Lembah Hijau

Lembah Hijau
Episod 13


__ADS_3

Sherly akhirnya pulang dengan membawa kebingungan dalam hatinya, biasanya Pram akan sangat mengkhawatirkannya jika ia harus pulang sore sendirian.


Biasanya Pram akan dengan suka rela mengantarkan Sherly pulang walau nantinya Pram harus naik bus saat kembali ke asrama.


Sebenarnya Sherly sudah curiga kalau Pram tau bahwa Sherly memang dekat dengan salah seorang prajurit disitu juga. Yang tidak Sherly duga adalah bahwa orang yang dekat dengan Sherly itu adalah satu letting dengan Pram.


Sherly gelisah bagaimanapun ia salah, tapi sekarang sudah terlanjur. Sherly jatuh cinta pada dua pria. Sherly sama sekali tidak bisa memilih karena dua-duanya memiliki sisi baik yang berbeda.


Jika Pram sangat sopan dan sudah serius padanya, Dika sangat perhatian pada Sherly. Jika Pram tidak romatis maka Dika tidak mau di ajak bertemu dengan orang tua Sherly. Mereka memiliki kelebihan dan kekurangnnya sendiri.


Apakah Sherly harus memilih pria yang serius padanya tapi hubungan mereka begitu-begitu saja atau memilih Dika yang menurut Sherly membuat hidupnya berwarna.


••••


Hari berganti hari ternyata memang Pram dan Sherly tidak bisa memperbaiki hubungan mereka. Sherly mencoba untuk mendekati orang tua Pram namun orang tua Pram memang baik tapi sepertinya mereka tidak ikut campur urusan asmara anaknya.


Sherly sudah putus asa mencoba membuat Pram menjelaskan kenapa ia berusaha menjauh dan cuek pada Sherly.


Pram sebenarnya bukan hanya kecewa pada Sherly yang ternyata mendua dengan temannya sendiri tapi yang membuatnya bimbang adalah sikap Sherly yang sangat jauh dari pertama mereka kenal.


Sudah lama Pram tidak main ke rumah Sherly, karena hari minggu ada IB Pram berniat main sekalian bertemu orang tua Sherly.


"Assalamualaikum..." Pram mengetok pintu rumah Sherly.


"Waalaikumussalam..." Ternyata papah Sherly yang membukakan pintu.


Pram salaman dengan papah Sherly dan menanyakan kabar. " Om apa kabar?"


" Baik Pram... Sini masuk Sherly ada didalam nanti om panggilkan. Duduk dulu Pram" perintah papah Sherly.


" Makasih om." Pram duduk di sofa ruang tamu Sherly.


Berapa lam kemudian Sherly datang dari kamarnya.

__ADS_1


" Eh bang udah lama datang?" Tanya Sherly yang keluar dari kamarnya karena di panggil papahnya.


"Barusan Sher, lagi sibuk ga?" Tanya Pram.


"Engga bang, lagi tiduran aja. Kok tumben ga ngabarin mau kesini?" Sherly melihat hp-nya memastikan tidak ada kabar dari Pram.


"Hehehe sengaja, lama ga main kesini kangen ma om" jawab Pram.


"Oh jadi kangennya ke papah bukan sama Sherly??" Tanya Sherly sambil memonyongkan bibirnya.


"Hahaha lucu kamu Sher kalau lagi ngambek gitu" jawab Pram sambil cubit pipi Sherly.


Pram dan Sherly bercanda dan tertawa kembali setelah beberapa bulan ini hubungan mereka renggang.


Ada bahagia di hati Pram ketika mereka sedang bersama begini, tapi ia akan kembali merasa sakit hati saat ingat foto Sherly dan Dika di laptop itu.


Papah Sherly tiba-tiba datang dan duduk diantara mereka.


"Pram, kamu sama Sherly pacaran sudah lumayan lama, jadi kapan kalian mau ke arah yang lebih serius?" Tanya papah Sherly tiba-tiba membuat Pram bengong.


"Om Pram juga sudah berniat serius, tapi Pram belum bisa menikah kalau Pram belum naik pangkat tahun depan" jawab Pram hati-hati supaya tidak menyinggung papah Sherly.


