Le P.A.C.S

Le P.A.C.S
Part 26B


__ADS_3

Kriing kriiing


Bunyi ponsel myungsoo yang nyaring membuat suzy membuka matanya merasakan lelaki yang kini sedang memuaskannya itu tidak bereaksi apa-apa, dan saat itu pula ia baru tersadar akan situasinya, sejak kapan ia bermain dengan pria ini? Apa-apaan posisi ini? Apa-apaan rasa ini?


"Pon...ah..sel..muuhh" myungsoo mengacuhkan perkataan suzy, persetan dengan ponselnya yang sedang berdering dengan nyaring mengganggu aktifitas yang sudah ia tunggu-tunggu, sampai akhirnya nada dering itu berhenti menandakan jika si penelfon sudah mematikan telfonnya, namun tidak lama ponselnya kembali berdering


"Ahhh...ponsel...muuhhh" myungsoo berdecak kesal , dengan cepat ia menarik miliknya dan juga menarik tubuh suzy untuk ikut berdiri membuat gadis itu terkesiap, dan saat gadis itu sudah berdiri dengan pinggang yang ia topang ia kembali menusukkan miliknya pada milik suzy yang masih basah "ahhh"


Myungsoo mendorong tubuh suzy untuk berjalan maju menuju meja nakas dimana ponselnya berada tanpa menghentikan gerakan bawahnya


Di raihnya ponsel miliknya yang masih berdering menampilkan nama minseok di layar sana , sekilas ia melirik ke suzy yang sedang menatapnya dengan tatapan memohon untuk menghentikan aktifitasnya namun ia hanya menundukkan tubuhnya untuk mencium punggung gadis itu sekilas


"Hallo" myungsoo menjauhkan ponselnya dari telinganya mendengar omelan dari seberang sana, ia berdecak pelan lalu tangannya yang bebas menarik tangan suzy agar tubuhnya menegak dan mendekat padanya, dan dengan sigap di tangkupnya p******a suzy dengan gemas "uhh" suzy menutup mulutnya sendiri karena ia kelepasan mendesah, rasa nikmat pada dirinya menguasainya sampai melupakan fakta jika pria yang sedang menikmatinya kini sedang dalam pembicaraan telfon


"Ya.. ya, kau menggangguku kim minseok, katakan apa perlumu, jangan mengatakan hal tidak penting sampai menggangguku sepagi ini, aku akan membunuhmu jika benar" suara gerakan yang menyatukan tubuh mereka terdengar nyaring di rumah myungsoo yang masih sangat sepi


"Ahhh" lagi-lagi Suzy mendesah tidak tahan karena p***ngnya yang di tarik oleh Myungsoo menimbulkan desahan yang nyaring lolos keluar dari mulutnya membuat Myungsoo terkekeh pelan melihat wajah terkejut Suzy karena desahannya sendiri 'jangan bilang kau sedang morning s** sekarang?' Tanya minseok dari sebrang sana yang ternyata bisa mendengar desahan Suzy yang memang terlalu nyaring itu


"Jika kau tau maka cepat katakan apa maumu" Myungsoo bisa mendengar helaan nafas dari ujung sana yang keluar dari mulut temannya itu 'Mr Mark sedang ada di Korea dan sekarang sedang dalam perjalanan dari airpot menuju perusahaan , dan kau malah enak-enakan melakukan s** ?' Ah shit dalam diri Myungsoo ingin memaki Mr Mark yang tiba-tiba saja datang ke Korea tanpa pemberitahuan dulu, asal kalian tau Mr Mark merupakan sponsor terbesar dari KFW yang akan mulai diproduksi


Tanpa mendengar ataupun membalas perkataan Minseok, Myungsoo pun mematikan sambungan telfonnya lalu melemparkan ponselnya ke atas sofa


Ia masih lama menuju puncaknya, namun Mr Mark akan segera sampai di perusahaannya, tidak mungkin ia belum sampai saat Mr Mark sudah sampai, tapi kesempatan ini... ah sialan dalam diri Myungsoo lagi-lagi bergejolak


