LILI

LILI
EPISODE 1.8


__ADS_3

Pria itu berupaya mengambil benda berharga yang menempel di setiap mobil terutama kaca spion. Pria berbaju hitam itu mengendap-endap lirik sana lirik sini dan bisa di pastikan juga gelapnya tempat parkiran sekarang ini diakibatkan oleh perbuatannya.


Setiap gerak-geriknya ada yang mengawasi salah satunya boneka yang berada di dalam mobil Jane.


Namun sepertinya tak ada hal istimewa yang terjadi karena pria itu berhasil mencuri komponen penting mobil-mobil yang ada di sana. Dan kali ini mobil Jane yang menjadi korban pencuriannya yang terakhir, pria itu awalnya mengagumi kaca spionnya lalu ia pun mengutak-atik spion tersebut agar lepas.


Akan tetapi sebelum aksinya berhasil tiba-tiba sebuah suara tangis perempuan terdengar dari ujung parkiran, suara itulah yang menghentikan aksi pria tersebut. Awalnya suatu itu terdengar sangat jauh akan tetapi lama kelamaan suara tangisnya semakin terdengar keras seolah perempuan yang sedang menangis itu sedang berjalan ke arahnya.


Terdengar pilu dan sakit suaranya seolah sedang di timpa musibah paling berat, pria berbaju hitam tersebut pun mulai ketakutan tubuhnya gemetar mendengar suara tangis itu semakin lama semakin kencang.


"Siapa itu woy?" Pria itu berteriak sambil tergesa-gesa menyalakan senter yang ada di hpnya.


Di sorot lah jalan masuk parkiran di sana akan tetapi kosong melompong. Dan saat lampu senter itu menyala suara tangis pun berhenti dan malah berubah menjadi suara kaki yang berjalan sambil menyeret kakinya ke tanah sehingga terdengar suara gesekan.


Dari beberapa langkah kaki itu muncullah suara perempuan yang meminta tolong dan suara serak yang ingin membalas dendam.


"Hihihi sakiiiiittt kaki saya sakiiiiittt tolooong saya bukan saya tapi diaaa, hiks hiks hiks dia yang nabrak saya bukan teman saya hiks hiks hiks..."


Takut bukan kepalang pria berbaju hitam itu benar-benar sudah ketakutan ia ingin lari tapi rasa takut dalam dirinya membuatnya hanya terdiam di sana.


Senter yang ia pegang masih menyala ke depan dan saat suara itu kembali berhenti tiba-tiba saja dari belakang tubuh pria itu terasa dingin sehingga membuat bulu kuduk berdiri saking merindingnya ia.


Walau awalnya ia tak ingin berbalik akan tetapi saat mendengar suara tangis yang tadi ia dengar dari depan kini terdengar dari arah belakang.


"Hiks Hiks Hiks."

__ADS_1


Mendengar tangis itu ada di belakangnya sontak pria itu berbalik dengan cepat dan betapa terkejutnya ia saat melihat sosok perempuan memakai gaun putih pendek dengan kaki berdarah-darah bahkan sebagian tulang di dalamnya keluar dan menembus kulit kaki dan bukan hanya itu kedua lututnya retak dan pergelangan kaki kiri yang remuk hampir copot.


Tak mampu melihat sosok seram itu pria itu pun akhirnya berteriak sangat kencang sebelum akhirnya sosok itu masuk ke dalam tubuhnya dan mengambil alih tubuh pria tersebut.


Dalam alam bawah sadar pria itu sebenarnya ia sedang pingsan akan tetapi karena ia kerasukan tubuhnya kini di gerakkan oleh hantu perempuan itu. Di seretnya kaki itu seperti halnya ia tadi menyeret kakinya yang terasa sangat sakit sekali.


Dia terus bergumam dengan mengatakan "Hiks hiks bukan teman saya tapi dia..." Terus ia ucapkan kalimat itu berulang kali sampai ia bawa tubuh pria itu masuk ke dalam mall tepatnya di lantai paling atas.


