LILI

LILI
EPISODE 5.4


__ADS_3

Lantas semua orang yang berada di lift terdiam bersamaan mematung dengan tubuh gemetar. Pintu lift yang masih terbuka sedikit mulai menampakkan anak kecil yang berdiri di depan sana menatap semua pada pegawai hotel.


Lift tertutup dengan sempurna dan mulai bergerak ke lantai pertama, hawa dingin sangat terasa di dalam sana. Hingga hal aneh pun terjadi saat mereka hendak ke lantai dua, karena tiba-tiba saja lift itu bergerak ke atas dan bukan ke bawah.


Semua orang terkejut dan mereka sigap berpegangan tangan satu sama lain.


"Ini kenapa kita naik ke atas?" Tanya seorang perempuan dari mereka.


Yang lain hanya bisa menggelengkan kepala, mereka juga tidak tahu apa yang sedang terjadi. Tiba saat di lantai paling atas lift mulai bergerak ke bawah dengan kecepatan yang tinggi.


Semua orang mulai berteriak ketakutan di tambah lampu di dalam sana kelap-kelip dan dalam pencahayaan yang kurang itu alangkah terkejutnya mereka melihat sesosok wanita cantik berbaju putih sedang menatap mereka sambil tertawa kecil.


Tak bisa di pungkiri kejadian yang mengerikan pun terjadi pada mereka hingga bersama-sama mereka semua pingsan dalam lift sedang lift tersebut sebenarnya berjalan dengan pelan seolah semua kejadian itu hanyalah halusinasi.


Orang-orang yang kebetulan berada di lantai satu terkejut melihat para pegawai hotel pingsan semua di dalam lift sesaat lift itu terbuka.


Pagi harinya, keluarga Jane yang sudah bersiap-siap pergi dari sana di datangi oleh mereka yang sudah sadar dari pingsannya.


Mereka meminta maaf atas kejadian yang mungkin juga di alami oleh mereka di hotel tersebut, mereka juga meminta agar tidak memberitahu kejadian seperti ini pada yang lainnya. Di khawatirkan hotel itu tiba-tiba bangkrut.


Jane mengiyakannya toh ia juga tidak akan menginap di hotel lagi, sudah cukup satu malam menjadi pengalaman. Mereka kembali melanjutkan liburan mereka hingga sore harinya mereka kembali ke rumah.


Hari itu William pergi bersama Crisella hendak mempersiapkan acara pesta nanti malam sebagai bentuk perayaan pernikahan mereka.


Setelah mendapat barang yang di perlukan, sore harinya mereka berdua kembali ke rumah bersiap-siap dengan penampilan serasi mereka yang di hiasi oleh MUA yang terkenal.


Pujian halus selalu di berikan oleh para MUA pada keduanya membuat Crisella tersipu malu. Tanpa ia tahu sebenarnya itu semua hanyalah kebohongan dari bibir mereka. Di baliknya mereka membicarakan hal lain.

__ADS_1


"Bisa-bisanya ya masih muda udah jadi pelakor." Bisik para pelayan MUA di kamar khusus yang di sediakan untuk mereka.


Yang lainnya terkekeh sembari menimpali ucapan temannya "CK, dari muka berdua aja udah gak cocok pasti pernikahan ini cuma langgeng sementara."


Mereka semua pun tertawa bersama-sama tanpa mereka sadari ibunda Crisella mendengar pembicaraan mereka di luar pintu. Padahal niatnya ia ingin menyuruh pegawai-pegawai itu mendandaninya.


Ibunda Crisella akhirnya pergi dari sana dengan wajah datar menahan emosi. Ia masuk ke ruang makeup Crisella menendang keras pintu sambil membentak MUA tersebut.


"HEH kamu gak becus banget kerjain tugas kamu! GAK LIAT APA MUKA ANAK SAYA SAMA AJA KAYAK YANG TADI! INI TUH BUAT PESTA NANTI MALAM KAMU JANGAN ANGGEP REMEH YA!!" Bentak ibunda.


Sang MUA yang mendapatkan perilaku seperti itu pun gemetar takut mendengar teriakannya, Crisella dan William pun sama-sama dibuat terkejut melihat kedatangan sang ibunda sambil marah-marah. Mereka berdua berdiri dan langsung menghampirinya membuatnya tenang.


"Bunda, bunda kenapa? Ada apa Bun?" Tanya Crisella.


