LOVE IN MINE

LOVE IN MINE
MEMBUAT PERHITUNGAN


__ADS_3

Diruangan kantornya, Abrar sedang sibuk menatap layar laptopnya.


Tak lama kemudian Rudi masuk menghampirinya.


“tuan.., siang ini kita ada meeting penting..” kata Rudi pada Abrar.


“apa kau sudah mempersiapkan semuanya??” tanya Abrar.


“sudah tuan.., semuanya sudah rapi..!!” jawab Rudi.


“bagus.., ku pastikan Johan akan menyesal telah mengusikku..” ujar Abrar.


Tak lama kemudian, Abrar dan Rudi tiba di sebuah gedung meeting.


Disana banyak pebisnis besar bersaing mendapatkan lahan bisnis yang besar.


Disana Abrar juga melihat Johan yang menatapnya dengan licik.


“hari ini aku akan buat perhitungan denganmu..” ucap Abrar dalam hatinya.


Meeting pun dimulai.


Semua pebisnis memulai aksinya untuk mendapatkan lahan bisnis yang besar.


Rudi telah menyiapkan serangan yang jitu untuk mengalahkan Johan.


saat Johan ingin membalas serangan jitu milik Abrar, Abrar membongkar semua kelicikan yang Johan mainkan dalam berbisnis.


Semua tercengang melihat aksi Abrar yang menjatuhkan Johan saat meeting.


Johan melakukan banyak tindak korupsi dan penyuapan kepada beberapa pihak terhadap bisnisnya.


Abrar mengeluarkan banyak bukti yang membuat Johan semakin tersudut.


Setelah sekian lamanya meeting berjalan, akhirnya Abrar memenangkan lahan bisnis yang menjadi incaran pebisnis lainnya termasuk Johan.


Johan sangat kesal dengan Abrar karena berhasil membongkar semua kejahatan yang dilakukannya.


“dia membalasku karena aku melirik istrinya..” gumam Johan menatap Abrar.


“ini akan menjadi lebih menarik…, hehehe..” ucap Johan dengan senyuman liciknya.


Johan yang terkenal dengan pantah menyerah, membuat rencana untuk membalas Abrar.


Ia menyuruh anak buahnya untuk menyelidiki keberadaan Balqis.


Ia berencana untuk menculik Balqis dan membawanya pergi jauh dari Abrar.


Johan semakin menginginkan Balqis saat ia mengingat wajah Balqis.


Setelah membuat perhitungan dengan Johan, tentunya rencana Abrar tak hanya sampai disitu.


Ia berencana akan membawa pulang Balqis agar ia mudah melindungi Balqis dari Johan.


Disisi lain, Balqis pamit kepada kakek untuk pergi mengunjungi panti asuhan seperti biasanya.


Balqis pergi dengan supir pribadi yang disiapkan kakek untuknya.


Setelah dari panti asuhan, ia singgah menemui Lita di toko kue pak Hendri.


“aku kangen banget denganmu….” Ucap Lita memeluk Balqis.


“aku juga kangen banget denganmu…” balas Balqis.


“gimana hubunganmu dengan Luky?? Ada kemajuan gak??” tanya Balqis pada Lita.


“apaan sih???? aku gak ada hubungan apa-apa sama orang gila sepertinya..” jawab Lita.


“duh..., awas loh...!! entar kau malah tergila-gila sama orang gila itu, hehehe…” sahut Balqis.


“gimana kau dengan Abrar?? Pasti makin romantis.” Kata Lita.


“hhuuhh…, aku mau cerai sama Abrar…!!” ucap Balqis.


“apa?????? kau yang benar saja…” teriak Lita kaget.


“iya.., aku gak tahan sama sikapnya yang terus kasar padaku..” sahut Balqis.


“tapi gimana dengan perasaanmu dan Azlan??” tanya Lita.


“biarlah aku simpan dalam hati perasaan cintaku pada Abrar.” Jawab Balqis sedih.


Selama Balqis ngobrol dengan Lita di dalam toko kue, sang supir menunggunya di dalam mobil.


Namun supir tersebut tiba-tiba ingin ke toilet.


Lantas ia pergi ke toilet umum sebentar.


Saat ia keluar dari toilet, tiba-tiba ia di hadang oleh anak buah Johan.


Lalu supir tersebut dipukuli hingga pingsan.


Anak buah Johan menggantikan posisi menjadi supir pribadi Balqis.


