Le P.A.C.S

Le P.A.C.S
Part 16


__ADS_3

Hari sudah berganti , dan mataharipun juga sudah menunjukkan eksistensinya dengan senyum cerah membuat hari semakin cerah


Dylan sedang berkutat di dapur membuatkan sup rumput laut untuk meringankan efek hangover suzy


Sesangkan suzy, ia masih tidur dan dylan tidak membangunkannya karena hari masih terlalu pagi untuk membangunkan gadis itu, dylan tidak bisa tidur semalaman, jangankan untuk tidur, memejamkan matanya saja ia tak bisa, dirinya merasa bersalah telah melakukan hal sejijik kemarin ke suzy.


"Kak" suara parau suzy menginterupsinya, membuatnya mengalihkan pandangannya ke arah gadis itu


Entahlah , gadis itu terlihat imut dalam balutan baju kebesaran miliknya, tubuh kecilnya seolah tenggelam dalam bajunya, ditambah wajah polos tanpa riasannya yang membuatnya semakin terlihat cantik


Dylan tersenyum tipis, ia kembali fokus ke sup yang sedang ia buat "Sudah bangun suzy?" Suzy mengangguk "em" seraya berjalan mendekati dylan


"Kak, apa kakak yang mengganti bajuku" dylan terkejut, tangannya yang sedang mengaduk supnya bahkan sempat bergerak tidak sesuai arah sehingga menabrak pinggiran pan menimbulkan bunyi dentingan


Dia terkejut karena suzy tiba-tiba menanyakan hal itu bahkan sesaat setelah ia bangun, dan ia juga terkejut karena mendengar suzy yang sangat dekat di belakangnya


Dylan berdehem sebentar "ehem" mengumpulkan suaranya yang hampir hilang "maaf, suzy" dylan mematikan kompornya lalu berbalik, menatap suzy yang sedang berdiri di belakangnya, lalu ia menambahkan "bajumu kemarin kotor terkena muntahanmu, jadi.. maafkan aku" gadis itu memiringkan kepalanya dengan pandangan bertanya, tapi sedetik kemudian ia tersenyum cerah


"Lalu untuk apa minta naaf?" Dia terkekeh lalu menambahi "seharusnya aku yang minta maaf karena kembali merepotkanmu sekaligus berterima kasih kepada kakak" ia menatap dylan dengan senyum bersalah , wajahnya gusar dengan tangan yang saling bermain di depan perutnya


"Apa aku mencium kakak__lagi?" Tanya suzy dengan suara pelan, sepertinya karena ia malu , dylan kembali berdehem , entah kenapa gadis itu terus mengejutkannya dengan mulutnya pagi ini sampai berulang kali membuat suaranya tercekat dan hampir tak mau keluar


"Em" dylan menatap wajah suzy yang menengadah menatapnya dengan wajah merah serta kaku, ingatannya kembali mengingat kejadian semalam, membuatnya salah tingkah saat melihat bibir ranum suzy


Ia kembali berdehem "sudahlah, sebaiknya kamu makan supmu dulu, untuk meringankan efek hangovermu" katanya mengalihkan pembicaraan, ia mengacak pelan rambut suzy dan memintanya untuk segera duduk


Suzy mengangguk setuju lalu ia berjalan mendekat ke meja makan dan mengambil alih kursi yang berada di sana, ia hanya diam menunggu dylan yang sedang menuangkan supnya kedalam mangkuk "kak maaf ya, lagi-lagi aku melakukan hal itu" dylan sedikit meringis memunggungi suzy, ia tidak masalah sebenarnya dengan ciuman itu, malah sebenarnya ia yang merasa sangat bersalah pada suzy, mendengar suzy terus meminta maaf semakin menusuknya, seolah membuat rasa bersalahnya semakin besar

__ADS_1


"Lupakan suzy, aku tidak apa-apa kok" suzy sempat memperhatikan wajah dylan yang sedang meletakkan mangkuk sup di depannya lalu mengalihkan pandangannya ke arah sup dan mulai memegang sendoknya "selamat makan" ia memakan supnya dengan cepat, merasakan sensasi hangat melalui kerongkongannya menyalurkan kehangatan keseluruh tubuhnya


Setelah ia makan ia lalu beranjak mandi seperti yang dylan suruh, ia berdiri di depan cermin lalu memegang daerah kewanitaannya


