LILI

LILI
EPISODE 4.1


__ADS_3

Di Kota Lain


Tik Tik Tik


Bunyi Ketukan keyboard yang cepat terdengar sangat nyaring di ruang yang hanya di tinggal satu orang pria di sana. Satu cangkir kopi menemani pria sibuk itu yang sudah berjam-jam matanya melihat ke layar laptop miliknya.


Hingga ketukan pintu rumahnya terdengar, ia bangkit lalu membuka pintu tersebut.


"Dra, mo ikutan gak lho? Biasa, nongkrong."


Pria itu adalah viandra yang panggilannya Andra atau cuma Dra doang sama teman-temannya, dan kini temannya yang berambut hitam lebat itu mengajak Viandra untuk nongkrong di luar.


Viandra yang belum selesai dengan tugasnya segera menolak ajakan temannya tersebut dan alhasil ia malah di ejek sebagai mahasiswa yang ambis.


"Sorry Ta gue gak bisa, masih ada beberapa skripsi yang belum gue selesain."


Temannya yang bernama Tara itu terkekeh mendengar penolakan Vian.


"Jiakh gitu aja alesan lo, tunda dulu kek bisa kali besok kerjainnya dasar anak ambis." Ejek Tara.


Vian tetap teguh pendirian, sebagai mahasiswa yang mendapat beasiswa tentu saja ia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan baik itu. Dalam dirinya juga sering mengomel kalau teman-temannya itu bukan teman baik, bisa jadi mereka yang akan menjerumuskan dirinya pada hal yang tidak baik yang bisa menghancurkan kehidupannya seketika.


"Beneran gua gak bisa Ta, besok itu terakhir pengumpulan skripsi dan bilangin juga ke yang lain jangan paksa gue untuk selalu ikutan nongkrong." Tegas Vian hingga Tara yang mendengarnya pun seketika diam.


Pintu pun segera di tutup sedang Tara yang masih ternganga lihat sikap tegas Vian langsung pergi dengan mulut tertutup rapat. Tara menghidupkan motor giginya dan pergi dari sana.

__ADS_1


Kembali dengan Vian yang langsung melanjutkan aktivitasnya yang tertunda, hingga ia tak sadar sampai larut malam setelah itu ia tidur dengan waktu yang sangat singkat. Dari rasa lelahnya itulah ia bahkan tak menyadari sosok kuntilanak yang terus menatapnya lewat jendela atas di kamarnya.


Di sisi lain Tara yang mengendarai motor sendiri di jalanan menuju tempat tongkrongan malah melewati jalan yang sangat sepi karena ia tak ingin melewati jalanan besar yang ramai.


Toko-toko di pinggir sudah banyak tutup dengan lampu luar yang dimatikan, semua itu dikarenakan para pemilik toko yang tak ingin mengeluarkan biaya listrik yang sangat besar.


Di sepanjang jalan sepi itu Tara malah menggerutu Vian yang bersikap tegas padanya tadi, harga dirinya seolah telah ditaklukkan oleh lawan dengan mudah dan ia juga menyesali tingkah bodohnya yang hanya diam saja.


"Gila emang si Andra songong juga dia, bener-bener dah harga diri gua serasa jatuh dari langit yang tinggi. Awas aja nanti Lo Dra!!" Kecamnya dengan berbicara pada dirinya sendiri.


Di depan sana sudah mulai terlihat cahaya terang yang berarti ia semakin dekat dengan jalan raya menuju tempat tongkrongan.


Akan tetapi Tara merasakan hal aneh dengan motornya, ia yakin sudah melajukan motornya dengan cepat tapi rasanya motornya berjalan dengan lambat. Dan di saat keanehan itu terjadi salah satu tangan wanita putih pucat warnanya perlahan-lahan memeluk pinggang kanannya, Tara sontak melirik ke bawah dan betapa terkejutnya ia hingga bola matanya membulat lebar-lebar.


Ia berteriak dengan sangat kencang sampai-sampai lubang mulutnya pun bisa terlihat jelas dari jarak jauh.


Tara yang sedang berteriak itu pun segera mengalihkan pandangannya ke kaca spion kanan dan betapa kasihan nya ia sesaat Tara melihat sosok wanita cantik sedang tersenyum ke arahnya di kaca spion. Lantas pandangan pertama mereka pun bertemu saat itu juga membuat Tara ketakutan sejadi-jadinya karena wanita itu pucat pasi dengan darah bercucuran di dahinya.


