
Pram keluar barak menaiki motornya menuju kompi, di kompi ada Dika dan beberapa anggota lain. Ada yang sedang ngobrol, mengurus surat-surat, dan hanya sekedar memakai fasilitas wifi.
Dika sering berada di kompi karena Dika adalah staff kompi bukan anggota yang berada di lapangan seperti dirinya.
Dika memiliki kemampuan dibidang teknolgi, dia mengusai semua ms.Office sehingga dibutuhkan di bagian staff.
Sedangkan Pram adalah prajurit lapangan. Tidak heran jika Pram memiliki tibuh yang terjaga dengan kulit sawo matang karena selalu terpapar sinar matahari. Tapi justru itulah pesona Pram. membuatnya semakin terlihat gagah dan keren
Pram langsung menghampiri Dika begitu sampai di kantor kompi.
"Sudah datang mas, nih laptopnya" kata Dika pada Pram sambil menyodorkan laptop kehadapan Pram
"Makasih mas, saya pinjem bentar ya" Pram mengambil laptop dan duduk di sofa agak jauh dari pandangan Dika yang ada di kompi.
Pram membuka dan menyalakan laptop milik Dika tersebut.
Deg
Hati Pram bergejolak, memang benar screen picture pada laptop Dika adalah foto Sherly dan Dika yang ada di taman. Pram bingung dari mana Dika bisa mengenal Sherly.
Seingatnya Sherly selalu dalam pengawasan Pram dan ia tidak pernah ke taman tanpa sepengetahuan Pram.
Pram menahan gemuruh dadanya. Dia mengatur suara agar tidak parau karena kemarahannya dan mencoba menyelidiki Dika.
"Wihh pacar baru nih mas" canda Pram pada Dika, ada senyum misterius yang tidak bisa Dika artikan. Seandainya Dika tahu bahwa Sherly adalah pacar dari lettingannya mungkin tidak akan seperti itu kejadiannya.
"Eh kamu nih katanya pinjem laptop malah usil komentarin foto. Udah cepetan katanya mau masukin lagu" balas Dika
"Orang mana Dik? Cari pacar ga ajak-ajak yah" timpal Pram tidak menggubris peringatan Dika.
"Hahaha jauh Pram tadinya ketemu di taman depan dia sendirian ga tau lagi ngapain. Ya udah aku ajak kenalan aja dia bilang ga punya pacar. Kesempatan kan?" Jawab Dika sambil tersenyum.
Dika tidak melihat Pram sudah merah padam. Pram tidak mengira Sherly yang begitu santun dan polos bisa melakukan demikian pada Pram yang benar-benar tulus menyayanginya.
Pram sudah selesai dengan urusannya bukannya memindahkan lagu Pram malah mengirimkan foto Sherly dan Dika ke HP-nya.
__ADS_1
"Nih bro dah selesai makasih ya" Pram meletakkan laptop Dika di meja semula. Dia langsung keluar dari kompi ke barak lagi.
Dia keluar dengan perasaan marah dan emosional. Rasanya ingin segera ke rumah Sherly meminta penjelasan yang terjadi sebenarnya.
Kalau Pram meminta penjelasan pada Dika orang-orang akan salah paham pada Pram. karena orang lain terlanjur tahunya bahwa Sherly adalah pacar Dika bukan pacar dirinya.
Jadi Pram berpikir lebih baik ia meminta penjelasan pada Sherly langsung.
Tring...
Hp Pram berbunyi ada pesan WhatsApp masuk dari Sherly. Pram masih enggan membuka pesan itu. Hatinya sakit dia tak mengerti lagi harus bagaimana.
Pram tak mungkin melanjutkan hubungan dengan orang yang telah bohong kepadanya. Namun juga tak semudah itu melepas Sherly yang sudah setahun lebih bersamanya.
