
Suzy sedang berdiri didepan gedung perusahaan, dengan beberapa orang yang berlalu lalang di sekitarnya, ia menekan beberapa tombol untuk menelfon seseorang, beberapa temannya menawarkan tumpangan tapi ia tolak.
Ia mendesah pelan sepertinya dylan masih sibuk karena ini bukan jamnya ia pulang kerja "apa aku jalan kaki saja sampai halte?" Suzy melirik jam pada ponselnya yang masih menunjukkan pukul 2
Brum brum
Suzy memincingkan matanya mendapati sebuah mobil convertible mewah yang tiba-tiba berhenti di depannya, kaca hitam mobil itu terbuka memperlihatkan wajah seseorang yang mampu membuat Suzy kesal mendadak
"Perlu tumpangan?"
Ia mengantongi ponselnya cepat lalu berjalan acuh tidak berniat menjawab , dan saat itu pula mobil itu berjalan pelan mengikutinya
"Yah Bae Suzy, apa kau mengacuhkanku eoh?" Suzy mengorek telinganya membuat pria itu menggeram kesal
"Naiklah , kamu belum di jemputkan?" Suzy mengedarkan pandangannya risih karena kini ia menjadi pusat perhatian, berjalan diikuti sebuah mobil mewah di sampingnya
Suzy akhirnya berhenti membuat mobil pria itu ikut berhenti, ia menarik ujung bibirnya membentuk senyuman puas
"Naiklah" katanya lagi
Suzy memutar tubuhnya menghadap pria itu lalu memasang senyum yang ia paksakan "terima kasih atas tawarannya sajangnim, tapi maaf saya tidak bisa menerimanya, permisi" kata Suzy dengan suara ramah yang ia buat-buat, ia membungkukkan tubuhnya lalu berjalan cepat meninggalkan pria itu yang masih menatapnya dengan tubuh mematung serta mulut menganga tidak percaya "hah?" Sepersekian detik ia kembali tersadar dan kembali memacu mobilnya mendekati Suzy
Ia terus memanggil nama gadis itu tapi diacuhkan oleh gadis itu, fikiran nakalpun muncul dalam kepalanya "Sayang__kenapa masih marah sih? Kan aku sudah minta maaf" Myungsoo mengucapkan kalimat itu dengan nyaring dengan suara memelas yang ia buat, membuat banyak orang yang berlalu lalang bisa mendengarnya dan itu menjadikan Suzy semakin kesal mendengar orang yang tidak ia kenal membicarakan spekulasi tentangnya yang tidak ada benarnya
__ADS_1
"Pergilah, aku sudah memintamu pergikan?" Tanpa Suzy sadari perkataannya seolah membenarkan spekulasi orang-orang disekitarnya.
Kalau di ingat-ingat entah sejak kapan Suzy menggunakan kata sesantai ini kepada bosnya, melihat sikap mengesalkan bosnya semakin membuatnya enggan untuk hormat kepada lelaki itu
Bukannya pergi, Myungsoo malah menatap Suzy dengan pandangan nanar yang ia buat-buat
"Naiklah sayang nanti kamu capek loh anak kita juga pasti capek" ucap Myungsoo sekali lagi , ia semakin menaikkan suaranya membuat tubuh Suzy berhenti melangkah seketika dan menatapnya dengan wajah garang
"Anak kita matamu ya? Sejak kapan aku hamil anakmu eoh?" Myungsoo terkekeh mendengar ocehan Suzy , entah kenapa sensasi yang dihasilkan dari ia menggoda gadis itu sungguh menakjubkan dan membuatnya candu seperti narkoba
"Naiklah, semakin kamu tidak mau naik semakin aku akan berusaha membuatmu naik sayang" Suzy mendesah pelan, dengan terpaksa ia membuka pintu penumpang tapi ternyata terkunci dan itu semakin membuat kesal "kamu niat memberi tumpangan tidak sih? Kau memintaku naik tapi mengunci pintumu, kau mempermainkanku ya?" Suzy sedikit menaikkan intonasi suaranya saking kesalnya tapi pria itu malah tersenyum manis yang semakin membuatnya kesal