Kebiasaannya setiap mabuk selalu mencium siapapun yang ada di depannya, dan tidak terkecuali tadi malam, tapi entah kenapa semalam ia merasa HS dan bahkan sampai ia bangun serta sekarang ini ia masih merasakan celana dalamnya yang basah


"Apa iya?" Ia mengingat wajah merah dylan saat ia membahas soal ciuman mereka, ia tidak ingat apa-apa, tapi samar-samar sepertinya ia melakukan seks semalam tapi ia bingung karena tubuhnya tidak merasakan apa-apa "ini basah tapi kenapa aku tidak merasa sakit di sini?" Katanya sembari memegang daerah kewanitaannya yang basah


Terakhir kali saat ia melakukannya dengan myungsoo ia merasa nyeri di daerah kewanitaannya serta tubuhnya merasa pegal-pegal disana dan sini, tapi kali ini ia tidak merasakan sesuatu, hanya seperti dirinya yang biasanya


Suzy menggelengkan kepalanya , mengusir pikiran aneh dikepalanya "tidak mungkin, mungkin aku hanya bermimpi karena mabuk, dan karena itu juga celana dalamku basah"


                         *********


Dalam perjalanan dylan menurunkan suzy di sebuah boutique membuat suzy memasang wajah bingung "kenapa berhenti disini kak?" Dylan melepas seatbeltnya , juga melepas seatbelt milik suzy "kamu akan memakai baju ini ke kantor?" Tanya dylan lembut , ah.. sepertinya bukan pertanyaan sih


"Bukankah kakak tadi bilang baju ini sudah di cuci?" Dylan mengacak pelan rambut suzy karena gemas mendengar jawaban polos dari mulut gadis itu "apakah kamu ingin menunjukkan jika kamu tidak pulang kerumah?" Dylan berdehem sebentar lalu menambahkan dengan suara pelan "bukankah kamu juga perlu mengganti underwearmu?" Dylan memalingkah wajahnya karena ia merasa wajahnya sudah memanas, entahlah ia merasa malu mengatakan hal itu , melihat ekspresi dylan suzy juga ikut merasa malu dengan wajah yang sudah memerah, ia merasa risih dengan celana dalamnya yang masih sedikit basah dan terpaksa ia gunakan lagi karena tidak ada pilihan lagi


Dylan mengetuk kaca mobilnya dengan alis bertautan melihat suzy yang masih diam dan tak kunjung keluar "kenapa tidak keluar? Kamu bisa terlambat loh" suzy mengerjapkan matanya tersadar "ah iya" ia mencari seatbeltnya kemudian ia tertawa kecil saat sadar jika seatbeltnya sudah dylan lepaskan


Ia segera membuka pintunya lalu menyusul dylan keluar, sesaat setelah ia membuka pintunya dylan sudah memasang senyum tipisnya menunggu gadis itu "kenapa lama?" Suzy tersenyum lalu menggelengkan kepalanya


Dylan masuk ke dalam boutique di susul oleh suzy di belakangnya "kamu pilih saja manapun yang kamu mau, nanti aku yang membayarnya" suzy melangkah melihat price tag yang menggantung pada salah satu pakaian, matanya membulat melihat nominal harga yang ternyata sangat mahal, seketika ia menatap dylan tidak enak "aku akan menggantinya" yang di jawab senyuman oleh dylan, ia tau suzy sungkan karena harganya mahal


"Ambil saja manapun yang kamu suka, anggap saja ini sebagai hadiah dariku karena akhirnya kamu bisa mendapatkan pekerjaan" suzy menatap dylan tidak pasti , tapi akhirnya ia berjalan juga melihat-lihat pakaian, beberapa kali ia tertarik tapi ia urungkan karena harganya yang mahal, dylan dibuat gemas oleh itu


Akhirnya dylan berjalan ke salah satu pegawai "kak bisa tolong pilihkan baju apapun yang cocok untuk gadis itu, untuk di pakai kerja" pegawai wanita itu tersenyum ramah "baik kak" ia berjalan ke salah satu manekin , lalu menunjukkannya kepada dylan

__ADS_1


Sebuah blouse bermotif bunga dengan warna coklat pastel yang di padukan dengan rok polos pendek berwarna lebih gelap , dylan tersenyum melihatnya, ia berasa baju itu akan bagus saat di pakai suzy "bisa ambilkan baju ini?" Pegawai itu mengangguk lalu mulai melepas baju itu dari manekin


