
Kriiing
Suzy yang sedang menonton tv melonjak kaget mendengar ponselnya berdering dengan nyaring, di raihnya benda persegi panjang itu menampilkan nama 'CEO Gila' di layar ponselnya
Tubuhnya sedikit menegang saat mengetahui jika Myungsoo menelfonnya "ah.. kenapa menelfonku sih" dengan frustasi ia meletakkan ponselnya lagi setelah menekan tanda diam , ia melirik menatap ponselnya ketika tau layar ponselnya mati membuat satu buah helaan nafas lega keluar dari sana
Namun tak cukup dari situ karena ponselnya kembali berdering , membuatnya kembali menghela nafas frustasi , ia sedang tidak ingin berdekatan dengan pria ini, oh ayolah ia tidak tau harus bersikap seperti apa setelah kejadian tadi pagi, tubuh bodohnya ini dengan suka rela diperlakukan seperti itu bahkan tanpa perlawanan, saat mengingat itu
ia merasa sangat gila
Suzy kembali melirik ponselnya saat layar ponselnya kembali mati, beberapa saat ia menunggu layarnya kembali menyala namun ternyata tidak menyala juga membuatnya bisa bernafas lega, sepertinya pria itu sudah menyerah
Tok tok
Suzy mengernyitkan alisnya mendapati Suster Go yang masuk kamarnya, padahal ia tidak memanggil suster itu, juga sekarang sudah lewat waktunya makan siang dan belum masuk waktu makan malam, ada perlu apa?
Suster itu masuk di temani dengan tangannya yang menenteng ponsel miliknya
"Nona ini ada telfon dari tuan, ia khawatir karena nona tidak kunjung menjawab telfonnya" oh persetan dengan apapun, kenapa lelaki itu seperti ini
Dengan terpaksa Suzy menerima uluran ponsel milik suster Go lalu mendekatkannya kedaun telinganya "hallo" lelaki di seberang sana menghela nafas
'apa ia benar-benar menghawatirkanku?' Pikir Suzy
"Kenapa tidak mengangkat telfonku?" Suara husky itu menusuk telinganya dengan pertanyaan yang ..... sedikit tidak bisa ia jawab
"Emm.. aku tidak mendengar ponselku berdering" lelaki itu kembali menghela nafas, namun dengan sabar ia berujar
"Lain kali jangan pernah tidak mengangkat telfonku Bae Suzy" bibir Suzy mencebik kesal, sikap mengaturnya kembali muncul
"Dirimu siapa Kim Myungsoo? Ini adalah hidupku" Suzy tidak tau seperti apa ekspresi pria itu di ujung sana, namun ia bisa merasakan sepertinya pria itu juga kesal mendengar perkataannya
"Hidupmu adalah hidupku, dan kamu harus menganut padaku, apa susahnya sih?" Suzy hanya mendesis tak berniat menjawab perkataan pria itu, terserahlah lelaki itu berkata apa, ini adalah hidupnya sendiri dan terserah dia akan menjalankan hidupnya dengan jalan yang seperti apa
"Hari ini aku pulang lebih awal sebelum makan malam, jadi tunggu aku" Suzy bergumam acuh menjawab perkataan Myungsoo, ia tidak tertarik dengan kenyataan jika pria itu pulang lebih awal, kenapa tidak lembur saja?
"Sedang apa sekarang?" Suzy menatap televisi yang sedang menyala lalu reflek ia memegang remote tv yang ada disebelahnya
"Hanya menonton tv"
"Bosan?" Tanpa berfikir Suzy mengangguk "sangat" Myungsoo terkekeh pelan
"Nanti kita makan malam diluar saja sekalian kita jalan-jalan" wajah Suzy tiba-tiba berubah menjadi berbinar-binar, sudah sangat lama sejak terakhir kali ia menghirup udara luar "benarkah?" Mendengar suara bahagia Suzy membuat Myungsoo terkekeh lalu
"Ya" senyum Suzy semakin lebar ,ia memukul-mukul kasur tempatnya duduk dengan wajah ceria
*****
Suzy sedang mematut penampilannya dari cermin besar yang ada di depannya dengan Suster Go yang berdiri di belakangnya merias rambutnya
__ADS_1
"Apa Kim Myungsoo belum pulang?" Tanya Suzy sembari menatap Suster Go dari pantulan layar cermin
"Sepertinya sebentar lagi tuan akan datang nona" Suster Go menjinjing dua buah jepit rambut sama-sama berwarna silver namun berbeda bentuk, yang satu hanya berbentuk bulat dengan garis di tengahnya sedangkan satunya bermotif bunga dengan ornamen mutiara di sekitarnya "nona lebih memilih yang mana?" Suzy sedikit berfikir lalu menunjuk jepit rambut yang berbentuk bulat , dan saat itu pula Suster Go langsung memakaikannya pada rambut Suzy
Suster Go meraih lipstik berwarna peach lalu memoleskannya ke bibir pink milik Suzy, warna yang hampir sama dengan bibir alami gadis itu
Tubuh Suzy tiba-tiba menegang mendapati tubuh Myungsoo sedang berdiri di ambang pintu dari pantulan cermin, pria itu berjalan kearahnya dengan kerennya ditemani setelan jas berwarna abu-abu
Sebentar... Suzy menatap gaun yang ia kenakan, gaun selutut dengan warna abu-abu pula, jika di perhatikan lagi.... 'INI BAJU COUPLE' dalam hati Suzy memekik, GILA!!!
