Lembah Hijau

Lembah Hijau
Dia


__ADS_3

Pram sudah beberapa bulan disatuan, sudah mengikuti tradisi anggota baru maka sudah sah menjadi anggota satuan tersebut.


Pram dengan cepat dapat beradaptasi dengan satuannya. Ia menjadi Danru di Kompinya. Jabatan yang biasa didapat Bintara baru saat berada di Batalyon Infantri.


Ia menjadi Danru yang baik bagi anggotanya. Ia selalu bisa menyelesaikan masalah yang terjadi pada regunya. Dan menjadi tempat yang nyaman bagi anggotanya untuk berkeluh kesah.


Hari-hari telah berlalu. Tiba hari ini hari pertama ia mendapat Ijin Bermalam.


Rencananya Pram mau pergi periksa kesehatan dulu karena ada berkas yang harus ia penuhi. Setelah apel IB iapun berangkat ke rumah sakit TNI di kota.


Ia melajukan motor gedenya ke kota tempat rumah sakit itu berada tidak terlalu jauh dari Batalyonnya.


Sesampainya di rumah sakit ia bergegas masuk dan mencari-cari ruangan untuk test kesehatannya, ia sudah celingak celinguk mencari tapi tidak menemukan juga.


Akhirnya Pram memutuskan untuk bertanya pada bagian resepsionis.


"Sus ruang periksa kes dimana ya?" Tanya Pram pada gadis yang sedang menulis di meja resepsionis rumah sakit itu.


"Oh disana bang belok kanan lurus aja terus nanti ada ruangan di ujung" jelasnya sambil menunjuk ke arah ruangan yang di maksud.


"Hehehe boleh kali kalo suster nganterin saya bentar?" Pram memperlihatkan mata kelinci ke gadis tadi sambil memasang muka memohon


"Hadeh bang jangan panggil saya suster ya, saya masih mahasiswi baru praktek disini, ya sudah yok dianter asal jangan minta gendong aja" gadis itu manyun tapi tetep mau mengantar Pram ke tempat yang dimaksud.


"Makasih dek, kamu baik deh nanti abis cek kes aku tlaktir makan siang deh" ucap Pram sambil tersenyum pada gadis itu setelah sampai pada ruangan yang dimaksud.


Lumayan kan buat nemenin makan daripada sendirian kayak orang ilang. Batin Pram.


"Ok bang! Ati-ati ya jarumnya gede 😂😂" gadis itu membuka pintu ruangan dan menyilahkan Pram masuk lalu menutup pintu kembali sambil godain Pram setelah masuk.


Sialan udah tau gue takut ma jarum malah di takut-takutin itu anak minta di jitak emang. Batin Pram


Pram masuk dan mulai melakukan beberapa test, ternyata benar kata gadis tadi jarum untuk ambil sampel darah lumayan gede membuat Pram sedikit keluar kringat dingin.


Busyet dah emang gede bener ini jarum sampe ngilu ke hati gini diambil darah aja. Maki Pram dalam hati

__ADS_1


Setelah selesai serangkaian test Pram keluar dari ruang perikasa dan mengucapakan terimakasih kepada yang telah memeriksanya. Ia berjalan kembali menuju tempat resepsionis tadi untuk mencari gadis yang tadi ditemui karena sudah berjanji akan menlaktir makan siang. Pram clingukan mencari gadis tadi.


Matanya membulat ketika melihat gadis tadi melambaikan tangan ke arahnya tapi sudah bawa pasukan bodrek sejumlah lima orang.


Waduh mampus gue bawa pasukan dia. Untung abis gajian. Batin Pram.


"Eh dek ayok tadi kan aku sudah janji mau nlaktir makan siang" Pram membalas lambaian tangan gadis tadi.


"Tidak apa-apa kan bang aku bawa temen, kasian mereka bang belum dapat kiriman uang dari ortunya maklum anak kos" gadis itu nyengir kuda merasa tak berdosa.


Pram hanya tersenyum mengangguk.


Tidak apa-apa untung cantik. Batin Pram.


