
Tok tok
Myungsoo berjalan menuju meja kerja manager Dam karena ingin membicarakan perjalanan bisnis ke jepang mereka esok hari, tapi ternyata nihil karena manager Dam sendiri sedang tidak ada di dalam ruangannya, hanya ada seorang sekretarisnya yang sedang membersihkan beberapa berkas untuk di hancurkan
"Manager Dam ada dimana?" sekretaris Im yang myungsoo tau bernama im yoona itu menghentikan aktifitasnya seraya menatap ke arah myungsoo "ah.. ya sajangnim?"tanya yoona yang sepertinya tidak mendengar suara myungsoo dengan jelas
mata myungsoo beberapa kali berkedip menatap wanita di depannya itu, ia tau yoona salah satu karyawan tercantik di perusahaannya , tapi baru kali ini ia berada dengan jarak sedekat ini, yah walaupun jarak mereka terpaut sekitar 3 meter dan itupun terhalang oleh meja kerja
Yoona menatap bosnya penuh tanya karena pria itu kini hanya diam menatapnya, membuatnya reflek mematut dirinya sendiri "tidak ada yang salah"
Mata myungsoo sedikit jelalatan melihat ke arah lain memerhatikan benda pertama yang pasti akan ia perhatikan dari tubuh wanita, yaitu payudara, ia berdecak dalam hati dan wajahnya terlihat kecewa
"A Cup" ucap myungsoo lirih, membuat yoona mengerutkan dahinya karena tidak mendengar perkataan myungsoo dengan jelas
"Maaf, sajangnim mengatakan apa?'' Myungsoo menggeleng lalu menatapnya acuh, rasa tertariknya seketika turun 90%, hanya 10% itupun karena wajah cantiknya
"Dimana manager Dam?"
"Beliau sedang melakukan interview untuk pegawai baru bersama beberapa manager lainnya sajangnim" myungsoo mengangguk mengerti, ia lupa jika hari ini sedang ada interview untuk pegawai baru, baru saja myungsoo akan berjalan pergi tapi secara tidak sengaja matanya melihat foto seseorang yang ia kenal saat yoona akan menghancurkan beberapa kertas yang tadi berserakan di atas meja
"Apa itu?" Myungsoo berjalan mendekati yoona , sedangkan gadis itu hanya berkedip dengan wajah bingung, tapi beberapa saat ia baru tau kemana arah bicara bosnya itu
"Oh ini? Ini berkas pelamar yang tidak masuk kualifikasi sajangnim"
"Boleh aku lihat?" Yoona mengangguk lalu menyodorkan beberapa tumpuk kertas pelamar yang akan di hancurkan, dan tepat sekali, myungsoo menatap foto seorang pelamar yang berada paling atas dengan senyum tipis di sudut bibirnya, lalu ia mengambilnya
__ADS_1
"Aku akan membawa ini, untuk yang lainnya segera hancurkan" yoona mengangguk, ia melihat myungsoo yang sedang berjalan meninggalkan ruangan manager Dam dengan pandangan aneh, tapi sepersekian detik ia kembali acuh dan mulai menghancurkan berkas-berkas itu
Sedangkan myungsoo langsung merogoh ponselnya yang berada dalam kantung jasnya, mengetik beberapa kata lalu menekan tombol send, ia kembali menatap berkas pelamar itu dengan senyum cerah secerah matahari di siang hari yang menyilaukan , seperti salah satu beban yang menindihnya telah terjatuh satu baru saja
"Akhirnya aku menemukanmu, akan aku pastikan kamu jadi milikku kali ini__Bae Suzy"
***********
Suzy keluar dari mobil dylan , ia meminta dylan menurunkannya di gang sebelah hotel max, karena beberapa saat yang lalu ia menjadi bahan pembicaraan teman-temannya , ia dituduh wanita j***ng karena seseorang dari mereka yang kebetulan seorang admin lambe turah melihat ia diantar serta dijemput dylan, dylan yang notabenenya pria tampan menjemput seorang gadis berwajah culun seperti suzy, tidak akan ada yang percaya jika dylan mau dengan suzy di tambah lagi mereka juga tau jika suzy adalah teman hyuna salah satu p***cur senior di club, sehingga di sinilah ia turun
"Bye kak" suzy berjalan menjauh dari mobil dylan sedangkan mobil dylan berjalan pelan mengikuti suzy dari kejauhan , memastikan jika suzy masuk dengan selamat
Ini sudah beberapa minggu sejak suzy bekerja di club, semuanya berjalan lancar sesuai rencana hanya satu hal yang mengganggunya , yaitu gosip jika dia seorang j***ng dan itu membuatnya risih, tapi ia tidak menghiraukannya, toh maxime adalah club terbesar di seoul dan club ini sangat banyak pengunjungnya sehingga tidak ada waktu untuk mereka berkumpul kecuali saat pulang, ia hanya perlu bertahan sampai ia mendapatkan pekerjaan pengganti, lagipula ia masih punya hyuna yang sering menemaninya bicara saat mereka sedang longgar.
