Lembah Hijau

Lembah Hijau
episod 16


__ADS_3

Setelah putus dari Sherly Pram menjadi pribadi yang berbeda. Sekarang Pram lebih sering main keluar dengan teman-temannya.


Yang pasti Pram selalu pulang ke rumahnya setiap minggu. Pram sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk lebih dekat dengan keluarganya daripada mencintai orang yang belum pasti.


Pram yang tadinya berniat ingin segera menikah sekarang sama sekali tidak terpikir. Pram ingin membahagiakan kedua orang tuanya terlebih dahulu.


Pram sudah dikecewakan wanita, Pram membuat kesimpulan bahwa semua wanita bisa dengan mudah bermain-main dengan cinta.


Membuat Pram juga ingin bermain-main. Bahkan saat ini Pram mendekati banyak wanita, setiap menit HP-nya berdering membuat teman-temannya heran. Karena setau mereka Pram cowok yang setia dan tulus.


Dia tidak berniat sama sekali untuk berpacaran, Pram hanya ingin dekat saja dengan cewek-cewek itu tanpa harus berpacaran seperti yang lalu.


Pram punya semua media sosial dari semua medsos itu pertemanannya hampir semua adalah cewek. Ada yang karyawan, perawat, dan mahasiswa.


Tak ada yang menyangka bahwa seorang Pram yang pendiam menjadi cowok playboy.


••••


Beberapa bulan kemudian.


Hari ini Pram mandi lebih awal, Pram tidak pulang karena orang tuanya sedang di luar kota ke tempat adik bapak Pram.


Pram sudah merapihkan dirinya, Pram sudah janjian dengan seseorang hari ini. Pram akan bertemu dengan wanita lagi.


"Dek, hari ini Abang mau keluar dulu ya. Tolong nanti kalau ambil makan malam sekalian Abang ambilin." Pram berpesan pada adik lettingnya.


" Mau kemana bang? Rapi amat, biasanya kalau pulang Abang cuma pake baju dines, ini baju preman pake parfume sebotol" jawab adek lettingnya.


"Udah banyak bicara kamu...hahaha" sahut Pram sambil menaiki motor gedenya.

__ADS_1


Adik lettingnya hanya bisa geleng-geleng kepala. Dia tahu Pram adalah pria yang baik tidak seperti teman-temannya yang memanfaatkan kegantengannya untuk merusak para gadis.


Dia tahu walaupun Pram ingin bermain-main seperti yang dikatakannya tapi Pram hanya sekedar telepon berkirim pesan atau bertemu saja.


Pram keluar asrama menuju ke kota, ternyata Pram janjian sama seorang cewek. Salah satu diantara yang lagi dekat dengan Pram walaupun memang tidak ada yang dipacarinya.


Setelah beberapa saat menaiki motornya dengan kecepatan tinggi Pram sampai ke sebuah caffe di tengah kota.


Pram memarkirkan motornya di tempat parkir yang disediakan caffe, merapihkan rambutnya yang terkena helm walaupun sebenarnya tidak punya rambut.


Pram masuk ke dalam caffe. Matanya berkeliling mencari gadis yang duduk sendirian, karena gadis itu sudah mengirimi pesan bahwa ia sudah sampai dan sedang duduk menunggu kedatangan Pram.


Wah gadis ini penampilannya begitu sopan, pasti dia gadis yang baik. Batin Pram setelah melihat cewek yang beberapa hari dikenalnya.


" Linda ya?" Sapa Pram pada gadis yang duduk sendirian sedang memandangi hp. Sehingga dia tau bahwa itu Linda.


"Oh iya bang, saya Linda. Ini Bang Pram ya?" Jawab gadis itu menundukkan kepala menyapa Pram, dia tidak mau salaman hanya menangkupkan kedua tangan di dadanya.


" Oh gapapa Bang, saya juga baru datang kok. Mau pesen apa?" Tanya gadis yang bernama Linda itu.


"Saya mau air mineral dingin sama mie goreng seafood aja." Jawab Pram. Lalu Linda memanggil pelayan dan memesan makanan untuk Pram dan dirinya.