Mereka berjalan bersama keluar rumah sakit menuju kantin di samping gedung. Tempat ini tempat biasa karyawan rumah sakit makan siang.


" Mau makan apa de?" Pram bertanya pada kelima gadis itu


"Itu bang makan soto disitu aja enak kok sotonya" jawab gadis tadi menunjuk salah satu warung soto yang cukup ramai pembeli. Diantara warung lain memang warung itu yang paling ramai.


Sambil menunggu pesanan datang, Pram membuka obrolan dengan para mahasiswi itu.


" Eh by the way namanya siapa dek?" Tanya Pram membuka obrolan.


"Hah Sher emang kalian ga saling kenal?" Tanya salah satu gadis.


Gadis yang bernama Sherly itu nyengir merasa tanpa dosa.


"hehehhe belum" Jawabnya singkat.


"Saya Sherly bang, yang ini Vita, yang ini Wati, ini Nur, dan yang satu lagi itu namanya Pipit" ucap gadis yang ternyata bernama Sherly itu.


"Oh saya Pram, Pramuda Anggara" jawab Pram sambil menyalami satu satu dari mereka.


Setelah makanan datang mereka makan sambil ngobrol-ngobrol mengenai tempat mereka kuliah tak lupa Pram sudah bertukar nomor HP dengan mereka.

__ADS_1


Selesai makan mereka pamit karena masih ada jam dinas di rumah sakit sedangkan Pram pamit pulang karena memang urusan di rumah sakit sudah selesai.


Pram menuju parkiran mengambil motor gedenya dan bergegas mencari masjid untuk salat dhuhur waktu sudah menunjukan pukul 12.00 siang.


••••


Pram sudah sampai rumah, rumahnya kosong untung keluarga itu sudah saling tahu di mana menyimpan kunci sehingga Pram tetap bisa masuk ke dalam rumah. Ia bergegas menuju kamarnya untuk istirahat sejenak.


Pram berbaring di tempat tidur kedua tangannya dipakai untuk bantal dia tersenyum sendiri mengingat gadis yang ditemuinya di rumah sakit tadi.


Pram melihat hp-nya dan mencari kontak Sherly di akun whatsapp dilihatnya foto profil kontak tersebut.


Manis juga gadis ini anaknya supel dan mudah diajak gaul. batin Pram.


Pram senyum-senyum memikirkan gadis itu sampai tahu tahu dia sudah terlelap dalam mimpi.


Waktu sudah menunjukkan Ashar Pram bergegas bangun dan siap-siap ke masjid depan rumahnya ternyata bapak dan ibunya juga sudah pulang.


"Sejak kapan sampai rumah Pram? kami baru pulang dari rumah bulekmu" tanya bapak pada Pram.


"Tadi siang pak sebenarnya dari pagi cuma tadi Pram ke rumah sakit sebentar cek kesehatan." Jawab Pram sambil bersalaman dan memeluk bapaknya.


"Loh kok ke rumah sakit segala emang kamu sakit apa?"tanya ibu Pram dari arah dapur bergegas melihat anaknya


"Tidak apa-apa bu cuma cek kesehatan untuk syarat di Batalyon saja." jawab Pram menjelaskan maksudnya periksa kesehatan di rumah sakit.


"Oh ya sudah kalau begitu sana ke masjid dulu sudah mau qomat." ibu berlalu dan Pram sama bapaknya segera ke masjid.


Ibunya kembali ke dapur menyiapkan makan malam kesukaan putra laki-laki satu-satunya itu.


Ibu Pram memang selalu menyiapkan makanan kesukaan Pram yaitu cumi kiah hitam dan tumis udang setiap Pram pulang ke rumah. Ini merupakan wujud sayang Ibu terhadap Pram anaknya.


Begitupun jika anak perempuannya berkunjung ibu juga akan memasakkan makanan kesukaan mereka.


Ketiga putra-putrinya memang memiliki makanan favorit yang berbeda-beda tetapi ibu selalu dengan senang hati memasakkannya.

__ADS_1


__ADS_2