
Sudah sebulan Pram dan Sherly pacaran. Seperti biasa Pram dan Sherly bertemu setiap Minggu, jika Pram tidak ada pesiar atau IB maka Sherly yang akan main ke taman deket asrama sehingga Pram bisa menemui Sherly disana.
Hari ini hari Sabtu tapi Pram tidak mendapat IB karena dia sedang jaga, seperti biasa diwaktu senggangnya Pram selalu mengirim pesan pada Sherly
Pram: lagi apa?
Sherly: baru pulang ngampus bang. Abang sendiri?
Pram: lagi jaga nih, Sherly besok libur?
Sherly: iya bang. Abang besok ke rumah ga?
Pram: kayaknya engga deh Sher, gapapa ya. Abang turun besok jam 10 kayaknya mau istirahat.
Sherly: yah padahal Sherly kangen pengen ketemu.
Pram: gimana kalau Sherly aja yang main ke taman sini besok sore?
Sherly: emang tidak apa-apa bang? Insya Allah ya.
Pram: tidak apa-apa kok. Ok! Ya udah istirahat gih.
Sherly: ok bang! I love u
Pram: love u too
Pram tersenyum dan menyimpan HP-nya kembali. Hubungan mereka memang sedang manis-manisnya. Ibarat buah mangga sedang seger-segernya di petis. Seminggu saja tidak bertemu rasanya kangen setengah mati.
Padahal setiap malam selalu videocall dan hampir setiap jam bertukar pesan. Ya begitulah kalau dua insan sedang jatuh cinta inginnya selalu bersama. Sehari saja tidak bertukar kabar rasanya seperti seminggu bawaannya gelisah dan curiga.
••••
Keesokan harinya
Tepat pukul 10 Pram selesai jaga, matanya merah karena tidak tidur semalaman.
Rasanya Pram ingin segera menuju kasurnya. Ia berharap semua penghuni barak IB hari ini sehingga tidak ada yang akan menggangunya.
Setelah apel alih jaga Pram segera menuju ke barak. Pram langsung mandi dan memakai baju olahraga, baju ini dipakai hampir semua prajurit saat di asrama untuk memudahkan apabila ada panggilan darurat tidak perlu ganti baju.
__ADS_1
Apalagi saat keluar dari asrama semua prajurit wajib menggunakan PDL atau pakai baju olahraha kesatuan.
Pram bersiap untuk tidur sebantar karena waktu menuju dzuhur masih 1,5 jam. Lumayan pikirnya daripada harus menahan ngantuk.
Adzan dzuhur telah berkumandang, Pram bergegas bangun dan ke kamar mandi mengambil wudhu lalu ganti baju koko langsung berangkat ke masjid asrama. jika tidak ada halangan Pram selalu mengutamakan sholat di masjid daripada di barak, karena selain bisa berjamaan di dalam baraknya tidak semua muslim.
Sepulang dari masjid Pram langsung ke dapur umum mengambil jatah makan siang dari asrama. Prajurit yang belum menikah memang diwajibkan untuk makan di dalam asrama. Pram selalu makan masakan dapur asrama karena memang gajinya sudah dipotong setiap bulan untuk membeli bahan makanan. Yang memasaknya digilir dari setiap kompi. Menu makanannya juga memenuhi standard gizi, ada nasi, sayur, lauk nabati dan hewani juga buah. Di batalyon tempat Pram dinas memang ditanam sangat banyak pohon buah ada pisang, pepaya, rambutan, dan mangga. Bahkan ada kebun khusus menanam pohon pisang.
Hari ini menu makan siangnya membuat Pram tergoda untuk mengambil nasi lebih, ada oseng toge dengan tahu dan Lele goreng. Lauk favorit Pram karena banyak yang tidak suka dengan lele Pram bisa mengambil dua lele sekaligus.
Bagi sebagian orang memang lele adalah ikan yang menjijikkan, tapi bagi Pram lele adalah ikan paling gurih apalagi di goreng kering dengan kriuk-kriuk bagian ekornya.
Setelah menghabiskan makanannya Pram melihat ponselnya masih pukul 13.00. Pram masih punya waktu 1 jam untuk menunggu Sherly mereka janjian jam 14.00 di taman.
