
Sesampainya di mall, mereka berdua pun segera berkeliling ke tempat dimana tas mewah berada. Seorang pelayan lalu menghampiri mereka dengan raut wajah senang dan bahagia seolah sudah memenangkan sebuah lotre.
"Nona Crisella, senang rasanya bertemu anda kembali. Apakah nona ingin membeli tas terbaru di sini?" Kini barulah terungkap kalau wanita itu bernama Crisella seorang putri dari keluarga ternama pemilik tambang emas di sini.
"Ya iyalah ngapain ke sini kalau gak beli tas." Dengan angkuh Crisella berjalan masuk ke dalam sana, di busungkannya tubuh itu ke depan dan ekspresi centil bak ****** di tempat Bar.
Pelayan itu juga munafik, dalam hatinya ia meaki Crisella namun di luar ia tunjukkan senyum ramah dan senang.
Setelah pergi ke tempat tas mahal, Crisella meminta Wiliam menemaninya lagi ke tempat baju. Di cobalah baju-baju branded di sana hingga memakan waktu yang banyak, lalu ada satu ketika Crisella meminta bantuan pada Wiliam membenarkan bajunya padahal itu hanyalah modus.
Dengan berani Crisella menarik lengan Wiliam ke ruangan ganti baju, tanpa segan-segan ia langsung mencium bibir lawannya dengan menggoda. Tak tahan dengan godaan tersebut Wiliam langsung melanjutkan aksi bejatnya di dalam sana sampai satu jam lamanya.
Pelayan profesional yang ada di sana tahu akan perbuatan mereka dan akhirnya keduanya di tinggal di tempat itu.
"Ah." Desis Crisella sedang Wiliam terus menghantam miliknya ke dalam Crisella.
"Enak Cris."
"Akh."
Singkat cerita lepaslah dahaga mereka dan pada akhirnya mereka melanjutkan aktivitasnya itu di dalam mobil dan inilah yang kedua kalinya mereka melakukan zina itu hari ini sedang mereka dengan jahatnya tak memikirkan bagaimana perasaan Jane saat tahu suaminya lakukan hal tak senonoh di belakangnya.
Sampai di waktu siang hari, mereka kembali melanjutkan aktivitasnya yang ketiga di hotel mewah. Tak habis pikir berapa banyak ****** yang dikeluarkan Wiliam di dalam wanita itu, tanpa penyesalan sedikit pun William melupakan Jane saat melakukan hubungan intim itu dengan Crisella.
Ternyata oh ternyata hubungan mereka bukanlah suatu hubungan yang baru saja di mulai akan tetapi sudah lama mereka menjalin hubungan terlarang. Kurang lebih satu bulan mereka menjalin hubungan itu, Wiliam sudah pandai menyembunyikannya dan tak ada rasa malu di wajahnya sedikit pun.
Di samping dirinya sedang berselingkuh Jane menelponnya dan mengakatakan kalau ia harus kerja lembur sebagai sanksi atas keterlambatannya.
Tring Tring
__ADS_1
"Ah, ah..."
Di bungkam mulut Crisella segera setelah William mengangkat telpon itu, padahal pinggulnya tetapi bergoyang ke depan ke belakang.
"Halo sayang ada apa?" Tanyanya sambil menahan des*h*nya.
"Ini aku di suruh kerja lembur karena terlambat kerja tadi, aku cuma mau minta tolong jaga anak-anak ya di rumah kasihan mereka." Kata Jane di seberang sana.
"Mmh, iya-iya oke."
"Oh? Oke dah." Jane sedikit merasa aneh sebelum akhirnya panggilan mereka berakhir hanya sampai sana.
Kembali di hotel William menggenjot terus sampai mereka selesai.
Waktu terus berjalan hingga akhirnya tibalah sore hari, anak-anak sudah pada kumpul menunggu si ayah datang karena sebelumnya mereka juga di beri kabar kalau Jane akan datang telat.
Magrib, barulah Wiliam pulang telat saat itu adzan berkumandang dengan kencang. Keempat anak-anaknya sedang berkumpul di ruang TV, tak ada hal aneh saat itu juga.
