Le P.A.C.S

Le P.A.C.S
Part 20C


__ADS_3

Setelah sampai di rumah sakit Myungsoo memarkirkan mobilnya dan dengan segera ia sedikit berlari mengikuti Suzy yang sudah pergi terlebih dulu dan menyamakan langkahnya dengan gadis itu, gadis itu langsung melenggang pergi sesaat setelah mereka sampai, ia hanya mengucapkan kata terima kasih tanpa mendengarkan jawaban Myungsoo terlebih dahulu


Ketika sadar jika ia diikuti Suzy menghentikan langkahnya dengan wajah bertanya "kenapa mengikutiku sih? Kenapa tidak pulang?" Ia berkacak pinggang menatap pria itu dengan wajah garangnya sedangkan dengan santainya pria itu menjawab


"Aku hanya ingin menjenguk calon mertuaku kok" Suzy kembali menghela nafas menahan rasa kesalnya entah apa yang sebenarnya ada dalam kepala pria itu, bisa-bisa ia cepat tua jika harus terus berurusan dengan pria ini


"aku sudah bilang-kan padamu untuk berhenti menggodaku, karena aku tidak akan tergoda, dan lagi__ aku bukan milikmu dan aku tidak akan pernah menikah denganmu" ia menegaskan kata 'tidak akan' di setiap katanya


"Kenapa kamu memutuskan hal yang belum terjadi? Bagaimana jika nanti kita menikah?" Suzy menepuk keningnya tidak habis fikir dengan jalan fikiran bosnya ini, ia kira dirinya sebuah barang apa?


"Kenapa kamu terus membuatku kesal sih?" Kata Suzy sembari melanjutkan jalannya yang diikuti pria itu dari sampingnya, membuat mereka berjalan beriringan


"Agar kamu terus teringat denganku dan memikirkanku"


"Ya ... memikirkanmu karena ingin menghabisimu" jawab Suzy asal tanpa berniat menghentikan langkahnya ataupun menatap pria yang kini sedang berjalan di sebelahnya itu


"Di ranjang?" Terdengar helaan dari samping myungsoo yang tidak lain keluar dari mulut Suzy , dan baru kinu gadis itu akhirnya menghentikan langkah kakinya sebentar untuk sekedar berkacak pinggang didepan Myungsoo yang hanya menatapnya dengan tatapan cool dan santai yang masih saja terlihat mengesalkan dimata Suzy


"Kubilang berhenti menggodaku, kau bilang tidak suka ada sexual harassment tapi kau sendiri melakukannya"


"Aku hanya bertanya kok lagi pula kamu itu milikku" suzy kembali memutar bola matanya tanpa berniat menjawab celetukan asal dari bosnya itu, berdebat dengan pria itu menambah resiko tekanan darahnya cepat naik, lagi pula ia tidak bisa mengalahkan kepercayaan diri bosnya ini


"Bae Suzy" tanpa menoleh Suzy menjawab dengan wajah malas "hem?"


"Panggil namaku" sepersekian detik Suzy sempat menahan nafasnya tanpa sadar karena pria itu menatapnya dengan wajah lembut yang menghangatkan serta suara halus yang tiba-tiba keluar dari mulut pria itu, kontras dengan suaranya beberapa menit yang lalu, yang membuatnya kesal karena nada songongnya


Suzy menggelengkan kepalanya pelan berusaha untuk tidak terlena, pria ini adalah iblis, jenis pria pertama yang harus ia hindari "Untuk apa?" Katanya jutek

__ADS_1


"Kamu terus memanggilku kamu..kamu..kamu .. tanpa sekalipun memanggil namaku, jadi__panggil aku soo" Myungsoo menatap Suzy dengan mata berbinar, dan di balik berbinarnya bola matanya terselip sebuah kata perintah dari sorot matanya


"Aku tidak perlu memanggil namamu" suzy terus menatap kedepan tanpa mempedulikan pria yang sedang berjalan seirama dengannya, di sampingnya itu. Karena ia tau tatapan pria itu seolah mengisyaratkan 'tidak ada bantahan' namun, ia harus membantah.


"Aku akan memperkenalkan diriku sebagai calon suamimu ke ibumu jika kamu tidak memanggilku Soo" Suzy akhirnya membalikkan badannya dengan cepat lalu menyambar "siapa yang memperbolehkanmu bertemu ibuku eoh?"


"Tapi aku tidak peduli Bae Suzy, aku KIM.MYUNG.SOO kau tau? Aku tidak akan peduli akan siapapun" Suzy menghela nafas lagi, entahlah berapa kali ia menghela nafas dalam sehari ini, apalagi karena pria ini. Sungguh dosa apa yang telah leluhurnya lakukan dimasa lalu sampai ia bertemu dengan pria semacam ini


"Astaga , terserah lah" Suzy membalik tubuhnya acuh dan melanjutkan langkah kakinya meninggalkan Myungsoo di belakangnya, kemudian dengan cepat pria itu sudah berjalan dengan santai di sebelahnya , 'ia tinggi dan kakinya panjang pantas saja langkahnya bisa selebar itu' batin Suzy


"Kau mau aku memperkenalkan diri sebagai calon suamimu atau panggil aku Soo" Suzy memiringkan kepalanya


"So?" Bukannya memanggil Soo Suzy malah memainkan kata 'so?' yang dalam bahasa inggris artinya jadi? Dan hal itu membuat Myungsoo ikut kesal


"Bukan so, tapi soo"


Myungsoo tersenyum licik lalu menahan pergelangan tangan Suzy dengan tiba-tiba membuat gadis itu berhenti dengan wajah terkejut "panggil aku soo atau_" Myungsoo mendekatkan bibirnya ke telinga Suzy lalu membisikkan "aku akan menciummu di sini" Suzy merinding mendengar suara lirih Myungsoo di telinganya, tapi ya.... pria itu tidak akan berani untuk mencium ataupun melakukan hal lainnya saat didepan banyak orang kan?