Sambil menunggu pesanan datang Pram dan Linda ngobrol tentang keseharian masing-masing. Linda lebih pendiam dan menjawab dengan malu-malu.


Kayaknya gadis ini beneran pendiam dan baik. Dia sangat sopan sekali. Setiap telepon juga selalu ingetin sholat dan ngaji. Batin Pram


"Eh bang! Kenapa ngalamun gitu?" Pram terlihat bengong sampai tidak menyadari Linda bertanya padanya.


"Engga kok, tanya apa tadi?" Jawab Pram gelagapan karena dia tidak memperhatikan Linda bertanya apa pada dirinya.

__ADS_1


"Huh katanya engga ngalamun tapi ditanya ga denger pertanyaannya apa" sungut Linda sambil cemberut.


"Maaf Lin, abisnya kamu cantik sih heheh..." Pram menggoda Linda yang manyun karena merasa tidak didengarkan.


"Ah abang itu, baru ketemu udah ngerayu. Basi tau. Linda nanya kenapa Abang belum punya pacar kan? Masak sih cowok kayak Abang belum ada pacar." Linda mengulang pertanyaan yang tadi diabaikan Pram.


"Hahaha... Emang Abang kayak apa gitu? Sampai harus punya pacar?" Tanya Pram yang terus menggoda Linda.


Pram juga tidak mengerti kenapa Pram bisa begitu mudah menggoda cewek, padahal sebelumnya Pram termasuk cowok yang terkesan pendiam dan dingin. Dia kurang bisa mengekspresikan perasaannya.


"Ya secara kan Abang ganteng, kelihatannya juga baik" jawab Linda.


"Hahaha jadi kamu mengakui ya kalau Abang memang ganteng" Jawab Pram narsis.


Sebenarnya Pram bisa saja dengan mudah mendapatkan pacar seperti yang dikatakan Linda tapi ia enggan. Pram sudah cukup dipermainkan hatinya. Pram tidak mau mengulangi kesalahan yang sama.


Tapi sejak putus dengan dua orang yang begitu dicintainya Pram menjadi cowok yang begitu perayu mencari banyak gadis di medsos maupun cewek disekitar yang sekiranya bisa dia ajak kenalan.


Makanan pesanan mereka pun datang, mereka makan dan sesekali ngobrol. Linda adalah mahasiswi keperawatan tingkat akhir beberapa bulan lagi sudah akan wisuda. Mereka kenalan karena Linda punya sepupu di Batalyon tempat Pram bertugas. Pram dikenalkan oleh sepupunya itu.


Pram sudah bertekad tidak akan jatuh hati sedalam dulu dengan cewek manapun. Rasanya Pram sudah tidak percaya dengan gadis model apapun.


Setelah lama ngobrol dengan Linda dan menghabiskan makan mereka Pram membayar bill yang diberikan pelayan. Linda ingin menolak untuk dibayari, tapi sebagai cowok kalau hanya sekedar membayar makan Pram akan lakukan. Akhirnya mereka berdua berpisah karena Pram harus kembali ke batalyon sedangkan Linda masih ada kuliah sore.


Linda tidak mau diantar Pram. Dia memilih naik angkot, katanya sudah janjian dengan temannya dijalan. Pram menurut saja, mungkin Linda tidak enak harus berboncengan dengan Pram. soalnya semenjak mereka bertemu Linda lehih banyak menundukkan mukanya. Pram menghormati keputusan Linda.


Pram mengambil motornya kembali ke parkiran setelah memastikan Linda sudah di dalam angkot menuju kampusnya kembali. Katanya masih ada tugas yang harus segera Linda kerjakan bersama dengan temannya itu.


Menuju perjalanan pulang Pram sempat janjian dengan satu gadis lagi yang rumahnya dekat asrama. Dunia benar-benar sudah berputar.

__ADS_1


Pram benar-benar tidak merasakan rasa yang dulu pernah ia rasakan pada Sherly atau Hayati ketika mereka bertemu. Hatinya sudah benar-benar membeku.


Ia hanya mengikuti nafsunya untuk sekedar melepas kesepiannya selepas latihan, teman untuk ngobrol dan cerita.


__ADS_2