Ia menyepatkan ritmenya sampai ia merasa basah dibawah sana yang tercipta dari gadis yang kini ada dalam pelukannya itu, tubuh gadis itu bergetar dan sedikit terhuyung namun segera ia tangkap


Dilepasnya miliknya dari liang Suzy walaupun ia sendiri belum mencapai puncaknya, di gendongnya gadis itu menuju ranjang dan kembali menidurkannya "aku belum puas akan tubuhmu, namun aku harus segera pergi" Myungsoo mengusap puncak kepala Suzy lalu menciumnya "aku menunggu tubuhmu nanti malam sayang"


Suzy masih terdiam menatap kepergian punggung polos Myungsoo yang tertelan pintu kamar mandi, sayup-sayup ia bisa mendengar suara air shower yang menyala, mata Suzy mengerjap beberapa kali "apa yang terjadi?" Kata Suzy lirih


Matanya turun melihat celananya yang sudah hilang "ahhhhh sialan, kemana otakku___bagaimana bisa aku melakukan ini dengan lelaki keparat itu, astaga Bae Suzy" Suzy mengacak rambutnya yang sudah acak-acakan menjadi semakin berantakan, merutuki kebodohannya sendiri

__ADS_1


Entahlah sepertinya nyawanya belum lengkap tadi pagi sehingga dengan mudahnya ia bisa terbawa arus lelaki itu


Suzy meraih celananya yang sudah Myungsoo ambilkan dan letakkan tepat disebelahnya sebelum lelaki itu masuk ke kamar mandi, dengan segera ia membenarkan pakaiannya kembali sebelum lelaki itu selesai dan keluar kamar mandi


"Ahhh sialan, bagaimana aku harus menghadapinya kalau seperti ini" Suzy kembali ke posisi tidur lalu menarik selimutnya sampai setinggi dada, ia berbaring memunggungi pintu kamar mandi lalu memejamkan matanya pura-pura tidur, paling tidak ia tidak perlu bertatapan muka dengan pria itu untuk sekarang, rasanya urat malunya benar-benar membayanginya dengan sejuta ******** yang tidak bisa ia bendung


Kriet


Tubuh suzy sedikit terjengkit mendengar suara kamar mandi yang terbuka di iringi oleh langkah kaki yang mendekat padanya, ia merasa lelaki itu berhenti sejenak didepannya lalu berlalu pergi membuat ia bisa bernafas lega , namun beberapa saat ia mendengar langkah kaki itu mendekatinya lagi


"Aku berangkat kerja dulu ya sayang, tidur yang nyenyak" lelaki itu membelai rambut suzy lembut lalu mencium keningnya lumayan lama diikuti oleh kecupan singkat di bibirnya


Tapi setelah itu suzy masih merasa keberadaan lelaki itu didepannya, kenapa tidak langsung pergi? Batin suzy


"Ahhh sialan, kenapa aku masih sangat menginginkan gadis ini" alis suzy berkerut mendengar racauan yang keluar dari mulut myungsoo di ikuti langkah kaki menjauh yang lebih mirip seperti sebuah hentakan kesal


Mata suzy terbuka saat ia mendengar pintu kamar yang kembali tertutup, ia menoleh menatap pintu kamar memastikan jika pria itu sudah pergi "gadis ini? Aku?" Tanya suzy pada dirinya sendiri, ia masih tidak mengerti dengan apa yang pria itu maksud


Myungsoo baru saja keluar dari ruang jamuan tamu bersama beberapa orang petinggi perusahaannya yang salah satunya ada minseok disana serta 2 orang berwarga negara asing yang salah satunya adalah Mr Mark direktur dari AION corp yang merupakan investor terbesar KFW


Ia menjabat tangan Mr Mark, lelaki jangkung berkulit putih serta berambut pirang yang kini berdiri di sebelahnya


"terima kasih atas kunjungannya mr, maaf kami tidak bisa menyiapkan yang terbaik untuk anda" Pria bule itu tersenyum ramah sembari menerima jabatan tangan myungsoo