Setelah selesai bertemu dengan Lita, Balqis pun masuk ke mobil dan berniat pulang kerumah kakek.


“pak…, kita pulang sekarang ya.” Kata Balqis tanpa melihat sang supir yang sudah berbeda orang.


Tanpa menyahut mobil pun melaju dengan sangat kencang.


Balqis merasakan ada yang aneh terhadap supirnya.


Lalu ia melihat jalan yang berbeda dengan arah ke rumah kakek.


“pak.., kau salah jalan…” seru Balqis. Lalu Balqis melihat wajah sang supir yang berbeda orang.


“siapa kau???” tanya Balqis dengan cemas.


“diam.., atau ku bunuh kau disini..” ancam anak buah Johan pada Balqis.


Mendengar ancamannya, Balqis ketakutan.


Ia hanya bisa diam di dalam mobil dengan perasaan yang khawatir.


Mobil terus melaju dengan kencang.


Balqis memutar otaknya untuk mencari pertolongan.


Dengan hati-hati Balqis mengirimkan pesan singkat kepada Abrar melalui HPnya.


“Abrar.., tolonglah aku..!! seseorang membawaku pergi…” pesan singkat Balqis pada Abrar.


Agar tak di ketahui oleh anak buah Johan, Balqis mematikan suara ponselnya.


Disisi lain, Abrar dengan


Aska datang kerumah kakek dengan tergesa-gesa. Ia mencari Balqis dan Azlan


untuk membawanya pulang. Namun disana ia hanya bertemu dengan Wirna yang sedang


bermain dengan Azlan.


“dimana Balqis??” tanya Abrar.


“nyonya pergi ke panti sejak pagi tadi…” jawab Wirna.


“sial….!! Balqis sedang di luar sekarang..” ujar Abrar.


“siapkan semuanya, bawa Azlan kembali kerumah..” perintah Abrar pada Wirna.


“baik tuan.” Sahut Wirna.


“cepat hubungi Balqis..” kata Aska pada Abrar.


Saat Abrar membuka HP nya, ia membaca pesan singkat dari Balqis.


“sial…!! Kita terlambat…!! Johan menculik Balqis.” Kata Abrar pada Aska.


Kemudian Abrar membalas pesan Balqis.


“tetap hidupkan Hp mu.., aku akan melihat dari GPS.” Pesan Abrar untuk Balqis.


“aku sudah hubungi Luky dan Romi..!! mereka akan datang sebentar lagi.” Kata Aska.


“aku akan menyusul Balqis, tolong bawa anakku kerumahku.” Kata Abrar langsung pergi.


“Abrar….!! Jangan pergi sendirian…” teriak Aska.


Namun Abrar tak memperdulikannya.


Abrar langsung menuju mengikuti mobil yang membawa Balqis melalui GPS.


Disisi Balqis.


“kau mau membawaku kemana, hah???” teriak Balqis memberanikan dirinya pada Anak buah Johan.


“sebentar lagi kau akan tau.” Jawabnya.


Saat anak buah melihat Balqis dari kaca spion, ia melihat Balqis menggenggam Hp di tanganya.


Kemudian ia memberhentikan mobilnya dan merebut Hp yang ada di tangan Balqis.


Lalu ia melemparkan Hp tersebut ke jalan.


Hp Balqis pecah berserakan di tengah jalan.


Abrar melihat Hp nya dan ia kehilangan jejak mobil yang membawa Balqis.

__ADS_1


“kurang ajar…!! Aku kehilangan jejak Balqis.” Teriak Abrar kesal.


“aku tau Balqis pasti di bawa ke kediaman Johan.” Ucap Abrar lagi.


Abrar langsung melajukan mobilnya menuju ke kediaman Johan.


Tak lama kemudian, Balqis pun tiba di salah satu rumah yang sangat besar dan mewah.


Ia tak tau ke rumah siapa ia di bawa.


Dengan di paksa Balqis di kurung di dalam sebuah kamar yang megah.


Banyak terdapat kelopak bunga mawar merah yang bertaburan dengan indah.


Balqis tak alergi dengan kelopak mawar, namun dengan putik dan benang sari yang di miliki bunga mawar.


Tak lama Balqis memandangi kamar tersebut, terdengar suara pintu kamar tebuka.


Ia langsung menoleh ke arah pintu.


Disana ia melihat sosok pria yang di kenalnya.


Terkejutnya Balqis melihat Johan yang berjalan mendekatinya.


“kau???” ucap Balqis menatap Johan.