Pram berbaring di tempat tidurnya dan mencoba memejamkan matanya. Ia mencerna dan berpikir apa yang telah terjadi, bagaimana bisa Sherly yang begitu disayanginya bisa berkhianat lagi. Padahal ia menilai Sherly adalah gadis yang paling baik. setelah hampir satu jam Pram berpikir ia terlelap karena lelah.
Tring... tring...tring...
Ponsel Pram berdering, tertera pacarku memanggil. Namun Pram masih enggan untuk mengangkatnya. Pram tau kalau menjawab telpon Sherly ia akan emosi.
Sherly kembali menelpon Pram tapi belum ada jawaban juga. Sherly mulai khawatir karena tidak biasanya Pram tidak mengangkay teleponnya. Paling lama Pram tidak memberinya kabar selama satu jam saja. Tapi hari ini sudah seharian Pram yidak mengangkat teleponnya juga tidak memberinya kabar.
Tumben dari siang bang Pram tidak ada kabar, di WA ga dibales di telepon tidak diangkat. Biasanya juga dia yang sibuk telpon. Huft Sherly kesal sendiri.
Sherly mencoba menelpon sekali lagi dan ternyata diangkat ada suara di ujung teleponnya.
Pram: halo...
Sherly: bang lagi apa sih kok angkat telpon lama banget..
Pram: baru bangun tidur. Ada apa?
Sherly: ga papa bang, ga biasanya aja Abang ga ada kabar seharian. Ada apa bang?
Pram: ga papa Sher, lagi capek aja. Abang mau mandi dulu ya.
__ADS_1
Pram tidak mau berlama-lama ngobrol dwngan gadis itu. Pram antara sakit hati dan rindu. Dia sendiri tidak mengerti dengan apa yang dia rasakan.
Pram menutup telponnya dengan dingin. Hatinya masih sakit dan dia tidak mau meminta penjelasan pada Sherly maupun Dika biarlah semua terjawab oleh waktu.
Pram mandi, sholat dan memakai seragam nya. Malam ini Pram piket jaga. Lumayan memang harus begadang dan ada temannya dari pada tidak bisa tidur sendiri.
••••
Seminggu sudah berlalu tapi hubungan Pram dan Sherly kian renggang, Pram tak pernah meminta Sherly menjelaskan hubungannya dengan Dika. Pram seolah tak terjadi apa-apa. Sherly juga semakin cuek sama Pram, karena dia bingung ada apa Pram dingin padanya. Sherly malah menyangka bahwa Pram telah selingkuh.
Sherly curiga Pram telah memiliki cewek lain selain dirinya.
Suatu hari Sherly tidak tahan lagi dengan sikap Pram, dia datang ke tempat biasa mereka bertemu di taman. Sherly mengirim pesan pada Pram.
Sherly: bang, Sherly mau ketemu di taman seperti biasa
Beberapa jam kemudian baru di balas oleh Pram
Pram: ok
Sherly berangkat ke taman setelah mendapat balasan pesan dari Pram.
Pram dan Sherly akhirnya bertemu ditaman.
"Bang sebenarnya ada apa sih? Abang cuekin Sherly terus. Apa Abang punya pacar baru?" Tanya Sherly berapi-api.
Kenapa Sher kamu ga paham kesalahan kamu juga malah nuduh aku selingkuh. Batin Pram
Tuduhan Sherly membuat Pram semakin marah dan semakin muak, tapi Pram tak ingin menunjukkannya. Ia memilih diam dan mengumpulkan bukti serta memergoki mereka sendiri daripada harus bertanya pada Sherly.
"Ga papa Sher, engga juga Abang akhir-akhir ini sibuk banyak kegiatan di batalyon. Abang ga sempet buat main-main." Jawab Pram masih dingin
"Abang marah sama Sherly? Apa salah Sherly bang?" Desak Sherly tak percaya karena walaupun sibuk biasanya Pram tetap menyempatkan menghubungi Sherly.
Tapi seminggu ini Pram benar-benar tak mengabarinya kalau Sherly tidak menghubungi duluan.
__ADS_1