
Setelah perjalanan sekitar 1 jam merekapun akhirnya sampai di sebuah hotel dengan tulisan Hankuk hotel di bagian depannya yang tercetak sangat besar, hankuk hotel merupakan salah satu hotel terbesar di Seoul, ini pertama kalinya Suzy memasuki hotel bintang 5 apalagi ini adalah hotel terbaik di Seoul.
"Hotel ini juga milik Diva" dalam hati Suzy berteriak takjub mendengar perkataan Myungsoo barusan, bahkan hotel terbesar di seoul adalah milik Diva? seberapa kaya Diva ini?
Bunyi berisik yang tercipta dari gesekan roda dari kursi roda miliknya dengan lantai hotel yang terbuat dari marmer terdengar nyaring karena sekitarnya yang sedang sepi, hanya ada dua orang pegawai resepsionis yang membungkuk hormat saat mereka melihat Myungsoo.
Suzy mengedarkan pandangannya nampak bingung kemanakah ia akan dibawa? Namun ia masih membungkam mulutnya agar tidak bertanya, ia mencoba berfikir positif tentang lelaki ini.
Mereka melewati sebuah lorong yang sepi namun panjang dan juga lebar, lantainya yang berwarna putih membuat ia bisa melihat pantulan dirinya sendiri dari sana "kita akan kemana?" Karena rasa penasaran yang semakin menjadi iapun akhirnya bertanya dan dalam otaknya ia tidak bisa memikirkan hal positif tentang pria ini.
Myungsoo tersenyum manis membalasnya "kamu akan tau setelah ini"
Mereka akhirnya berhenti di depan pintu lift, tak berselang lama pintu lift langsung terbuka saat Myungsoo menekan salah satu tombol.
Sesaat setelah mereka masuk , Myungsoo menekan kombinasi angka yang Suzy sendiri tidak tau angka berapa saja itu karena tombol tersebut tertutup oleh tubuh jangkung Myungsoo yang kontras dengannya.
"Kau mau membawaku kemana? Jangan macam-macam ya" entah Suzy sendiri tidak yakin kemana pria ini akan membawanya, namun sebagai bentuk pertahanan diri perkataan itu reflek keluar dari bibirnya membuat si pria tertawa nyaring di dalam lift yang sempit.
"Aku tidak akan merampokmu Suzy" Myungsoo kembali tertawa lalu ia menambahi "atau kau berfikir aku akan memperkosamu?" Tepat sasaran... wajah Suzy-pun memerah , ia tidak tau tebakannya akan benar atau tidak, tapi memikirkan tentang hotel pikirannya menjadi sangat kotor saat ini "bukan... bukan seperti itu, aku hanya ... waspada" Myungsoo kembali tertawa mendengar jawaban Suzy yang tergagap.
"Tenang sayang, aku tidak akan memaksamu kecuali kau juga ingin, aku akan melakukannya dengan senang hati jika kau mau" jawab Myungsoo sembari mengusap bahu Suzy lembut yang langsung Suzy tempis "in your dream" jawab Suzy jutek, ia bergidik merasakan ada rasa tersengat dari bahunya.
Ting
Pintu lift sudah terbuka dan tepat saat itu telinganya dipekakkan oleh bunyi gluduk-gluduk yang sangat keras.
Saat kursi rodanya mulai berjalan keluar mata camarnya diberikan suguhan seonggok benda besi yang terparkir di sana, Suzy mengangkat kepalanya memperhatikan sekitarnya yang sepi.
Mereka berada di atap hotel dengan sebuah helli yang terparkir disana, baling-balingnya berputar searah jarum jam secara teratur menimbulkan bunyi berisik yang memekakkan telinga.
"Ayo" Suzy mengerjapkan matanya saat Myungsoo kembali mendorong kursi rodanya mendekat kearah helli tersebut.
__ADS_1
"Kemana?" Suara Suzy terdengar tercekat membuat Myungsoo tak bisa menahan tawanya "menaikinya" Jawabnya seraya menggedikkan dagunya memberi pertanda.
Myungsoo berjalan menuju seorang pria yang sudah menunggunya di depan pintu helli berwarna merah "sudah disiapkan semuanya?" Tanya Myungsoo saat ia sudah berada tepat didepan pria tersebut.
"Sudah tuan, semua yang anda butuhkan sudah saya persiapkan, saya juga sudah menginformasikan kepada pusat" Myungsoo mengangguk "semua keamanan sudah di cek dengan teliti kan?" Pria berjas hitam itu kembali mengangguk dengan pasti "sudah semua tuan muda"
Myungsoo mengangguk puas , lalu tanpa bertanya ia menggendong tubuh Suzy ala bridal style membuat tubuh Suzy menjengkit kaget.
"Bawa kursi roda itu sekalian" Myungsoo memasuki helli dengan tubuh Suzy yang berada dalam gendongannya lalu dengan mudah ia letakkan diatas kursi tepat di kursi co pilot, ia memasang sabuk pengaman untuk Suzy serta memberikan headphone yang Suzy terima dengan kaku "agar tidak terlalu berisik" kata Myungsoo menjawab rasa penasaran dalam kepala Suzy.
Suzy kembali mengedarkan pandangannya, pria tadi masih tetap di posisinya terakhir kali tidak berubah sedikitpun dan tidak ada orang lain lagi selain orang itu disana "siapa yang mengendarai helli ini?" Suzy terkejut menatap Myungsoo yang kini duduk di kursi pilot sudah lengkap dengan headphone serta sabuk pengamannya.
