
Pram berpikir harus menyelesaikan masalahnya sekarang mau lanjut atau berhenti dengan Sherly, Pram mulai menyelidiki bagaimana Sherly kenal dengan Dika tanpa harus tau dari Dika atau Sherly sendiri.
Pram ingat dulu sewaktu masih kuliah Pram sering ngobrol dengan Wati teman kampus Sherly sekaligus sahabatnya.
Pram mencari kontak Wati dalam HP-nya karena dulu di kampus Sherly sering menghubungi Pram menggunakan ponsel Wati.
Ragu-ragu Pram menghubungi Wati, Pram takut Wati mengadukan pada Sherly dan Sherly malah akan marah.
Pram mencoba basa-basi dulu lewat chat. Dia menyapa Wati dan menanyakan kabar. Tidak di sangka beberapa jam kemudian Wati malah menelepon Pram.
"Assalamualaikum, Wati ya?" Tanya Pram menjawab telpon yang berdering.
"Waalaikumussalam, iya bang ini Wati. Gimana kabarnya bang? Lama ya ga ngobrol" jawab telpon di sebrang.
"Baik, Wati sendiri bagaimana? Sibuk apa sekarang?" Tanya Pram basa-basi.
" Ga sibuk sih bang biasa pengangguran bantu-bantu di bidan deket rumah aja daripada nganggur. Abang masih pacaran sama Sherly?
" Tanya wati
"Masih, tapi ada yang mau abang tanyain sama Wati, bisa ga Wati jangan bilang sama Sherly kalau abang menghubungi Wati?" Tanya Pram memastikan.
"Apa bang? Tanya aja Sherly udah jarang menghubungi Wati kok sekarang" jawab Sherly.
"Wati tau ga Sherly punya pacar lain selain abang?" Tanya Pram hati-hati.
"Ehm gimana ya bang? Kenapa Abang tanya begitu sama Wati? " Wati malah balik nanya sama Pram.
"Soalnya Abang nemuin foto Sherly sama orang lain disini Wati, dan Abang ga salah lihat itu Sherly." Tegas Pram
"Jadi kalau Wati bilang ke Abang emang Abang udah tau ya bukan karena Wati ngadu?" tegas Wati
" Ia udah cerita in semuanya" pinta Pram.
"Dulu pas masih kuliah Sherly ke Asrama Abang niatnya mau ketemu ma Abang, tapi kata Sherly dia di ajak kenalan gitu sama cowok, tentara juga. Mereka kenalan trus malah cowok itu nembak Sherly, mereka pacaran juga kayaknya bang sering main bareng kalau pulang kuliah Sherly suka dijemput ma cowok itu. Tapi Wati ga tau siapa nama cowoknya. Pas Wati kasih tau kalau Sherly sudah ada Abang dan tidak boleh main-main dengan cowok lain lagi malah Sherly marah sampai sekarang. Bahkan saat Wati menikahpun Wati mengundang Sherly dia tidak datang sama sekali. jawab Wati
Pram kaget dengan cerita Wati. Jika mereka pacaran dari Sherly masih kuliah berarti itu udah setengah tahunan dan Pram baru tau? Pikir Pram
"Bang? Kok diem aja? Dengerin aku engga?" Tanya Wati
"Eh iya Wati makasih ya infonya, tenang aja Abang ga bakal bilang abang telepon Wati. Makasih ya infonya Abang tutup dulu." Pram lalu menutup telponnya.
Pram kesal, marah dan kecewa dengan sikap Sherly. Ini kedua kalinya Pram dikhianati hatinya lebih sakit daripada dengan Hayati dulu.
__ADS_1
Pram sudah terlanjur menggantungkan mimpinya bersama kekasihnya itu.
Tring... Tring....
Ponsel Pram berbunyi, ternyata Sherly yang telpon.
"Assalamualaikum... Sher?" Jawab Pram
"Waalaikumussalam.. bang? Kok udah beberapa hari ga ngasih kabar ke Sherly sih? Abang apa kabar?" Tanya Sherly.
