LOVE IN MINE

LOVE IN MINE
PERNIKAHAN SAHABAT II


__ADS_3

Luky si mantan raja playboy tengah sibuk mempersiapkan pernikahannya dengan Lita.


Tinggal beberapa hari saja semua impian mereka berdua untuk berumah tangga akhirnya akan terwujud.


Tanpa sepengetahuan Luky semua sahabatnya yang telah mendahului dirinya berumah tangga telah mempersiapkan kejutan untuknya.


Pesta pernikahan pun terlaksana, Luky dan Lita bersanding di atas pelaminan yang terancang dengan sangat indahnya.


Luky terlihat sangat bahagia, namun di luar gedung resepsi banyak para mantan wanita kencannya menangis histeris karena pernikahannya itu.


“hei…, kalian sudah menyiapkan semuanya..??” tanya Abrar pada sahabat yang lainnya.


“beres…..!! tinggal kita mainnya saja filmnya setelah acara selesai dan para tamu pulang..” kata Romi.


“aku jadi tidak sabar melihat reaksi Lita dan Luky nanti…, hehehehe…” ucap Aska.


“hehehehehe…..kau benar….” Sahut Devan.


“eeemm…, apa kejutan ini tidak akan mempengaruhi hubungan mereka nantinya…??? Kasihan si Luky…!!! Kalian kan ingat perjuangan Luky mengejar hati Lita…” kata Balqis.


“kau tidak perlu khawatir…., ini pasti akan sangat seru untuk malam pengantinya…” sambung Abrar.


Setelah acara pernikahan selesai dan para tamu undangan pun telah pulang, tibalah waktu kejutan di sajikan untuk Luky dan Lita.


Mereka pun duduk di sebuah meja yang panjang secara berpasang-pasangan.


“kenapa kalian tidak pulang…?? Aku sudah tidak sabar ingin melaksanakan kewajibanku sebagai suami di malam pengantin ini….” ujar Luky.


“cckk…., dasar mesum kau…!!” sahut Devan.


“eemm…, Lita apa kau masih ingat saat kau di culik dulu..??” tanya Abrar.


“loh…., kalian tau darimana kalau aku pernah diculik..??” tanya Lita bingung.


“sialan…., apa yang mereka lakukan…?? Kenapa bahas masalah itu lagi..??” ucap Luky dalam hatinya.


Ia takut Lita akan marah jika tau kalau penculikan itu hanyalah rencananya.


“hehehehe….., wajah Luky mulai panik..” bisik Devan pada Aska.


“apa kau mau tau siapa orang yang menculikmu dan dalang dari penculikan itu…???” tanya Abrar lagi.


Mendengar perkataan Abrar, Luky semakin panik. Ia sangat geliasah sementara yang lainnya menahan tawa mereka.


“maksudnya..?? apa kalian tau siapa yang menculikku..??” tanya Lita.


“aku dan Romi lah yang mengikutimu saat itu dan menculikmu..” kata Devan sambil tersenyum pada Lita.


“aku adalah wanita jahat yang berbicara padamu saat di dalam gudang…” sahut Balqis.


“aku pria jahat yang menghubungi Luky untuk minta tebusan…” sambung Abrar.


“apa kalian gak waras…??? Apa yang kalian katakan sih..???” ujar Lita semakin bingung.


“apa kau ingin tau siapa dalang dari penculikanmu waktu itu…hehehehe….” Kata Balqis.


“siapa..???” tanya Lita.


“Luky……!!!!!!” semua sahabat serentak menjawabnya.


“aduh……, mampus lah aku…..!!! aku pasti akan babak belur di hajar Lita malam ini…” ucap Luky dalam hatinya.


“aku tidak percaya pada omongan kalian berdua..!!” kata Lita yang masih sangat bingung.


“ini kejutan untuk kalian berdua…!!! Selamat menonton…..” kata Devan menyalakan sebuah rekaman video saat Luky dan yang lainnya merencanakan penculikan Lita.


Luky ternganga saat melihat rekaman video itu. Ia sama sekali tidak tau kalau sahabatnya merekam semuanya saat itu.


Sangking takutnya ia dengan rekaman video saat dia merencanakan penculikan Lita, Luky sampai memejamkan matanya sampai videonya selesai.


“hahahahaha…….., lucu ya video penculikan itu…” ujar Aska tertawa puas mengerjai Luky.


Semuanya tertawa puas setelah berhasil mengerjai Luky dengan video itu.


Luky membuka matanya dan perlahan menatap Lita yang sudah menatap dirinya dengan mata penuh api yang berkobar.


