
Muka Sherly memerah dia benar-benar malu mau jawab apa, dia mengiyakan dan bersorak dalam hati tapi bibirnya tidak bisa menjawab iya begitu saja.
Walaupun baru kenal tak Sherly pungkiri bahwa Pram memang menyenangkan dia juga sopan buktinya Pram selalu datang ke rumah dan meminta ijin kepada orang tuanya ketika hendak mengajak dia keluar, padahal selama ini cowok yang mendekati Sherly selalu mengajak jalan tidak pernah mau kalau harus menjemput ke rumah alasannya takut dengan orang tua Sherly.
Kakak Sherly juga terlihat baik dengan Pram sehingga tidak ada alasan untuk Sherly menolak Pram.
"Bang secepat ini ya? Sherly sebenarnya suka sih, tapi malu" jawab Sherly sambil tertunduk, mukanya merah hatinya berdebar karena ini adalah teman pertamanya yang secara terang-terangan keluarga tau kalau ada yang dekat dengan dirinya.
"Jadi iya kan?" Pram menatap penuh harap.
Sherly hanya mengangguk kecil dia makin tertunduk malu.
"Makasih Sher karena sudah mau menjadi pacarku, mudah-mudahan aku bisa menjadi pacar yang baik buat kamu." Pram berjanji dalam hati akan melindungi gadis ini secara baik-baik dia tak akan macam-macam pada Sherly. Karena Pram berharap dapat berlanjut dengan Sherly sampai akhir.
Sherly suka dengan Pram yang apa adanya, dia juga seorang yang taat, tidak pernah mengajak Sherly main berduaan seperti pacar teman-teman Sherly yang menurutnya sudah kelewatan.
Mudah-mudahan bang Pram tulus dan menyayanginya bukan untuk memanfaatkan tubuhnya, ah jangan mikir macam-macam Sher bahkan sampai saat ini pun dia tak pernah megang tangan kamu. Berarti dia bener-bener tidak suka pacaran secara fisik. Batin Sherly
"Kenapa ngalamun Sher? Ga nyesel kan nrima aku jadi cowok kamu?" Tanya Pram karena semenjak tadi Sherly hanya diam saja.
"Eh engga bang, masih ga percaya Sherly ga jomblo lagi wkwkw" Sherly terkekeh sambil menutup muka malu.
"Ah kamu ini, kita jalan aja yuk?" Ajak Pram
" Kemana bang?" Tanya Sherly
"Yah kemana aja, nyari jus atau apakah gitu?" Jawab Pram
" Hayuk Sherly ambil jaket dulu ya." Sherly bergegas mengambil jaketnya di kamar dan berpamitan kepada kedua orang tuanya.
__ADS_1
Mereka mengijinkan, biasanya Pram tidak pernah lama mengajak Sherly keluar rumah, tidak sampai satu jam sudah pulang lagu itupun tidak pernah dengan tangan kosong. Pram selalu membelikan makanan walaupun hanya bakso atau buah.
Untuk itulah orang tua Sherly tak pernah keberatan anaknya dekat dengan Pram, orangnya ramah dan juga baik.
Pram dan Sherly berboncengan naik motor menuju taman yang ada banyak pedagang.
Setelah membeli beberapa cemilan dan minuman mereka memilih duduk di kursi taman yang ada di pinggir air mancur, sambil makan cemilan tersebut mereka mengobrol santai.
"Sher sebelumnya kamu dah pacaran berapa kali?" Tanya Pram.
" Ehmm berapa ya?" Jawab Sherly pura-pura mikir.
"Wah banyak ya sampai ga ke itung gitu?" Jelas Pram sambil menatap Sherly penasaran.
"Hahahaha apa sih bang? Sherly belum pernah pacaran serius apalagi sampai ada yang main ke rumah gini. Abang yang pertama." Bisik Sherly.
