LILI

LILI
EPISODE 3.3


__ADS_3

Romlah kembali ke rumah dengan perasaan campur aduk, ia jadi merasa kasihan dengan ibu Jane temannya dan tak mungkin ia akan memberitahunya langsung saat ini juga. Jane pasti tak akan mempercayai nya kecuali Jane melihatnya langsung.


Sekitar jam 4 sore suasana di rumah Bu Romlah sudah sangat ramai dengan para ibu-ibu yang sedang memasak untuk berkat nanti. Riana baru saja datang ke rumah Bu Romlah dan bersiap-siap membantu masak di sana, karena keramahan yang dimiliki Riana membuat gadis cantik itu sangat di sukai ibu-ibu di sana.


Ini memang Jakarta bukan kota kecil dan sangat jarang sekali ada acara syukuran seperti di desa-desa untungnya Bu Romlah sangatlah berjiwa gaul sehingga ia mampu mengadakan acara seperti ini dengan bantuan teman-temannya yang banyak.


Di samping itu, Jane juga baru pulang dari kantor dan untungnya ia tidak lembur hari ini sehingga ia bisa datang ke rumah Bu Romlah tepat waktu.


Si kembar dan Hana sudah pulang sekolah namun Viola belum pulang, Jane akhirnya mempersiapkan Hana terlebih dahulu.


"Hana, ayo mandi nak." Seru Jane dari kamar mandi, saat itu Hana dan si kembar sedang duduk santai di ruang tamu sibuk masing-masing dari mereka bermain hp sedang Hana menggambar.


Hana yang mendengar seruan ibunya segera berlari menghampirinya meninggalkan lili duduk di tempatnya.


"Iya Bu."


Tik Tik Tik


Seolah terdengar suara detikan jam dari tatapan tajam yang diberikan boneka Lili, seolah hal itu menandakan ia tahu akan terjadi sesuatu. Bukan hanya terdengar jam berdetik tapi juga mata itu terdengar suara wanita tertawa menangis dan bertengkar.


"Rava lho gak ada tugas kan besok?" Tanya Reva mengingat kembali tugas-tugas yang mungkin lupa belum di kerjakan.


Rava yang sedang bermain hp itu pun langsung menjawab tanpa mengalihkan pandangannya "Ah oh iya gak ada."


"Ibu ngajak kita ke tempat syukuran lho gak lupa itu kan?" Kembali Reva mengingatkan kembarannya.


"Iya-iya santai aja gue gak lupa kok, kebetulan gue juga bosen di rumah Mulu kalo malem-malem." Jawab Rava yang kini mengalihkan pandangannya dari hp.


Reva mendengarnya pun mengangguk dan bersyukur "Syukurlah, capek gue kalo harus ngingetin lho mulu."


Reva mulai bangkit bersiap-siap mandi dan mempersiapkan diri.


"Dih, siapa juga yang nyuruh lho ngingetin gue." Bantah Rava sembari memasang wajah kesalnya.


"Wlee." Reva malah menjulurkan lidahnya meledek Rava sebelum akhirnya ia benar-benar pergi dari ruang tamu.

__ADS_1


Dan benar saja, Hana sudah selesai dimandikan akan tetapi tidak dengan Jane yang masih terlihat kotor dengan wajah yang berkeringat terlihat sangat kelelahan.


"Rava, bantuin Hana pake baju nih." Teriak Reva memanggil Rava.


Reva peka, gadis itu tahu kalau ibunya kecapean ia pun segera menyuruh Rava membantu Hana ganti baju. Untungnya Rava yang tidak sedang main game bisa segera bangkit dan melaksanakan perintah kembarannya yang tidak suka di bantah.


"Yaudah iya, teriak-teriak segala!" Walaupun Rava terlihat kesal dari raut wajahnya. Ia segera membawa Hana ke lantai atas.


"Ibu mandi duluan aja biar Reva yang nunggu." Ucap Reva sembari pergi ke ruang tv.


"Makasih ya Reva."


"Sama-sama Bu."


Lantas Jane pun kembali masuk kedalam kamar mandi sedang Reva duduk menyalakan TV. Saat itu juga Viola datang dengan tergesa-gesa.


Gressk Greskk


"Oi Re, ibu mana?" Tanya Viola tiba-tiba.


