
Malam harinya orang itu pun segera memposting di berbagai media sosial dengan akun yang sangat banyak, orang itu membeberkan berita mengenai keluarga Crisella termasuk kisah Crisella yang menjadi pelakor dan kejadian sore hari itu.
Di samping ia sibuk dengan komputernya di ruangan yang gelap, di rumah yang berbeda di ruang yang berbeda dan suasana yang berbeda pula di sana terdapat pesta meriah yang di selenggarakan oleh pemiliknya yang kaya raya.
Salah satu tamu yang hadir pun adalah orang tua Agam. Yah, mereka menjadi sorotan sebagai tamu yang paling di tunggu-tunggu namun sikap mereka yang terkenal dingin dan kurang ramah itu sudah menjadi hal biasa.
Namun pada lintah darat selalu saja tak tahu malu menempel terus menerus pada keduanya hanya karena mereka terkenal dengan kekayaan yang dimiliki.
Termasuk ibunda Crisella yang terus menyanjung keduanya, berbicara ramah dan bersikap seolah mereka sangat akrab. Hingga acara pun di mulai setelah MC memperlihatkan pasangan utama hari ini, Crisella dan William.
Keduanya serasi memakai warna yang sama yaitu putih seperti pasangan yang masih baru. Dengan senyum lebar seolah ia bahagia Crisella melambaikan tangannya pada para tamu undangan.
"Pasangan kita di malam ini sangat luar biasa sekali, beri tepuk tangan yang meriah untuk mereka berdua." Ujar si MC dan para tamu undangan pun segera bertepuk tangan pada pasangan tersebut.
Di paling ujung sana ibu-ibu arisan pada berbisik kecil mengatai mereka berdua yang ada di depan sana.
"Padahal mukanya gak serasi bisa-bisanya mereka menikah." Ucap salah satu dari mereka membuat yang lainnya menahan tawa.
"Pfft, bisa aja si ibu."
Ibunda Crisella menyadari hal itu tapi ia tak bisa berbuat apa-apa karena tak mungkin ia melabrak di saat pesat berlangsung, ada dampak buruknya juga kalau ia melabrak circle menyeramkan seperti mereka. Alhasil ia pun hanya bisa diam.
Kembali lagi pada orang yang kini hendak memposting berita-berita hot dengan berbagai bukti ia ia dapatkan dari beberapa relasinya. Karena bukan hanya dia saja yang dendam tapi beberapa teman yang lainnya juga, dan kini dari beberapa orang itu sudah berpura-pura menjadi petugas keamanan pesta.
Ada dua wanita mantan pelayan MUA tadi dan ada satu pria yang di bayar untuk membantu mereka. Rupanya mereka akan menghancurkan pesta meriah ini dengan merusak beberapa hal.
__ADS_1
Terutama hidangan makanan. Tak akan mereka beri racun tikus tapi di berikan sebuah serbuk yang akan membuat orang yang memakan makanannya akan merasa gatal dan panas di sekujur tubuhnya.
Satu wanita bertugas di dapur melancarkan aksi serbuknya, satu wanita lagi mengatasi penjaga cctv sedang satu pria itu akan menghancurkan barang-barang di pesta.
Tepat di saat inti pesta berlangsung yaitu pemotongan kue, seluruh lampu mulai di matikan dan tugas pria itu mulai di lancarkan dengan menghancurkan lampu paling besar yang ada di ruangan itu. Harganya sudah pasti mahal tapi semua itu tidak berguna kalau sudah hancur.
Hingga....
Pranggg
Lampu itu pecah tepat di tengah-tengah kerumunan, akan tetapi hanya sedikit dari mereka yang terluka karena sebelumnya beberapa diantara kerumunan itu lari saat lampu belum jatuh ke lantai.
Suara teriakan jelas terdengar menggema di seluruh ruangan itu, keributan pun terjadi dan orang-orang mulai berlari keluar meninggalkan rumah itu. Begitu juga dengan orangtua Agam yang sudah di persilahkan masuk oleh bodyguardnya ke dam mobil.