"Disebelahku Bae Suzy, aku bukan sopirmu" Suzy kembali mendengus kesal karena pria itu banyak mintanya, dengan cepat ia menuju kursi di sebelah pria itu tanpa bicara apa-apa lagi, ia hanya perlu segera pergi
"Kenapa tidak menyalakan mesin?, kamu ingin mengantarkanku pulang atau mau menculikku?" Myungsoo terkekeh mendengar ocehan kesal Suzy
Ia tidak tau jika gadis yang ia klaim miliknya itu bisa secerewet itu "kamu mau aku culik?" Myungsoo menaikkan alisnya sebelah untuk menggoda, tapi bukannya tergoda gadis itu malah semakin kesal , ia memukul lengan pria itu lumayan keras membuat pria itu mengaduh sembari mengelus lengannya yang panas "berhenti menggodaku, aku tidak akan tergoda olehmu"
"Tapi aku yang tergoda olehmu, kau tau?" gadis itu memutar pupil matanya kesal
"Kamu nyalakan mesin mobilmu dengan segera atau aku turun" Suzy memegang knop pintu mobil berniat menggertak, tapi bukan myungsoo jika takut orang lain, ia malah terkekeh pelan kontras dengan wajah kesal gadis di sampingnya yang sudah mau meledak itu"aku akan menyalakan mesin mobilku setelah kau pasang seatbeltmu"
Suzy mengerjapkan matanya merutuki kebodohannya sendiri , kenapa ia tidak sadar? Melihat Suzy yang mulai memasang seatbeltnya dengan segera setelah ia perintah membuatnya kembali tersenyum "nah , gadis pintar"
__ADS_1
Myungsoo hendak mengacak pelan rambut Suzy tapi langsung di tempis olehnya dengan menjauhkan kepalanya dan hal itu semakin membuat Myungsoo ingin tertawa keras, terlebih melihat ekspresi lucu dari wajah gadis itu
Dan sesuai yang ia katakan, ia langsung menyalakan mesinnya
"aku tidak ingin mencelakaimu bahkan sebelum menjadikanmu milikku seutuhnya" Myungsoo menarik pedal gasnya membuat mobilnya mulai berjalan maju
"Kata siapa aku mau jadi milikmu?" Tanya Suzy dengan suara sarkas yang di jawab oleh ketawa renyah dari mulut pria di sampingnya "kamu sudah menjadi milikku jauh sebelum saat ini Bae Suzy" Suzy mengerutkan dahinya tidak mengerti
"kamu bermimpi?" Tanyanya yang di selingi oleh suara tertawa, ia tidak bisa untuk tidak tertawa mendengar perkataan aneh yang keluar dari mulut pria yang aneh pula itu "tidak, kamu sudah menjadi milikku sejak saat pertama kamu memanggilku tuan Bae suzy" jawab Myungsoo dengan wajah santai masih berkonsentrasi dengan jalan didepannya, tanpa peduli jika hadis yang duduk disebelahnya itu terbatuk tersedak salivanya sendiri karena terkejut mendengar perkataannya
yah walaupun perkataan pria itu tidak semuanya salah tapi bagi suzy itu sudah lebih dari mengawur, ia tidak tau jika berdebat dengan pria yang notabenenya adalah CEO Diva tempatnya bekerja bisa membuatnya mendapatkan serangan jantung mendadak
"dimana rumahmu?"
"Ke rumah sakit Seoul saja" Myungsoo menatap Suzy khawatir, lalu tangannya pun mengulurkan untuk mengecek suhu tubuh Suzy "kamu sakit?" tapi langsung Suzy tempis
"Tidak, ibuku dirawat di sana" dan akhirnya Myungsoo mengangguk mengerti dan tanpa basa-basi lagi ia mengendarai mobilnya menuju rumah sakit
I hope you enjoy with my story
Dont forget to leave a comment , like, and share if you like my story , thanks you and paipai
Ci vediamo,
__ADS_1
@IzzanaJoo