"sudah?" Tanya Myungsoo yang kini sudah berdiri tepat di belakang Suzy tepat disebelah Suster Go "sudah tuan" Suster Go menunduk lalu berlalu pergi meninggalkan dua insan itu
Myungsoo mendekatkan langkahnya ke belakang meja rias dimana Suzy berada lalu berdiri tepat di belakangnya, Suzy meremas tangannya gugup karena di pandangi oleh Myungsoo
"Apa aku terlihat aneh?" Tanya Suzy yang di sambut dengan senyuman manis oleh pria yang kini berdiri dibelakangnya itu
"Tidak sayang, kau sangat cantik__gaunnya sangat pas di tubuhmu" oh sialan, mendengar pujian Myungsoo membuat pipi Suzy merona , untung saja ia memakai sedikit blash on
Myungsoo merogoh sakunya mengeluarkan suatu benda berkilauan dari sana "sentuhan terakhir" pria itu memasangkan kalung ke leher Suzy dengan berlian kecil sebagai liontinnya "penyempurna penampilanmu" lanjutnya lagi
Suzy tertegun mengamati betapa cantiknya kalung itu, untung ia memakai gaun yang Myungsoo belikan, kalau saja ia memakai pakaiannya sendiri kalung itu akan terlihat terlalu mewah melingkar di lehernya , walaupun kali ini juga ia merasa terlalu buluk di banding kalung itu
"Suka?" Suzy menatap pantulan Myungsoo yang ada di cermin lalu tersenyum menunjukkan rentetan giginya pada lelaki itu "sangat cantik" Myungsoo tersenyum puas , sampai suara ketukan menginterupsi mereka, dan masuklah bibi Hwang dari balik pintu dengan sebuah box di tangannya
"Tuan pesanan anda sudah datang" Myungsoo mengangguk samar "bawa kesini"
Myungsoo menerima box itu membuat box itu kini beralih ke tangannya
Myungsoo mengangkat kaki Suzy lalu memasangkan sepatu itu di kakinya yang ternyata sangat pas, entahlah bagaimana lelaki itu bisa tau ukuran kakinya
"Walaupun kamu belum bisa berjalan, namun seluruh tubuhmu harus tetap di jaga" Myungsoo menepuk-nepukkan tangannya lalu tersenyum puas
"Sekarang kita pergi" Myungsoo mendorong kursi roda yang Suzy pakai "tidak bolehkah aku memakai kruk saja?" Yang langsung di jawab gelengan keras oleh Myungsoo
"Pilihannya hanya pakai kursi roda atau aku gendong"
Hah... pilihan yang sama-sama tidak ia sukai
*******
Blam
Suzy memperhatikan sekelilingnya berada, ada bermacam-macam mobil berjejeran di sekitar mobil yang ia tumpangi, namun satu fakta dari apa yang ia lihat adalah semua dari mobil itu adalah jenis mobil mewah
Suzy memperhatikan Myungsoo yang membuka pintu tempatnya lalu menggendongnya dan meletakkannya diatas kursi roda yang sejak 1minggu ini menjadi miliknya "kita dimana" bukannya menjawab Myungsoo hanya tersenyum tipis sembari memberi isyarat untuknya diam
Kursi roda itu melaju dengan mulus memasuki sebuah restoran mewah, setiap ornamen yang ada dilapisi emas yang membuatnya bersinar tercampur dengan pantulan puluhan lampu yang ada
Myungsoo berbincang dengan salah satu pelayan lalu pelayan itu menunduk memberi hormat dan mulai berjalan diikuti Myungsoo yang tentu saja dengan mendorong kursi roda yang Suzy tumpangi di belakang pelayan pria itu
__ADS_1
Pelayan berbaju tuxedo khas pelayan restoran itu berhenti di sebuah meja yang ada di sudut ruangan
Satu meja dengan dua kursi yang saling berhadapan di temani sebuah lilin aromatheraphy di depannya, dengan sebuah kaca besar di sebelah kirinya memperlihatkan pemandangan malam kota seoul, hamparan lampu yang berkerlip dari gedung-gedung sekitar serta warna-warni lampu jempatan sungai han menambah kesan cantik pemandangan disana
"Suka?" Suzy mengalihkan pandangan kagumnya pada sekitar sekedar untuk mengangguk dengan senyum cerahnya menatap pria yang mempersembahkan ini untuknya,, ah... apa benar ini untuknya? Bukankah ia terlalu percaya diri?
