
Myungsoo menatap wajah Suzy yang merah padam dengan bibir bawah yang ia gigit serta tangannya mengepal tepat di depan bibirnya, hanya dengan melihat ekspresi kenikmatan dari wajah gadis yang ada didepannya itu sukses membuat milik Myungsoo berdiri, ditambah dengan lenguhan yang baru saja keluar dari bibir sexy gadis itu ... oh sungguh siksaan dalam dirinya pun dimulai, miliknya yang berkedut mendengar lenguhan tertahan dari gadis itu dengan percaya dirinya ia bangun dan berniat menikmati gadis itu lebih lagi
Sebenarnya tidak perlu melakukan inipun tubuhnya selalu bereaksi saat melihat gadis didepannya itu, bahkan saat gadis itu masih dalam balutan baju lengkapnya naluri manusiawinya selalu muncul.
"Bagaimana rasanya sayang?" Uh... Suzy menahan desahannya sendiri agar tidak kembali lolos dari mulutnya, dia tidak ingin seperti ini tapi tubuhnya tidak sedikitpun bisa dikoordinasi dengan baik, dan dengan kurang ajarnya daerah kewan*****nya sudah basah di bawah sana membuatnya risih karena merasa lengket pada celana dalamnya
Perlahan Myungsoo membuka kancing baju Suzy, ia sedikit melirik pada wanita itu tapi ia tidak melihat sedikitpun penolakan pada wanita itu sehingga ia melanjutkannya sampai kancing yang terakhir, memperlihatkan pemandangan p******a indah Suzy dengan bra yang sudah tidak pada tempatnya, Myungsoo memperhatikan bra yang Suzy kenakan lalu melepaskan pengait dari tali branya dan setelahnya ia melemparkannya ke kursi belakang sembarangan menyisahkan kemeja yang masih tersangkut di tubuhnya
Di tatapnya p******a bulat milik Suzy, dengan bentuk yang sempurna serta sangat pas ditangannya seolah-olah p*******a itu memang diciptakan untuknya.
Myungsoo mendekatkan wajahnya lalu menghirup aroma dari gadis itu dalam, tidak ada aroma green tea seperti biasanya melainkan aroma cytrus dari sabun mandi yang ia belikan
Uh.. hanya menghirup aroma dari tubuh gadis itu saja miliknya sudah semakin menegang, tanpa perizinan dari si pemilik Myungsoo pun segera meraup p****g merah muda milik Suzy dengan mulutnya menyesapnya sampai terdengar bunyi 'pluk' dari sana "ahhhh__soo" suzy kembali menutup mulutnya yang kembali mendesah , dalam dirinya sedang berkecamuk untuk mengendalikan alam bawah sadarnya untuk menolak perlakuan lelaki itu bukannya malah diam saja dan menerima, tapi ia tidak sedikitpun bertemu dengan alam bawah sadarnya yang bisa ia ajak kerja sama untuk berontak
Myungsoo semakin gencar memainkan p****g Suzy dengan sebelah tangannya meremas p******a Suzy lainnya yang bebas, sesekali ia mengigit p****g Suzy membuat gadis itu semakin membusungkan dada dalam hatinya ia bersorak sorai karena gadis itu menikmati setiap sentuhannya, alih-alih berontak ataupun marah karena ia kira kejadian beberapa hari lalu bisa saja membuat gadis itu trauma untuk disentuh, tapi untungnya gadis itu sangat kuat dan ia masih menerima sentuhannya tanpa perlawanan
Tangan nakal Myungsoo dengan perlahan menyusup kedaerah bawah Suzy menyentuhnya lalu kembali menariknya keluar memperlihatkan jarinya yang basah "sudah basah sayang" katanya dengan smirk yang membuat Suzy kesal
Gadis itu memalingkan wajah merahnya karena malu mendapati dirinya yang basah karena lu****n Myungsoo pada p******anya , ia tidak tau jika dirinya selemah ini dalam hal sentuhan apalagi pria psyco ini yang menyentuhnya
Myungsoo kembali melahap p*****g Suzy dengan salah satu tangannya yang kembali menyusup memasuki cel**a dalam Suzy yang basah dan memainkan inti sensitif dari gadis bermarga Bae itu yang membuat gadis itu semakin melenguh keenakan
"uuuhhhh" reflek kakinya menyempit menjadi tanda silang hal itu semakin membuat tangan Myungsoo terhimpit diantara selang*****n gadis itu
Tangan Suzy tanpa sadar memeluk kepala Myungsoo seolah meminta pria itu semakin memperdalam permainannya pada p******a miliknya , tubuhnya berkali-kali mengejang karena Myungsoo yang terus menyerang kli****snya sampai rasanya dalam dirinya ingin melayang namun tiba-tiba Myungsoo menghentikan gerakan tangannya membuatnya menatap pria itu dengan tatapan menuntut seolah berkata 'kenapa berhenti? Aku masih menginginkan tanganmu' seolah mengerti maksud dari tatapan Suzy, Myungsoo tersenyum
"aku tidak akan membiarkanmu terpuaskan karena tanganku sayang" pria itu melepas kancing kemejanya dan melepaskannya membuat kemejanya terjatuh asal dilantai
Suzy yang masih mengatur deru nafasnya yang mulai pendek serta wajahnya yang memanas terdiam dengan mata tercekat, tertegun menatap 6 kotak yang tercipta dari tubuh pria itu.
