
Mereka ngobrol tentang kegiatan masing-masing, hingga tak terasa waktu sudah sore.
"Sher, udah sore nih Abang mau sholat Ashar dulu ya ke masjid depan situ" Kata Pram.
"Ya udah bang Sherly juga pulang ya, takut kemaleman." Jawab Sherly sambil membereskan bekas sampah bungkus makanan yang barusan mereka makan.
"Kamu tunggu sini ya, Abang sholat dulu nanti Abang anterin kamu pulang" kata Pram sambil beranjak dari duduknya.
" Tapi kan bang, Sherly bawa motor?" Kata Sherly bingung.
"Ga papa kita bawa motor kamu nanti Abang pulangnya naik bis, Abang tidak mau kamu pulang sendirian apalagi ini malam senin jalanan rame." Jawab Pram.
"Ya sudah kalau Abang tidak keberatan dengan senang hati karena masih akan banyak waktu yang bisa kita habiskan berdua" Sherly duduk lagi di taman dan menunggu Pram sholat di masjid terdekat, Sherly tidak ikut karena dia sedang berhalangan.
Setelah beberapa saat menunggu Pram datang lagi sudah memakai celana panjang dan jaket Pram pulang dulu ke barak untuk berganti baju karena jarak ke rumah Sherly cukup jauh Pram tidak mau memakai celana pendek.
"Yuk berangkat keburu malam tidak enak sama tetangga Sherly." Pram menggandeng tangan Sherly menuju parkiran.
"Bang, kenapa gitu Abang mau nganter Sherly kan biasanya juga Sherly pulang sendiri." Tanya Sherly dari belakang tubuh Pram setelah mereka jalan dengan motornya.
"Abang khawatir Sher, kamu memang biasa sendiri tapi Abang akan khawatir kalau membayangkan kamu naik motor sendirian dijalan seramai ini." Pram mempercepat laju motornya.
Setiap malam senin jalanan dari Batalyon menuju rumah Sherly memang selalu ramai karena rumah Sherly adalah jalan menuju ibukota. Sehingga orang-orang yang sedang libur kerja akan kembali bekerja pada keesokan harinya memenuhi jalanan.
" Sher mau makan apa? Sebelum pulang harus makan dulu!" Tanya Pram saat melewati beberapa warung makan.
"Itu bang, Sherly pengen makan seafood yang di bunderan" pinta Sherly.
"Ok kita kesana, berarti lewat jalan kota saja ya" Pram melajukan motornya ke arah warung seafood yang dimaksud Sherly. Pram sudah tahu tempatnya karena itu tempat makan terkenal di kota tersebut.
Pram dan Sherly memasuki warung makan dan memesan menu seafood campur yang dimasak asam manis.
__ADS_1
Tempat makan itu sangat ramai, selain rasanya yang enak harganya terjangkau untuk kalangan remaja dan tempat makannya juga bersih dan nyaman.
Pram memilih tempat yang cukup untuk duduk dua orang, kebetulan ada yang baru selesai makan.
Setelah pesanan datang mereka makan dengan tenang dan tidak banyak mengobrol hanya sesekali bertukar makanan walaupun sebenarnya mereka bisa mengambil makanan itu sendiri.
Pram dan Sherly sudah selesai makan, Pram langsung mengantar Sherly pulang. Setelah sampai dan memberi salam kepada orang tua Sherly, Pram langsung pamit pulang karena waktu memang sudah malam. Pram menunggu bis untuk pulang ke asrama kembali.
••••
Setahun berlalu hubungan Pram dan Sherly pun semakin serius, Pram sudah sangat dekat dengan orang tua Sherly, dan Sherly pun sudah beberapa kali ke rumah orang tua Pram.
Sherly adalah gadis sederhana yang manis, banyak pria yang mendekatinya, selain wajahnya yang cantik dan manis Sherly anaknya supel mudah bergaul.