"Tentu saja aku sayang"
"Kau...kau yakin?" Suzy kembali membuka headphone yang baru saja ia kenakan "kau .. tidak .. kau yakin bisa? Tidak akan menubruk apapun?" Myungsoo terkekeh lalu menyubit pelan pipi Suzy yang sedikit lebih bulat dari beberapa minggu yang lalu.
"Helli ini milikku dan aku juga sudah memiliki sertifikat untuk ini, kamu tenang saja kata mencelakaimu tidak ada dalam kamusku" Suzy masih menatap Myungsoo dengan pandangan tidak percaya, apa benar lelaki ini bisa?
Myungsoo yang menyadari itu membelai paha Suzy yang terbalut dressnya "tidak perlu tegang" dan saat itu pula baling-baling hellicopter itu kembali berputar lalu sedikit demi sedikit helli itu terangkat ke atas dengan mulus, Suzy sedikit bergidik saat menatap kebawah, takut-takut jika pria itu salah tekan tombol yang mengakibatkan helli yang mereka tumpangi tiba-tiba terjun bebas, oh ayolah ia kini ada di atap gedung hotel Hankuk yang ia tau jelas pasti sangat tinggi.
Suzy menyipitkan matanya menatap Myungsoo dengan tangan memegang erat seatbeltnya.
Beberapa saat mereka masih diam, tidak ada satupun dari mereka yang membuka suara, Myungsoo yang masih fokus menerbangkan hellinya sedangkan ia masih fokus dengan rasa ngerinya sendiri.
"Lihat kebawah Suzy" Suzy sedikit ragu untuk mengikuti perkataan pria itu, namun sepertinya tidak apa-apa, beberapa menit mereka terbang namun Suzy merasakan jika helli tersebut sangat stabil.
"Jangan takut sayang, aku tidak akan menjatuhkanmu" seolah tau apa yang Suzy fikirkan Myungsoo mengatakan hal itu diselingi dengan suara kekehan yang renyah.
Suzy yang penasaran akhirnya memberanikan diri untuk melihat ke bawah.
"Uwaaaaa" hamparan lampu berwarna-warni bergerlapan di sana sini, gedung pencakar langit yang terlihat sangat kecil dari atas namun terlihat sangat cantik karena gemerlip lampu yang menghiasinya, bahkan Suzy bisa melihat N Tower dari sini "itu N tower?" Tanya Suzy tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya yang dijawab anggukan oleh Myungsoo.
__ADS_1
Pria itu menoleh sebentar memperhatikan ekspresi Suzy yang sangat antusias dengan senyum 10 watt yang melekat dibibirnya.
Gadis itu terus berceloteh mengungkapkan apapun yang ia lihat, bahkan berulang kali gadis itu mengungkapkan rasa takjubnya.
*****
"Sudah tidak marah?" Suzy mengangkat kepalanya menatap pria yang kini sedang berjalan kearahnya dengan segelas hot green tea di tangannya serta satu gelas kopi di tangan lainnya lalu meletakkannya diatas meja yang ada tepat didepan Suzy.
Kini mereka ada didalam salah satu kamar VVIP di Hankuk Hotel dan sedang duduk di salah satu sofa yang ada disana.
Suzy menganggukkan kepalanya masih dengan senyumannya , rasa kesalnya seharian ini menguap hilang tergantikan dengan rasa bahagia tiada tara "kenapa tiba-tiba mengajakku naik helli?"
Myungsoo mengambil alih kursi sofa disebelah suzy yang kosong lalu menyilangkan kakinya "karena aku tidak bisa membawamu ke N Tower, namun aku bisa membawamu naik helli dan melihat pemandangan Seoul dari atas helli" entah apa motif pria ini mendekatinya , namun dalam hati ia sedikit berterima kasih kepada pria ini, di luar tingkat kemesumannya yang sudah luar biasa akut namun tidak sekalipun pria ini menyakitinya.
"Namun aku janji lain kali akan membawamu pergi ke N Tower dan melihat pemandangan malam Seoul dari atas sana seperti maumu" Suzy tersenyum membalas tatapan pria yang juga sedang menatapnya , beberapa saat mereka terdiam hanya ada suara tegukkan kopi yang tercipta dari ciptaan tuhan yang sedang duduk dengan anggunnya disebelah Suzy.
"Besok, gipsku akan di bukakan?" Myungsoo terdiam sebentar lalu menanggapi "ah iya, aku hampir lupa"
"Jadi mulai besok aku boleh pulang ke rumahku kan?" Myungsoo hanya diam tidak menjawab ataupun merespon membuat Suzy ikut diam , apa ia salah bertanya? "aku ingin bertemu ibu, lagipula kak Dylan akan khawatir karena aku tidak menghubunginya sama sekali"
Suzy bisa tau jika pria disampingnya sedang membuang nafas dalam tanpa membalas ucapannya barusan , namun ia tidak berani untuk menatap pria itu, sekedar melihat eskpresinya saja ia tidak berani , ia rasa ia telah salah bicara kali ini.
To Be Continued
I hope you enjoy with my story
Dont forget to leave a comment , like, and share if you like my story , thanks you and paipai
Ci vediamo,
@IzzanaJoo
__ADS_1