Le P.A.C.S

Le P.A.C.S
Part 10


__ADS_3

Suzy akhirnya sudah di perbolehkan untuk pulang, ia segeramandi  dan bersiap untuk berangkat kerja, sesaat setelah kejadian malam itu suzy langsung mencairkan uang dari myungsoo sebanyak 50juta dimana 45juta sudah ia bayarkan ke rumah sakit untuk biaya operasi serta biaya rumah sakit ibunya yang sudah menunggak, sedangkan sisanya ia pergunakan untuk membayar hutang, apartment serta untuknya menyambung hidup, sedangkan 50 juta lainnya masih tetap dalam bentuk cek, suzy tak ingin mempergunakannya , ia ingin berusaha mengumpulkan uang sendiri dengan jerih payahnya sendiri


Saat suzy mandi ia baru teringat jika kalungnya hilang , ia mengobrak abrik seisi rumah sempitnya berharap kalungnya terjatuh di sana, karena itu adalah kalung pemberian ibunya yang sudah ia pakai sejak ia masih kecil


Wajah suzy terlihat sangat frustasi, karena itu adalah kalung kesayangan suzy


"Kemana kalung itu" suzy kembali mengacak ranjang kecilnya tapi hasilnya nihil ia tak menemukan apapun di sana, ia duduk termenung di atas ranjang, mencoba mengingat lagi dimana kira-kira kalungnya terjatuh


"Iissss, kenapa aku tak mengingatnya" suzy terkejut saat matanya tanpa sengaja melihat jarum jam dari jam bulatnya sudah menunjukkan pukul 7, ia berjalan serampangan meraih tas serta memasukkan beberapa isi kedalamnya, ia berlarian kecil dengan sedikit tersandung-sandung beberapa barang yang baru saja ia berantakkan membuatnya berdecak kesal , ia memakai sepatu sportnya dengan cepat, lalu berlarian meninggalkan apartmentnya


                        *************


Suzy masuk ke toko tempat ia bekerja dengan terburu-buru , di sana bosnya sudah berdiri dengan berkacak pinggang dengan wajah sombongnya, suzy tau bosnya akan marah besar karena keterlambatannya


"Jam berapa sekarang? Kau ini niat bekerja atau tidak? Kau kira ini toko milikmu sendiri?" Suzy membungkukkan sedikit tubuhnya meminta maaf


"Maaf bos, saya tidak akan mengulanginya lagi" bos suzy berjalan tak acuh, sementara dari arah tak kejauhan terlihat teman suzy memberi isyarat agar suzy segera mengganti bajunya untuk bekerja yang langsung di lakukan oleh suzy.


                              **********


Myungsoo membanting pintunya kasar, ia baru saja pulang ke rumahnya karena semalaman ia menginap di hotel, di temani dengan sebotol vodka yang sengaja ia simpan di sana , kepalanya terasa sangat berat, walaupun efek mabuknya sudah tidak separah tadi malam tapi efek dari mabuknya bahkan masih tersisa sampai saat ini


Myungsoo berjalan menuju dapur minimalisnya yang di penuhi oleh warna hitam dan putih yang terkesan elegan , dengan sebuah bar kecil yang terletak tepat di depan meja dapur, ia berjalan menuju meja bar tersebut menarik salah satu kursi lalu duduk di atasnya, ia menuangkan air yang berada dalam teko yang terletak di sebelah kanan dari meja tersebut ke dalam gelas yang sudah tersaji di sana, lalu ia menegaknya sampai habis melewati kerongkongannya yang terasa sangat kering menimbulkan bunyi nikmat dari mulut myungsoo, ia meletakkan kepalanya di atas meja bar , matanya sedikit terpejam , entahlah semalam fikirannya sangat kacau , ia bahkan tak bisa melanjutkan hubungan intimnya sampai ia klimaks dan malah memilih untuk memuaskan dirinya di dalam toilet , sungguh sangat memalukan saat mengingatnya kembali, seorang kim myungsoo melakukan onani? Damn Shit!!! sungguh sangat memalukan