“hehehe….., sayang….!! Jangan marah…, itu aku lakukan demi cintaku padamu…” ucap Luky memelas pada Lita.


“ikut denganku…., atau aku akan membunuhmu disini…” kata Lita seraya menarik dasi Luky dan menyeretnya.


“pppffftt…..bbbuuuaahhhhaaaaaahhaaaaahhhaaa……” semuanya tertawa meledak melihat Luky yang diseret oleh Lita.


“lucu banget lihat wajah si Luky tadi….hahahaha…” ujar Aska.


“gak sia-sia Abrar merekam aksi penculikan itu…..” sahut Devan.


“akhirnya raja playboy menikah juga dan tunduk pada istrinya….” Ujar Romi.


Di tempat pesta semuanya tertawa bahagia karena berhasil memberikan kejutan pada Luky dan Lita, sementara Luky hanya bisa pasrah dan was-was akan di tindas Lita.


Setibanya di dalam apartemen miliknya, Luky langsung di seret masuk kedalam kamar pengantin mereka.


“sayang…., jangan galak-galak.., aku sangat mencintaimu makanya aku merencanakan penculikan itu…!!” kata Luky.


“sampai sebegitunya kah kau merencanakan penculikan untuk diriku..??” tanya Lita dengan linangan air mata.


“maksudmu..??” tanya Luky.


“waktu itu kau dipukuli hingga babak belur agar terlihat nyata kalau kau menyelamatkan aku dari penculik…!! Kenapa kau melakukan itu hanya untuk wanita biasa sepertiku…??” teriak Lita dengan tangisannya yang pecah.


“hhhuuwwwaaaaaaaa…………!!!! Kenapa kau sangat bodoh Luky…??? Apa kau sebodoh itu hingga kau mau di pukuli…” sambung Lita lagi terus menangis.


“sayang…, jangan menangis lagi….!! Aku sangat mencintaimu….” Kata Luky memeluk Lita.


“aku juga mencintaimu saat pertama kali aku melihatmu di bar….” Ucap Lita mengakui perasaannya pada Luky.

__ADS_1


“apa…???? Apa maksudmu..???” tanya Luky terkejut.


“sebenarnya, saat pertama kali aku bekerja di bar itu, aku sudah jatuh hati denganmu…!! Tapi aku takut dengan perasaanku padamu, karena kau pria kaya dan begitu banyak wanita cantik di sekitarmu…!!” kata Lita.


“saat itu kau juga tidak pernah melirikku…., jadi aku semakin tidak berani untuk menunjukkan perasaanku padamu…” ucap Lita lagi sambil menunduk menahan malunya.


“kau ini sangat manis jika malu-malu begitu…hehehehe….” Kata Luky mengangkat wajah Lita dan langsung menciumnya dengan mesra.


“jadi kau tidak marah padaku lagi kan..??” tanya Luky setelah puas mencium Lita.


Lita menjawabnya dengan menggelengkan kepalanya dan menatap Luky yang kini sudah menjadi suaminya yang sah.


“ayo kita lakukan malam pengantin kita dengan romantis…” bisik Luky.


“cck…., apa kau lupa setiap hari kau melahapku sebelum menikah…” ujar Lita.


“hehehe……, karena sudah menikah jadi aku akan melahapmu setiap saat….” Kata Luky.


“dasar kau playboy mesum…..” teriak Lita.


Disisi lain Zidan yang masih menyibukkan diri di itali telah menemukan bukti baru pembunuh ayahnya yaitu Jordan ayah dari Mona.


“setelah kau masuk ke dalam penjara…, aku akan menghancurkan semua keluargamu, Jordan…!!! Tunggu saja pembalasanku…” ujar Zidan penuh rasa dendam.


Setelah mendapatkan cukup bukti Zidan pun melaporkan tindakan kejahatan yang di lakukan Jordan kepada ayah dan adiknya puluhan tahun yang lalu pada pihak yang berwajib.


Pihak kepolisian menangkap Jordan di kediamannya saat dirinya sedang makan malam bersama dengan keluarganya.


“tuan Jordan, anda kami tahan atas tindakan kejahatan yang anda lakukan beberapa tahun yang lalu..” kata polisi saat menangkap Jordan di rumahnya.


“tindakan apa yang aku lakukan…, hah..???” teriak Jordan kesal pada polisi.


“kau telah melakukan pembunuhan terhadap tuan Aleindra dan juga penculikan atas anaknya yang bernama Cleo….” Ujar Polisi yang membuat Jordan mati kutu.


“ayah….., apa yang terjadi padamu…” kata Mona pada Jordan yang sedang di bekuk oleh polisi.


