LILI

LILI
EPISODE 5.3


__ADS_3

Viola cepat-cepat membuka selimutnya dan langsung menatap sang ibu kemudian melirik ke arah boneka Lili, ia pun langsung menggeleng cepat karena bukan ia yang melakukannya.


"Gak Bu, Viola gak pernah nyentuh boneka itu sama sekali."


Jane terdiam, ia tak bisa menyanggah kalau boneka itu bergerak dengan sendirinya akan tetapi Viola segera mengalihkan pembicaraan.


"Ibu gimana di luar? Beneran gak ada siapa-siapa?" Viola masih tak percaya kalau di luar sana tidak ada orang sama sekali.


Kalau tidak ada lalu sosok apa yang ia lihat tadi di lubang pintu. Jelas itu hantu kalau bukan manusia.


Tak ada lagi suara gedoran pintu yang hal yang lainnya hingga Jane pun menyuruh Viola untuk segera pintu, ia sadar kalau putrinya itu begadang dan belum tidur sama sekali.


"Gak ada siapa-siapa kamu ngehalu kali, udah tidur sana jangan begadang!!"


Lalu Jane segera naik ke ranjang hendak tidur kembali, akan tetapi Viola yang sudah tak ingin pindah kasur pun malah menetap di samping Jane.


"Yaudah, Viola tidur di sini aja kasurnya juga lebar buat tiga orang." Ujar Viola sembari menyelimuti dirinya kembali.


Jane tak menolak ia pun membiarkan Viola tidur di sampingnya. Sedang boneka Lili di biarkan duduk di sana.


Jam satu kemudian.


Suasana di hotel sangat lah sepi sunyi dan tak terdengar suara apapun, orang-orang di dalam kamar itu sudah tertidur lelap dengan hembusan nafas mereka yang begitu tenang.


Hingga tanpa mereka tahu Lili mulai melakukan aksinya dan iseng menyalakan shower di toilet hotel. Gemericik air yang keluar dari atas shower itu mulai terdengar oleh telinga Jane, sedikit-sedikit telinga itu bergerak terganggu oleh suara tersebut.


Jane segera bangun, ia lihat toilet di samping sana dan mendengar shower itu menyala Jane pikir itu ulah anak-anaknya yang mungkin bangun dan masuk kamar mandi tapi lupa mematikan shower.

__ADS_1


Namun saat ia lihat semua anaknya tertidur lelap sudah tak mungkin lagi kalau itu ulah salah satu dari mereka. Beranjak lah Jane ke toilet, ia buka pintu toilet dan melihat shower itu menyala dengan mengeluarkan air yang sangat banyak.


Setelah mematikan shower itu Jane pergi dari toilet akan tetapi ia tidak menyadari di belakangnya sudah ada sosok wanita berbaju putih menatapnya begitu intens tanpa melakukan apapun yang mengganggunya.


Hingga saat ia sudah keluar toilet Jane kembali di kejutkan oleh boneka Lili yang tiba-tiba saja sudah berada di dekat pintu kamar sana, duduk membelakanginya dan menghadap pintu yang tertutup.


Di balik itu wajah lili yang sedang tersenyum begitu jelas terlihat sangat mengerikan. Jane dari belakang mulai berjalan menghampirinya dengan perlahan-lahan.


Merasa aneh dan ada yang janggal dengan boneka itu, Jane dengan hati-hati mengangkat boneka Lili seperti anak kecil. Ia lihat dengan seksama wajah itu, hingga beberapa detik kemudian suara ketika pintu di depannya terdengar.


"Halo." Tiba-tiba terdengar suara wanita dari balik sana.


Jantung Jane berdegup kencang, ia tiba-tiba saja merasakan kegelisahan. Wajahnya mulai berkeringat sedikit sedang kakinya mulai melangkah.


Jane tak membalas suara wanita sebelum akhirnya ia mencoba melihatnya dari lubang pintu. Perlahan-lahan wajahnya mendekat ke pintu sedang matanya ke lubang sana.


Seru nafasnya cepat dan tubuhnya gemetar sedikit, hingga setelah itu ia lihat dengan jelas ada sosok wanita cantik tersenyum ke arah lubang itu seolah tersenyum langsung pada Jane.


"Halo bukankah ada Lili di sana, aku ingin bertemu dengannya."