"Kakinya udah gakpapa ka?" Tanya Reva saat melihat Viola seperti sudah tak kesakitan lagi.


"Oh iya nih kakinya gak sakit lagi, aneh banget kirain sakitnya mau lama." Jawab Viola sembari dirinya mengusap perban di kaki.


"Rava sama Hana mana?" Lanjutnya bertanya.


"Tumben nanya biasanya juga gak peduli." Tak aneh kalau Reva berbicara seperti itu karena memang gak biasanya Viola ramah seperti ini.


"Ck, gitu amat lho sama kakak."


Reva menghela nafas sebelum akhirnya ia pun menjawab "Noh di atas, lagi ganti baju siapin malam ini kan ada syukuran."


Viola yang lupa itu pun seketika kembali teringat dengan ajakan Jane sebelumnya kalau ada undangan dari teman muslimnya buat acara syukuran.


"Astaga hampir lupa, padahal masih banyak tugas yang belom di kerjain." Viola teringat dengan tugas-tugas di sekolahnya yang masih tertunda hingga menumpuk sedemikian banyaknya.

__ADS_1


"Nanti deh Reva bantuin." Reva pun mulai menawarkan bantuannya akan tetapi malah tak dipercayai oleh Viola.


"Emang ngerti semua pelajaran SMA? Lho kan masih SMP!"


Reva mengernyit ia merasa harga dirinya di injak, sebagai siswi berprestasi di sekolah sudah menjadi hal biasa kalau berurusan dengan akademik walaupun sebenarnya ia lebih menonjol di bidang non akademik yaitu olahraga.


"Walaupun SMP tapi ya ngertilah dikit-dikit, mau gak dibantuin?"


Viola yang memang membutuhkan penjoki tugas pun akhirnya mengangguk menerima tawaran dari adiknya tersebut.


Dari perbincangan keduanya itulah tak terasa waktu terus berjalan dan Jane yang sudah selesai mandi pun keluar dari kamar mandi. Segera Reva masuk ke dalamnya bergantian.


"Vi, baru datang?" Tanya Jane.


"Oh enggak Bu dari tadi kok pulangnya, malam ini beneran Bu ada acara syukuran?" Kembali Viola bertanya tentang acara itu.


Jane mengangguk dan segera menyuruh Viola untuk bersiap-siap "He'em, nanti kamu juga ikut biar jadi pengalaman juga. Siap-siap gih."


"Iya Bu."


Begitulah mereka sampai jam setengah enam baru selesai dan rapi semua, mereka bergegas naik mobil tak lupa Jane mengingat kan pada sang suami kalau mereka pergi ke rumah teman.


Perjalanan yang dilakukan pun cukup singkat dan tak membutuhkan waktu berjam-jam, sesampainya di rumah Bu Romlah terlihat sudah ada banyak sekali orang-orang berkumpul di sana bersiap memulai acara syukuran. Bu Romlah yang melihat mobil Jane pun segera menghampirinya dan mempersilahkan mereka masuk.


Menjadi tontonan orang-orang di sana memang agak membuat hati tak nyaman tapi itu wajar karena keluarga Jane bukanlah keluarga yang beragama Islam tetapi mereka semua memiliki toleransi yang sangat tinggi, menjunjung tinggi perbedaan yang ada.


"Mari masuk Bu Jane." Ajak Bu Romlah dengan wajah yang terlihat sangat bahagia karena acaranya sebentar lagi di mulai.


"Makasih Bu Romlah karena sudah mengundang kami, maaf suami saya tidak ikut di karenakan dia masih sibuk dengan pekerjaannya." Ucap Jane membuat ekspresi Bu Romlah berubah seketika.


Sadar akan hal itu Bu Romlah segera tersenyum kembali dan memakluminya akan tetapi dalam hati ia sangat sedih Jane belum tahu kelakuan busuk sang suami di belakangnya.


Dan benar saja kelakuan busuk sang suami menjadi-jadi saat Wiliam dengan berani membawa Crisella ke rumah di saat semua anggota keluarganya pergi keluar. Dan tanpa tahu malu mereka berdua bermesraan di rumah itu, akan tetapi satu hal yang belum mereka sadari.


Sosok perempuan itu masih ada di rumah mengamati semua kelakuam mereka berdua di balik pintu.

__ADS_1


__ADS_2