“Mona…, cepat kau hubungi pengacaraku dan minta bantuan padanya…” kata Jordan.


“iya…., ayah…” sahut Mona dengan uraian air mata sambil memeluk ibunya yang juga sedang panik.


Jordan pun di jebloskan dalam penjara atas tuduhan pembunuhan berencana dan penculikan dengan hukuman penjara seumur hidup.


Mona berusaha mati-matian untuk mengeluarkan ayahnya dari penjara, namun hal itu tak dapat ia lakukan karena bukti yang dimiliki Zidan sangat kuat untuk menjebloskan ayahnya ke dalam penjara.


Dengan penuh harap Mona mendatangi Zidan di kediamannya guna meminta keringanan untuk ayahnya yang sudah tua dan kini sedang sakit di dalam penjara.


“tuan Zidan…, aku mohon…!! Tolong maafkan ayahku dan berikan keringanan terhadap hukumannya…!! Ayahku sudah sangat tua dan dia sedang sakit keras di dalam penjara…” kata Mona memohon pada Zidan.


“keluar dari rumahku….” Teriak Zidan mengusir Mona dengan kejam.


“tuan…, aku mohon…!! Berbelas kasihan lah pada ayahku dan keluargaku...” ucap Mona sambil berurai air mata kesedihannya.


“kau pikir aku akan sudi berbelas kasihan pada ayahmu yang telah membunuh ayahku, hah…???? Bahkan dia juga telah memisahkan adikku selama puluhan tahun….!!!” Bentak Zidan penuh luapan emosi pada Mona.


“kau…, apa hubunganmu dengan Balqis…???” tanya Mona dengan tubuh bergetar ketakutan.


“adikku yang telah di culik dan di buang ke panti asuhan oleh ayahmu adalah Balqis….” Jawab Zidan yang membuat Mona semakin terkejut dan tak menyangka dengan apa yang di dengarnya.


Sangkin kagetnya ia mendengar apa yang dikatakan oleh Zidan, tubuh Mona langsung lemas dan jatuh tergeletak pingsan di lantai.


Melihat Mona yang jatuh pingsan dirumahnya, Zidan langsung memanggil anak buahnya.


“lemparkan tubuh wanita ini ke jalanan yang sepi…., biar dia mati sekalian…!!!” perintah Zidan yang tak perduli dengan keadaan Mona.


“baik tuan…” sahut anak buahnya.


Mereka pun melemparkan tubuh Mona yang belum sadarkan diri ke jalanan yang sepi dan sangat gelap.


Saat Mona tersadar, ia melihat sekelilingnya yang tampak sangat menyeramkan dan gelap gulita.


“dimana aku….” Ucap Mona sambil memegang kepalanya.


“disini sangat gelap….” Ucapnya lagi gemetar ketakutan.


Mona berusaha mengingat kembali apa yang terjadi padanya sebelum dia pingsan di rumah Zidan.


“Balqis….., kau bukan hanya merebut Abrar dariku melainkan kau juga telah menghancurkan keluargaku melalui kakakmu Zidan…!! Suatu saat aku akan menghancurkanmu Balqis….!!!” Ucap Mona sambil berjalan terlunta-lunta untuk kembali kerumahnya.


Beberapa minggu setelah Jordan di jebloskan ke dalam penjara, Zidan dan Ibu pergi berkunjung ke Indonesia untuk menjenguk Balqis dan Clara yang sedang hamil muda.


Karena seringnya bolak-balik ke Indonesia, Zidan membeli sebuah apartemen untuk tempat singgahnya saat ia mengunjungi adik-adiknya itu.


Di apartemen mewah itulah, si kembar melepas rindu bersama Zidan dan Ibu.


Mereka selalu berbincang dan bersenang-senang berbagi cerita tentang kesehatan janin mereka.


“aku sangat bahagia melihat kalian hamil seperti ini…, aku sangat terharu…” ucap Ibu.


“ibu…, kami juga sangat bahagia akan memberikanmu cucu….” Kata Clara.


“hei…, ibu sudah memiliki cucu dariku…, yaitu Azlan..” sahut Balqis.


“eehhh…, dimana Azlan…?? Kenapa dia tidak ikut kesini..???” tanya Zidan.


“Azlan sedang sibuk di sekolahnya..” ucap Balqis.


“sibuk apa..?? dia kan masih playgroup…bukannya dia hanya bermain dan senang-senang saja…” ujar Zidan.


“anakku sedang jatuh cinta pada gadis di sekolahnya….!! Dari dukungan papinya, Azlan sedang berusaha mengejar gadis pujaannya itu….hehehe…” sahut Balqis.


