
Singkat cerita hari telah berlalu dan hari ini adalah hari Minggu dimana semua orang sedang bebas dari segala tugas maupun pekerjaan. Wiliam juga sekarang sedang berada di rumah sibuk dengan kopi dan koran di tangannya.
Jane sedang mengurus Hana, si kembar sedang bermain di luar begitu pun dengan Viola yang sedang bermain bersama teman-temannya.
"Hana, ibu sekarang gak kerja dan niatnya ibu mau ajak kamu jalan-jalan. Hana mau gak?" Tanya Jane pada Hana yang sibuk bermain dengan buku gambarnya.
Berbagai warna warni tertuang dalam kertas gambar tersebut, Jane sedang membantu memakaikan baju Hana untuk mereka berdua pergi nanti.
Karena tidak ada jawaban dari Hana, Jane kembali bertanya..
"Hana kamu marah sama ibu? Hana mau kan jalan-jalan?"
Hana pun berhenti sejenak dan segera mengangguk, melihat Hana yang sekedar menggerakkan kepalanya Jane merasa senang. Ia pun segera bangkit menghampiri sang suami yang sedang duduk di taman belakang.
"Mas, kamu gak sibuk kan hari ini?" Tanya Jane dari belakang sembari dirinya mengusap bahu Wiliam.
Wiliam yang sedang membaca koran itu pun sontak mendongak menatap istrinya.
"Iya, memangnya kenapa sayang?" Tanya Wiliam selembut mungkin.
"Hari ini aku sama Hana mau jalan-jalan, kamu ikut ya?" Ajak Jane dengan penuh harapan suami mengiyakannya.
Akan tetapi raut wajah Wiliam seketika berubah walau detik kemudian iya pun tersenyum pahit.
"Maunya sih gitu sayang tapi hari ini aku capek banget, tau kan minggu ini aku selalu pulang telat jadi ngerasa kurang tidur."
Jane menghela nafas tetapi ia segera mengangguk memahami kondisi suaminya sekarang ini, tapi dalam hati ia benar-benar sangat berharap Wiliam akan ikut bersamanya.
"Baiklah, istirahat saja di rumah aku akan bawa Hana dan tolong jaga si kembar ya Mas." Jane pun segera berbalik dan pergi dari sana.
Wiliam mengangguk cepat serta terlihat lebih bersemangat dari sebelumnya.
__ADS_1
"Iya hati-hati di jalan."
Jane kembali ke Hana lalu ia pun segera membawanya ke luar, "Hana tunggu di sini." Titah Jane menyuruh Hana untuk menunggu ia yang sedang mengeluarkan mobil dari garasi.
Setelah mobil berhasil di keluarkan barulah Jane menggandeng tangan Hana dan membawanya masuk ke dalam mobil, dari taman samping rumah Reva dan Rava menghampiri Jane.
"Ibu mau kemana?" Tanya Reva.
"Mau ajak Hana jalan-jalan, kalian berdua mau ikut gak?" Jane mencoba mengajak si kembar akan tetapi mereka berdua menolak dengan cepat.
"Gak ah bosen kalau gak ada ayah." Ucap Reva sambil berlari kembali ke taman tadi.
Jane hanya bisa tersenyum pahit lantas ia pun segera masuk dan mengemudi. Di sepanjang jalan Jane berusaha mencairkan suasananya dengan Hana dengan selalu bertanya-tanya pada anaknya tersebut.
"Hana mau ke mana? Mall? Toko es cream atau yang lain mungkin?"
Hana yang sedang bermain dengan boneka domba kecil segera menjawab "Hana ikut ibu aja."
"Kalau begitu kita mampir ke toko kue dulu yuk."
"Ayuk." Hana juga kali ini menjawab dengan cepat membuat Jane benar-benar senang melihat itu, ia pun jadi tambah bersemangat untuk membawa Hana jalan-jalan hari ini.
