
Pram telah kembali ke Batalyon ia kembali menjalankan dinas seperti biasa dan melupakan sejenak semua tentang wanita. Dia tidak ingin pekerjaannya terganggu.
Setelah seminggu berkutat dengan aktivitasnya tibalah hari sabtu. Hari ini kompi Pram siaga sehingga ia tak dapat pulang.
••••
Di rumah Atikah ada mamah dan papahnya yang selalu mengunjunginya di akhir pekan.
"Gimana Tikah? Ada perkembangan tentang hubunganmu dan Pram?" Tanya mamah Atikah saat mereka sedang makan.
Uhukk...
Atikah tersedak dengan pertanyaan tiba-tiba mamahnya.
"Mah hubungan apa? Kita ga pernah ketemu lagi." Jawab Atikah setelah minum air putih.
Papah dan mamahnya saling pandang.
"Tikah memangnya kalian tidak tukar no HP?" Tanya papahnya heran.
"Tidak, emang buat apa Pah?" Tanya Atikah tak kalah heran.
"Ya ampun Nak, kamu itu polos sekali. Mamah dan papah nyuruh kamu sama Pram kemarin pergi bareng itu supaya kalian saling mengenal. Kenapa sampai nomor telepon saja ga tukeran." Mamah Atikah gemas dengan anak gadisnya.
"Udah sih Mah, buat apa coba. Mas Pram juga udah punya pacar kok. Kemarin kita ketemu di mall." Jawab Atikah cuek.
Mamah dan Papahnya saling pandang lagi. Setau nya Pram tidak punya pacar sudah 4 tahunan.
"Kamu itu ngada-ada aja. Papah sama mamah sudah menyelidiki dulu lah Tikah sebelum mengenalkan sama kamu. Tikah tenang aja pilihan mamah dan papah kali ini tidak akan salah Nak." Jawab mamah Atikah.
Ada gurat senyum di hati Atikah mendengar penjelasan mamahnya. Sejujurnya ia suka pada Pram. Tapi kenyataan kemarin membuat Atikah ragu. Atikah tidak mau dipermainkan karena dia tidak berpengalaman.
"Hmmm mamah sama papah sudah menyelidiki sejauh apa? Apa mamah tau mas Pram sudah punya pacar?" Tanya Atikah masih penasaran.
"Tikah Tikah kamu penasaran juga kan? Sekarang jawab mamah dengan jujur, Tikah suka ga sama Pram?" Tanya mamah Atikah terang-terangan sambil menggeleng-gelengkan lucu sendiri dengan anaknya.
Atikah diam saja. Menurutnya tidak perlu menjawab orang tuanya sudah sangat mengenal dirinya.
__ADS_1
Atikah pernah jatuh cinta sekali dalam hidupnya, dengan kakak tingkatnya kala di meja kuliah. Namun cinta pertamanya ini harus kandas ketika pria yang sangat dicintainya itu telah menduakan cintanya.
"Ya sudah nanti papah buat Pram menghubungimu. Aktifkan terus ponselmu dan angkat kalau dia telepon. Balas kalau dia mengirim chat." Perintah papahnya tegas.
Atikah hanya mengangguk pelan. Mereka segera menyelesaikan makan mereka. Atikah membereskan meja makan setelah papah dan mamahnya meninggalkan meja makan.
Papah Atikah segera menelepon seseorang, Atikah tidak tau siapa yang di teleponnya karena hanya samar-samar terdengar kata ya ya.
Setelah beres mencuci piring bekas makan mereka, Atikah duduk di samping mamahnya.
Atikah memeluk mamahnya dari samping dan membenamkan wajahnya ke bahu mamahnya.
"Mah, Atikah sayang sama mamah dan papah." Kata Atikah manja.
Mamah Atikah tersenyum dan mengusap rambut anaknya.
"Tikah Tikah, kalau mahasiswa mu melihat tingkah mu di rumah seperti ini mereka pasti akan tertawa senang. Melihat dosen yang killer ini di rumah begitu manja." Kata mamah Atikah masih mengusap lembut rambut anaknya.
"Hmm mamah..." Atikah cemberut.
