LILI

LILI
EPISODE 2.4


__ADS_3

Langit di luar sana mulai gelap dan waktu magrib segera tiba, dan pada waktu itu juga Rava mengetuk pintu tetangganya dan meminta tolong.


"Tolong, tolong kami Mrs Chen." Seru Rava memanggil nyonya Chen.


Mendengar ada tamu yang datang ke rumahnya nyonya Chen lalu membuka pintu dan terkejut melihat mereka bertiga dalam keadaan raut wajah yang tak baik-baik saja.


Nyonya Chen yang baik dan ramah itu pun segera membantu mereka bertiga, menyuruh mereka segera masuk ke dalam dan memberikan minum segera.


Anak-anak keluarga Chen yang masih kecil pun mulai berkumpul di ruang tamu rumah Chen, sangat luas dan banyak sekali barang-barang mewah di sana. Dari banyaknya anak nyonya Chen yaitu berjumlah 6 orang anak umurnya hanya berbeda satu tahun saja dan yang paling besar yaitu berumur 9 tahun.


Mereka berenam termasuk nyonya Chen berkumpul bersama melihat Reva Rava dan Hana. Sedang suami nyonya Chen sedang tidur sehabis pulang kerja di sore hari, pekerja keras seorang wirausahawan hingga Minggu pun suami nyonya Chen tetapi kerja.


"Apa saya boleh tahu sebenarnya ada apa? Dimana orangtua kalian?" Tanya nyonya Chen.


Hubungan antara keluarga itu tidak terlalu dekat, selama ini orang-orang sibuk dengan pekerjaannya masing-masing sehingga kekerabatan antar tetangga pun kurang.


Tiddak hanya Jane, nyonya Chen pun adalah tipe orang yang sibuk termasuk mengurus enam anaknya yang masih kecil sering kali nyonya Chen sakit-sakitan saking capeknya mengurus anak. Walaupun di bantu oleh asisten rumah tangga di rumah, beban pikiran tetaplah ada.


Nyonya Chen pun mulai mendengarkan jawaban panjang dari Rava, kalau hari ini orangtuanya sedang ada di rumah sakit karena Viola kakak mereka sedang di rawat akibat kecelakaan motor bersama temannya.


Nyonya Chen terkejut dengan raut wajah kasihan ia segera memberi semangat untuk mereka bertiga, tak hanya itu Rava juga menceritakan kejadian aneh di rumahnya yang membuat mereka bertiga meminta tolong kemari.


"Percayalah pada kami nyonya, memang benar kami bertiga melihat kuntilanak di rumah. Kalau saja kami tidak di ganggu seperti itu tidak mungkin kami meminta tolong kepada anda nyonya, kumohon biarkan kami menginap malam ini saja." Rava dengan tulus meminta tolong pada nyonya Chen, ia juga berharap nyonya Chen dapat mempercayai mereka.


Dan untungnya harapannya terkabul, nyonya Chen tanpa pikir panjang segera mengiyakannya dan mengijinkan mereka untuk tinggal di rumahnya.


Saat itu juga adzan magrib dari masjid sana terdengar sangat keras mendamaikan hati dan pikiran mereka yang mendengarnya.

__ADS_1


"Mari ikut saya." Ajak nyonya Chen pada mereka bertiga ke kamar kosong yang ukurannya tidak terlalu besar, di dalamnya hanya terdapat kasur, lemari kecil, dan meja belajar yang juga kecil.


"Maafkan saya, kamarnya tidak terlalu besar karena memang kamar yang lain sudah terpakai." Kata nyonya Chen sembari mempersilahkan mereka berdua untuk masuk ke dalam kamar tersebut.


"Tidak apa-apa nyonya, asal kami bisa tidur malam ini kami sudah sangat bersyukur." Ucap Rava.


Setelahnya nyonya Chen menyuruh mereka untuk makan malam bersama, dan begitulah akhirnya mereka bisa mengisi perut yang kosong. Paman Chen terbangun setelah bangunkan oleh istrinya, awalnya ia terkejut saat melihat ada tamu di rumahnya.


Namun setelah nyonya Chen menjelaskan situasinya barulah paman Chen mengangguk mengerti.


Kini mereka semua sudah berada di meja makan dengan jumlah orang yang ada di sana adalah 11 orang, dan dengan banyaknya orang di sana tak heran kalau suasana di meja makan ramai apalagi anak-anak nyonya Chen yang kadang beribut karena hal sepele.


