Lembah Hijau

Lembah Hijau
Semakin Dekat


__ADS_3

Malam minggu tapi Pram masih di rumah saja. Pram sedang tidak ingin keluar rumah setelah makan malam dan ngobrol sebentar dengan bapak ibunya Pram memilih rebahan di ranjang kamarnya, kesempatan langka karena di batalyon jangankan untuk rebahan mandi saja rasanya kayak emak-emak di tangisi anaknya.


Pram memainkan hp iseng buka-buka sosial medianya lalu tiba-tiba teringat dengan gadis di rumah sakit tadi.


WhatsApp


Pram: Sher udah tidur? Lagi malam mingguan ya?


Centang dua tapi belum biru.


Pram memejamkan mata mencoba untuk tidur karena pesannya tidak dibalas.


Klunting


Beberapa menit kemudian HP-nya berbunyi tanda pesan masuk. Ternyata pesan balasan dari Sherly.


Sherly: belum bang, masih ngerjain askeb...ada apa bang?


Pram: Tidak apa-apa Sher 😁 ya sudah lanjutkan. Semangat!


Sherly: ok bang! makasih.


Nih anak emang kayaknya humble banget deh.. asik buat temenan. Ah mikir apa sih mending tidur mumpung libur.. batin Pram.


Pram senyum senyum sendiri lalu mulai terlelap dalam buaian mimpi.


••••


Seminggu berlalu sejak di rumah sakit itu Pram juga tidak pernah menghubungi Sherly lagi tapi Pram kadang-kadang teringat dengan senyuman gadis kecil itu.


Hari ini ada pesiar kayaknya makan di luar ma Sherly bentar tidak apa-apa kali ya, coba WhatsApp dulu lah mudah-mudahan dia tidak sibuk.


Pram: Sher...


Centang dua


1 jam tapi belum ada balasan juga, entah kenapa Pram kesel sendiri gelisah dan Pram tidak mengerti apa yang dia rasakan. Tiba-tiba


klunting..


Sherly: ya bang?? Ada apa?

__ADS_1


Pram: sibuk ga? Makan siang keluar yu?


Sherly: ga sih bang lagi libur di rumah.


Pram: jadi boleh makan bareng? Aku jemput ya?


Sherly: jauh kali bang mau jemputnya juga rumah saya di ujung panglima.


Pram: ok! Aku berangkat siap-siap ya!


••••


Di rumah Sherly


Gila aja ini abang baru juga kenal mau jemput aja padahal jauh banget batalyon dia ke rumah naik motor aja bisa 1 jam. Ga papa lah kalo dia mau berarti dia ada usaha buat deketin aku hihihi..eh Sher mikir apa sih kamu baru juga ketemu sekali...jangan ngarep yang aneh deh. batin Sherly.


Sherly mukul kepalanya sendiri karena memikirkan hal yang tidak-tidak.


Sherly mandi lalu mengganti bajunya dengan baju rumahan tapi sopan takut kalau Pram beneran datang setidaknya dia sudah rapih.


"Assalamualaikum..." Pram mengetuk pintu sebuah rumah bercat krem, menunggu beberapa saat tapi belum ada yang menyahut.


"Assa..." belum selesai Pram mengucap salam.


"Bang gimana bisa nyampe sini kan aku belum ngasih alamat rumah" tanya Sherly heran karena merasa sama sekali belum membicarakan alamat pada Pram.


"Hehehe nyari alamat gadis manis gini mah gampang lah..." Jawab Pram sambil menyentuh ujung kukunya.


Padahal kan di sosmed kamu lengkap Sher gimana sih! Sembrono amat jadi orang nulis alamat lengkap di sosmed, untung yang datangnya orang baik dan ganteng bukan mau niat jahat. Guman Pram dalam hati.


" Trus mau bengong gitu aja? Suruh duduk kek Sher? Emang deket apa kesini?" Gerutu Pram karena Sherly malah bengong tidak percaya kalau Pram sudah ada di depan matanya.


