Lembah Hijau

Lembah Hijau
Episod 41


__ADS_3

Keadaan Atikah mulai membaik, walaupun mereka tidak bisa menemukan orang penyebab kecelakaan Atikah tapi mereka ikhlas. Yang terpenting bagi orang tua Atikah dan Pram adalah keselamatan Atikah.


Mobil Atikah pun sudah mendapat penanganan asuransi, walaupun Atikah trauma untuk mengendarainya kembali. Orang tuanya berencana akan mentukar tambah dengan mobil baru saja jika sudah diperbaiki.


Atikah pulang ke rumahnya di temani oleh Pram, kedua orang tuanya dan orang tua Pram juga ikut.


Atikah harus istirahat dulu sebelum memulai aktivitas seperti biasa, karena benturan di kepalanya dikhawatirkan masih menyebabkan Atikah terserang sakit kepala tiba-tiba.


Atikah istirahat di kamar, sementara para orang tua dan Pram sedang mengobrol di ruang keluarga untuk membahas kembali rencana pernikahan Pram dan Atikah.


Mereka malah akan mempercepat pernikahan ini segera setelah pengajuan batalyon beres.


Waktu sudah sore, Pram segera pamit untuk kembali ke batalyon karena beberapa hari yang lalu ia sudah ijin, hari ini ia kembali ijin walau hanya dari jam istirahat.


Orang tua Pram akan menginap disitu dulu karena paksaan dari orang tua Atikah, mereka memang sudah akrab sejak masih belum mempunyai anak, jadi tidak perlu sungkan lagi.


Mereka sangat senang ketika anak mereka bisa saling menyukai satu sama lain. Maka hubungan mereka bukan hanya sekedar sahabat jika anak mereka telah terikat.


Para orang tua menghabiskan malam dengan mengobrol bernostalgia kenangan masa muda mereka, dimana sebenarnya dulu papah Atikah adalah pacar dari ibu Pram, karena papah Atikah sudah di jodohkan dengan mamah Atikah, mereka tidak keberatan untuk putus dengan baik-baik. Malah saling memperkenalkan calon masing-masing dan menjadi akrab layaknya saudara seperti sekarang.


Jikapun salah satu dari Pram atau Atikah menolak perjodohan mereka tadinya mereka tidak akan memaksakan, ternyata tanpa disangka keduanya cocok sehingga membuat mereka sangat bahagia.


Sebelum beranjak ke kamar masing-masing, mereka menyempatkan menengok putri kesayangan mereka jika ada yang diperlukan.


Ternyata Atikah sedang asyik ngobrol di hp dengan calon suaminya. Sang mamah yang menengok dari balik pintu kembali menutup pintu.

__ADS_1


"Sudah kita pergi tidur saja. Sepertinya putra-putri kita sedang mabuk cinta. Hahaha" mamah Atikah memberi tahu kepada yang lain.


"Hahaha saya benar-benar tidak menyangka bahwa anak-anak kita akan secocok ini. Walaupun dulu kita tidak jadi menikah melihat anak kita bahagia aku sungguh ikut bahagia." Papah Atikah melirik ibu Pram yang di cubit kecil oleh mamah Atikah.


"Kau ini jangan di ingat-ingat, lihatlah nanti kamu disuruh tidur diluar sama Dewi" jawab ibu Pram.


"Hahhaa sudah-sudah ayo kita tidur ini sudah terlalu larut malam." Bapak Pram menghentikan perdebatan kecil mereka karena jika tidak bisa sampai subuh mereka ngobrol lagi.


°°°°


"Ya sudah Dek, mas tutup teleponnya ya. Sudah malam Adek istirahat biar cepet sembuh. Pengajuan kita sebentar lagi selesai kita akan cepat-cepat tidur satu ranjang." Ucap Pram menggoda membuat gadis di seberang sana merona tak henti-hentinya tersenyum.


"Mas ini... Ya sudah Tikah mau istirahat dulu. Mas juga jangan bedagang besok kerja pagi.yang semangat kerjanya. Kan nanti harus nafkahin Tikah juga. Ingat lo Tikah makannya banyak. Hehehehe." Atikah segera mengucap salam dan menutup teleponnya karena bisa dipastikan kalau tidak segera di tutup meraka akan sampai pagi ngobrol di telepon.


