
Pram keluar dari barak dan berlali mengelilingi beberapa barak. Karena sudah tengah malam suasana sangat sepi. Pram menyukai keheningan. Dia duduk sebentar di kursi taman barak. Menikmati gelap malam dan wangi embun yang mulai membentuk kristalnya pada permukaan.
Pram memejamkan matanya, menghidup nafas dalam melepaskan semua beban dan membiarkan udara malam menyentuh, meresap dingin kedalam tubuhnya. Setelah keringatnya kering Pram masuk kembali ke dalam baraknya dan mencuci muka serta mengganti bajunya yang basah keringat.
Setelah dirasa dirinya lelah dia memejamkan mata dan terlelap tidur. Lari dimalam hari adalah kebiasaan Pram saat ia kesulitan tidur.
Dengan berlari tenaganya akan terkuras dan tubuhnya kelelahan, tapi ini akan membuat ia terlelap tidur dan bangun dalam keadaan bugar.
Pram bangun tepat saat adzan subuh berkumandang, Pram bergegas bangun dan mengambil air wudhu serta mengganti pakaiannya dengan baju koko dan sarung lalu pergi ke masjid.
Setelah pulang dari masjid Pram mandi dan bersiap menggunakan seragam lengkapnya dan bersiap upacara hari senin. Sebagai Danru ia harus menyiapkan regunya dengan rapih.
Selesai upacara seluruh anggota memulai aktivitasnya masing-masing sesuai dengan jadwal, sebagian berlatih menembak, sebagian kembali piket jaga. Ada juga yang di kirim sebagai barisan pengamanan yang mengamankan presiden karena hari ini rencananya ada kunjungan kerja presiden.
Pram masuk dalam anggota yang hari ini PAM RI 1, setalah apel pengecekan anggota Pram dan anggota lainnya bersiap menaiki truk TNI dengan gagahnya.
Kunjungan kerja presiden saat ini adalah sebuah kampus swasta di kota sebelah. Ada peresmian fakultas baru yang langsung diresmikan oleh orang nomor satu di Indonesia.
Setelah sampai Pram menyiapkan pasukan di tempat masing-masing dan mulai bersiaga karena sebentar lagi presiden akan datang.
Pram terlihat begitu gagah dengan seragam lengkap dan HT di tangannya.
Beberapa jam setelahnya kunjungan telah usai, pasukan diistirahatkan untuk makan siang dan melaksanakan ibadah bagi yang menjalankan. Mereka dikumpulkan di lapangan kampus.
Pram memilih ke mushola kampus itu untuk sholat terlebih dahulu karena waktu sudah masuk sholat Dzuhur. Pram melewati beberapa kelas dan taman untuk sampai ke mushola yang ditunjukkan satpam kepadanya tadi.
Pada saat berjalan menuju mushola, matanya tertuju pada serombongan mahasiswi yang sedang duduk di taman kampus. Matanya mengawasi seseorang yang sepertinya Pram kenal.
Cewek itu mirip sekali dengan Linda, tapi Linda kan pakai jilbab rapih, bahkan selalu memakai kaos kaki dan baju yang sangat sopan. Tapi cewek itu? Pram mengingat-ingat.
Wajahnya sama persis dengan Linda tapi penampilannya 180° berbeda. Cewek ini begitu seksi dengan seragam kampusnya, dia tidak mengenakan jilbab dan duduknya juga asal sehingga bisa terlihat kaki bagian atasnya karena rok yang terangkat.
Pram sembunyi di balik tembok saat gadis itu menoleh ke arahnya. Pram putar balik dan mencari jalan lain agar tidak melewati rombongan mahasiswi itu.
__ADS_1
Pram telah selesai sholat dan kembali ke pasukannya untuk makan siang sebelum kembali ke asrama.
Setelah semua selesai makan dan istirahat dianggap cukup semua pasukan Kembali lagi ke asrama.
Di dalam truk para prajurit sedang mengobrol untuk membunuh waktu perjalanan membutuhkan waktu kurang lebih satu jam. Sesekali mereka tertawa mendengar cerita temannya yang lucu. Pram memilih terdiam dipojok.
Sementara anggota disampingnya sedang mengobrol dengan temannya. Mereka asyik membicarakan gadis-gadis yang tadi mereka. temui di kampus itu.