Bola mata Jane melebar, ia langsung mengalihkan pandangannya ke arah Lili dengan perasaan takut saat melihatnya. Pintu terus saja di ketuk oleh wanita yang ada di luar sana.


Segera Jane kembali ke kasur meletakkan Lili di pinggiran sana, langsung ia panggil pengurus hotel kalau ia mendapat gangguan. Setelah mendapat telpon dari Jane, mereka semua bergegas menuju lantai kamarnya hendak memeriksa apa yang terjadi.


Mereka tak ingin tamu hotel mereka merasa tak nyaman dan tak ingin meninggalkan kesan yang buruk apalagi mereka sudah mendapat bintang dan penghargaan.


Tak lama kemudian pintu pun di ketuk segera Jane membukanya lalu menceritakan pengalaman yang ia hadapi barusan, Jane ingin melihat cctv yang mungkin memperlihatkan ada seorang wanita cantik berbaju putih mengetuk pintu kamarnya saat itu.

__ADS_1


"Baik Bu kami segera mengecek cctv nya sekarang juga." Kata pria yang bertubuh tinggi berbicara sesuatu lewat alat di telinganya.


Beberapa menit kemudian segera pegawai cctv memberikan informasi bahwa tidak ada siapa-siapa selama Jane dan keluarga masuk ke dalam kamar hotel tersebut.


Di saat keduanya berbincang, Viola datang menghampiri mereka ia langsung bertanya apa yang sedang terjadi karena tadi saat ia sedang tidur telinganya mendengar suara-suara dari depan.


"Bu, ini ada apa ya?" Tanya Viola yang langsung di tatap oleh pegawai hotel sana, seolah sedang melihat penampilan Viola saat ini juga.


Gadis cantik itu mampu memikat pandangan dari pegawai tersebut, sifat Viola yang selalu cuek itu pun segera menatap tajam ke arahnya seolah sedang memperingati pria itu agar tidak melihatnya dengan mesum.


Pria yang di tatap itu segera menelan ludah dan langsung melirik ke arah yang lain. Sedang Viola mendengar penjelasan dari Jane. Setelah mengerti apa yang sedang terjadi di sana, Viola segera membela sang ibu.


"Dengar ibuku tidak mungkin berbohong, jam 9 malam pun aku diganggu sesosok perempuan!"


"Tapi di cctv tak ada apapun. Kalian berdua tidak bisa membuktikan ucapan kalian hanya dengan kesaksian satu sama lain tanpa ada bukti nyata." Jelas pria itu dengan menyanggahnya.


Hingga Viola pun kembali membalas dan adu mulut antara mereka berdua pun tak bisa di elakkan. Di tengah keributan itu, Hana berbisik dalam tidurnya sedangkan bisikan itu terdengar oleh Lili yang ada di sampingnya.


"Engh berisik." Tanpa sadar Hana mengucapkan kata itu merasa terganggu dengan keributan di depan sana.


Lili dengan tatapan penuh arti itu kembali mengejutkan mereka yang ada di sana. Tepat di saat Viola dan pria itu beradu mulut lampu di dltengah-tengah pun tiba-tiba saja kelap-kelip seolah ada kosleting di listriknya.


Mereka yang ada di sana pun tiba-tiba diam bersamaan mereka melihat ke arah pintu. Para pegawai hotel pun segera memanggil rekannya untuk melihat keadaan listrik mereka.


Sebelum akhirnya mereka semua pun pergi lewat lift meninggalkan permasalahan tadi bersama Viola. Jane pun segera menyuruh Viola untuk masuk kembali, juga menyuruhnya untuk melupakan kejadian tadi biarlah mereka tak percaya dengan ucapan keduanya.


Berbeda dengan pegawai hotel itu yang kini sedang berada di lift hendak pergi ke lantai satu sedang mereka kini berada di lantai 5.

__ADS_1


Tiba-tiba saat di lantai 4 lift mereka terhenti dan pintu lift terbuka padahal tidak ada siapapun di sana, semuanya diam dan mereka mematung bersamaan setelah ada suara kaki sedang masuk ke dalam lift tersebut.


Pintu mulai tertutup bersamaan dengan suara di lantai 4 ada suara gerombolan anak bermain.


__ADS_2