“iya..sayang, aku sangat merindukanmu..” sahut Johan menatap Balqis.


“jangan dekati aku…” teriak Balqis pada Johan.


“kenapa sayang?? Aku sangat terobsesi dengan kecantikanmu, Balqis..” ujar Johan terus mendekati Balqis.


“kau gila…!!!” umpat Balqis marah pada Johan.


“iya..aku tergila-gila padamu…!!” teriak Johan mencengkram tangan Balqis.


“lepaskan aku….!!” Teriak Balqis.


“kau tidak bisa lepas dariku..aku akan membawamu pergi jauh dari Abrar..” ucap Johan.


“aku bilang..,lepaskan aku…menjauhlah dariku..” teriak Balqis sembari memukuli Johan.


“diam lah, Balqis….!!” Bentak Johan menampar pipi Balqis hingga pingsan.


Kemudian dengan merasa bersalah, Johan meletakkan tubuh Balqis di atas ranjang.


“Balqis…, bangunlah..!! aku gak sengaja melakukannya..” ucap Johan yang ketakutan melihat Balqis pingsan.


“Balqis.., aku janji gak akan memukul dirimu lagi.., tapi sadarlah..” kata Johan lagi dengan cemasnya.


Kemudian Johan memanggil dokter untuk memeriksa keadaan Balqis.


Ia mengancam sang dokter apa bila dokter tersebut tidak dapat membangunkan Balqis dengan cepat.


Tak lama kemudian, Balqis tersadar dari pingsannya.


Ia melihat Johan yang sangat mencemaskan dirinya.


Johan bahkan terlihat seperti orang yang gila saat melihat Balqis tak sadarkan diri.


Setelah Balqis bangun, Johan menyuruh Dokter keluar kamar itu.


“sayang kau sudah bangun..??” kata Johan menyentuh wajah Balqis.


“singkirkan tanganmu dariku.., dasar gila..!!” teriak Balqis menepis tangan Johan.


“sayang.., bersiaplah..!! malam ini aku akan membawa mu pergi jauh dari sini.” Ucap Johan kepada Balqis.


“aku gak sudi pergi denganmu…!!” kata Balqis marah.


“aku gak perduli kau sudi atau tidak, asalkan kau tetap berada di sampingku..” ujar Johan.


Kemudian Balqis bangkit dari ranjangnya dan berlari membuka pintu kamar itu.


Namun Johan menangkapnya dan cepat-cepat mengunci kamar itu.


“kau mau lari kemana, sayang??” kata Johan yang bagaikan psikopat.


“lepaskan aku, Johan..!! aku ingin pulang…” teriak Balqis berusaha terlepas dari dekapan Johan.


“disinilah rumahmu sekarang.., apapun yang aku punya adalah milikmu juga.” Sahut Johan.


“Johan.., kau psikopat gila..!! lepaskan aku…” ujar Balqis.


Mati-matian Balqis berusaha dari genggaman Johan.


Namun Johan tetap saja mengurungnya di kamar itu.


Johan berniat untuk membawa Balqis ke Negara eropa karena Johan memiliki rumah mewah disana.


“sudah tuan.., tengah malam nanti anda bisa terbang menuju eropa.” Sahut anak buahnya.


“perketat penjagaan…!! Jangan biarkan siapa pun masuk ke sini.” Perintah Johan.


“baik tuan.” Sahutnya.


“akhirnya.., Balqis menjadi milikku..hahaha..” ucap Johan dengan tawanya yang jahat.


di kurung oleh Johan di dalam sebuah kamar, Balqis memutar otaknya agar ia bisa terbebas dari tangan Johan yang semakin menggilainya.


ia teringat kata kakek kalau Johan terobsesi dengannya.


"aku harus membuatnya terbuai dengan rayuanku..." kata Balqis merencanakan sesuatu pada Johan.


tak lama kemudian, Johan kembali masuk  kedalam kamar tempat ia mengurung Balqis.


sesuai dengan rencananya, Balqis memainkan perannya.


"sayang....., kau dari mana saja??? aku sangat rindu padamu..." kata Balqis merayu Johan.


"Balqis...., apa benar kau merindukan aku???" tanya Johan dengan wajah yang sumringah.


"tentu saja..., sayang....!! aku baru menyadari tadi kalau aku sebenarnya jatuh cinta padamu saat pertama kali kita bertemu..." sahut Balqis yang langsung menempel di tubuh Johan.


"sekarang aku adalah pria yang sangat beruntung karena memiliki cintamu, Balqis..." kata Johan memeluk tubuh Balqis.