" it's okay, itu karena aku berkunjung mendadak kesini" dalam hati myungsoo memaki pria bule itu dan membenarkan perkataannya, karena kunjungan mendadaknya itu ia menyia-nyiakan kesempatan untuk bersenang-senang, sialan mengingat hal itu rasa kesalnya kembali menyeruak dalam dirinya


"apakah anda akan langsung kembali ke Callifornia hari ini?" Meraka berjalan beriringan keluar dari kantor diikuti oleh beberapa petinggi perusahaan di belakangnya


"yeah, jadwal penerbangannya 1 jam dari sekarang" jawab Mr Mark masih dengan senyum ramahnya, lelaki berusia 50 tahunan itu sama dengan rumor yang beredar jika ia memang ramah dan murah senyum, namun juga sangat tegas dan tidak pandang bulu


"kalau begitu biar diantar orang kami ke airport" Mr Mark tertawa pelan lalu mengangguk mengiyakan

__ADS_1


"oh yeah, thank you" mobil perusahaan berjalan menuju rombongan petinggi ini lalu berhenti tepat di depan myungsoo serta Mr Mark sampai seorang pria yang merupakan supir perusahaan keluar dari mobil lalu membukakan pintu penumpang yang diikuti oleh masuknya Mr Mark ke dalam dan segera ia tutup setelah lelaki 50 tahunan itu duduk


Ia membuka kaca mobil menatap ramah ke arah myungsoo yang masih menunggunya di luar perusahaan


"aku tunggu kedatanganmu ke perusahaan kami di Callifornia Mr.Kim" myungsoo tersenyum lalu mengangguk


"jika ada kesempatan sir" dan tepat setelah itu mobil perusahaan berjalan menjauh, setelah mobil itu hilang dari pandangannya myungsoo berjalan menjauh dan masuk ke kantornya diikuti minseok di sampingnya


Pria itu menatap myungsoo aneh karena ekspresi myungsoo yang tiba-tiba terlihat kesal, sampai ia mengendorkan dasi yang ia kenakan


"Ada apa myung? Jangan bilang kau masih kesal karena kejadian tadi pagi?" Tepat sasaran , memang itu yang myungsoo fikirkan, ingin sekali ia berlari pulang untuk melanjutkan aktifitasnya tadi


"Sialan" minseok tersenyum kecil melihat wajah kesal temannya itu, sebenarnya ia penasaran dengan siapa ia melakukan **** tadi pagi, dalam fikirannya ia tebak jika gadis itu adalah suzy mengingat terakhir kali ia bertemu suzy, gadis itu sedang dalam perlindungan myungsoo sejak malam lalu, namun sisi lain dalam dirinya juga tidak percaya jika itu suzy, apa gadis itu dipaksa lagi?


"Dengan gadis mana lagi sekarang?"


Myungsoo menggedikkan bahunya sembari memasang senyum misterius "gadis mana lagi?"


Minseok mengerutkan keningnya lalu ia berusaha menebak "tidak mungkin Bae Suzy kan?" Tebakan yang tepat membuat myungsoo tertawa nyaring, walaupun pria itu tidak menjawab dengan spesifik namun minseok bisa menebak jika jawabannya benar


"Apa kau memaksanya lagi? Aku sudah memperingatkanmu kan? Masih saja keras kepala"


"Aku tidak memaksanya kok, dia tidak menolak aku perlakukan seperti itu dan aku juga sudah meminta izin padanya sebelumnya" minseok kembali mengerutkan keningnya bingung, apa benar yang temannya ini katakan? Walaupun ia tidak dekat dengan gadis bernama Bae Suzy itu namun ia tau jika gadis itu bukanlah gadis gampangan , walaupun itu sekelas myungsoo.


To Be Continued


I hope you enjoy with my story


Dont forget to leave a comment , like, and share if you like my story , thanks you and paipai


Ci vediamo,

__ADS_1


@IzzanaJoo


__ADS_2