Pram berniat melanjutkan tidurnya sebentar. Ia telah berbaring di tempat tidur dan memejamkan matanya, setelah beberapa saat terdengar deringan HP
Tring... tring... HP Pram berdering panggilan dari Sherly
Pram: Assalamualaikum Sher..
suara Pram masih parau khas bangun tidur.
Sherly: waalaikumussalam, bang dimana?
Sherly: udah bang! Ya udah Sherly tunggu 10 menit.
Pram: ok bentar lagi abang turun, tungguin aja di tempat biasa.
Sherly: ya udah assalamualaikum.
Pram: waalaikumussalam.
Pram melihat ponselnya lagi ternyata benar sudah jam 14.00, Pram mencuci muka dan keluar naik motornya menemui Sherly. Tidak sampai lima menit Pram sudah sampai di taman yang letaknya di depan Asmil Batalyon.
"Maaf ya lama nunggu" ucap Pram setelah di depan Sherly.
"Ga juga bang! Barusan nyampe juga soalnya tadi pas telepon masih di SBPU isi bensin dulu hihihi" jawab Sherly.
"Oh gitu? Syukurlah. Udah makan belum?" Tanya Pram.
__ADS_1
"Udah bang! Abang belum makan gitu?" Jawab Sherly.
"Udah juga sih. Terus kita mau kemana?" Tanya Pram.
"Duduk sini bang! Sherly cuma kangen. Pengen duduk berdua aja sama Abang." Sherly menunjuk kursi di sebelahnya menyuruh Pram duduk.
"Bisa aja Sher, baru juga minggu kemarin Abang main kesana." Pram mengelus rambut Sherly.
"Oh jadi abang ga kangen ya ma Sherly ya udah geh Sherly pulang aja." Sherly cemberut.
"Lah kok jauh-jauh kesini mau pulang sih? Sini peluk?" Pram membuka tangannya mau meluk Sherly.
Bugh....
Sherly menonjok dada Pram yang bidang.
" Enak aja main peluk-peluk." Sherly memonyongkan mulutnya dan mengepal tangannya.
"Hehehe katanya kangen?" Goda Pram masih dengan tangan terbuka hendak memeluk Sherly.
"Ya ga peluk juga kali bang, liat Abang disamping Sherly aja udah seneng kok."jawab Sherly sungguh-sungguh.
"Gimana kuliah kamu Sher?" Tanya Pram setelah dia mengkondisikan tangannya kembali ke samping bangku.
"Lancar bang. Biasa udah mulai banyak askeb ma praktek." Jawab Sherly
"Tapi ga macem-macem kan di kampus?" Selidik Pram, yang semenjak kejadian setahun yang lalu emang jadi agak posesif ke cewek.
"Bang!" Teriak Sherly " mau macem-macem ma siapa mahasiswa Akbid kan cewek semua kali bang." Tegas Sherly sambil manyun karena Pram menginterogasinya seolah tak percaya.
"Ya Abang cuma mastiin aja Sher, Abang sayang sama kamu. Ga mau kamu macem-macem." Tatap Pram meyakinkan kalau Pram memang sayang pada Sherly.
"Tenang bang! Sherly cuma punya abang kok." Jawab Sherly mantab sambil tersenyum tulus. Senyuman ini memang selalu membuat Pram merasa nyaman.
Mereka ngobrol di bangku taman setelah membeli dua gelas jus alpukad dan cemilian makaroni. Pram sangat menyukai makaroni walaupun ia tidak kuat dengan pedasnya.
Cara Pram makan membuat Sherly gemas karena mulutnya yang penuh dan cepat mengunyah hingga bubuk cabe belepotan di pipi Pram.
"Abang tuh ya makan udah kayak anak kecil aja belepotan semua begitu!" Sherly mengambil tissue dan mengelap pipi Pram.
__ADS_1
Walaupun mereka sudah sebulan lebih pacaran tetapi Pram selalu merasa deg degan ketika kontak fisik dengan Sherly walaupun hanya tangannya yang menyentuh pipi.
Pram telah memantabkan hatinya bahwa Sherly akan menjadi yang terakhir untuk Pram.