Tanpa mengalihkan pandangannya dari Suzy, pria itu membuka gespernya dan menarik resletingnya memperlihatkan miliknya yang sudah berdiri dengan jantan, ia sadar jika Suzy sempat terkejut saat miliknya baru keluar "kenapa terkejut sayang? Ini bukan pertama kalinya kamu melihatnya" Myungsoo terkekeh melihat wajah gadis di bawahnya yang semakin memerah
Ia menundukkan tubuhnya untuk melepas seatbelt yang Suzy kenakan lalu mengulir ulirannya sampai membuat sandaran kursi mobilnya menjadi lebih turun , dan hal itu membuat posisi Suzy menjadi setengah tidur dengan posisi terlentang
Di tariknya celana dalam Suzy yang sudah basah memperlihatkan benda merah muda dengan aroma kewanitaan yang sangat ia rindukan, lidahnya terjulur dan saat lidahnya mulai mendarat tepat disana kaki Suzy reflek menyempit dan tertarik ke atas sebelah menjepit kepala Myungsoo di antara selang*****nnya
Myungsoo memperhatikan ekspresi tanda ke'ingin'an dari wajah Suzy sama seperti yang ia rasakan , uh dirinya tidak bisa menahan lagi untuk melihat ekspresi mengawang Suzy yang diciptakan dari koyakan miliknya pada diri gadis itu
Dengan segera Myungsoo berdiri dan bersiap memasukkan miliknya dalam l***g kenikmatan gadis itu, namun ia tidak langsung memasukkannya, ia menggesek-gesekkan miliknya terlebih dahulu di sekitar milik Suzy menggoda
Ia bisa melihat nafsu Suzy yang semakin membuncah karena perlakuannya "ahhhhh" desahan itupun lolos keluar dari mulut Suzy merasakan geli pada daerah kewan****nnya karena ulah Myungsoo yang masih dengan nakalnya mempermainkan kewan****n gadis itu
__ADS_1
Dalam diri Suzy masih berkecamuk, sebagian darinya ingin sekali merasakan b****g pria itu yang keras, merasakan dirinya dikoyak olehnya sampai merasa sesak, namun dalam dirinya yang lain ia tidak ingin kembali melakukan hal itu dengan pria ini dengan status serta kondisi seperti ini, cukup waktu itu.
Walaupun ia tidak menampik permainan tangan serta mulut pria itu sangat membuatnya terlena, seolah ia merasa dirinya kini sedang ada disurga , oh ayolah Suzy... dia bukanlah pria baik-baik , ia adalah jenis predator yang harus kau jauhi, kenapa kau malah terbuai oleh rayuannya? Kamu bukanlah satu-satunya wanita yang ia panggil sayang, kau hanya salah satu wanita yang ia panggil sayang.
Ingatannya kembali berputar pada kejadian malam itu dimana Myungsoo menyelamatkannya, bahkan lelaki itu datang dengan seorang wanita sexy, ia yakin jika bukan karena menyelamatkannya yang merupakan karyawannya serta menyelamatkan harga diri perusahaannya, malam itu Myungsoo pasti berlanjut dengan wanita sexy itu didalam kamar hotel yang Myungsoo sewa atau bahkan lebih parahnya mereka akan bermalam di kamar hotel milik Myungsoo yang pernah ia tempati waktu itu
Mengingat hal itu alam bawah sadar Suzy tersadar ,memperingatkan tubuhnya untuk tidak terlena walaupun ia tidak bisa menyingkirkan fakta jika daerah kewanitaannya sudah basah dan berkedut, mendamba b****g keras milik Myungsoo untuk menjebolnya
Suzy menarik tangannya menuju daerah bawahnya lalu ia memegang kejant***n Myungsoo yang masih setia memainkan miliknya, ia memaki dalam hati merasakan betapa jantannya milik pria itu, tangannya sedikit bergetar saat merasakan b****g itu, bahkan tangannya sempat ingin bergerak untuk segera memasukkan b*****g itu pada miliknya.
