
Orang tua Atikah mengunjungi bapak dan ibu Pram untuk merencanakan perjodohan Pram dan Atikah.
Mereka sudah tidak dapat menunggu, Atikah dirasa sudah cukup dewasa usianya sedangkan bapak dan ibu Pram sudah tidak sabar menunggu lagi karena usia mereka yang sudah terbilang sepuh, ingin segera melihat Pram memiliki pasangan dan segera memberinya cucu.
Akhirnya kedua belah pihak sepakat bahwa pernikahan mereka akan diadakan akhir tahun, masih ada waktu sepuluh bulan untuk mengurus nikah kantor dan persiapan lainnya.
Seminggu setelah pertemuan itu, kedua keluarga sepakat membawa Pram dan Atikah untuk bertemu. Setelah janjian waktu dan tempatnya mereka mengajak anak masing-masing untuk pergi ke restoran lesehan yang sudah mereka reservasi terlebih dahulu.
••••
"Atikah... Hari ini mamah ada arisan dengan teman-teman mamah. Kamu ikut ya! Karena semua membawa keluarganya. Jadi mamah juga ingin membawa papah dan kamu untuk dikenal mereka." Kata mamah Atikah saat memasuki kamar Atikah.
"Hah sekarang mah? Kenapa mendadak sekali?" Tanya Atikah kaget.
"Emangnya kenapa? Bukannya kamu juga tidak punya pacar. Emang mau kemana minggu-minggu begini?" Tanya mamah Atikah sambil meledek putrinya.
"Hemmm" Atikah cemberut saat dibilang jomblo.
Ya aku memang jomblo tapi tak bisakah mamah menjaga perasaan anaknya ini. Guman Atikah.
"Ya sudah jangan ngomel sendiri, kamu mandi dan siap-siap dandan yang cantik karena teman-teman mamah ini orang terpandang semua." Pesan mamah Atikah sambil meninggalkan kamar putrinya.
Apa-apaan sih mamah ini. Masih berguman sendiri sambil membawa handuk ke kamar mandi.
••••
__ADS_1
Ibu Pram menghubungi anaknya lewat telepon karena Pram sudah pamit tidak pulang minggu ini. Pram bilang ada acara lettingannya semalam, jadi siangnya tidak ada kegiatan kan. Pikir ibunya.
"Assalamualaikum, bu ada apa? Tumben telepon." Jawab Pram diseberang telepon.
"Pram hari ini bapak sama ibu pengen makan siang bersama di restoran lesehan yang biasa kakakmu itu lo. Kamu kesana ya. Ibu kangen makan disana bersama-sama." Ibunya berbohong juga pada Pram.
"Tumben bu, biasanya ibu paling susah kalau makan diluar. Makanannya tidak seenak masakan ibu katanya." Pram heran karena ibunya paling susah diajak makan diluar jika tidak dipaksa oleh cucu-cucunya.
"Ga apa-apa Pram. Ibu cuma kangen sama cucu-cucu ibu siapa tau kangennya terobati." Jawab ibu santai.
"Iya bu nanti Pram kesana. Kabari kalau ibu sudah berangkat." Jawab Pram
"Iya nak, ibu tutup teleponnya ya, assalamualaikum."
"Waalaikumusalam" telepon dimatikan.
Maafin ibu nak, ibu hanya ingin kamu segera menikah. Batin ibu memeluk HP-nya.
••••
Karena mereka akan makan siang jadi jam sebelas semua telah siap-siap. Mereka merencanakan sholat Dzuhur di restoran agar waktunya tidak terbuang dan makan tepat pada waktunya.
Ibu dan bapak Pram telah datang menggunakan taksi online. Mereka duduk di mushola terlebih dahulu sambil menunggu waktu sholat.
Pram juga sudah sedang diperjalanan menuju restoran. Ia datang karena baginya permintaan ibunya untuk makan diluar itu adalah sesuatu yang langka dan harus ia turuti, kapan lagi ibunya yang masakannya lebih enak dari restoran manapun itu mau makan diluar.
__ADS_1
Atikah beserta mamah dan papahnya juga dalam perjalanan. Atikah masih saja cemberut karena malas ikut-ikutan dengan acara arisan mamahnya.
"Tikah, senyum dong. Dari tadi manyun terus." Canda papahnya.
"Tikah tuh kalau hari minggu lebih senang baca buku di kamar pah, males tau harus ketemu dengan ibu-ibu yang pastinya rempong. Nanti pertanyaannya semua sama. Atikah kenapa belum menikah? Belum laku ya? Mau ga di jodohkan sama bla bla bla. Sampai hafal Tikah pah." Jawab Atikah nerocoh panjang lebar dengan bibir mungilnya menirukan gaya ibu-ibu.
Mamah dan papah Atikah tertawa mendengar ocehan anaknya tersebut. Memang itulah yang biasa ibu-ibu katakan pada anaknya. namun mereka tidak menanggapi celotehan anaknya.
Mereka telah sampai di restoran dan langsung menuju mushola juga karena mereka belum sholat tadi. Ibu dan bapak Pram sudah masuk restoran karena sudah selesai sholat.
Setelah selesai sholat mamah dan papahnya mengajak Atikah ke tempat yang telah mereka pesan.
"Kok sepi mah? Katanya arisan biasanya rame banget." Tanya Atikah. Tidak kelihatan orang banyak sehingga membuatnya heran, ia sama sekali belum menduga bahwa mamah dan papahnya ada niat terselubung mengajaknya kemari.
Pram, ibu dan bapaknya sudah duduk manis lesehan sambil menikmati minuman yang telah disiapkan pelayan.
Atikah yang melihat ada Pram kaget dan langsung paham maksud orang tuanya.
"Mah kenapa ada mas Pram? Jangan bilang arisannya hanya dengan keluarganya?" Tanya Atikah mulai curiga.
Mamah dan papah nya hanya tersenyum. Tak menjawab pertanyaan Atikah. Mereka segera menyapa keluarga Pram yang Pram tak kalah kagetnya dengan Atikah.
Mereka saling bersalaman dan bertanya kabar seolah lama tidak bertemu padahal para orang tua ini setiap hari selalu terhubung via telepon.
Mereka duduk melingkar dalam satu meja dan para pelayan sudah mengeluarkan semua pesanan mereka.
__ADS_1
Para orang tua asyik mengobrol namun Atikah dan Pram hanya diam membisu. Mereka sibuk dengan pikiran dan dugaannya masing-masing.