"Ah mana mungkin sih?" Pram tak percaya. Secara Sherly anak yang manis dan mudah bergaul dengan siapa saja.
"Tapi mereka semua baik ke Abang Sher. Papah, mamah, juga kak Rezha perasaan Abang ga pernah cuek ke abang, selalu nyapa dan hangat bikin betah main di rumah kamu." Pram ga percaya karena perlakuan orang tua Sherly memang baik dan ramah.
"Makanya itu bang. Sherly juga aneh. Mereka baru kali ini ramah ke temen cowok Sherly. Bahkan pas pertama kali Abang datang itu pas Abang pulang mereka langsung menyelidiki gitu. Ya Sherly jawab aja apa adanya kalau kenal di rumah sakit dan Abang dinas di Batalyon gitu. Eh mereka bilang nanti suruh main lagi. Sherly masih bingung sama mereka ga biasanya seperti itu." Terang Sherly.
" Ya mungkin karena Abang ganteng kali." Pram nyengir sok imut.
"Hahaha bisa jadi bisa jadi. Tapi temen Sherly yang pernah ke rumah lebih ganteng tauk." Kilah Sherly
"Oh jadi ada yang lebih ganteng dari Abang. Ya udah kamu pacaran sana sama dia." Pram cemburu karena Sherly bilang temennya ada yang lebih ganteng.
"Ih Abang imut deh kalau lagi manyun gitu. Coba Sherly foto. Cheers!!" Sherly mengeluarkan hp-nya dan memotret Pram yang sedang cemberut lalu foto itu dijadikan wallpaper hp Sherly.
__ADS_1
Sherly memandangi HP-nya sambil cekikikan membuat Pram penasaran.
"Apa sih?" Pram mencoba merebut hp Sherly.
"Ih apaan sih bang. Jangan lihat nanti dihapus lagi." Sherly menyembunyikan HP-nya dibelakang punggungnya.
Tangan Pram mencoba meraih hp tersebut sehingga membuat badannya begitu dekat dengan Sherly. Mereka berhadapan sangat dekat dan saling bertatapan membuat jantung Pram berdegup lebih kencang.
Ah apa-apaan sih ini kenapa jantungku seperti habis pul-up gini sih. Tenang Pram...batin Pram
Duh kenapa deg degan gini ya...batin Sherly
Sherly melepas HP-nya dan klotak hp Sherly terjatuh. Pram menarik badannya dan kembali duduk. Jantungnya benar-benar tidak bisa dikondisikan sehingga Sherly pun mungkin dapat mendengarnya. Pram pun menyadari Sherly juga tak kalah deg degan darinya.
Sherly mengambil HP-nya dan menunjukkan pada Pram.
"Kenapa aku jelek sekali gini sih, ganti ah" Pram semakin manyun melihat fotonya yang jelek.
"Gapapa sih bang biar ga ada yang suka selain Sherly" jawab Sherly sambil cekikikan.
"Sini deket kepalanya" Pram menarik bahu Sherly dan mereka mengambil foto wefie dan menjadikan foto wallpaper di hp Sherly.
"Nah inikan bagus tuh" Pram mengembalikan hp Sherly.
setelah cukup lama mereka ngobrol dan makanan serta minuman mereka sudah habis Pram mengajak Sherly pulang.
"Udah yuk pulang udah sore nih, abang belum sholat Ashar" ajak Pram untuk pulang. Tak lupa Pram membelikan es cendol untuk mamah, papah dan juga Kakak Sherly.
Pram mengantar Sherly pulang ke rumahnya dan dia pun berpamitan untuk pulang juga. Pram harus pulang ke rumah orang tuanya yang jaraknya lebih jauh lagi daripada jarak rumah Sherly dengan Batalyonnya.
__ADS_1
Pram mampir ke sebuah masjid untuk sholat Ashar karena kalau sholat di rumahnya waktunya terlalu mepet. Pram tidak suka mengulur waktu untuk sholat.