"dasar psikopat...., beraninya dia memeluk tubuhku..." umpat Balqis dalam hatinya.


"eeemm..., sayang....!! aku bosan di kamar terus...aku ingin berjalan-jalan di luar..." rengek Balqis seraya melepaskan pelukan Johan.


"sayang..., kau harus istirahat..., nanti malam kita akan berangkat ke eropa...!! kita akan mulai hidup baru disana..." kata Johan.


"tapi aku bosan..., sayang....!! kau menyebalkan karena kau mengurungku di kamar ini..." ujar Balqis berpura-pura ngambek.


"jangan ngambek dong....!! nanti setelah kita tiba di eropa, aku akan memenuhi semua yang kau inginkan.." bujuk Johan yang hendak mencium bibir Balqis.


mengetahui Johan hendak menciumnya, Balqis langsung mencari jalan lain agar tidak di cium oleh Johan.


"aku benci denganmu...., kau tak sayang padaku...hhhhuuuuwwwaaaa.........." teriak Balqis sambil menjatuhkan dirinya ke ranjang.


"baiklah...baiklah...sayang.....!! kau boleh berjalan-jalan di sekitar taman saja ya..." ucap Johan terpedaya oleh akting Balqis.


"iyaa.....iya...." sahut Balqis gembira.


"tapi ingat kau jangan terlalu lelah..., karena malam ini perjalan kita akan panjang.., sayang..." kata Johan lagi.


Balqis berhasil memperdaya Johan yang sangat menggilai dirinya.


kini Balqsi sedang duduk di taman di pinggir kolam air mancur.


Johan mengamati Balqis dari balkon kamar.


Balqis mengetahui kalau Johan sedang mengawasinya, ia tetap bersabar untuk mengambil tindakan lainnya untuk melarikan diri dari rumah Johan.


"sialan....., psikopat itu terus saja mengawasiku...!! gimana aku akan keluar dari sini???" ucap Balqsi dalam hatinya.


sambil menoleh ke arah Johan yang sedang mengawasinya, Balqis tersenyum manis untuk memperdaya Johan lagi agar sepenuhnya percaya padanya.


Johan membalas senyuman Balqis dengan memberikan kiss sambil melambaikan tangannya pada Balqis.


"binatang............, najis banget aku lihat bibirnya yang monyong tadi..." umpat Balqis dalam hatinya.


tak lama kemudian, anak buahnya menghampiri Johan dan ia pun masuk ke dalam rumah.


"ini kesempatanku, untuk kabur dari sini...!! hhhadddeehh..., penjaganya banyak banget..." gumam Balqis sambil mengendap-endap menuju pintu gerbang.


saat  banyaknya penjaga yang berada di pintu gerbang utama, Balqis bersembunyi di salah satu rimbunan semak yang ada di taman.


Abrar tiba di kediaman Johan.


Secara mengendap-endap, ia melihat begitu banyaknya penjaga disana.


“gimana aku masuk..!! penjaganya banyak sekali.” Kata Abrar dalam hatinya.


Lalu tanpa sengaja ia melihat salah satu anak buah Johan yang ingin masuk melalui pintu gerbang rumah Johan. Dengan  cepat ia menarik anak buah Johan dan menghabisinya dengan mamatahkan lehernya.


Kemudian Abrar menukar pakaiannya dengan pakaian yang di kenakan oleh anak buah Johan.


Abrar yang menyamar, menghabisi 4 orang anak buah Johan yang berjaga di gerbang utama.


Kini Abrar menyamar menjadi anak buah Johan dan berhasil masuk ke dalam rumah Johan.


Dengan hati-hati, ia mencari keberadaan Balqis di setiap sudut ruangan rumah.


Balqis yang masih bersembunyi di balik semak yang rimbun, sesekali mengintip ke gerbang pintu utama.


"lah....., kemana para penjaganya??? kok gak ada yang jaga lagi??? ahhh..., bodo amat yang penting aku bisa kabur dari sini.." ucap Balqis.

__ADS_1


ia segera berlari menuju pintu gerbang utama rumah, disana ia melihat anak buah Johan sudah tergeletak.


Balqis bingung dengan apa yang ia lihat karena ia tak menyadari bahwa Abrar lah yang sudah menghabisi penjaga gerbang utama.


saat ia sudah keluar dari rumah Johan, tak jauh dari situ langkahnya terhenti.


ia melihat mobil Abrar yang terparkir tak jauh dari kediaman Johan.


