Lembah Hijau

Lembah Hijau
Episod 18


__ADS_3

Pram sudah pulang dari tempat gym.


Drtt....drrttt....


Hp Pram bergetar tanda ada pesan masuk, Pram membuka HP-nya ternyata pesan dari Linda.


Tumben


Dibukanya pesan itu


Linda : bang, ada waktu ga? Bisa temani Linda belanja? Linda ada barang yang harus dibeli.


Pram : belanja kemana? Kapan?


Linda : nanti hari minggu bang, ke mall of city aja.


Pram : ok nanti Abang jemput.


Linda : ga usah bang, kita ketemu langsung di mall aja. Sampai ketemu nanti!


Pram : ok


Tumben Linda ngajak ketemu duluan. Padahal seingat Pram kemarin baru mereka bertemu dan mereka biasa aja tidak ada yang di obrolkan. Menurut Pram Linda sangat pendiam dan pemalu. Itu membuat Pram tidak tega untuk meneruskan main-mainnya.


Ah sudahlah ngapain juga aku pikirin. Selama ini orang yang aku sayang juga tidak pernah memikirkan perasaanku.


Pram menyimpan HP-nya mengambil handuk dan mandi. Karena sebentar lagi adzan magrib. Pram ingin sholat berjamaan di masjid batalyon sekalian apel malam.


Batalyon tempat Pram mewajibkan setiap anggotanya untuk taat dalam agama yang dipeluk masing-masing anggota. Bagi umat muslim untuk sholat magrib dan ashar harus di masjid dilanjutkan apel malam. Bagi yang selain islam apel dilakukan di halaman dekat dengan masjid.


Bukan hanya umat islam bagi yang kristenpun ada suatu ruangan yang dipakai sebagai gereja pada hari minggu. Tidak hanya umat kritiani dalam asrama tapi masyarakat luar yang akan beribadah juga diperbolehkan.


Sesama anggota saling menghormati agama masing-masing tidak ada saling mengejek namun saling memberikan kesempatan beribadah.


Pram beruntung dalam kesatuan yang begitu penuh kekeluargaan. Anggota yang saling membantu tanpa memerdulikan asal agama, suku, dan daerah asal anggota lain.


Selesai apel Pram kembali ke barak dan memilih tiduran sambil memainkan ponselnya.

__ADS_1


Tiba-tiba Dika sudah ikutan duduk di samping Pram. Pram kaget karena ada orang yang duduk di sebelahnya.


"Astaghfirullah ngagetin aja mas" sentak Pram


"Hehehe sorry" Dika nyengir lalu ikut rebahan dengan kepala di arah kaki Pram.


"Ada apa tumben kesini?" Tanya Pram. Dika dan Pram memang satu litting tapi mereka jarang bersama karena memang beda kompi.


"Ga papa mas. Lagi kesel aja di barak ga ada temen. Mau numpang tidur disini ya". Tanpa menunggu persetujuan dari Pram, Dika sudah memejamkan matanya.


"Dasar lettingan gendeng!" Guman Pram, dipan Pram memang hanya muat untuk satu orang apalagi badan mereka yang tinggi besar.


Pram memilih tidur di kasur sebelahnya. Kasur milik adek lettingnya yang sedang main hp di atas kasur.


"Dre pinjam kasurnya sebentar ya ada pengganggu di kasur Abang nih." Andre adik lettingnya Pram hanya bisa mengangguk pasrah karena mana berani membantah.


Pram sebenarnya bukan senior atau atasan yang suka mengganggu adik lettingnya, dia sopan dan baik. Tidak seperti anggota lain yang seenaknya kepada adik lettingnya.


Makanya kalau hanya sekedar meminjam kasur saja Andre tidak akan keberatan, dia memilih keluar untuk bergabung dengan teman-temannya yang lain karena memang belum mengantuk.


Tapi tak lama kemudian Pram juga ikut tertidur karena lelah dengan kegiatannya hari itu. Dia sudah tidak mendengar HP-nya berbunyi berkali-kali panggilan dan pesan dari beberapa cewek yang sedang didekatinya.