Myungsoo memijat keningnya yang terasa berdenyut, matanya menerawang entah kemana


"Oh Shit, berendam air hangat sepertinya bagus" myungsoo berjalan menuju kamar mandi yang berada di kamar utama yang tidak lain adalah kamarnya sendiri, ia menyalakan air untuk mengisi bath up-nya mengatur suhu dan segala rupa lalu kembali berjalan keluar


Ia mengeluarkan kalung milik suzy , kalung itu bukanlah kalung yang mahal bagi myungsoo tapi mungkin bagi orang yang memiliki ekonomi menengah kebawah kalung ini termasuk barang berharga mereka, kalung ini sejenis kalung emas putih dengan dua lingkaran yang saling mengait satu sama lain sebagai liontinnya, myungsoo menatap kalung itu sebentar lalu menyimpannya di dalam kotak berlian kecil yang ia letakkam di dalam lemari pakaiannya


Ah iya, rumah myungsoo bukanlah rumah yang besar nan mewah seperti rumah keluarganya, ia sengaja membangun rumah minimalis impiannya ini beberapa tahun yang lalu dari uang yang ia hasilkan dari menang tender saat ia masih berusia SMP

__ADS_1


Rumahnya terdiri dari tiga ruangan dimana terdapat satu kamar tamu yang berada tepat di sebelah kiri ruang tamu, satu kamar utama yang berada tepat di depan ruang keluarga yang berada di depan ruang tamu, di mana dalam kamar utama ini terdapat walk in closet serta kamar mandi yang sudah di lengkapi oleh bath up , shower dll yang sangat lengkap.


Di dalam kamarnya juga terdapat satu bed king size, Lcd tv, sepasang sofa beserta meja kacanya, di sebelah kiri kamarnya terdapat jendela kaca yang menghubungkan langsung dengan taman yang berada tepat di luar kamar utama, sedangkan satu kamar lainnya adalah ruang kerja myungsoo yang terletak tepat di sebelah kamar utama, ruang kerjanya sama seperti ruang kerja lainnya, dimana terdapat setelan meja dan kursi di tengah-tengahnya serta rak buku dengan beberapa buku di sekelilingnya dan tidak lupa sepasang sofa dan bed sofa berwarna maroon yang terletak tepat di depan meja kerja myungsoo 


Myungsoo melepas semua pakaiannya , melemparkannya ke dalam bak cucian lalu segera masuk kedalam bath up yang sudah siap dengan air hangat serta parfumnya


                             ***********


Hari sudah semakin gelap, jam sudah menunjukkan pukul setengah 11 malam , jalanan kota seoul sudah semakin longgar karena hari yang sudah semakin gelap, suzy berjalan di tengah sepinya jalan untuk pejalan kaki dengan langkah gontai, wajahnya suram dan lemas, beberapa menit yang lalu  ia baru saja di pecat dari toko dimana tempat ia bekerja tepat setelah ia melunasi semua hutangnya yang sengaja ia berikan saat ia pulang, tapi tanpa di sangka bos galaknya malah memecatnya langsung setelah bosnya menerima uang darinya, saat ia menanyakan alasan bosnya memecatkan, dengan enteng bosnya menjawab


'Aku mempertahankanmu di sini hanya karena kamu memiliki hutang, tapi karena sekarang hutangmu sudah lunas, maka kamu juga saya pecat sebelum kamu akan berhutang lagi dan tidak bisa membayarnya lagi' itulah kata-kata yang di ucapkan bos suzy tadi, suzy tak menyalahkan bosnya sebenarnya, karena hutang suzy menumpuk sudah sedari lama, semakin hari hutangnya bukan semakin berkurang tapi malah semakin bertambah, jadi suzy memakluminya hanya saja waktunya saja yang kurang tepat


Suzy melihat sebuah bangku di pinggir jalan, ia memutuskan untuk duduk sebentar, mengistirahatkan kakinya yang lemas


"Ah... kenapa harus di saat aku membutuhkan uang sih" katanya sembari menopang kepalanya yang terasa berat, ia mendongakkan kepalanya menatap gelapnya langit , hanya ada satu bintang yang terlihat bersinar malam itu, reflek suzy tersenyum masam menatap bintang tersebut, seolah ia seperti melihat pantulan dirinya, ia mengangkat tangannya , membuat tanda seolah ia ingin memegang bintang tersebut


"Bukankah kita sama?"