"Cium saja" kata Suzy tegas dengan sedikit nada acuh


Sudut bibir Myungsoo terakat sebelah lalu dengan tiba-tiba ia menarik tangan Suzy membuat tubuh mereka mendekat dan dengan sekejap ia melingkarkan tangannya ke pinggang gadis itu membuat tubuh mereka menempel, ia tiba-tiba mendekatkan wajahnya pada wajah Suzy lalu berhenti saat hidungnya menyentuh puncak hidung Suzy lalu tersenyum tipis "kamu yakin ingin melakukannya disini? Didepan banyak orang?__" ia mengedarkan  pandangannya pada sekitar lalu melanjutkan "aku sih tidak keberatan, kalaupun kamu mau aku melakukan hal yang lebih dari itu disinipun , aku tidak masalah" Suzy mengatupkan bibirnya, apa lelaki ini serius?


Ekor matanya mengedar mendapati kenyataan jika mereka menjadi pusat perhatian saat ini karena suasana koridor yang ramai ditambah dengan kelakuan Myungsoo membuat mereka menjadi bahan tontonan, dan Suzy yang menyadari itu merasa sangat tidak nyaman


Dengan cepat ia mendorong tubuh kekar Myungsoo lalu memundurkan tubuhnya selangkah "baiklah baiklah"


Suzy menghela nafasnya menyerah, ia memantapkan dirinya sendiri untuk mengucapkan nama yang menurutnya terlalu 'sok' akrab "Soo" katanya lirih namun masih bisa didengar oleh telinga Myungsoo

__ADS_1


Myungsoo tersenyum tipis mendengar nama kecilnya keluar dari bibir gadis cantik di depannya itu, seperti ribuan kupu-kupu berlarian didalam perutnya


Ia setengah berlari mengikuti langkah Suzy yang langsung menancap gas setelah mengucapkan nama kecilnya, meninggalkannya yang sedang terlena akan suara lembut Suzy saat meramalkan namanya "Lagi lagi" seolah ketagihan Myungsoo meminta gadis itu kembali mengucapkan namanya, suaranya terdengar seperti anak kecil yang baru saja dibelikan mainan


Hanya dengan mendengar suaranya Suzy bisa merasakan rasa bahagia pria itu karena suaranya terdengar sangat riang di telinganya, apakah sebahagia itu di panggilnya soo?


"Soo" Suzy tersenyum tipis, sangaaaaaat tipis sampai myungsoo-pun tidak menyadarinya jika gadis itu tersenyum saat melihat senyum lebar myungsoo dari ekor matanya, sumpah mati ia ingin tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi imut pria itu, kemana sosok CEOnya yang cool dan mengesalkan beberapa saat yang lalu?


"Lagi lagi" Suzy mempercepat langkah kakinya sembari menahan tawanya "Tidak mau" ucapnya nyaring dengan setengah berlari meninggalkan Myungsoo yang dengan cepat mengikuti langkahnya


"Ayolah Bae Suzy" Myungsoo menarik-narik  lengan blouse yang Suzy kenakan, persis seperti anak kecil yang sedang merajuk untuk dibelikan mainan


"Berhenti merengek Kim Myungsoo, atau aku akan membuangmu di sini?" dalam hati Suzy merutuki dirinya sendiri, bagaimana bisa ia mengatakan hal seperti itu kepada Myungsoo, apa ia benar-benar mengira jika Myungsoo adalah anak kecil? Dan ia adalah ibu Myungsoo? Oh ayolah Bae Suzy dia seorang lelaki dewasa yang bahkan kalaupun ia ditinggal disini-pun lelaki itu bisa pulang dengan kakinya sendiri, ditambah dengan kenyataan seberapa kaya pria itu.


Myungsoo kembali mengikuti irama kaki Suzy dengan langkah yang riang tanpa mempedulikan Suzy yang sedang berkonfrontasi dengan dirinya sendiri "mulai sekarang panggil aku soo"


"Kamu bosku ya"


"Saat diluar Bae Suzy"


"Dan aku tidak berniat bertemu denganmu diluar kantor Kim Myungsoo"


"Tapi sayangnya aku akan membuat kita sering-sering bertemu, entah itu di kantor ataupun di luar kantor" suzy tidak berniat menjawab perkataan pria itu, karena semakin ia jawab semakin pria itu akan berceloteh banyak hal dengan tingkat kenarsisannya yang besarnya mengalahkan luasnya negara tiongkok.


Ci Vediamo,


Izzana Joo

__ADS_1


__ADS_2