
"Is that so? (Begitukah?) What did you see in my shop sweet girl?" Kakek bertanya apa yang ia lihat di tokonya.
Hana pun lalu menunjuk ke sebuah boneka yang di simpan di meja etalase tepat di kaca paling depan. Awalnya kakek itu sedikit terkejut saat dirinya melihat boneka itu, si kakek lalu berjalan ke depan mengambil boneka tersebut.
"I think this doll was put in storage last week (kupikir boneka ini sudah di simpan di gudang Minggu lalu)." Ucap kakek saat dirinya berhasil mengambil boneka itu.
Jane dan Hana terlihat tak mempermasalahkan ucapan si kakek toh mungkin saja dia lupa kan sudah tua.
Awalnya si Kakek terlihat enggan untuk menjual boneka tersebut namun saat melihat raut wajah Hana yang begitu menginginkannya membuat si kakek akhirnya membungkus boneka tersebut dalam box dan di jual.
"Do you really want this doll, sweet girl?" Sekali lagi si kakek bertanya apakah Hana benar-benar menginginkan boneka itu?
Jane lalu menerjemahkan ucapan kakek agar Hana mengerti dan dengan cepat Hana menganggukan kepalanya.
"Okay, here's the doll." Setelah kakek membungkus boneka tersebut dan memberikannya pada Hana Jane segera merogoh dompetnya untuk membayar boneka tersebut.
"How much is it, sir?"
Si kakek langsung menaikan kedua tangannya yang berarti tidak usah bayar.
"It's okay, it's a form of my gratitude because you guys are my first customers. (tidak apa-apa itu adalah bentuk rasa terimakasih ku karena kalian menjadi pelanggan pertama saya)."
Awalnya Jane ingin menolak akan tetapi setelah kakek berulang kali menolak bayaran Jane akhirnya Jane pun mengalah dan ia pun mengucapkan banyak terimakasih pada kakek.
Mereka berdua pun keluar dari toko dan kembali menyebrangi jalan dan Setelah itu Jane membawa Hana ke parkiran untuk membawa kembali mobil mereka.
Niat Jane sehabis ini mereka akan pergi ke mall, membeli kebutuhan rumah dan mengajak Hana jalan-jalan di sana.
"Hana kita akan pergi ke mall, kamu mau kan?" Kata Jane sembari dirinya melihat ke arah belakang dimana Hana sedang membuka bungkusan roti lalu menyantapnya dengan lahap.
__ADS_1
Hana mengangguk tanpa mengeluarkan suaranya sama sekali.
Jarak ke mall tidak terlalu jauh dan selama perjalanan singkat itu Hana membuka box boneka yang baru ia beli namun anehnya setelah boneka itu di keluarkan Hana hanya mendudukkannya di kursi mobil dengan posisi seperti anak kecil yang sedang duduk.
Jane yang melihat itu dari kaca depan mobil segera bertanya pada Hana mengenai boneka tersebut.
"Hana pasti suka banget sama bonekanya? Kenapa gak bilang dari awal, kan ibu bisa belikan yang lebih bagus di mall." Ucap Jane.
"Ini juga bagus." Jawab Hana masih tetap memakan rotinya sedang di sampingnya boneka tersebut menatap lurus ke depan.
"Iya boneka cantik tapi tetap saja itu dari toko antik. Hana tau kan toko antik itu apa?" Kali ini Jane mengukur tingkat pengetahuan dasar Hana, ia akan merasa senang kalau Hana bisa menjawabnya dengan benar.
Namun ternyata Hana tak menjawabnya gadis kecil itu menggeleng tak tahu. Hati Jane merasa pupus realita tak sesuai ekspektasi, akan tetapi Jane pun menjelaskan toko antik itu seperti apa pada Hana.
"Gakpapa kalau Hana gak tahu karena toko antik itu adalah toko yang menjual barang-barang lama yang bernilai tinggi bisa mungkin karena langka atau barang lama yang bersejarah, seperti itu." Jelas Jane.
"Itu artinya boneka ini juga mahal ya Bu, kan ada di toko antik." Kali ini Hana juga sangat antusias tak lagi berwajah murung ataupun jarang bicara.
"Baru buka tokonya ya Bu?" Tanya Hana sambil membereskan kembali rotinya yang tidak habis di makan.
"Ibu kurang tahu soalnya ibu jarang lewat jalan sini, setiap ibu kerja lewat jalan besar."
Memang benar daerah yang di kunjungi tadi adalah daerah yang tidak macet jalannya, dikarenakan tidak ada perumahan atau pun taman bermain yang ada hanya toko-toko biasa yang berjejer di sepanjang jalan.
Agar obrolan mereka tidak berhenti sampai sini, Jane kembali bertanya pada Hana sebelum mereka sampai di mall.
"Oh iya ibu masih penasaran banget, Hana suka banget ya sama bonekanya? Mau dinamain apa?"
Sejenak Hana terdiam walau setelahnya ia pun membuka suaranya dan menjawab, Jane sedikit terheran setelah mendengar jawaban Hana bahkan kedua alisnya pun sampai mengernyit.
__ADS_1
"Hana gak terlalu suka sih Bu, cuma kasian aja tadi bonekanya minta tolong terus sama Hana."
Deg Deg
Seketika Jane bingung dan merasa ambigu dengan ucapan Hana, ia bahkan menepis pikiran anehnya dan berfikir mungkin ia salah dengar karena itulah ia kembali bertanya.
"Bonekanya minta tolong sama Hana?"
Hana pun mengangguk cepat, Jane masih bingung dan belum percaya dengan Hana.
"Minta tolong gimana?" Kali ini Jane bertanya dengan cukup serius akan tetapi sebelum ia mendapat jawabannya tiba-tiba saja datang seorang pengamen mengetuk-ngetuk kaca mobil karena kebetulan di sana sedang lampu merah.
Jane pun segera merogoh uang lalu memberikannya kepada pengamen tersebut.
"Terima kasih banyak Bu semoga rezekinya tambah banyak." Setelah mendapatkan uangnya pengamen itu pun segera pindah ke mobil yang lain.
"Bentar lagi nyampe, Hana mau bawa boneka itu atau di simpen aja di mobil?"
Jane pikir Hana akan membawa boneka itu ke dalam mobil namun siapa sangka ternyata Hana memilih tidak membawa bonekanya dan dibiarkan di simpan dengan posisinya yang masih duduk menghadap ke depan sana.
"Di simpan aja di sini." Ucap Hana
Dan sesampainya di parkiran mall mereka berdua pun segera keluar dengan meninggalkan boneka itu tetap di dalam mobil.
Sepeninggalnya mereka berdua tiba-tiba saja boneka itu berkedip satu kali dan akhirnya kembali diam.
"Kita beli bahan-bahan makanan dulu yuk buat di rumah." Ajak Jane lalu membawa Hana masuk ke dalam mall.
Selama setengah jam di dalam mall membeli semua kebutuhan rumah yang hampir habis akhirnya mereka mampir di sebuah tempat khusus santai menikmati minuman makanan yang tersedia di tempat itu.
__ADS_1
Di sisi lain kini di dalam mobil dimana suasana sepi serta gelap dan di dalam sanalah boneka itu sedang duduk dengan mata menatap tajam ke depan. Di tempat yang gelap itu tiba-tiba muncullah seorang pria dengan penampilan full warna hitam di tambah masker hitam yang menutupi wajahnya.