Crisella, Wiliam, Ibunda dan ayah pun kebingungan melihat orang-orang berlari ke sana kemari sedang di lantai sana ada orang yang sedang kesakitan mengeluarkan darah dari tubuhnya.
Wiliam segera menyadarkan dirinya sendiri, lantas ia segera merogoh hp di sakunya dan memanggil ambulans segera.
"Aku akan segera memanggil ambulans." Ucap William sembari mengetik di hpnya.
Setelah itu semua petugas keamanan segera mengamankan ruangan, mereka mulai sibuk dengan tugas mereka. Para korban mulai di selamatkan dengan pertolongan sederhana, lampu juga kembali menyala dan dua wanita serta satu pria itu segera pergi bersamaan dengan para tamu yang juga berlari pergi dari sana.
Satu jam kemudian mereka masih berkelit dengan masalah yang baru menimpa mereka. Tak hanya itu berita tentang mereka pun segera bermunculan di internet dengan view dan komentar yang sudah banyak.
Ayah Crisella segera mendapat informasi tersebut dari bawahannya dan ia langsung memberitahunya ke yang lain. Berita itu membuat ibunda Crisella pingsan tak kuat melihat masalah baru menghampiri mereka, sedangkan Crisella melotot tak percaya melihat semua konter jahat tertuju padanya. William hanya bisa memeluknya tanpa ada usaha untuk menyelesaikannya, ia terlihat tak ingin memperbaiki masalah itu.
__ADS_1
Keesokan harinya
Awal pagi yang buruk menimpa mereka, sedikit pun tak ada kebahagiaan dari raut wajah mereka semua. Ayah Crisella bahkan sibuk memperbaiki dampak berita itu bagi perusahaannya, sang istri ibunda Crisella hanya diam seperti orang yang sedang sakit jiwa.
Sama halnya dengan sang ibunda, anaknya pun hampir mirip. Crisella hanya diam di kamar, menutup diri dengan selimut bahkan selera makannya pun hilang. Sekitar bola mata menghitam dengan mata yang masih memerah seolah ia terus-menerus menangis sepanjang malam.
Di samping itu, di kediaman rumah Bell.
Jane, Viola, si kembar dan bahkan Viandra yang ada di luar sana pun terkejut melihat berita heboh tersebut. Jane merasa kasihan dengan melihat berita itu, karena ia tahu pasti berat bagi Crisella yang melihatnya apalagi ia sedang mengandung saat ini.
"Ibu, ibu gakpapa kan?" Tanya Reva sebelum mereka semua berangkat.
Jane mengangguk dan menjawab "Ibu tidak apa-apa, doa'akan saja ayahmu baik-baik di sana." Meski Jane sudah berpisah dengan Wiliam, namun ia tak ingin anak-anaknya merasa tak punya ayah. Jane masih ingin hubungan antara anak dan ayah baik-baik saja.
Dua Minggu Kemudian
Sudah saatnya keluarga Bell pindah rumah hari ini, mereka sudah bersiap-siap dengan barang-barang bawaannya. Paman Dani bibi Laura memeluk mereka sebagai perpisahan, tak lupa mereka memberi nasihat baik untuk anak-anak Jane.
"Jangan lupakan bibi kalian ini yah?" Ucap bibi Laura pada keempat anak itu.
"Siap Bibi, jangan lupa mampir ke rumah ya nanti." Reva tersenyum ke bibi Laura.
"Tentu saja, sekalian nanti bibi nginap ya."
POV Reva
__ADS_1
Bibi Laura yang biasanya jutek itu kini selalu ramah pada kami setelah ibu dan ayah cerai. Kami sangat bersyukur punya tetangga baik seperti paman Dani dan bibi Laura. Semoga mereka selalu sehat dan rezekinya lancar. Jangan lupakan kami yang akan meninggalkan rumah ini ya bibi.
Aku tidak akan pernah melupakan bantuan mereka berdua, termasuk juga keluarga Chen. Walau mereka tak ramah lagi pada kami setelah hari itu, namun aku sangat bersyukur saat itu mereka mau membantu kami saat kami mendapat musibah.