Melihat senyum dari bibir wanita cantik yang ada didepannya itu membuatnya ikut tersenyum, ia tau jika wanita itu menyukai keindahan
Pelayan pria yang sama dengan pelayan yang mengantarkan mereka ke meja ini kembali dengan mendorong sebuah kereta makanan didepannya, lalu menyajikan semua makan itu didepan mereka
Mata Suzy melotot melihat betapa banyak makanan yang tersaji, 10,11,12? Entahlah sampai meja panjang yang ada didepan mereka tidak mampu menampung tambahan makanan lagi
"Selamat makan" pelayan itu pergi menyisahkan dua insan manusia dengan salah satu dari mereka yang masih terdiam antara kagum, bingung, takjup dan__risih?
Suzy memperhatikan sekelilingnya yang sepi, ia masih ingat saat dilantai satu banyak kursi yang terisi hampir tidak ada satupun yang kosong, tapi kenapa di lantai ini tidak ada satupun kursi yang terisi? Hanya meja miliknya ini
"Kenapa disini sepi?" Myungsoo yang sedang memotong steak melirik sebentar melihat Suzy tanpa menghentikan aktifitasnya "karena aku sudah memesan lantai ini?"
Eh? Suzy menatap Myungsoo tidak mengerti memesan lantai?
"Jangan bilang seluruh dari lantai 2 ini?" Yang diangguki oleh Myungsoo, gila... lelaki gila
"Untuk apa? Kita bisa makan seperti yang lainnya" Myungsoo meletakkan garpu serta pisau yang ia kenakan diatas piring dengan steak yang sudah terpotong dengan cantik, lalu menggesernya sampai berada didepan Suzy
"Karena aku tidak mau ada yang mengganggu kita"
"Makanlah" Myungsoo kembali menyodorkan potongan steak itu semakin mendekati Suzy karena gadis itu tidak kunjung menyentuh barang sedikitpun
Suzy menghembuskan nafasnya sebelum akhirnya ia mengambil alih garpu yang tertidur, di ambilnya satu slice potongan daging lalu memasukkannya kedalam mulutnya
Terasa rasa lumer yang menyeruak didalam mulutnya, daging yang juicy serta bumbu yang pas menyebar ke indera perasanya, ia akui makanan ini sangat enak namun entah kenapa tenggorokannya seakan tidak mau menerima makanan ini
Dengan susah payah ia menelan sepotong daging steak itu untuk masuk kedalam lambungnya sampai ia mengernyit merasakan rasa sakit ditenggorokannya, jujur saja ini pertama kalinya ia makan masakan restoran kelas atas, ditambah lagi dengan sekitarnya yang hening, hanya dipenuhi oleh suara dentingan yang tercipta dari benturan garpu, pisau dengan piring miliknya dan bosnya
Suzy meneguk air mineral yang tersaji didepannya sampai tersisa setengah "kenapa? Tidak enak?"
Myungsoo menatap Suzy heran karena masih banyak sisa daging di piringnya, serta masih banyak piring yang tidak ia sentuh
"Tidak, hanya saja aku tidak terbiasa makan makanan seperti ini, sepertinya lambungku tidak bisa menerimanya" Myungsoo memperhatikan ekspresi Suzy yang sedang tersenyum canggung, lalu ia menghela nafas pelan sebelum meneguk habis air miliknya
"Kalau begitu ayo kita cari makan ditempat lain yang kamu sukai" Suzy mengerjapkan matanya mendengar perkataan Myungsoo "tapi aku sudah makan"
"Hanya sedikit Bae Suzy, perutmu masih perlu diisi"
To Be Continued
I hope you enjoy with my story
Dont forget to leave a comment , like, and share if you like my story , thanks you and paipai
__ADS_1
Ci vediamo,
@IzzanaJoo