"Atikah masih ingin seperti ini mah, seperti gadis kecil mamah yang selalu bahagia. Tikah takut setelah menikah nanti suami Tikah tidak menyayangi Tikah seperti mamah dan papah." Kata Atikah sendu.
"Mamah! Jangan pernah bilang seperti itu. Kita akan selalu bersama walaupun kelak Tikah sudah menikah." Jawab Atikah tegas ketika mamahnya membicarakan tentang kematian.
Atikah sangat dekat dengan mamah dan papahnya. Sejak kecil Atikah jarang punya temen yang dekat. Dia bahkan tidak berteman dengan Pram walaupun sering bertemu waktu kecil. Karena Pram yang kelewat usil waktu itu.
••••
Di tempat lain. Di tempat kerjanya Pram masih terdiam. Dari baru saja mendapat telepon dari om Rudi yang tak lain adalah papah Atikah.
Om Rudi meminta Pram untuk bisa meluluhkan hati anaknya. Om Rudi mengirim sebuah pesan berisi nomor telepon. Pram sudah menyimpannya namun masih bingung mau memulai dari mana mendekatinya.
Ia membuka kontak itu dari akun whatsapp, dilihatnya seorang gadis sedang duduk manis dengan baju formalnya. Sungguh sangat cantik dan dewasa.
Pram sudah jatuh hati, tapi untuk pertama kalinya Pram tidak bisa memulai bahkan untuk ber basa-basi sekalipun pada seorang gadis. Padahal dia adalah mantan playboy ya walaupun cuma di HP, tapi setidaknya Pram bisa membuat cewek-cewek itu betah ngobrol dengannya.
Kenapa semakin dilihat semakin aku tak bisa berpaling Tikah, kenapa matamu menyihirku seperti ini. Aku benar-benar tak punya kekuatan untuk mendekatimu. Batin Pram frustasi memandangi foto Atikah itu.
__ADS_1
Pram tahu Atikah tidak bisa sembarang didekati dengan cara biasa. Pendidikannya yang tinggi membuat dia berkelas dan tidak bisa diluluhkan dengan kata-kata semata.
Jika Pram salah dalam mendekatinya bukan malah jatuh cinta tapi yang ada Atikah akan ilfeel padanya. Pram harus berpikir bagaimana caranya untuk berkomunikasi pertama dengan Atikah.
Setelah lama berpikir akhirnya Pram memberanikan diri untuk mengirim pesan pada Atikah lewat aplikasi WhatsApp.
Bismillah. Batin Pram sambil mengirim pesan.
••••
Tuk...tuk HP Atikah berbunyi dua kali tanda ada pesan masuk. Atikah yang sedang tidur siang namun belum dapat memejamkan mata meraih HP-nya.
Ada notifikasi pesan baru dilayar dari nomor yang baru juga.
Siapa ya? Batin Atikah
"Assalamualaikum Dek, lagi mikirin mas ya?"
*Ha*h siapa ini sok akrab sekali? tanya Atikah dalam hati.
Bentar-bentar yang manggil aku adek akhir-akhir ini kan cuma mas Pram. mungkinkah?? tidak mungkin. Atikah masih berbicara sendiri sambil tersenyum dan memeluk HP-nya.
"waalaikumusalam, siapa ya?" balas Atikah singkat.
"Oh maaf Dek, lupa kamu belum ounya nomorku ya. Ini mas Pram."
Hah cepat sekali di balasnya. hah ternyata benar. Atikah lonjak-lonjak dalam duduk diatas kasur. Ia berguling kekanan dan kekiri diatas kasurnya.
"Oh mas Pram! Ada apa ya Mas?" tanya Atikah singkat.
Ia tidak mau menunjukkan kalau Atikah kesenangan.
....
Tidak ada balasan lagi padahal sudah di read.
Atikah cemberut karena tidak ada balasan dari Pram setelah beberapa menit. Dia meletakkan HP-nya kembali diatas meja di samping tempat tidurnya. Akhirnya Atikah menarik selimut dan memejamkan matanya.
__ADS_1
••••
Pram mendapatkan panggilan dari Danton nya terkait kegiatan anggota esok hari. Pram segera melajukan motornya ke kompi untuk berdiskusi dengan Dantonnya tersebut.