entah apa yang ada didalam kepala pria itu , ia menatap si gadis dengan tatapan sendu? Suram? Atau.. entahlah, mendengar kenyataan jika hari ini adalah hari terakhir mereka tinggal satu atap menimbulkan sedikit rasa tidak terima dalam diri pria itu.
"Apa yang harus ku lakukan agar kamu tetap tinggal disini?" Setelah beberapa hari mereka tinggal serumah dengan alasan jika pria itu khawatir akan si gadis yang sebenarnya hanya pria itu buat sebagai alasan, pria itu tau jika si gadis masih mampu menggunakan kruk bahkan dokternya juga bilang jika Suzy boleh mengenakan kruk namun Myungsoo tidak memperbolehkannya, ia tau gadis itu bisa mengurus dirinya sendiri karena cidera pada kaki gadis itu bukanlah cidera yang parah namun entahlah.. rasanya hanya cara ini ia bisa serumah dengan gadis ternikmatnya ini.
Rumahnya bukanlah rumah yang sempit yang hanya menyediakan satu buah kamar saja, karena pada kenyataannya masih ada kamar lain diruang tamu serta ia juga bisa menggunakan ruang kerjanya yang sudah dilengkapi oleh bed sofa untuk tidur, namun lagi-lagi karena alasan memanfaatkan sehingga pria itu memilih untuk berbohong.
*****
Suzy menggeliatkan tubuhnya namun entah kenapa tubuhnya terasa berat, dalam hati ia tau ulah siapa ini semua jika bukan ulah bos gilanya yang sejak beberapa hari terakhir tinggal dengannya dan terlebih lagi seranjang dengannya.
Ia membuka matanya dan saat itu juga matanya disuguhi oleh pemandangan wajah tampan CEOnya.
Wajahnya terlihat tenang dengan mata yang masih terpejam yang dihiasi dengan bulu matanya yang lentik, bibir tipisnya berwarna pink yang cantik, padahal ia perokok tapi warna bibirnya sangat cantik.
Suzy memperhatikan posisinya yang sedang tidur dalam pelukan lelaki itu, tangannya masih setia menyentuh dada bidang lelaki itu sehingga ia bisa merasakan betapa kerasnya dada lelaki itu, sungguh proporsi tubuh yang sempurna, ia terus diam dalam posisi seperti ini mengamati pemandangan indah yang ada didepannya, sampai si pemandangan itu bergerak mengeratkan pelukannya diikuti oleh kelopak matanya yang terbuka.
"Emmm, sudah bangun?" Suara parau lelaki itu menusuk gendang telinganya, entahlah ini pertama kalinya sejak mereka tidur bersama Suzy mendapati pria ini bangun tidur.
Dengan rambut yang masih acak-acakan, tubuh atletisnya yang dibalut t-shirt casual serta celana boxer pendek menambah kesan sexy pada diri pria ini.
"Emmm" Suzy menggeliat pelan berusaha melepaskan dirinya dari pelukan Myungsoo namun semakin pria itu eratkan "gimana tidurmu? Nyenyak?" Suzy mengangguk pelan "lepaskan aku" bukannya melepaskan Myungsoo malah mengambil posisi nyamannya.
"Kenapa tadi memperhatikanku seperti itu? Bukankah ini bukan kali pertamamu melihatku bangun tidur?" Suzy mengangkat kepalanya membuatnya bisa melihat wajah polos pria yang kini sedang memeluknya.
"Kamu selalu berangkat pagi sekali bahkan sebelum aku bangun tidur, bagaimana aku bisa melihatmu saat bangun tidur?" Myungsoo terkekeh pelan lalu mencium kilat bibir Suzy membuat gadis itu terkejut.
"Apa kau ingin selalu menatapku saat kau bangun?" Myungsoo kembali terkekeh saat Suzy memukul dadanya lumayan keras "Ya!!! Siapa yang berfikir seperti itu?" Myungsoo kembali terkekeh lalu menarik tangan Suzy agar memeluk pinggangnya.