"Aaaakkkhhh....."


Tanpa sadar Tara tarik gas motornya dengan kencang hingga motor itu melaju cepat ke depan tanpa rem sama sekali.


Kecepatan motor itu membuat Tara cepat dekat dengan cahaya yang ada di depannya, akan tetapi ia lupa kalau di depannya itu adalah jalan raya yang banyak sekali mobil-mobil yang lewat. Dan naas, sebuah mobil datang bersamaan dengan motor Tara yang sedang melaju cepat itu, alhasil kecelakaan mengerikan pun tak dapat di hindari.


Tara tertabrak mobil itu hingga ia terpental sangat jauh dari KTP, tubuh rampingnya itu mencium aspal yang panas dan terguling-guling beberapa kali hingga berhenti di tengah jalan yang kosong.

__ADS_1


Kendaraan lain seketika berhenti melihat tubuh Tara yang terpental itu, dalam keadaan terbaring tubuh Tara kini sudah bersimbah darah terutama di bagian kepala yang mengalir darah yang sangat deras membasahi dahi.


Dilihat lagi pun keadaan Tara kini mirip dengan sosok hantu cantik yang tadi duduk di jok belakang motornya.


Sedangkan mobil yang menabrak Tara pun penyok terbentur motor Tara yang juga sama nasibnya, hancur. Pemilik mobil segera memanggil ambulans dan orang-orang yang ada di sana pun hanya menonton kondisi Tara yang terlihat sangat mengenaskan, mereka tak mau mendekati takut jadi saksi.


Seorang pemuda yang seumuran dengan Tara sedang berjalan di trotoar pinggir jalan dengan membawa plastik berisi satu botol pop ice. Pemuda itu penasaran saat melihat kerumunan yang ada di tengah jalan, ia pun segera masuk ke dalam kerumunan tersebut. Mencari celah-celah yang ada untuk melihat apa yang sedang terjadi di sini.


Dan betapa terkejutnya pemuda laki-laki itu saat melihat Tara yang sudah tergeletak di jalan bersimbah darah sedang orang-orang hanya melihat saja tanpa mau membantu. Dan rupanya pemuda itu teman Tara tapi bukan teman tongkrongan Tara melainkan teman yang di jumpai di warnet bersama Vian.


Namanya Arzan pemuda yang bekerja paruh waktu yang hobinya main game di warnet. Arzan yang mengenali itu adalah Tara segera ia menghampirinya, berteriak meminta tolong pada orang-orang yang mengerumuni mereka berdua. Tapi nihil tak ada satu pun orang mau membantu, Arzan coba menelpon Viandra akan tetapi karena Vian yang sedang tidur nyenyak itu pun tak mendengar panggilan telpon darinya.


Berulang kali ia telpon berharap Vian akan mengangkatnya tapi tidak.


"Napa lo gak bisa di hubungi gob*Lok." Kesalnya sampai melempar hpnya tersebut ke samping.


Arzan tak tahu harus bagaimana sampai akhirnya bunyi sirine ambulan terdengar dan bergegas para medis membawa tubuh Tara masuk ke dalam mobil, Arzan ikut di bawa juga sebagai anggota keluarga korban.


Polisi pun mulai berdatangan mendengar kejadian itu dan segera menutuo jalan itu untuk sementara, berbagai foto mulai di ambil sebagai bukti dan polisi menginvestasikan lebih lanjut akan kecelakaan yang terjadi.


Pemilik mobil yang menabrak pun lalu di interogasi di mintai keterangan bagaimana kecelakaan itu terjadi dan si pemilik mobil pun menjawab.


"Saya seperti biasa bawa mobil dengan kecepatan sedang tau-tau dari arah jalan kecil tiba-tiba muncul motor itu dengan kecepatan yang tinggi, saya kaget dan ternyata setelah saya cek keluar, dia (Tara) udah kepental jauh di sana. Saya panggil ambulan dan polisi biar mereka yang ngurus, begitu pak." Jelas pengendara mobil tersebut.


Dari penjelasannya memang ia terlihat sangat jujur akan tetapi ada satu kesalahan yang membuatnya terdengar sudah berbohong.

__ADS_1


"Tapi dari cctv salah satu gedung di sana merekam video mobil bapak yang melaju sangat kencang, jadi ucapan bapa tadi bohong?"


__ADS_2