Dylan berjalan menuju suzy yang masih memilih baju , lalu memberikan setelan baju itu ke suzy "coba deh suzy kamu coba ini, cantik loh" suzy menoleh menatap baju yang dylan berikan lalu menerima baju itu bukan untuk melihat modelnya melainkan melihat price tagnya, untungnya dylan sudah meminta pegawai itu untuk melepasnya


'Kenapa tidak ada price tagnya' pikir suzy


"Coba lihat dulu deh" suzy menatap dylan sebentar , lalu menempelkan blouse itu pada tubuhnya, dylan menatap pantulan suzy di kaca dengan senyum lebar, senyumnya seolah mengatakan jika pilihannya tepat "coba di pakai deh suzy, bagus loh" suzy terlihat ragu "sudah aku bayar loh itu" wajah ragu suzy seketika berubah menjadi terkejut "ah.. baiklah" dengan terpaksa dia berjalan menuju ruang ganti


Dylan tersenyum menatap suzy yang akhirnya mau mencoba juga, walaupun sebenarnya ia bohong , karena baju itu belum ia bayar, ia berjalan menuju pegawai tadi "kak bisa pilihkan underwear yang pas dengan gadis tadi?" Pegawai itu terkekeh melihat wajah dylan yang sangat kaku saat mengatakan hal tadi "kenapa kakak tidak memilih sendiri untuk pacarnya?" Dylan tersenyum canggung mendengar candaan pegawai itu 'sayangnya suzy bukanlah pacarku" batin dylan dalam hati


"Kalau sudah , kasihkan ke dia sekalian ya" pegawai itu lagi-lagi tertawa kecil "kenapa tidak memberikannya sendiri sih?" Dylan lagi-lagi tersenyum canggung, bagaimana ia berani? Bahkan mengatakan kata 'underwear' saja ia sudah malu setengah mati "dia malu kalau aku sendiri yang memberikannya" pegawai itu terkekeh mengerti "pada awalnya wanita memang seperti itu" yang diangguki oleh dylan, sebenarnya ia tak tau pasti juga.


Setelah melalui proses membeli baju dan sebagainya tadi akhirnya suzy sampai juga di kantornya tepat waktu, hingga kini akhirnya suzy berakhir dengan membuatkan kopi 'lagi' untuk pegawai lainnya , entahlah sepertinya ini akan menjadi pekerjaan tetapnya, teman-temannya mengatakan jika kopi buatannya adalah kopi terenak yang pernah mereka minum, batin suzy mereka mengatakan itu agar dirinya mau di minta membuatkan kopi


Sebenarnya ia juga tidak keberatan sih, karena masih banyak hal yang belum ia mengerti , untungnya walaupun ia hanya lulusan SMA tapi ia beruntung karena ia memiliki otak encer serta ia beruntung karena pengalaman bekerjanya selama ini sedikit membantunya jika sekedar diminta untuk mengoperasikan excel, word dan teman-temannya


Suzy menoleh saat ia melihat seorang lelaki masuk ke dapur kantor, suzy membungkuk memberi hormat lalu ia menyapa suzy "anak intern ya?" Tanya pria itu, sepertinya ia berumuran sekitar 40 tahunan "iya pak" pria itu mengangguk mengerti "siapa namamu?" Suzy tersenyum "bae suzy pak" pria itu kembali mengangguk


Suasana terasa sangat canggung di antara mereka, entah kenapa suzy merasa diperhatikan oleh pria itu dan hal itu membuatnya takut , ia mempercepat gerakan tangannya agar kegiatannya segera selesai , setelah selesai suzy segera membawa kopi-kopinya , dia membungkuk kepada pria tadi sebentar sebelum akhirnya ia berlalu dengan langkah lebar, setelah sampai di luar dapur ia menghela nafas lega


Suzy tidak tau pria itu siapa, tapi sepertinya ia salah satu staff juga, ia tidak tau apa benar pria tadi memperhatikannya , tapi entah kenapa ia merasa jika pria itu terus memperhatikan gerak-geriknya, dan itu membuatnya bergidik ngeri


To Be Continued


I hope you enjoy with my story


Dont forget to leave a comment , like, and share if you like my story , thanks you and paipai

__ADS_1


Ci vediamo,


@IzzanaJoo


__ADS_2