"ini kan mobilnya Abrar......!!! kenapa ada disini???" aaahhh...., sial....!! Abrar pasti sudah masuk ke rumah Johan, makanya penjaga di gerbang utama pada mati semuanya....." kata Balqis.


"sial! si Abrar pasti masuk kedalam untuk mencariku. aku akan kembali kerumah Johan untuk mengecohkan Johan lagi agar Abrar tidak tertangkap..." katanya lagi sambil masuk kembali ke rumah Johan.


belum ia masuk ke dalam rumah, Johan sudah berdiri di sisi taman mencari Balqis dengan panik.


agar Johan tidak semakin curiga padanya, Balqis langsung memeluknya dari belakang.


"sayang..., kau sedang apa disini???" ucap Balqis mengejutkan Johan.


"kau darimana saja, balqis..???? apa kau kabur???" tanya Johan dengan kesal.


"sayang..., jangan marahi aku dong...!! aku minta maaf ya..., aku tadi dari toilet..." ucap Balqis dengan wajahnya yang imut.


"iya..., sayang...!! lain kali kau jangan membuatku panik lagi ya..." kata Johan mengelus pipi Balqis.


tak lama kemudian, Balqis melihat Abrar yang keluar dari pintu samping rumah Johan.


Abrar juga melihat Balqis dalam pelukan Johan.


Johan yang tak menyadari bahwa Abrar menyamar menjadi anak buahnya, dengan cepat Balqis mengalihkan pandangan Johan dari arah Abrar.


"sayang..., ayo kita masuk....!! aku sedikit lelah...." kata Balqis menarik tangan Johan.


"kalau begitu aku akan menggendongmu..." ucap Johan.


Abrar dengan geram menatap Johan yang menyentuh tubuh istirnya itu.


"sialan....., wajahmu sangat imut dalam gendongan si pria brengsek itu....!! sepulang dari sini aku akan memberimu pelajaran, Balqis...." ucap Abrar dalam hatinya cemburu melihat Johan menyentuh istrinya.


Balqis memberikan kode pada Abrar agar menemuinya di dalam kamar.


dalam gendongan Johan, Balqis kemudian sampai di dalam kamar.


Balqis meminta Johan untuk keluar agar ia bisa beristirahat.


Johan yang sedang tergila-gila dengan Balqis pun menurutinya, ia keluar kamar dan membiarkan Balqis istirahat di kamar.


Tak lama berselang Abrar tiba di depan pintu kamar Balqis.


tapi di sana masih ada dua orang penjaga lainnya.


dengan tipu muslihat Abrar membohongi salah satu penjaga dengan mengatakan kalau dia di panggil oleh Johan.


salah seorang penjaga pergi, Abrar langsung menghabisi penjaga satunya lagi dan


mengambil kunci yang ada di sakunya.


Lalu Abrar langsung membuka kamarnya dan melihat Balqis yang menangis ketakutan di kamar itu.


“Abrar….akhirnya kau datang..” ucap Balqis memeluk Abrar.


"kenapa tadi kau diam saja di sentuh oleh Johan, hah???" kata Abrar kesal.


"hei..., asal kau tau saja..., sebenarnya aku sudah berhasil kabur dari sini, tapi karena aku melihat mobilmu terparkir diluar, makanya aku balik lagi kesini agar kau tak tertangkap..." sahut Balqis.


"jadi kau dengan mudahnya memeluk Johan, hah???" kata Abrar lagi.


"astaga....., aku tidak punya pilihan lain....Abrar..!! sekarang bukan saatnya untuk berdebat..." sahut Balqis.


“Johan ingin membawaku pergi jauh darimu..” kata Balqis lagi.


“tenanglah.., aku akan cari cara untuk keluar dari sini.” Kata Abrar.


Tiba-tiba anak buah Johan masuk menyergap Abrar dan Balqis di kamar itu.


Dengan menodongkan senjata api yang mereka miliki kepada Abrar.


Abrarpun sebaliknya menodongkan senjatanya ke anak buah Johan.


Kemudian Johan masuk dengan tertawa seperti orang gila melihat Abrar dan Balqis.


“pahlawan kita sudah datang…hahahaha” kata Johan seperti orang gila.


“jangan main-main denganku.., atau ku habisi kau..” teriak Abrar pada Johan. Balqis tetap berdiri di belakang Abrar sambil memeluknya ketakutan.


“kau lah yang akan mati disini.., dan aku akan menjadi milikku.” Kata Johan.