Sedangkan Pram, cowok ganteng dengan badan yang kekar perutnya penuh roti sobek yang terjaga, Pram suka olahraga dia selalu memperhatikan fisiknya karena sebagai prajurit Pram tidak boleh cepat lelah. Latihan hampir setiap hari belum lagi kalau harus UST ke hutan membuat dia tidak boleh sakit. Dengan wajahnya Pram bisa saja mendekati cewek lebih dari satu karena pesona nya.
Tapi itu tidak ia lakukan Pram ingin hanya ada satu nama di hatinya. Pram sangat yakin bahwa Sherly adalah cewek yang setia yang mampu menjaga cintanya hingga mereka menikah nanti.
Hingga suatu ketika Pram sedang santai di barak dengan senior dan adek-adek letting nya. Seperti biasa mereka main PS atau ludo di HP mereka.
Pram main ludo dengan seniornya sekedar hiburan dan melepas lelah. Mereka main dengan hukuman bagi yang kalah. Bisa berupa bedak tabur atau dengan push up dan sit up.
"Pram sini HP kamu. Ayo main ludo sama Abang, nanti yang kalah push up ya" ajak senior Pram sambil senyum mengejek.
Pasti kamu bakal kalah lihat saja sampe elek kamu nanti nanti Abang push up in. Batin Sertu Rendy seniornya Pram.
"Ok bang, siapa takut. Walaupun Abang senior kalau kalah tetap push up ya" ancam Pram
"Udah cepetan sini HP kamu" Rendy menarik HP Pram dari tangannya lalu menyalakan kuncinya untuk masuk aplikasi ludo.
"Pram ini cewek kamu?" Tanya Rendy pada Pram setelah berkerut keningnya melihat foto pada wallpaper HP Pram.
__ADS_1
" Ya iyalah bang, masak saya pake wallpaper pacarnya Bayu?" Jawab Pram sambil menunjuk Bayu adek lettingnya. Ia aneh dengan pertanyaan Abang lettingnya itu.
" Wah wah ga bener kamu tu Pram masak iya sih kamu pacaran ma satu orang dengan lettinganmu sendiri?" Jawab Sertu Rendy menggelengkan kepala.
"Maksud Abang apa?" Tanya Pram belum ngerti maksud seniornya itu.
" Kemarin Abang pinjem laptop si Dika lettingan kamu kan?" Tanya Rendy
"Serda Dika? Iya bang, lettingan saya apa hubungannya laptop Dika sama Sherly?" Tanya Pram
"Bener berarti Abang ga salah orang tadi abang pikir cuma mirip, ternyata ini juga Sherly. Kamu ga tahu? Kan Dika juga pacarnya Sherly. Di laptopnya penuh foto Dika berdua ma Sherly kok" terang Rendy
Pram langsung gemetar dia masih belum yakin dengan ucapan Abang nya. Tapi dia juga takut kalau sampai itu kenyataan. Ada rasa ngilu menjalar di hatinya tapi berusaha tenang.
"Ah iya kah bang? Ya udah saya ganti dulu wallpapernya. Trus kita lanjutin main ludonya" Pram mengambil HP-nya dan mengganti wallpaper dengan gambar macan.
Pram main ludo lawan seniornya tapi kalah terus hingga dia harus beberapa kali push up. Dia kalah karena pikirannya masih tertuju sama Sherly dan Dika lettingannya.
Selesai main ludo dia menelpon Dika mau pinjem laptopnya. Pram mau meyakinkan bahwa yang diucap seniornya adalah kesalahpahaman.
Tut..tut...
"Halo mas ada apa?" Tanya Dika
"Mas ada dimana?" Jawab Pram dengan pertanyaan juga.
" Di kompi mas biasa lagi bikin surat" jawab Dika.
"Bagus, lagi bawa laptop kan saya pengen pinjem bentar mau mindahin lagu ke HP" Pram mencari alasan supaya bisa meminjam laptop Dika
" Ok kesini aja ya" jawab Dika dan langsung menutup telpon.
__ADS_1