Setelah berhasil masuk melalui lift yang kosong sosok itu berhasil lewat tanpa di curigai oleh pengunjung lainnya.


Namun beberapa dari mereka merasa aneh karena pria itu terus bergumam menunduk dan membawa tas berisi hasil curian. Langkah demi langkah sosok itu membawa tubuh pria tersebut ke area ujung yang dibatasi oleh penghalang kaca dengan samping kiri dan samping kanan ada eskalator.


Dari batas itu ia jatuhkan tubuh yang ia rasuki sampai hancur berkeping-keping ke lantai paling dasar.


Syuuuhh Brakkk


Awalnya Jane merasa aneh melihat orang-orang berlarian keluar terutama eskalator yang penuh dengan orang-orang yang berdesakan.


"Hana tunggu di sini ya?" Setelah Hana mengangguk patuh Jane pun segera mencari tahu apa yang terjadi, ia pun berusaha mencari orang yang bisa memberitahunya sesuatu.


Untungnya seorang wanita muda yang sedang berlari berhenti sejenak lalu memperingati Jane untuk segera pergi dari mall karena ada yang bunuh diri.


"Cepatlah pergi dari sini, ada yang bunuh diri dari lantai atas pergilah sebelum terjadi sesuatu pada keluargamu." Begitulah ucapnya sebelum akhirnya ia kembali berlari dengan kencang.


Jane pun segera kembali pada Hana, dan dengan cepat ia membawa Hana pergi dari sana walau dirinya agak kesusahan karena berlari membawa barang-barang yang lain akan tetapi sebisa mungkin ia harus membawa Hana pergi dari sana secepatnya.

__ADS_1


Tak lama mereka pun berhasil keluar dari mall tersebut karena kebetulan tadi mereka berada di lantai 3 jadi sedikit mudah melewati eskalator di banding lantai atas lainnya. Akibat adanya kejadian mengerikan tersebut pihak mall pun merasa sangat menyesal atas apa yang sudah terjadi hari ini apalagi para penjaga dan pegawai di sana yang terlihat shock berat bahkan di antara mereka ada yang muntah-muntah pingsan bahkan trauma.


Begitu pun dengan para pengunjung lainnya, suasana campur aduk dengan kesibukannya masing-masing. Ada yang segera pergi dari sana ada yang harus di bawa rumah sakit akibat desakan di eskalator tadi.


Melihat ambulans dan mobil-mobil polisi yang berdatangan ke tempat TKP segera Jane membawa Hana masuk ke mobil dan pergi dari sana.


"Ini tuh ada apa Bu? Kok rame banget." Tanya Hana.


Jane masih gemetaran karena ia melihat sendiri kondisi mayatnya yang bersimbah darah dengan di atasnya penuh barang-barang curian dari mobil yang banyak terbuat dari bahan-bahan yang berat. Untungnya Hana tak melihatnya karena Jane segera menyuruhnya untuk tutup mata sampai keluar mall.


Jane kini berusaha agar tetap tenang karena ia akan membawa mobil jadi ia harus benar-benar hati-hati.


"Hana jangan lepaskan sabuk pengaman kita akan pulang sekarang."


"Baik Bu." Hana menurut pada sang ibu dan dari raut wajahnya Hana sepertinya khawatir dengan kondisi Jane saat ini.


"Ibu gakpapa kan?" Tanya Hana dengan mata polosnya.


Jane menganggukkan kepalanya dengan cepat sembarj ia juga menyisir rambutnya ke belakang meredakan emosinya saat ini.


"Iya ibu baik-baik aja kok. Hana tau kan kalau ada masalah Hana harus berbuat apa?"


"Mm, Hana tau. Tetap tenang dan jangan gegabah." Jawab Hana dengan percaya diri.


Jane senang mendengarnya ia pun segera bersiap menjalankan mobilnya saat ini juga. Setelah berhasil keluar dari parkiran barulah suasana depan mall terlihat begitu jelas sangat ramai dan banyak polisi berjaga di depannya.

__ADS_1


"Kok di sana ada polisi Bu?" Tanya Hana.


__ADS_2