“serang dia…..!!!” perintah Johan pada anak buahnya menyerang Abrar yang hanya sendirian.


Abrar berusaha melawan semua serangan dari anak buah Johan, namun ia kalah karena anak buah Johan yang terlalu banyak.


Sedangkan dia hanya sendirian saja.


Anak buah Joahn menghajar Abrar hingga babak belur.


Balqis berteriak menangis melihat Abrar dipukuli.


Namun ia tak bisa berbuat apa-apa karena tangannya di genggam oleh Johan dengan kuat.


Tangan dan kaki Abrar di ikat dengan tali tambang.


Dan Abrar di masukkan ke dalam ruangan gelap.


Sementara Balqis di kurung oleh Johan di kamarnya.


Balqis meronta-ronta saat Johan menyeretnya masuk kedalam kamar.


“Johan.., aku mohon..!! lepaskanlah Abrar..” pinta Balqis menangis pada Johan.


“aku akan membunuhnya, sebelum kita berangkat tengah malam nanti.” Sahut Johan.


“Johan…, aku mohon..!! biarkan Abrar hidup..!!” ucap Balqis lagi memohon.


“bagaimana dengan nasib anakku kalau dia mati..” kata Balqis lagi pada Johan.


“aku gak perduli dengan nasib anak itu.., kau hanya akan memiliki anak denganku.” Ujar Johan.


“aku gak sudi punya anak denganmu.., kau gila Johan..” teriak Balqis seraya memukul Johan.


Tanpa memperdulikan Balqis yang sedang meronta-ronta, Johan langsung mengurungnya di kamar.


Hari semakin larut, tiba saatnya Johan membawa Balqis pergi jauh dari Abrar.


Saat Johan akan menuju kamar Balqis, salah satu anak buahnya melapor padanya.


Ia mengatakan bahwa mereka sedang di serang.


Para penjaga di luar banyak yang mati akibat serang yang di berikan oleh sahabat Abrar dan Rudi yang membawa pasukan yang sangat banyak.


“Halangi mereka masuk, aku akan membawa Balqis dari sini.” Perintah Johan pada anak buahnya.


“baik tuan.” Sahutnya.


Johan pun langsung masuk dan memaksa Balqis untuk ikut dengannya.


Johan menyeret Balqis masuk kedalam mobil dan membawanya pergi ke pelabuhan.


Johan mengurungkan niatnya untuk membawa Balqis melalui jalur udara.


Johan ingin mengecohkan mereka dengan pergi melalui jalur laut. Johan membawa Balqis menuju ke sebuah pelabuhan malam itu.


Sementara sahabat dan Anak buah Abrar berhasil melumpuhkan semua anak buah Johan.


Aska menemukan Abrar di suatu ruangan dengan kondisi yang babak belur.


“Abrar…., kau gak apa-apa??” tanya Aska melepaskan ikatan pada Abrar.


“gak.., aku gak apa-apa..!! dimana Balqis???” tanya Abrar.


“Romi dan Luky sedang mencarinya..” jawab Aska.


Kemudian dengan bergegas Abrar mencari Balqis ke semua ruangan.


Namun hasilnya nihil karena Johan berhasil membawa Balqis kabur dari situ.


“kemana Johan membawa Balqis??” tanya Abrar pada anak buah Johan yang sekarat.


“dia di bawa ke lapangan terbang milik tuan Johan.” Katanya terbata-bata.


Lalu Abrar menembak kepalanya dengan satu kali tembakan.


“kita harus gerak cepat…, Johan ingin membawa Balqis ke luar negeri.” Kata Abrar pada sahabatnya.


Mereka pun menuju ke lapangan terbang milik Johan.


Namun mereka tidak melihat ada aktifitas apa pun disana.


Saat memeriksa keadaan disana, Devan menemukan anak buah Johan.


Ia langsung menangkapnya dan membuatnya buka mulut.


“dimana Johan?? Katakan atau ku ledakkan kepalamu.” Kata Devan.


“tuan Johan sekarang menuju ke pelabuhan.., ia akan pergi ke eropa melalui jalur laut.” Jawabnya ketakutan.


Setelah mendengar jawaban dari anak buah Johan, Abrar langsung melepaskan pelurunya hingga bersarang tepat di kepala anak buah Johan tersebut.


Mereka pun bergegas menuju pelabuhan demi dapat menyelamatkan Balqis dari genggaman Johan.

__ADS_1


__ADS_2