"Oh begitu, iya Pram om mengerti kalau begitu. Mudah-mudahan kalian baik-baik saja sampai nanti waktu kalian menikah ya" nasehat papah Sherly.


"Insya Allah om" jawab Pram sambil tersenyum.


Papah Sherly meninggalkan mereka lagi. Tiba-tiba Sherly bertanya pada Pram.


"Bang nanti kalau kita nikah kita harus di gedung ya, Sherly maunya pernikahan kita lebih mewah dari pernikahan Wati kemarin." Rengek Sherly


Pram kaget dia tidak menyangka Sherly sudah banyak berubah semenjak lulus dari kuliah, Pram semakin bimbang dengan perasaannya pada Sherly.


" Kenapa harus begitu Sher? Kita menikah tujuannya adalah sah dimata agama dan negara, tujuan nikah untuk ibadah kenapa harus mewah?" Tanya Pram pada Sherly.

__ADS_1


"Abang sayang ga sih sama Sherly? Serius ga sih? Kalau serius buktiin dong bang! Kalau abang bisa nurutin impian Sherly." Sherly menjawab dengan sewot perkataan Pram.


"Bukan begitu Sher, kamu tau kan? Orang tua Abang sudah tua, Abang hanya menabung sendiri, kalau pernikahan impian kamu semewah itu tabungan Abang ga bakal cukup." Jawab Pram sabar dan memberi pengertian.


" Udah lah bang, Sherly mau tidur" Sherly beranjak ke kamarnya sambil marah pada Pram.


Pram hanya terdiam melihat tingkah Sherly. Ia memilih mencari orang tua Sherly dan pamit pulang.


"Om sudah sore, Pram pamit pulang dulu ya!" Pram mendekati papah Sherly yang berada di taman belakang sedang memandikan burung peliharaannya.


"Oh iya Pram, hati-hati ya." Jawab papah Sherly


Pram segera melajukan motornya meninggalkan rumah Sherly.


Sepanjang jalan Pram masih memikirkan perkataan Sherly, dia benar-benar tidak mengerti dengan apa yang terjadi pada gadisnya yang dulu sangat lugu dan sederhana itu.


Pram hanya berpikir kalau dia menguras semua tabungannya untuk menikah setelahnya ia sama sekali tidak punya pegangan. Gajinya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-harinya bahkan jika nanti punya istri.


Menurut Pram lebih baik menikah sederhana tapi setelah menikah mereka segera memiliki rumah sendiri walaupun sederhana.


Pram selalu dinasehati oleh orang tuanya bahwa pernikahan bukanlah ajang menunjukkan kemewahan, tapi acara sakral yang menyatukan dua manusia dalam ikatan keluarga. Bukan hanya pernikahan yang harus dipikirkan tetapi juga kehidupan setelah menikah.


Pram bercita-cita walaupun menikah secara sederhana ia ingin memberikan kehidupan yang cukup dan layak untuk istrinya, ibu dari anak-anaknya kelak.


Sebelum ketahuan Sherly dekat dengan Dika memang Sherly sudah menunjukkan perubahan, Sherly sering meminta Pram membelikan perlengkapan make up, berbelanja baju, sepatu dan barang-barang lain saat mereka jalan-jalan.


Bahkan ketika kuliah Sherly beberapa kali minta uang bayaran kuliah pada Pram. Pernah pula Pram diminta membelikan beberapa alat praktek yang harganya tidak bisa dibilang murah.


Pada saat itu Pram sedang sayang-sayangnya pada Sherly apapun Pram lakukan selama dia mampu dan membuat Sherly senang.


Menurut Pram itu adalah hal wajar karena mengingat Sherly semakin dewasa dan itu adalah hal yang menunjang penampilannya. Walaupun terkadang terkesan berlebihan karena sampai biaya pendidikan harus ikut menanggung sedangkan status mereka masih pacaran.


Sebenarnya ibu Pram pernah menasehati Pram bahwa Pram tidak boleh terlalu loyal terhadap cewek walaupun itu pacarnya sendiri karena belum tentu mereka akan menikah.

__ADS_1


Meskipun ada niat kesana tapi manusia hanyalah mampu berusaha tetap Allag yang akan menentukan hasilnya.


__ADS_2