Biasanya setiap malam Pram bergiliran telepon dengan cewek-cewek nya. mungkin ada empat atau lima Pram sendiri lupa.


Saat ini telepon bursahutan berbunyi, merasa terganggu juga akhirnya ia mensilent HP-nya dan melanjutkan tidurnya.


Setelah lama tertidur Pram bangun karena badannya sakit semua, walaupun tidur di atas kasur yang sama tapi Pram merasa kasur adek lettingnya ini terlalu keras karena jarang di jemur.


Pram bangun melihat ke arah kasurnya sendiri, ternyata Dika sudah pergi. Dia pindah ke kasurnya sendiri.


Pram mengecek HP-nya ternyata sudah jam sebelas malam. Banyak panggilan masuk dari tiga orang berbeda. Ada panggilan dari Linda, Lia juga Sherly.


Hah Pram membelalakkan matanya. membaca sekali lagi nama yang terpampang di layar HP-nya.


Huh untuk apa dia menghubungiku lagi. sudah tidak ada rasa lagi baginya.


Pram meletakkan HP-nya kembali ke atas meja di samping kasurnya, Pram berdiri hendak mencari makanan karena perutnya meeasa lapar.

__ADS_1


Tiba-tiba teleponnya kembali berdering


Sherly lagi untuk apa lagi sih. aku sudah malas.


Pram tidak memperdulikan HP-nya Pram melihat lemarinya apakah ada sisa snack yang bisa ia makan ternyata hanya ada tiga bungkus mie kuah di sana.


Ah tinggal ada mie malas sekali masaknya.


Pram menutup lemarinya kasar dan keluar dari barak. Andre masih main ludo dengan anggota lain yang pada asyik begadang.


"Apa kalian tidak ada yang lapar malam-malam gini?" Tanya Pram pada orang-orang yang sedang asyik sendiri itu.


"Bang Pram udah bangun?" Tanya Andre melihat Pram sekilas.


"Ranjang kamu bau sekali Dre betah w kali kamu tidur di ranjang begitu, mana kasurnya jarang kamu jemur ya! badanku sakit semua" Pram menggerakkan badannya kekiri dan kekanan.


"Hehehe mana ada Bang, remaja yang rajinnya kayak Abang?" Tanya Andre sambil nyengir dibilang jorok oleh Pram.


Soal kebersihan memang di barak Pram juaranya. Dia yang selalu cerewet pada junior juga bawahannya. Semua demi kebaikan bersama agar barak yang mereka tempati menjadi nyaman, sehingga mereka bisa istirahat dengan tenang. Jika mereka istirahat dengan nyaman maka tubuhpun akan kembali bugar saat mereka kembali beraktivitas.


"Saya lapar pak, mau bikin mie tapi lupa beli tadi sore." jawab salah seorang prada.


"Bagus!! Saya punya tiga bungkus mie di lemari. Sana ambil terus kamu masak." Jawab menunjuk lemarinya.


"Diki di lemari saya juga ada dua mie. nitip sekalian ya!" Jawab Andre menimpali.


"Hadeh... siap pak laksanakan." Prada yang bernama Diki itu melaksanakan perintah atasannya tersebut.


Pram duduk di kursi bekas Diki dan melanjutkan permainan Diki. Pram tahu Diki sangat jago dalam permainan ludo. jadi tidak mungkin dia kalah dan akan terbebas dari hukuman.


Selang lima belas menit Diki datang membawa nampan berisi lima mangkok mie. sangat pas dengan jumlah mereka.


Semua berebutan makan mie tersebut padahal tanpa harus rebutan pun mie itu memang cukup untuk lima orang.


Setelah selesai makan mie semua kenyang dan mengantuk. Mereka hanya sanggup bedagang sampai jam sebelas. Karena besok kegiatan yang menanti mereka sangatlah padat. Mereka harus menjaga stamina sendiri jika tidak ingin sakit dan merepotkan orang paling bungsu di barak itu.


Siapapun yang sakit di barak yang akan mengurusi adalah Prada paling bungsu, yaitu Prada yang paling akhir masuk ke Batalyon.

__ADS_1


__ADS_2