"Halo semua ayah pulang." Sapa Wiliam dengan wajah berseri-seri.
Semua anak-anak belum tahu tentang kelakuan ayahnya di luar sana, mereka terlihat bahagia dengan kedatangan Wiliam membawa makanan enak ke rumah. Akan tetapi Hana mulai menatap Wiliam dengan penuh tanda tanya.
"Hana sini, ayo kita makan bareng-bareng." Ajak sang ayah sambil mengibaskan tangannya.
Hana diam tak menjawab akan tetapi gadis kecil itu menurut lalu mendekat ke perkumpulan keluarga, dengan memeluk Lili di tangannya Hana duduk tepat di depan sang ayah hal itu membuat lili juga berhadapan dengannya.
Setelah mengajak anak-anaknya makan Wiliam pergi ke kamar mengurung diri, tanpa ia sadari tingkahnya di awasi oleh Hana dan juga bonekanya Lili.
"Kak Viola boleh bareng gak Bobonya?" Reva mulai memasang wajah penuh harapannya dan juga rasa ingin sekali di tolong.
__ADS_1
Tak mungkin ia tidur dengan Rava yang notabenenya jelas beda jenis, sedangkan Hana tak beda jauh karena di kamarnya ada Lili yang ia cap dalam hati boneka seram. Dan satu-satunya harapan agar ia tak tidur sendiri di kamar adalah bersama Viola.
Awalnya Viola menolak namun dengan kemampuan tersembunyi yang di miliki Reva gadis itu benar-benar beracting seolah-olah dia orang yang perlu di bantu.
"Kumohon tuhan sadarkanlah kakakku Viola bahwa membantu sesama terutama saudara adalah hal yang patut di lakukan sebagai seorang manusia." Pada akhirnya senjata Reva adalah berdoa meminta tolong pada Tuhannya.
Viola mau tak mau membantu Reva dan mengijinkannya untuk tidur bersama sampai traumanya hilang, akan tetapi bantuan yang diberikan tidaklah gratis karena Viola meminta syarat padanya.
"Ikuti perintah kalau tidak kau ku depak (di usir) dari kamar."
Bug
Viola menonjok bantal sofa hingga terlempar sedikit jauh membuat itu sebagai contoh kalau-kalau Reva tak menuruti titahnya. Tiba-tiba saja Reva membungkukkan tubuhnya sembari menyatukan kedua telapak tangannya ke atas.
"Hidup yang mulia ratu."
Alhasil Rava dan Viola tertawa melihat tingkah lucu Reva dan bukan saja mereka Hana pun ikut tersenyum di buatnya. Sampai detik kemudian Hana melirik cepat ke arah tangga atas, di lihatnya tempat itu seolah ada sesuatu di sana.
Hana pun bangkit meninggalkan ketiga kakaknya dan pergi ke lantai atas mengikuti apa yang ia lihat barusan. Bayang hitam berbentuk anak kecil perempuan masuk ke dalam kamar Hana membuat Hana mengikuti sosok itu.
Dan pada akhirnya ia pun bermain dengan anak kecil itu yang ternyata adalah sosok Lili yang ada di dalam boneka itu.
"Hana kamu mau kan jadi teman Lili?" Tanyanya sembari mengajak. Hana mengangguk lalu mereka berdua pun bermain sambil berbincang-bincang.
Orang lain tak akan bisa melihat Lili dan tak mampu melihatnya karena wujud sebenarnya sangatlah mengerikan, sosok anak kecil perempuan yang cantik dan imut itu hanyalah topeng di balik wajah jeleknya.
"Hana kamu mau dengar sesuatu?" Lili mulai berbisik pada Hana, anak kecil itu tersenyum pada Hana seolah ia tahu kalau Hana akan mengangguk menuruti ucapannya.
Itulah kelemahan Hana, penurut dan tak pernah menolak apa pun sampai ia tak tahu mana yang benar mana yang salah.
__ADS_1
"Hana ayahmu selingkuh." Ucap Lili memberitahu pada Hana tepat setelah gadis kecil itu mengangguk padanya. Hana tak mengerti ia belum paham sampai lili pun menjelaskannya.
"Itu artinya orangtuamu akan berpisah sebentar lagi."