
Tanpa terasa sudah sebulan Pram dan Sherly dekat, jika ada IB atau pesiar Pram selalu menyempatkan bertemu bertemu dengan Sherly untuk sekedar makan atau main ke rumahnya.
Tiap hari mereka selalu berkirim pesan lewat WhatsApp kadang videocall atau telpon biasa. Mereka semakin akrab dan semakin dekat.
Hari ini Pram mendapat IB kembali dia berniat mampir ke rumah Sherly dulu sebelum pulang ke rumah.
Padahal minggu kemarin dia baru saja dari rumah Sherly juga.
Sial kenapa bawaannya pengen ketemu ma itu bocah aja ya! Seneng amat gue kalo dapat IB gini. Tenang Pram belum saatnya buat jatuh cinta. Batin Pram.
Kalau sebelumnya Pram paling betah kumpul di barak dengan lettingan dan seniornya sekedar main PS atau gitar, tapi sejak kenal Sherly dia lebih memilih untuk bertemu dengan gadis itu. Pram selalu merasa tenang tertawa lepas dan bahagia saat sedang bersama Sherly.
Bagi Pram Sherly mudah bergaul dan ada saja bahan untuk diobrolkan sehingga Pram merasa betah untuk berlama-lama berbincang dengannya.
"Dek mau kemana kau sudah rapih sekali disini sajalah kita main PS lagi. Rupanya mulai takut kau kalah sama abang ya?" Celetuk senior Pram yang bersebelahan ranjangnya.
Pram nyengir kuda "Nanti sajalah bang saya akan kalahkan abang, saat ini biar adek kalahkan hati bidikan adek dulu bang." jawab Pram sambil menata rambutnya di depan kaca.
"Ah apa pula kau mulai genit sama gadis-gadis masih Serda sudah berani ya?" Ledek abangnya.
"Siap salah" Pram hanya menjawab demikian lalu pergi keluar barak dan menaiki motornya. Ia tak ingin lama-lama di barak karena kalau sudah datang senior usilnya dia tak akan bisa kabur.
Setiap hari hati nya semakin sumringah apalagi jika sudah perjalanan menuju rumah Sherly begini, walaupun jaraknya lumayan jauh tapi bagi Pram itu sambil berkedip juga datang.
Sepanjang jalan Pram selalu memikirkan gadis itu sehingga perjalanan selama satu jam juga tidak terasa lama baginya.
Pram bersiul dan bersenandung selama mengendarai motornya. Sudah lama hatinya tidak merasakan begitu bahagia ingin bertemu dengan seorang gadis. Perasaan ini sama seperti ketika dulu masa SMA Pram sedang kasmarannya dengan Hayati.
__ADS_1
Pram mengingat Hayati, mungkin saat ini dia telah melahirkan anaknya. Laki-laki atau perempuan ya anaknya? Ah siapa peduli lagian juga anak itu hasil pengkhianatan Hayati pada dirinya.
Senyumnya merekah indah saat sudah sampai di depan rumah Sherly, Pram sudah benar-benar bisa melupakan bayangan cinta pertamanya itu. Baginya sudah tidak penting lagi untuk diingat karena sekarang Pram dan Hayati sudah memiliki kehidupan mereka sendiri. Untuk apa dia harus mengingat dan memikirkan lagi.
Pram memarkir motor Pram di dalam pagar rumah Sherly yang memang selalu terbuka, rumah Sherly berada ditengah kampung yang ramai penduduk. Sehingga kalau siang gerbang rumahnya jarang ditutup.
"Assalamualaikum..." Pram mengucap salam di depan rumah Sherly.
"Waalaikumussalam..." Terdengar suara Sherly menjawab dari dalam.
" Eh abang sudah datang? Yuk masuk ada mamah sama papah kok di rumah ada kakak juga" Sherly mempersilahkan Pram masuk kerumahnya.
Pram mengikuti langkah Sherly masuk dan berhenti di ruang tamu yang tertata rapi.
" Duduk bang, sebenar Sherly ambilin minum dulu mau minum kopi atau teh mungkin?" Tawar Sherly.