Hari ini waktu berlalu begitu cepat, perasaan baru beberapa jam yang lalu suzy datang dan mulai bekerja tapi tidak terasa club sudah di tutup
"Oh ... interview? Akhirnya ada panggilan interview?" Suara suzy memekik kegirangan dengan kaki yang ia hentak-hentakkan, untung saja hari masih sangat pagi , jadi jalanan masih sangat sepi
Lagi-lagi suzy membaca pesan itu sekali lagi, ia masih tidak percaya salah satu perusahaan terbesar di seoul memintanya untuk interview
Wajah suzy kembali tersenyum saat mobil dylan sudah berhenti di depannya, entah saking girangnya atau apa , ia bahkan berjalan membuka pintunya sendiri bahkan sebelum dylan keluar dan melakukan aktifitasnya seperti biasa
Dylan menatap wajah suzy dengan pandangan aneh, tidak biasanya gadis itu akan berjalan sendiri memasuki mobilnya sebelum ia membukakan pintu untuknya
"Maaf suzy aku terlambat, apa kau marah?" Tanya dylan dengan wajah lemah, ternyata ia salah mengira
__ADS_1
"Tidak apa-apa kak, aku tau kamu juga sibuk" jawab suzy sembari melemparkan senyum cerah kepada dylan "kak" dylan mengalihkan pandangannya kesuzy yang di sambut oleh ponsel suzy di depannya menampilkan pesan email yang membuat suzy bahagia, bukannya bahagia wajah dylan malah terlihat gusar dan tidak yakin
"Panggilan interview? Kenapa harus menemui secara pribadi?" Suzy yang baru tersadar ia kembali membaca pesannya, kenapa ia tidak teliti saat membacanya? Bahkan ia tidak akan sadar jika dylan tidak memberitahukannya
"Apa kamu tidak ditipu suzy?" Dylan melirihkan suaranya, takut menyakiti perasaan suzy "maksudku itu terlihat sangat aneh, kenapa tidak menyuruhmu ke perusahaan tapi malah bertemu secara pribadi, aku_"
Suzy kembali memyodorkan ponselnya, ternyata sedari tadi suzy sedang mengetikkan balasan menanyakan kebenaran pesan tersebut, sampai akhirnya username tersebut mengirimkan fotonya beserta id cardnya berharap suzy akan percaya
"Apa kamu akan pergi?" Yang di jawab dengan anggukan samar oleh suzy "paling tidak aku ingin mencobanya kak"
"Perlu aku antar? Aku khawatir" suzy seketika terkekeh dengan kepala yang ia gelengkan "tidak perlu kak, jika ada apa-apa aku akan langsung menghubungimu" dylan mengusap pucuk kepala suzy sayang, ia tidak bisa menyembunyikan kekhawatirannya, tapi ia juga tidak bisa tidak menuruti gadis ini
***********
Suzy berjalan mengenakan pakaian casual serta sling bag kesayangannya, usernameyang menghubunginya tadi pagi yang mengaku sebagai manager di Diva Corp mengajaknya bertemu di salah satu cafe yang terletak tidak jauh dari apartmentnya dan memintanya untuk tidak usah terlalu formal, ia membuka sling bagnya memastikan bahwa ia sudah membawa bubuk cabai seperti yang dylan sarankan untuk berjaga-jaga, setelah ia merasa yakin ia menghembuskan nafasnya panjang sebelum akhirnya ia semakin memantapkan dirinya untuk masuk
Ia mengedarkan pandangannya tapi ia tidak menemukan sosok pria yang sepertinya memiliki janji dengannya, ia memang sudah tau foto pria tersebut, tapi ia bukanlah orang yang bisa mengenali seseorang hanya dari sebuah foto, sampai akhirnya ia di kejutkan oleh seorang pria yang tiba-tiba menepuk pundaknya pelan
"Bae suzy ya?"
To Be Continued
I hope you enjoy with my story
Dont forget to leave a comment , like, and share if you like my story , thanks you and paipai
__ADS_1
See you in the next part
@IzzanaJoo