Setelah memarkirkan mobil di tempat khusus parkiran, Jane dan Hana akan berjalan kaki ke toko-toko terdekat di sana. Melihat ada sebuah toko bertuliskan bakery cake Jane dan Hana segera masuk ke dalam sana.
Di sambut hangat oleh para pelayan, Jane lalu menyuruh pegawai toko itu untuk membungkusnya saja karena ia dan Hana tidak akan memakan langsung roti tersebut. Akhirnya setelah roti-roti itu di bungkus dalam wadah besar barulah keduanya keluar dari toko tersebut.
Roti yang dibeli memang sedikit banyak karena Jane juga menyisakan untuk anggota keluarganya yang lain yang berada di rumah. Lantas setelah itu ia mencari kembali toko-toko yang akan di kunjungi, salah satu toko menarik perhatian Hana saat dirinya melihat sebuah boneka dari dalam kaca sebuah toko.
Toko tersebut bertuliskan Toko Antik, dari dalam kaca tersebut terlihat sebuah boneka perempuan yang imut dan juga menggemaskan sorot matanya terlihat seperti sedang menatap Hana dari kejauhan dengan wajah tersenyum boneka tersebut nampak hidup.
"Ibu." Panggil Hana sembari ia menarik baju Jane, Jane tersentak lalu ia melihat Hana sedang menunjuk ke arah toko antik tersebut tentu Jane segera mengerti dan akhirnya ia pun membawa Hana ke toko itu.
__ADS_1
"Hana mau ke sana?" Tanya Jane.
Hana mengangguk, Jane sedikit khawatir untuk menyebrangi jalan karena kebetulan toko tersebut tidak berada pada jalur yang sama. Dan setelah berhasil menyebrangi jalan mereka berdua pun masuk ke dalam toko.
Dan tanpa mereka sadari boneka itu terus menatap mereka seolah kelopak matanya bisa bergerak dengan sendiri.
"Halo." Seru Jane saat memasuki toko antik itu.
Kosong, sepi dan sunyi di sana hanya ada banyak barang-barang aneh yang terpajang di meja etalase atau rak besar penuh pajangan.
Tak lama kemudian seorang kakek tua berambut putih datang menghampiri mereka dengan tergesa-gesa. Terlihat tangannya yang penuh oli dan baju yang kotor seperti sudah dari dalam gudang kotor.
"Helo, i'm so sorry I just finished from the warehouse (Maafkan saya karena saya baru saja dari gudang)." Ucap kakek itu dengan senyum manis di wajahnya.
Dari bahasa yang ia gunakan sepertinya kakek itu bukan orang Indonesia asli, mungkin saja dia warga negara asing yang baru saja pindah kewarganegaraan. Pikir Jane begitu.
Untungnya Jane jago berbahasa Inggris maka ia pun mengerti ucapan kakek tadi, dengan ramah juga Jane kembali si kakek.
"It's oke We also just arrived (Tidak apa-apa kami juga baru saja datang)"
Kakek itu pun mengangguk tatapan matanya kini beralih ke Hana yang juga menatapnya tanpa ada rasa takut sama sekali. Biasanya seorang anak kecil akan takut melihat kakek tua berambut putih dengan penampilan acak-acakan, tapi untungnya Hana tidak seperti itu.
"Hello sweet girl."
"Hello, sir." Dengan imutnya Hana menyapa kembali si kakek membuat kakek tersenyum bahagia.
"Your daughter so cute (gadis kecilmu sangat lucu)" Ucap kakek pada Jane.
"Thank you, when she saw this shop she immediately asked me to bring her here I think she saw something that caught her eye. (saat dia melihat toko ini dia langsung memintaku membawanya kemari saya pikir dia melihat barang yang menarik perhatiannya)." Jelas Jane pada si kakek.
"Is that so? (Begitukah?) What did you see in my shop sweet girl?" Kakek bertanya apa yang ia lihat di tokonya.
__ADS_1