"Lex tau ga di kampus tadi ada cewek saya." Kata anggota yang bernama Hendri pada Alex lettingannya.
"Iya kah? Terus kamu tadi bertemu dengannya?" Tanya Alex pada Hendri.
"Engga lah malas, Linda hanya nemeuin gue kalo dia butuh duit aja. Saya kan macarin dia cuma buat seneng-seneng. Ngapain kuga gue biayain hidup dia. Kurang kerjaan!" Jawab Hendri santai.
Deg..
Pram denger nama Linda dan perkataan Hendri jadi inget dengan Linda yang kemarin mengajaknya belanja dan menguras kartu debitnya.
Mungkinkah Linda yang sama? Batin Pram.
Pram ikut mengintip memastikan apakah Linda yang dimaksud adalah Linda yang ia
kenal.
Ternyata benar Linda itu sama dengan orang yang tadi dilihatnya ditaman. Tanpa kerudung dengan rambut menyerupai singa, coklat kemerahan.
Astaghfirullah. Jadi dia pacar bawahan saya. Hmmm. Batin Pram.
"Ih Linda itu maksudmu Hen?" Tanya Alex
"Iya emang kamu kenal?" Tanya Hendri karena Alex menunjukkan ekspresi mengejek.
"Hen, Hen... Cuma orang bodoh yang ga kenal dia dilingkungan asrama. Dia itu cewek bergilir buat om-om" terang Alex yang membuat buka hanya Hendri tapi juga Pram tertegun. Kaget dan tidak menyangka.
__ADS_1
Apalagi Pram yang melihat Linda sedemikian sopan dan tertutup auratnya. Linda yang setiap telepon selalu mengingatkan sholat dan ngaji. Yang tadinya membuat Pram ragu untuk mempermainkannya karena kesopanannya ternyata adalah seorang *******.
Truk telah sampai di Asrama. Pasukan berbaris rapih sebelum bubar kembali ke tempat masing-masing untuk melakukan pengecekan.
Pasukan yang berangkat harus sesuai jumlahnya dengan pasukan yang pulang. Itulah gunanya pengecekan.
Setelah apel kembali selesai, Pram kembali ke barak dan mandi badannya terasa lengket dan bau.
Hp Pram terus saja bergetar yang ternyata adalah panggilan dari Linda.
Ya ampun ini orang kenapa sih teleponin saya terus. Batin Pram kesal
Pram mengangkat telepon yang terus berdering dengan enggan.
Pram: "halo assalamualaikum" jawab Pram.
Linda: " Waalaikumussalam, bang apa kabar? " Sapa Linda diseberang telepon.
Pram: " Kabar baik Lin, ada apa?" Tanya Pram acuh karena merasa tidak ada lagi urusan dengan Linda.
Linda: "Abang sudah sholat?" Tanya Linda lemah lembut seperti biasa.
Kalau aku cuma mendengar obrolan mereka tadi aku tak akan percaya, walaupun ditunjukkan fotonya pun aku tetap ga percaya itu kamu. Tapi setelah melihat sendiri penampilanmu dikampus....
Pram: " sudah Lin. Sholat itu urusan saya dengan Tuhan saya. Tidak perlu kamu ingatkan. Saya tahu apa yang harus saya lakukan" Jawab Pram ketus.
Linda: " Abang kenapa marah gitu sama Linda? Abang marah karena kemarin aku dibelanjain sama Abang?" Tanya Linda penasaran karena tiba-tiba Pram ketus padanya.
Pram: " sudahlah Lin jangan banyak sandiwara. Aku sudah melihat wujud aslimu" sahut Pram menusuk telak.
Linda: " lihat apa bang? Apa maksudnya?" Linda tak mengerti apa yang diucapkan Pram.
Pram: " Sudah jangan pura-pura. Aku sudah muak. Modus kamu!" Tut..tut... Pram mematikan sambungan teleponnya.
__ADS_1
Pram benar-benar muak dan kesal dengan kelakuan gadis itu. Kenapa ia harus berpura-pura sebagai gadis yang alim dan sholeh hanya untuk mendapatkan harta dari laki-laki. Itu membuat Pram bergidik ngeri dan jijik sendiri.