"Apa kalian sudah menghubungi orang tua kalian?" Tanya paman Chen tanpa memperdulikan anak-anaknya yang berisik berebut makanan toh nyonya Chen yang menangani mereka.


"Kami tidak ingin menyusahkan mereka, apalagi saat kak Viola baru saja mendapat musibah. Itulah alasannya, kami hanya tidak ingin menambah masalah untuk mereka." Ucap Reva menjelaskan.


Paman Chen kembali menganggukkan kepalanya, ia segera melahap satu sendok makan ke mulutnya sebelum akhirnya ia kembali bertanya.


Reva dan Rava seketika berhenti keduanya saling memandang lalu akhirnya menjawab pertanyaan paman Chen "Betul paman."


Setelah itu paman Chen melirik ke arah Lili yang berada di pangkuan Hana, sorot mata boneka itu mengarah ke meja makan dan masih dengan senyum mengerikan di wajahnya.


"Boneka itu? Model baru?" Tanya paman Chen.


Mendengar itu, Reva dan Rava kebingungan karena mereka juga tak tahu dengan boneka tak tahu juga perbedaan model lama dan model sekarang ini.


"Hana baru membelinya hari ini di toko antik, mungkin itu model lama." Ucap Rava sedang Reva tak berani membahas boneka itu.

__ADS_1


"Hm itu pasti, karena setiap anakku membeli boneka selalu saja bahannya tidak bagus dan mudah rusak tapi sepertinya tidak dengan boneka itu. Omong-omong apa dia punya nama?"


"Lili." Hana segera menjawab dengan cepat walau sebenarnya ia sedang menyantap makanannya dengan lahap.


Paman Chen tersenyum dari raut wajahnya ia seperti senang melihat Hana berbicara.


"Hoho adik kalian sepertinya sangat menyukai boneka itu."


Tak ada yang membalas ucapan paman Chen, Reva dan Rava hanya mengangguk sedang yang lainnya sibuk makan begitu pula dengan nyonya Chen yang walaupun mendengarkan tapi ia sibuk mengurus anaknya.


Makan malam selesai kini semua orang bersiap untuk masuk ke kamarnya masing-masing, paman Chen duduk di sofa depan tv melihat berita malam di sana. Beberapa anak nyonya Chen masih sibuk bermain dengan mainannya seperti puzzle dan Lego. Reva dan Rava hanya bisa bergabung dengan mereka sembari mengawasi adik mereka Hana.


Jane juga sempat mengirim pesan pada Reva kalau-kalau di rumah sakit saat ini sudah dalam keadaan baik-baik saja berkat bantuan dari orangtuanya Agam. Jane juga selalu mengingatkan agar menjaga diri mereka baik-baik dirumah, walau Reva tak memberitahu apa yang mereka timpa hari ini akan tetapi dalam lubuk hatinya ada sedikit keinginan untuk memberitahu sang ibu.


Singkat cerita jam sudah menunjukkan waktu 8 malam waktunya nyonya Chen menyuruh anak-anaknya untuk segera tidur. Situasi di sana pun kembali ramai sebab ada dari mereka yang malas beranjak ke kamar masing-masing, ada juga yang tak ingin tidur saking fokusnya pada mainannya.


"Kalian juga masuklah ke dalam kamar dan tidur dengan nyenyak, datanglah ke kamar atas no 2 kalau kalian butuh sesuatu." Ucap nyonya Chen dengan wajah yang terlihat kelelahan.


Di saat itu juga paman Chen suaminya membantu ia mengurus anak-anak sedang Reva Rava dan Hana masuk ke dalam kamar.


Beberapa saat kemudian suasana di luar pun hening karena anak-anak sudah di masukkan ke dalam kamarnya masing-masing. Kini tinggal mereka berdua tidur di kamar itu di satu ranjang bertiga.


"Hana tidurlah, lho juga Rev." Titah Rava sambil membereskan ranjang mereka.


Setelah siap barulah mereka bertiga merebahkan diri di ranjang dengan Reva dan Rava mengapit Hana yang berada di tengah. Lampu di atas masih menyala dan saat Rava hendak mematikan lampu tersebut segera Reva menghentikannya.


"Jangan! Jangan matiin lampunya, kita tidur kayak gini aja." Kata Reva.

__ADS_1


Rava mengangguk, ia berniat tidak akan tidur malam ini dan akan menjaga kedua adiknya akan tetapi karena ia tidak membawa hp rasa kantuk pun mulai menyerangnya. Perlahan-lahan kelopaknya tertutup hingga Rava terlelap lalu tidur.


Tik Tik Tik


__ADS_2