"Aku akan mewujudkannya jika kau mau sayang" Suzy berdecak kesal, kenapa lelaki ini selalu seperti ini? Bahkan dipagi hari saat ia baru saja kembali kedunia nyata.
__ADS_1
Myungsoo menarik pinggang Suzy membuat tubuh mereka saling menempel satu sama lain, dengan jarak yang sangat dekat itu Suzy bisa merasakan wajahnya yang dingin diterpa nafas memburu dari pria yang sedang memeluknya ini
"Morning kiss"
๐๐๐๐
Setelah drama pagi kedua insan ini akhirnya sudah ada didalam mobil menuju rumah sakit, mengingat apa yang telah mereka lakukan tadi pagi membuat sedikit ada rasa malu dalam diri Suzy namun melihat si bosnya yang biasa saja membuatnya berusaha untuk biasa saja juga, mereka hanya melakukan foreplay bukan ****, ya.. mereka tidak melakukan **** dalam kepala Suzy terus meramalkan kalimat itu tanpa henti seolah mendoktrin dirinya sendiri.
"Kenapa kamu tidur mengenakan bra? Biasanya juga tidak" wajah Suzy memanas menerima pertanyaan tiba-tiba dari bosnya, bagaimana bisa pria ini mengatakan hal seperti ini dengan santainya? Dimana urat malu pria ini?
"Aku hanya mengantisipasi dari serangan predator nakal aja kok" suara gelak tawa memenuhi mobil Myungsoo yang tidak lain berasal dari mulutnya sendiri.
Myungsoo tau siapa predator yang Suzy maksud, dan ia juga tau maksud dari kata mengantisipasi sehingga membuatnya tidak bisa menahan tawanya sendiri.
Biasanya para wanita akan mendekatinya dan dengan suka rela memberikan tubuh mereka bahkan tanpa bayaran sekalipun sedangkan gadis ini? Gadis ini malah menyebutnya predator, apa ia tersinggung? Tidak, karena kenyataannya memang ia adalah predator yang siap memangsa Suzy kapanpun ia mau.
"Sayangnya si predator itu akan tetap memangsamu dengan ataupun tanpa bra sekalipun" Suzy mendesis pelan ,Myungsoo tetaplah Myungsoo dengan sejuta fikiran mesum dalam kepalanya.
Sesaat setelah itu mereka akhirnya sampai juga dirumah sakit, dengan lancarnya Myungsoo membawa Suzy memasuki sebuah ruangan disana ada seorang dokter pria yang langsung menyambut kedatangan mereka.
Suzy menatap dokter itu heran kenapa ia memanggil Myungsoo dengan sebutan tuan?
Dokter itu memeriksa kaki Suzy ditemani oleh seorang suster asisten disebelahnya "gipsnya sudah bisa dilepas" Myungsoo berjalan menghampiri mereka lalu berdiri tepat di sebelah kepala Suzy.
"Apa kau yakin? Kalau belum jangan dibuka" Suzy menatap Myungsoo kesal, keterlaluan sekali kenapa meragukan dokter ini sih?
"Ini sudah kering tuan, lalu tulangnya juga sudah kembali ke asalnya" Myungsoo mengangguk mengerti , ia hanya tidak mau hal buruk terjadi kepada Suzy "kalau menurutmu itu sudah sembuh yasudah buka saja" dokter itu mengangguk lalu ia memberi isyarat kepada asistennya untuk mengambil peralatan untuk membuka gips serta jahitan di kaki Suzy.
"Pelan-pelan, jangan sampai menyakitinya" Myungsoo menarik kursi lalu duduk disebelah Suzy dengan berpangku tangan menyaksikan pembedahan itu dengan matanya sendiri "kenapa disini?" Myungsoo menatap Suzy lalu tersenyum menggoda "menunggumu kau tau" ck, lagi-lagi Suzy berdecak sebal.
"Kau bisa menungguku disana kan? Aku tidak sedang operasi besar" katanya sembari menunjuk sofa yang berada tepat didepan singgasana dokter ini, entahlah ia merasa jika Myungsoo terlalu berlebihan , ia tidak penyakitan juga bukan anak kecil yang perlu ditunggui.