" Ga papa Abang masih agak sibuk, nanti sore Abang ke rumah ya?" Jawab Pram
"Beneran bang? Yaudah Sherly tunggu ya. Sherly udah kangen sama Abang. Bye..." Jawab Sherly senang
Pram menutup teleponnya dengan Sherly, Pram sudah memutuskan akan putus saja dengan Sherly daripada Pram merasa sakit hati.
Pram salat dhuhur ke masjid, dan setelah Ashar Pram berniat ke rumah Sherly untuk menyelesaikan masalahnya.
Pram pulang dari masjid mampir ke barak Dika. Pram ingin tahu kelanjutan hubungan Dika dwngan Sherly.
Pram membelokkan motornya dan parkir di parkiran barak lalu masuk ke dalam. Pram melihat sekeliling namun tidak menemukan Dika di sana.
Pram menghubungi Dika melalui HP-nya.
"Halo ya mas?" jawab Dika di ujung telepon.
"Dika lagi dimana?" tanya Pram
"lagi beli makan diluar mas ada apa?" jawab Dika
"Ga papa sih, udah mau pulang belum? saya di barak kamu." jawab Pram.
"Iya bentar lagi pulang" Dika memutuskan sambungan teleponnya dan bergegas pulang ke asrama lagi.
Dika segera menaiki motornya dan melesat menuju asrama.
sampai di barak Dika mencari keberadaan Pram. Ternyata sudah duduk di ranjangnya.
"Ada apa mas? tumben nyari saya?" Tanya Dika bingung karena tidak biasanya Pram mencari Dika. Walaupun satu letting dengan Pram mereka jarang berkumpul.
"Ga papa mas. Pengen main kesini aja soalnya di barak ga ada orang." Jawab Pram santai.
Pram tiduran di kasur Dika. Sementara Dika mulai membuka bungkusan makanannya.
__ADS_1
"Mas sini makan bareng, kamu belum makan kan?" Tawar Dika.
"Kamu tuh Dik, di dapur aja dimasakin makanan sehat kok pilih makan diluar keluar uang" cetus Pram.
"Bosen lah mas makanan ga ada rasanya gitu." Jawab Dika sudah mulai mengunyah makanannya.
"Makanya coba dulu makan ke dapur baru protes. Makanan di dapur itu sudah standar gizi. Masaknya bersih dan kita tahu bahan yang dipakai." Pram menasehati.
"Arhh jadi kamu kesini cuma mau nyeramahin aku mas?" Dika kesal karena Pram terus saja nyorocos.
"Hahaha ya sudah lanjutkan makanmu. Aku sudah makan tadi di dapur." Jawab Pram memejamkan matanya.
"Dik kamu masih jalan sama pacar kamu itu?" Tanya Pram tiba-tiba.
"Hah? Pacal yang ana mah?" Dika menjawab sambil makanan panas penuh dimulutnya.
"Huft jorok kamu tuh. Abisin dulu itu makanan baru ngomong. Emang pacar kamu ada berapa sih?" Tanya Pram karena Dika malah bertanya pacar yang mana.
"hehehe" Dika menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan menelan makannanya dulu.
"Kamu kan tau Pram pacar saya banyak. Ya saya nanya pacar yang mana?" jawab Dika asal.
Dika memang berbeda dengan Pram. Dia banyak memiliki kekasih sebagai obat kesuntukan kata Dika dulu. Karena Dika adalah orang oulau seberang jadi hanya pulang setahun sekali.
" Yang waktu itu kamu pake screen picture di laptop kamu" Pram mulai menyelidiki.
"Oh si Sherly? Engga lah mas, dia matre. Belum apa-apa sudah minta belanja ini itu. males saya." jawab Dika
Deg.
Berarti selama ini bukan hanya padaku saja Sherly minta dibelanjain. batin Pram.
"Oh gitu? Udah lama putusnya Dik?" Selidik Pram lebih dalam.
"Belum sih, paling sebulan yang lalu lah.jawab Dika.
" oh begitu?" Pram hanya menjawab oh.
"Kenapa mas? kamu suka sama dia?" Tanya Dika polos.
"hah? aku? kalau aku suka gimana?" Tanya Pram.
"jangan mas, saya ga suka bukan karena dia mantan saya. tapi saya tidak mau kamu jadian sama cewek kayak gitu." jawab Dika lalu menghabiskan makannya.
__ADS_1