Lembah Hijau

Lembah Hijau
Episod 15


__ADS_3

Setelah sholat ashar Pram berangkat ke rumah Sherly, dia sudah siap jika akhirnya harus putus dengan Sherly. Walaupun Pram sangat sayang pada gadis itu tapi Pram tidak bisa mentolerir jika Sherly beneran selingkuh apalagi dengan orang yang bekerja di tempat yang sama dengan Pram.


Pram sampai di rumah Sherly.


"Assalamualaikum..." Pram mengetok pintu dan mengucap salam.


"Waalaikumussalam... Bang udah datang" Sherly membuka pintu tersenyum senang dan memeluk Pram.


Pram kaget karena setahunya Sherly dan Pram tidak pernah kontak fisik.


"Kamu kenapa Sher?" Tanya Pram sambil melepas pelan pelukan Sherly dan memegang kedua bahu gadis itu.


"Abang yang kenapa tiba-tiba diemin Sherly tanpa sebab, biasanya juga kirim pesan atau telpon tiap hati sekarang ga pernah lagi." Mata Sherly memerah mengeluarkan butiran bening di pipinya.


"Abang ga papa cuma lagi sibuk, trus mau berdiri di sini aja tah? Ga mau di suruh duduk nih Abang?" Tanya Pram karena Sherly malah berdiri di depan pintu.


"Oh iya bang, duduk diluar aja ya mamah sama papah Sherly lagi ga ada." Sherly berjalan menuju kursi yang ada di teras rumahnya.


"Ok!" Pram duduk mengikuti Sherly


"Sherly ambilin minum dulu ya bang. Biasa kan air putih dingin aja?" Tanya Sherly sambil berjalan ke dalam rumah lagi.


"Iya air putih dingin aja" jawab Pram


Walaupun aku masih sayang sama kamu Sher, kalau kamu beneran selingkuh maaf aku tidak bisa memaafkan kamu apapun alasannya. Pram menatap kepergian Sherly dengan perasaan kacau.


"Ini bang minumnya." Sherly keluar lagi membawa air putih dingin dan beberapa potong biskuit, meletakkan di depan Pram.


"Makasih Sher" jawab Pram


Pram meminum air putih itu dan meletakkan kembali di atas meja. Pram masih diam saja, belum memulai berbicara. Ia sedang menata hatinya agar tidak goyah.


"Bang, sebenarnya ada apa sih? Kenapa abang bersikap seperti ini sama Sherly? Apa yang salah bang?" Tanya Sherly atas perubahan sikap Pram padanya.


"Ga papa Sher, abang memang sibuk akhir-akhir ini. Dan juga Abang sedang konsentrasi untuk persiapan UKP tahun depan." Jawab Pram


Selain sudah tahu Sherly pacaran dengan Dika Pram memang sedang sibuk di Batalyon. Pada saat libur Pram memilih pulang ke rumah orang tuanya daripada ke rumah Sherly.

__ADS_1


Semenjak pacaran dengan Sherly, Pram merasa agak mengabaikan kedua orang tuanya. Pram tak ingin karena orang lain yang belum tentu menjadi istrinya kelak merusak kehangatan keluarganya.


"Abang mau nanya sama Sherly tapi jawab jujur ya?" Tanya Pram serius.


"Tanya apa bang? Akan selalu Sherly jawab" jawab Sherly mantab.


"Sherly kenal sama Dika?" Tanya Pram sambil menatap mata Sherly.


Sherly menganga tak percaya dengan pertanyaan Pram. Bagaimana Pram bisa tau dengan nama itu.


"Sher, kenapa diem aja?" Tanya Pram menatap Sherly lebih tajam.


"Eh anu bang, Sherly ga kenal emang Dika siapa?" Jawab Sherly mencoba berbohong.


"Tadinya Abang mau percaya kalau Sherly jawab Sherly kenal dan tidak ada hubungan apa-apa. Tapi karena Sherly bilang Sherly ga kenal maka Abang yakin sekarang kalau kamu memang punya hubungan dengan Dika." Jawab Pram dengan penuh kekecewaan dan kemarahan.


Dua kali Pram merasa hancur di khianati orang yang benar-benar Pram cintai.


"Apa maksudnya bang? Kenapa Abang bicara begitu?" Tanya Sherly.


Sherly semakin tak percaya dengan apa yang dilihatnya bagaimana Pram bisa mendapatkan fotonya itu.


"Abang dapat darimana foto itu?" Tanya Sherly dengan beruraian air mata. Sejujurnya Sherly sayang sama Pram tapi karena Pram terlalu serius Sherly berniat main-main dengan Dika. Sherly tidak menyangka Pram bisa mendapatkan fotonya dengan Dika.