Melihat itu Myungsoo sempat terkejut melihat perlakuan yang tidak pernah ia bayangkan akan gadis itu lakukan, ia terkejut gadis itu mau bahkan berani menggenggam miliknya sekuat itu "sudah tidak sabar ya sayang?" Myungsoo menatap Suzy dengan senyum menggoda di balik wajah penuh nafsunya
Suzy menatap Myungsoo dengan mata berkabut, ekspresinya sama seperti ekspresi lelaki yang kini ada di atasnya itu, menandakan jika ia sangat ingin lelaki itu masukinya "kumohon jangan masukkan milikmu"
Myungsoo mengerjapkan matanya beberapa kali mendengar perkataan Suzy yang kontras dengan tubuhnya, padahal ia tau jika gadis itu juga menginginkannya, tapi kenapa gadis itu melarangnya? "Tapi tubuhmu menginginkannya sayang" Suzy memejamkan matanya, mengatur nafasnya sebentar lalu kembali membukanya. Bibirnya terkatup lalu kembali terbuka
"ya... tapi tidak seperti ini" alis Myungsoo berkerut tidak paham dengan maksud gadis itu, tidak seperti ini maksudnya karena mereka ada dimobil? Atau karena sedang dipinggir jalan? Atau .. karena apa? Myungsoo tidak paham
"kumohon jangan soo" Myungsoo menghela nafas berat, apa gadis itu masih trauma sehingga ia takut untuk melakukan hubungan dengannya? Huh!!! Kalau saja ia tidak ingat dengan kejadian malam itu serta perkataan Minseok esok harinya ia tidak akan luluh dan mengacuhkan perkataan gadis itu, biologisnya butuh dimanjakan, biologisnya butuh dipuaskan
"Jika aku tidak boleh memasukimu, lalu bagaimana dengannya?" Myungsoo menunjuk miliknya yang Suzy genggam membuat Suzy melepas genggamannya dengan cepat
Suzy menggeleng lalu memalingkan wajahnya yang memerah, ia tidak sadar jika ia masih menangkup milik Myungsoo, telapak tangannya masih bisa merasakan kerasnya kejan****n lelaki itu yang bahkan sudah ia lepaskan beberapa detik yang lalu
"jika tidak ingin kumasuki, paling tidak tanggung jawablah memuaskannya" suara tersiksa Myungsoo berhasil membuat Suzy mengalihkan pandangannya untuk menatap Myungsoo, pria itu menatapnya dengan wajah tersiksa , apa miliknya terasa sakit?
Suzy melirik menatap milik Myungsoo yang masih tegak berdiri lalu sedetik kemudian wajahnya memerah "apa itu... sakit?" Myungsoo mengangguk dengan tatapan memelas berharap gadis itu berubah fikiran dan memperbolehkannya untuk melanjutkan aktifitasnya, tapi Suzy tetaplah Suzy yang keras kepala
"salah sendiri kenapa jadi lelaki mesum sekali, aku tidak mengapa-apakanmu tapi milikmu sudah berdiri, ck" Myungsoo mencebikkan bibirnya lalu kembali duduk di kursinya tanpa membenarkan celananya terlebih dahulu "itu salahmu kenapa memiliki tubuh yang menggiurkan" dan ganti sekarang Suzy yang mencebikkan bibirnya kesal, bagaimana bisa tubuhnya yang disalahkan
"hah.... sepertinya milikku akan diamputasi setelah ini" Suzy reflek berdiri dari tidurnya dengan tangan menangkup kemejanya untuk menutupi dadanya yang polos
"Kenapa?"