Pram tersenyum meletakkan HP-nya dan menyiapkan diri untuk tidur.


Pram sudah memulai aktivitas seperti biasa, selesai sholat ia bersiap untuk lari pagi dan sarapan.


Hari ini di sela-sela kegiatannya ia ingin menyelesaikan pengajuan nikahnya sendiri, ia akan meminta keringanan kepada atasannya agar meng acc karena keadaan Atikah yang belum memungkinkan untuk diajak.


Beruntungnya Pram kenal baik dengan senior maupun atasannya jadi ia dengan mudah mendapat ACC dari mereka.


Sekarang urusan pengajuan nikah mereka tinggal WaDanyon dan Danyon yang mau tidak mau Atikah harus hadir.


Pram menunggu Atikah benar-benar sembuh dulu, ia tidak mau terjadi apa-apa dengan gadisnya ini.

__ADS_1


Pram juga belum bisa menjenguk Atikah lagi karena kesibukan pekerjaannya sehingga mereka hanya melepas rindu lewat sambungan telepon dan videocall.


Pram sedang asyik videocall dengan Atikah, Pram kini jarang berkumpul dengan senior dan juniornya ia lebih senang mengganggu gadisnya yang akan berteriak malu saat ia menggodanya.


Semakin Pram dekat dengan Atikah Pram semakin meyakini bahwa ia memilih calon istri yang tepat setelah pengalamannya gagal dengan beberapa gadis yang tidak baik. Ia bersyukur kini telah berlabuh pada seseorang yang begitu pemalu.


°°°°


Beberapa hari setelah Atikah istirahat kini ia harus kembali ke kampusnya karena banyak sekali pekerjaan yang menunggunya, ia juga sudah rindu dengan mahasiswanya yang kadang membuat ia naik darah. Namun kelakuan anak-anak itu membuat Atikah rindu jika harus berdiam diri di rumah.


Hari ini ia berangkat ke kampus dengan taksi online, ia sudah membawa baju ganti untuk langsung menuju batalyon menghadap WaDanyon dan Danyon hari ini.


Semalam ia telah diberi tahu kisi-kisi tentang karakter yang akan dihadapinya, sebagai dosen sebenarnya tidak sulit untuk Atikah berhadapan dengan orang baru, walaupun itu atasan. Ia sudah terlatih dalam beretika kepada atasan dan menghargai bawahan.


Walaupun begitu ia tetap menyiapkan mental dan materi yang kira-kira akan menjadi pertanyaan dari ibu ketua dan ibu wakil persit nya nanti.


Semua yang sudah dihapal sebelum kecelakaan ia pelajari lagi agar meyakinkan bahwa ia adalah pilihan tepat calon suaminya.


Atikah telah sampai di kampus, ia langsung menuju kantornya. Semua dosen yang ada menyambut hangat kedatangan Atikah setelah beberapa hari ijin.


Atikah memang paling junior di kantornya, namun karena etika dan pembawaannya yang menyenangkan semua dosen sayang padanya.


Atikah juga menjadi dosen kesayangan mahasiswa, ia dianggap dosen yang modern dan mengerti kemauan anak muda. Jika dosen lain tidak hadir menjadi keberkahan bagi para mahasiswa itu tapi jika Atikah yang absen mereka akan sangat kehilangan. Bahkan ada mahasiswa laki-laki yang terang-terangan mengungkapkan perasaannya pada Atikah. Semua dia hadapi dengan baik, sehingga ia tetap menjadi dosen yang menyenangkan.


Hari ini akhirnya jam mengajarnya selesai, Atikah menunggu Pram menjemput, padahal ia sudah bilang agar naik taksi online saja, tapi dasar Pram yang keras kepala dan over protektif sekarang jadi Pram bersikeras menjemput Atikah.

__ADS_1


Pram menjemput Atikah dengan motor gedenya. Ia sebenarnya tahu motor ini akan membuat Atikah pegal-pegal, jarak kampus ke batalyon lumayan jauh. Tapi Pram bilang lebih romantis. Atikah hanya bisa menurut saja.


__ADS_2