"Iya bunda, bunda tenang dulu jangan emosi." Wiliam berusaha menenangkan ibu mertuanya namun ia malah mendapat teriakan darinya.


"KAMU ITU YA JADI CALON SUAMI GAK KOMPETEN! Liat dong calon istri kamu, yang seharusnya glamor untuk nanti malam kenapa biasa-biasa aja sih! Pokoknya saya pengen anak saya diubah lagi bikin dia jadi orang yang paling cantik buat nanti malem."


"Kenapa diem aja? CEPETAN DONG LELET BANGET!" Kembali sang ibunda membentak si MUA.


Mereka pun bergegas memulai kembali tugas mereka dari awal, Wiliam kembali duduk di depan kaca melanjutkan makeup yang tadi. Sedangkan Crisella segera menyingkirkan tangan si MUA dan mulai menghampiri ibundanya meminta penjelasan.


"Bunda ngapain sih?! Ini tuh baju yang paling cantik yang aku pilih."


Ibundanya pun melotot ke arah MUA membuatnya menundukkan kepalanya, melihat hal itu ibunda mulai mengalihkan ke arah Crisella. Ia berdiri dan mulai membisikkan sesuatu pada Crisella hingga membuat Crisella geram dan marah.


Gadis itu mengamuk sejadi-jadinya menghampiri si MUA dan langsung menamparnya hingga jatuh ke lantai, tubuhnya ambruk tak tahan mendapat tamparan keras Crisella.

__ADS_1


"Hoho berani banget ya semua pelayan kamu? Ngehina saya dan suami saya dari belakang!" Teriak Crisella membuat MUA itu melorotkan matanya dengan mata memerah.


Pipi kirinya yang sudah mendapat tamparan tadi dengan cepat berubah menjadi merah. Wiliam yang melihat hal itu segera berdiri terkejut karena Crisella melakukan hal itu di depannya.


"Crisella!!" Seru Wiliam, tatapannya seolah tak percaya yang barusan ia lihat.


Ibunda diam melihat semua itu dari belakang, sedang Crisella mulai berteriak kembali.


"Bunda bilang semua pelayan MUA ini ngehina kita berdua di belakang sana! Bilang kalau aku ini muda tapi pelakor dan juga berdua gak cocok jadi pasangan." Jelas Crisella dengan suara yang memburu.


"Tapi gak harus nampar dia juga sayang." Ucap William malah ucapannya itu membuat Crisella tak habis pikir seolah Wiliam tak mendukung dirinya.


Ibunda juga kaget dari wajahnya ia terlihat kesal dengan sikap Wiliam yang tak tegas. Ibunda lalu menyentuh pindah Wiliam dari belakang lalu memperingati dirinya dengan halus.


"William, anak saya di hina sama orang lain kamu diem dan malah bela MUA itu! Kamu harusnya mikir dong hidup kamu sekarang di tampung sama siapa?!"


Jedarrr


Seolah di sambar petir di siang bolong, pikiran Wiliam kosong ia tak tahu lagi bagaimana menjawab ucapan dari mertuanya itu. Hatinya sakit di hina seperti itu seolah harga dirinya sudah tak ada lagi.


Tak tahu harus bagaimana lagi ia bahkan tak peduli tindakan apa yang akan di lakukan oleh Crisella dan sang ibunda pada MUA dan para pelayannya.


Di balik sikap diamnya itu, ia melihat keduanya memperlakukan mereka tak manusiawi dengan memecat mereka dan juga segera menghancurkan usaha MUA hingga ia tak punya pekerjaan lagi.


Semua tatapan mereka kini kosong sama seperti Wiliam, kehidupan mereka seolah sudah terlihat tak mekar lagi seperti bunga yang layu selamanya.


Pemecatan dan pembubaran mereka dengan hina membuat hati dari beberapa orang merasa marah, kesal, tak adil mendapatkan hukuman seperti ini hanya karena mereka menghina Crisella.

__ADS_1


Hingga salah satu dari mereka bertekad untuk menghancurkan rumah besar yang mereka kunjungi hari ini, tatapan tajam dari orang itu seolah memperingati seisi rumah Crisella. Bahwa ia akan menghancurkannya.


"Mereka bakal ngerasain gimana hujatan yang sebenarnya." Ucap orang tersebut.


__ADS_2