"Karena dia tidak terpuaskan dan ini sakit sekali, rasanya ia akan putus setelah ini" kata Myungsoo dengan suara lemah
"Hah!!! Yasudah amputasi saja milikmu agar kemesumanmu berkurang" oh sialan ternyata gadis ini masih pada pendiriannya
Myungsoo kembali memasang wajah memelas, ia meletakkan kepalanya pada kemudi dengan mata yang ia pejamkan "sungguh nasib yang buruk, seorang Kim Myungsoo yang tampan tapi tidak bisa memiliki keturunan karena kejantanannya diamputasi" Suzy menatap Myungsoo ragu, lalu ia mengumpat saking kesalnya "sialan"
"Boleh kupegang?" Dalam hati Myungsoo tersenyum mendengar pertanyaan Suzy yang tidak yakin, gertakan memang paling ampuh untuk meluluhkan gadis ini "untuk apa? Ia akan diamputasi setelah ini .. uh sakitnya" kata Myungsoo masih dengan wajah memelas yang ia buat-buat
__ADS_1
Suzy mendesis kesal mendengar perkataan Myungsoo "tidak mau yasudah" Myungsoo membuka matanya cepat, dan secepat kilat ia menangkap telapak tangan Suzy
"tanggung jawab Bae Suzy" tubuh Suzy meremang melihat ekspresi tajam pada wajah Myungsoo seolah menusuk wajahnya sampai berlubang
Dengan telaten Myungsoo mengarahkan tangan Suzy untuk menangkup miliknya , Myungsoo melirik ekspresi Suzy yang mengernyit membuat otak Myungsoo berputar banyak pertanyaan
"apa kakimu sakit?" Oh tuhan... entah setan mana yang merasuki Myungsoo sampai ia melupakan kenyataan jika gadis yang ia klaim miliknya itu sedang sakit "sedikit nyeri karena menggapaimu" Myungsoo memperhatikan jarak mereka yang memang sedikit terlalu jauh karena terhalang rem tangan di antara mereka
Sialan!!! Dalam hati Myungsoo memaki kesal , kenapa ia selalu tidak beruntung? Kalau ia tidak bisa merasakan himpitan tubuh gadis ini paling tidak biarkan miliknya dimanjakan oleh tangan gadis itu, tapi ia juga tidak bisa membiarkan gadis itu kesakitan
Myungsoo melepaskan tangan Suzy lalu membenarkan celananya, membuat Suzy mengernyit bingung "aku akan menagih tanggung jawabmu setelah kakimu sembuh"
Suzy mengerjapkan matanya melihat Myungsoo mengancing kemeja yang ia kenakan tanpa memasang branya terlebih dahulu "lalu b..ra ku?" Suzy sedikit memelankan kata bra karena ia merasa malu menanyakannya
"Kamu tidak perlu penyanggah itu karena payu****mu sudah bagus Suzy" jawab Myungsoo tanpa mengalihkan pandangannya, lelaki itu sempat meneguk salivanya menatap payu**** Suzy yang membusung didepannya, uh... ingin sekali ia memonopoli tubuh gadis ini
Setelah selesai Myungsoo langsung membenarkan rok yang suzy kenakan lalu segera memakai kemejanya sendiri membuat alis suzy kembali berkerut "celana dalamku?" Myungsoo memungut celana dalam suzy, lalu melemparkannya ke kursi belakang bercampur dengan bra miliknya "yaaa!!! Kenapa di buang" tubuh Suzy menegak mengikuti arah berlarinya celana dalamnya
"Celana dalammu basah sayang" Myungsoo mendekatkan tubuhnya pada Suzy untuk membenarkan posisi kursi yang Suzy kenakan dan tidak lupa ia memasang seatbelt terlebih dahulu
Sebelum ia menarik tubuhnya dari sana , ia mendekatkan mulutnya ketelinga Suzy yang sedang terdiam menjaga tubuhnya agar tidak terlalu dekat dengan lelaki yang ada didepannya itu "hanya aku yang tau jika kamu tanpa underwear saat ini" wajah Suzy memanas mendengar ucapan nakal yang keluar dari mulut pria itu, dasar iblis mesum
"Jika kamu tidak memperbolehkanku mengenakan celana dalamku paling tidak biarkan aku mengenakan braku" Myungsoo mulai menyalakan mesinnya "aku tidak mau mengambilnya, jika kamu mau ambil saja sendiri"
Suzy mengepalkan tangannya kesal , andai saja kakinya tidak sakit sudah ia tendang lelaki itu sampai ke mars, berdebat dengan lelaki itu membuatnya lelah
Suzy menyilangkan tangannya diatas dada untuk menutupi dadanya, ia bersyukur p****gnya sudah melembut dan tidak sekeras tadi sehingga p****gnya tidak tercetak di kemeja tipis yang ia rasakan
Kakinya menyempit merasakan hawa dingin yang masuk kedalam cela miliknya yang masih basah tanpa pengaman, dalam hatinya ia memaki Myungsoo dengan sejuta kata umpatan dari seluruh bahasa didunia ini karena kesal
Myungsoo melirik Suzy yang sedang duduk disebelahnya, kaki gadis itu terus bergerak dengan sebelah tangan yang ia letakkan diatas pangkuannya. Myungsoo tersenyum kecil melihat Suzy yang sedang tersiksa, paling tidak bukan hanya dia yang tersiksa disini '1 sama Bae Suzy'
To Be Continued
I hope you enjoy with my story
Dont forget to leave a comment , like, and share if you like my story , thanks you and paipai
Ci vediamo,
@IzzanaJoo
__ADS_1