                                 **********


Suzy membuka matanya dengan berat, saat ia merasakan sebuah tangan yang mengusap pucuk kepalanya sayang,  samar-samar ia melihat wajah ibu sedang menatapnya , ia meregangkan ototnya yang terasa kaku karena ia tidur dengan posisi duduk, semalaman ia tidur di rumah sakit menjaga ibunya tepat di sebelah ibunya


"Ibu sudah bangun? Apa ada yang ibu butuhkan?" Ibu suzy menggelengkan kepalanya dengan senyum tipis di wajah pucatnya


"Tidak , ibu hanya berfikir sudah berapa lama sejak terakhir kali ibu bisa menatap wajah tenangmu seperti tadi" melihat ibunya tersenyum walau dengan wajah yang pucat membuat suzy juga ikut tersenyum, suzy meraih tangan ibunya lalu menggenggamnya


"Oleh karena itu ibu cepat sembuh, setelah ibu sembuh ayo pergi ke taman bersama suzy, memberi makan burung dara seperti yang ibu suka" ibu suzy kembali tersenyum , ia menganggukkan kepalanya


"Suzy, kamu disini" percakapan ibu dan anak itu terpotong saat suara seorang pria menginterupsi percakapan mereka , yang tidak lain adalah dylan


"Ah kak dylan, aku di sini sejak tadi malam" dylan menganggukkan kepalanya mengerti , ia datang bersama seorang suster yang membawa beberapa alat

__ADS_1


"Waktunya pemeriksaan bu" kata dylan ramah disertai senyuman tipis dari suster yang datang bersama dylan


Dylan memang tidak hanya dekat dengan suzy, tapi juga dengan ibunya, ibunya tau jika selama ini dylanlah yang selalu membantu mereka, dylan pula yang membantu ibu suzy menjaga suzy


"Baiklah kalau begitu.. ibu, suzy ke toilet sebentar ya, suzy ingin mencuci muka" ibu suzy mengangguk masih dengan senyum di ujung bibirnya


Dylan melakukan pemeriksaan rutin, seperti memeriksa tekanan darah, menyuntikkan beberapa vitamin, serta menanyakan beberapa hal tentang keluhannya


"Nah, kondisi ibu sudah semakin membaik, ibu harus rutin minum obat ibu jangan sampai lupa ya" ibu suzy mengangguk mengerti


"Ibu jangan terlalu banyak berfikir juga" suster membereskan alat-alat mereka , karena pemeriksaan sudah selesai


"Nak dylan, ibu bisa minta tolong sebentar?" Dylan yang akan keluar menghentikan langkah kakinya, ia memberi isyarat kepada suster untuk keluar terlebih dahulu dan suster itu menurut tanpa bertanya


Dylan menganggukkan kepalanya lalu berjalan mendekati ibu suzy


"Ada apa ibu?"


"Ibu minta tolong, ajak suzy makan , wajahnya terlihat pucat sedari tadi malam dan ibu tau jika anak itu jarang sekali makan jadi tolong paksa dia untuk makan ya" ya__saat suzy tiba tadi malam ibu suzy memang belum tidur , ia hanya berpura-pura tidur


Dylan melemparkan senyuman ke ibu suzy, ia janji akan mengajak suzy makan tanpa rasa keberatan


To Be Continued


I hope you enjoy with my story


Dont forget to leave a comment , like, and share if you like my story , thanks you and paipai


See you in the next part


@IzzanaJoo

__ADS_1


__ADS_2