"Air putih aja Sher kalau ada yang dingin ya hehee" jawab Pram sambil nyengir.
Sherly sudah masuk ke dapur ketika Kakak Sherly datang menghampiri.
"Eh ada Pram, udah lama? " Kakak Sherly datang dari dalam kamarnya. Ia duduk di depan Pram. Mereka sudah pernah saling bertemu sebelumnya sehingga sudah saling kenal. Umur Pram dengan Kaka sherly juga tidak berpaut jauh, hanya beberapa tingkat di atas Pram.
" Barusan kak, tumben di rumah libur ya?" Tanya Pram basa basi karena biasanya Kakak Sherly kerja di luar kota.
"Iya Pram sekalian mau persiapan pernikahan gue nih, nanti lo datang ya bulan depan! awas aja kalau lo berani engga datang" Kakak Sherly masuk ke kamarnya mengambil undangan dan menyerahkan pada Pram
"Wah kakak udah mau nikah aja nih bikin pengen" Pram terkekeh dan mengambil undangan dari tangan kakaknya.
__ADS_1
" Ntar dulu Pram, Sherly masih kuliah biar kerja dulu lah, eh kalian pacaran ga sih? Kayaknya kamu satu-satunya temen cowok Sherly deh!" Selidik kakaknya
" Eh anu kak hehehe" Pram tersipu malu tiba-tiba ditanya begitu oleh kakak Sherly karena sebenarnya dia belum menembak berniat berpacaran dengan Sherly. Pram masih nyaman sekedar dekat dan saling bertukar pesan. Menurutnya kalau sudah pacaran itu akan membuat hubungan mereka cepat bosan.
"Santai aja ga papa kok lo jalan sama Sherly asal lo ingat ya jagain adek gue jangan macam-macam lo!" Ancam kakak Sherly.
"Siap kak tenang aja". Pram menegakkan badannya seolah sedang hormat dengan seniornya.
Mau macam-macam gimana kak? ada huhungan engga gue sama adik lo! Tapi tenang aja walaupun nanti gue pacaran dengan Sherly pasti akan gue jagain. Batin Pram.
"Lagi pada ngomongin apa sih serius amat?" Sherly keluar sambil membawa air putih dingin dan gorengan dalam piring
"Nih bang gorengan panas baru angkat dari wajan bikinan adek manis hahaha" Sherly meletakan gorengan dalam piring di meja.
"Wah jadi enak nih makasih Sher, gue minum ya aus nih" Pram meneguk air putih es yang telah dibawakan Sherly tadi sampai habis tanpa sisa.
" Sherly, sebenarnya Abang pengen ngomong ama Sherly" ucap Pram tiba-tiba menjadi serius.
"Ngomong aja Bang, kan ini juga lagi ngomong" Jawab Sherly lalu duduk diseberang bangku Pram.
"Ehm anu Sher, kalau Abang suka sama Sherly. Sherly mau ga jadi pacar Abang?" ucap Pram cepat sambil langsung menunduk kepala karena malu.
Hati Sherly deg degan karena dia tidak siap dengan ucapan Pram, walaupun sebenarnya Sherly sudah menduga dan mengharapkan tapi tidak menyangka akan secepat ini.
"Bang apaan sih baru juga sebulan kita kenal masak main suka aja?" Sherly mencoba menutupi hatinya yang hampir lari karena senang tapi malu.
"Serius Sher, kalau Sherly mau kita jalan, kalau nggak ya Abang ga bakal ganggu Sherly lagi." Pram meminta kepastian Sherly walaupun sebenarnya dia tidak niat nembak secepat ini.
__ADS_1
Sudah tanggung sekalian aja bilang. Pram takut terlalu lama dekat dengan Sherly nanti semakin suka sedangkan kalau Sherly tidak membalas perasaannya Pram tidak mau terlalu terluka. jika saat ini Sherly menolaknya Pram memutuskan untuk tidak lagi mengganggu Sherly dan akan menjauhi gadis itu.