"Tidak bisa, aku harus melihatnya dengan mataku sendiri" Suzy mendengus kesal melihat betapa bossynya pria ini, apapun yang ia katakan tidak akan bisa mengubah keputusan dan kemauan pria ini dan akhirnya iapun memilih diam.
__ADS_1
Pria itu terus menungguinya disamping ranjangnya sesekali ia mengaduh kesakitan dan saat itu pula Myungsoo akan memekik ke arah orang-orang kesehatan yang sedang menangani Suzy meminta mereka untuk lebih hati-hati lagi sampai akhirnya Suzy sendiri memilih untuk menahan agar tidak ada lagi suara kesakitan yang keluar dari mulutnya, asal kalian tau Myungsoo benar-benar mengatakan hal-hal buruk kepada mereka sampai Suzy merasa kasihan.
"Kau serius bisa memakai ini? Pakai kursi roda lagi aja ya? Atau aku gendong aja" Suzy lagi-lagi mendengus kesal baru beberapa langkah ia keluar dari ruangan Dokter tadi menggunakan kruk seperti yang dokter itu sarankan namun pria ini terus saja mengomel melarangnya menggunakan kruk dan bahkan ia tidak percaya jika kakinya sudah lebih baik sekarang.
Saat diruangan tadi saja ia sempat beradu mulut dengan dokter karena ia tidak setuju Suzy menggunakan kruk kalau tidak karena Suzy yang tiba-tiba pergi keluar ruangan menggunakan kruk yang dokter berikan sepertinya saat ini Suzy serta Pria bossy ini masih berada didalam ruangan dengan Myungsoo yang masih beradu argumen sampai dokter serta Suzy sendiri mau menggunakan kursi roda dan membuang jauh-jauh kruk itu.
"Aku sudah mengatakannya padamu kakiku sudah sembuh, bahkan aku bisa berjalan tanpa kruk sesekali" ya.... kaki Suzy memang sudah sembuh, ia juga sudah bisa tanpa kruk namun karena dikhawatirkan tulangnya akan kembali bergeser ia disarankan untuk menggunakan kruk selama dua hari kedepan.
Myungsoo menatap Suzy dengan pandangan tidak percaya yang sangat kentara membuat Suzy kembali mendengus kesal lalu menghentikan langkahnya yang diikuti juga oleh Myungsoo.
"Aku sudah benar-benar sembuh, kakiku sudah tidak apa-apa" kata Suzy sembari memukul kakinya pelan membuat Myungsoo reflek menahan tangannya yang langsung Suzy hempaskanย "sekarang aku sudah sembuh, dan kau juga tidak perlu khawatir lagi tentang aku" Suzy diam sebentar melihat Myungsoo yang hanya diam menatapnya "kau bisa pulang sekarang, terima kasih selama ini" Suzy membungkukkan tubuhnya hormat.
"Hei, kau akan kemana setelah ini" hah? Suzy mengerutkan dahinya bingung.
"Kenapa?"
"Aku akan mengantarkanmu sampai kau pulang ke rumahmu dengan selamat"
"Tidak, aku bisa sendiri" jawab Suzy menolak dengan tangan yang ia gibas-gibaskan dengan cepat yang langsung Myungsoo sanggah "namun aku yang tidak bisa melepaskanmu sendiri"
"Sekarang katakan kau mau kemana?"
"Ibu.... aku mau ke ibu" Myungsoo tersenyum lalu mengangguk, sejak kejadian beberapa minggu yang lalu tidak sekalipun Suzy menjenguk ibunya, ia bahkan tidak tau bagaimana ibunya, bagaimana kabarnya.
Mengingat ibunya membuat rasa sedih dalam dirinya menguar, ia hampir saja melupakan ibunya karena ia yang terlalu fokus dengan rasa kesalnya kepada Myungsoo, oh anak macam apa ia ini?
To Be Continued
I hope you enjoy with my story
Dont forget to leave a comment , like, and share if you like my story , thanks you and paipai
Ci vediamo,
__ADS_1
@IzzanaJoo