" Tak perlu Sherly tau darimana abang dapat foto ini, Abang rasa ini bukan salah faham dan Abang sudah memutuskan untuk mengakhiri hubungan kita." Jawab Pram yakin.


"Engga seperti itu bang, Sherly bisa jelaskan. Sherly cuma temen sama dia. Sherly ketemu dia pas nungguin Abang di taman dulu. Kita cuma temenan." Sherly mencoba menjelaskan.


"Asal kamu ingat Sherly tidak ada laki-laki dan wanita itu berteman. Teman antara laki-laki dan wanita itu ada maksudnya." Pram memandang sembarangan dengan tatapan kosong.


"Abang pamit dulu Sher, Abang minta maaf kalau selama ini kalau Abang punya salah sama kamu, salam buat mamah, papah juga kak Rezha. Maaf Abang ga bisa jagain Sherly." Pram sudah beranjak akan pergi tapi Sherly menahan tangan Pram.


"Bang maafin Sherly, Sherly janji Sherly ga akan menghubungi dia lagi, Sherly ga akan pernah lakuin itu lagi, tapi Sherly mohon maafin Sherly bang. Sherly ga mau putus dari Abang Sherly mau kita sampai nanti bang!" Sherly sudah terisak memohon pada Pram.


Tapi Pram tidak bergeming. Dia tetap pada keputusannya Pram tidak pernah bisa berhubungan dengan orang yang sudah merusak kepercayaannya.


Pram tetap berjalan menuju motornya walau Sherly menahan dan menangis memohon pada Pram.

__ADS_1


Pram menaiki motornya lalu menatap Sherly.


"Sherly, Abang sayang sama kamu. tapi yang perlu kamu tahu, abang tidak bisa dikhianati. Walaupun kamu bilang main-main atau apalah maaf Abang tidak bisa menerima. Mulai sekarang kita berteman saja." Jelas Pram lalu pergi meninggalkan Sherly sendiri.


Sherly menangis sejadi-jadinya. Dia benar-benar menyesal. Pram adalah pria yang baik dia sangat bertanggung jawab pada perempuan yang dipacarinya. Tak sedikitpun Pram minta yang aneh-aneh.


Pram sudah melajukan motornya di tengah keramaian, dia malam ini ingin tidur di rumah orang tuanya.


Pram telah sampai di depan rumahnya terlihat sudah sepi. Bapak dan Ibunya tidak suka nonton TV jadi setelah sholat Isya mereka hanya ngobrol di ruang tamu.


"Assalamualaikum..." Pram mengucap salam.


"waalaikumussalam" bapak Pram membukakan pintu.


"Pram... ada apa pulang malam-malam?" bapak Pram mengajak Pram masuk ke dalam rumah.


"tidak ada apa-apa pak, Pram pengen tidur di rumah saja. Ibu sudah tidur pak?" Pram berjalan beriringan dengan bapaknya.


"Belum ibumu sedang makan bubur kacang ijo. katanya ibu kangen sama kamu makanya bikin bubur." Bapak duduk kembali di kursinya terlihat ibunya berdiri menyambut Pram.


"Masya Allah Pram... kenapa baru pulang? Ibu kangen sama kamu!" ibu memeluk Pram hangat.


"Maaf bu, Pram agak sibuk akhir-akhir ini. Ibu bikin bubur? Pram mau ya bu" Pram membalas pelukan ibunya dan melihat bubur kacang ijo di mangkuk bekas ibunya.


"ya sudah ibu ambilkan dulu duduklah" ibu membawa bekas mangkuknya dan berjalan menuju dapur mengambil burjo di atas kompor.


Rumah memang tempat kembali yang paling nyaman. Selama ini aku bersedih oleh orang yang baru aku kenal tapi melupakan bahwa kebahagiaan itu ada di dalam rumah kota sendiri


"Pram kenapa melamun? ini buburnya" Ibu menyodorkan semangkuk penuh bubur kacang ijo yang merupakan makanan favorit Pram. Apalagi bubur bikinan ibunya yang memakai gula merah, jahe, pandan dan santan asli.


Pram segera melahap bubur itu dan langsung ludes seketika.


"Terima kasih ibu. Masakan ibu memang yang paling enak." Puji Pram terhadap ibunya.


Pram mengembalikan mangkok bekas makannya dan mengambil segelas air putih.


Pram kembali duduk dan mengobrol hangat dengan bapak dan ibunya.

__ADS_1


__ADS_2