"Eh iya bang! ga ngalamun aku masih bingung gimana abang bisa sampai rumah ini" Sherly menyilahkannya Pram duduk di kursi teras.


"Bang duduk disini aja ya? Mama papa lagi keluar ga enak kalau di dalam Sherly di rumah sendiri." kata Sherly


"Iya Sher disini aja kan kita juga mau makan keluar" Pram duduk didepan Sherly.


"Emang mau makan kemana bang? Tunggu mama dan papa dulu ya soalnya Sherly jagain rumah takutnya mamah bingung kalau Sherly pergi ga pamit, eh mau minum apa bang?" Tawar Sherly pada Pram.


"Air putih aja Sher ga biasa minum manis, lagian lihat kamu juga sudah manis" Pram mulai menggoda Sherly.

__ADS_1


Ah kenapa jadi gini ya, lama-lama di barak bikin ketularan alay deh. Pikir Pram karena selama ini dia tidak pernah bercanda dengan cewek.


" Ah Abang bisa aja, bentar aku ambilin dulu" Sherly masuk ke dapur mengambil minuman untuk Pram. Sherly kembali membawa dua gelas air putih dingin dan satu piring biskuit.


Beberapa saat mereka ngobrol orang tua Sherly datang.


"Eh ada tamu! siapa ini Sher? Papah baru lihat Sherly punya temen cowok?" Papah tersenyum ke arah Pram.


Pram berdiri dan mengulurkan tangan


"Saya Pram om, kebetulan saya kemarin mendapat bantuan Sherly di rumah sakit jadi kita ngobrol sedikit" Pram menjelaskan karena menurutnya dia yang bertamu ke rumah Sherly tanpa diundang tidak ingin membuat Sherly canggung.


"Oh gitu ya sudah lanjut om mau masuk dulu panas di luar" Papah Sherly menerima tangan Pram dan langsung masuk ke dalam.


"Sher temennya di kasih kueh atuh masak dianggurin cuma di kasih air putih gitu?" Kata Ibu Sherly dari arah motor sambil bawa barang belanjaan.


"Tidak apa-apa tante ini saja cukup, sudah dikasih biskuit juga kok. Kalau boleh saya mau ajak Sherly makan diluar tante, ga lama kok paling cuma ke depan kalau tante mengijinkan." Pram minta ijin ke mamah Sherly.


"Oh gitu? Tidak mau makan di rumah tante aja? Tante juga sudah masak sebenarnya." Jawab mamah Sherly berhenti di depan Pram.


Pram tersenyum "Terima kasih Tante"


"Ya sudah hati-hati jangan terlalu sore ya pulangnya" jawab mamah Sherly memberikan ijin.


"Siap tante terima kasih pasti saya akan jaga Sherly tante tenang saja" senyum Pram mengembang lalu beranjak mengajak Sherly keluar.


••••


"Emang mau makan apa bang? Makan bakso aja yuk di depan situ ada bakso enak lo" tanya Sherly yang duduk di jok belakang motor Pram, Pram hanya menganggukkan kepala menuju tempat yang di maksud Sherly.


Sampai di warung bakso yang dimaksud Sherly, mereka memilih tempat duduk di luar agar tidak panas karena ada angin. Sambil menunggu bakso datang Sherly dan Pram saling tanya kegiatan masing-masing.


Mereka cepat sekali akrab walaupun baru kenal seminggu dan ketemu dua kali tapi seperti sudah kenal tahunan, hati Pram terasa damai saat dekat Sherly.


Tak berapa lama dua mangkok bakso dan dua gelas es teh telah tersaji di meja mereka.


Tanpa canggung dan malu-malu Sherly menghabiskan semangkok bakso miliknya.


"Kamu lapar Sher?" Tanya Pram heran karena bakso miliknya saja belum habis.


"hehehe antara lapar dan doyan sih bang!" jawab Sherly santai sambil meneguk es tehnya.

__ADS_1


Memang es teh dan bakso itu pasangan serasi seperti Pram dan Sherly saat ini.


__ADS_2