“astaga…….!!!! Azlan selangkah lebih maju dari kak Zidan…” ucap Clara.


“hei…, apa maksudmu..???” tanya Zidan kesal.


“kak…, Azlan masih berusia 4 tahun tapi dia sangat pintar mengejar gadis pujaannya.., sedangkan kau sudah sudah berusia 32 tahun masih saja betah melajang…., bahkan pacarpun kau tidak punya…” kata Clara.

__ADS_1


“diamlah…..!!! aku ini sangat sibuk mengurusi bisnis keluarga kita…” sahut Zidan.


“tapi kak…, sesibuk apapun bukan berarti kau tidak memikirkan masa depanmu dengan berumah tangga….” Sahut Balqis.


“Zidan…, kedua adikmu benar….!! Pikirkanlah dirimu…carilah wanita yang tepat dan menikahlah….” Sambung Ibu.


“heii…., apa kalian berusaha mengeroyokku…??? Hhhaaahh……, yang benar saja…” ujar Zidan kesal.


“aku keluar dulu….” Kata Zidan beranjak pergi.


“kak…, kau mau kemana..???” tanya Clara.


“jalan-jalan…, aku bosan di ceramahi kalian terus…” sahut Zidan.


“dia kesal….” Kata Balqis.


“kita harus mendesaknya untuk mencari pendamping hidupnya…” kata Ibu.


“oke….” Sahut Balqis dan Clara.


Zidan pergi berjalan-jalan seputaran kota dengan mengendarai mobilnya sendiri.


Sejenak ia melamun sambil menyetir.


“benar juga yang dikatakan mereka…., aku harus mencari pendamping untuk hidupku…!! Apa gunanya aku banyak harta namun aku jomblo…., hhuuuwwaaa…..ternyata sebagai jomblowan, aku sangat menyedihkan….” ucap Zidan dalam hatinya.


Saat pikirannya sedang melayang entah kemana, tiba-tiba lamunannya buyar saat mendengar suara teriakan seorang gadis SMA yang hampir di tabrak oleh mobilnya.


Dengan cepat ia menginjak rem mobilnya.


Gadis itu jatuh terduduk karena kaget akan tertabrak mobil Zidan.


“hei…., om….!! Bisa bawa mobil gak sih…????” teriak Gadis belia itu sambil menendang mobil Zidan hingga sisi mobil sedikit penyok.


Zidan langsung keluar dari mobilnya dan melihat sisi mobil mahalnya yang sedikit penyok.


“kenapa kau menendang mobilku…hah..??? apa kau tau berapa harga mobilku ini…???” teriak Zidan kesal karena mobil kesayanganya rusak.


“aku gak perduli dengan mobil jelekmu ini…!! kau hampir saja membunuhku tapi malah bicarakan mobil…” ucap Gadis itu lagi.


“dasar kau gadis gila….!!!” Umpat Zidan sangat kesal.


“hei…om…, kau yang gila…!! Apa kau lupa apa yang kau perbuat terhadapku tadi…?? Bukannya minta maaf tapi kau malah berteriak kesal padaku…” balas Gadis itu lagi.


“hei bocah…, jaga bicaramu…!! Lagian aku tidak menabrakmu….lihat saja kau tidak apa-apa kan…??? Jadi kenapa kau malah marah dan merusak mobilku..hah???” teriak Zidan lagi.


“aku hampir tertabrak…., memang aku tidak terluka…tapi aku hampir jantungan karena ulahmu itu om-om bodoh….!!!” Teriak Gadis itu semakin kesal dan mengundang banyak perhatian orang-orang disekitar.


Zidan yang tak ingin orang-orang salah paham terhadapnya, langsung menarik tangan gadis itu dan melemparnya masuk kedalam mobil lalu membawanya pergi.


“hei…om…!! Ternyata kau ini bukan hanya mau menabrakku tapi kau juga ingin menculikku ya….????” Teriak gadis itu lagi pada Zidan.


“hei…bocah….!!! Diam kau….., atau aku akan menyumpal mulutmu itu dengan kaos kakiku ini…” ujar Zidan sambil fokus menyetir.


“aku bukan bocah…..!!! aku ini sudah dewasa..., apa kau tidak lihat aku memakai seragam SMA…???” kata gadis itu lagi tak terima di juluki bocah oleh Zidan.


“karena kau masih SMA…, makanya aku memanggilmu bocah…” sahut Zidan.


“om…., kau mau bawa aku kemana, hah…????” teriaknya lagi.


“eeehh…., iya juga ya…aku mau bawa dia kemana sih…??? Otakku jadi error gara-gara bocah ini…” ucap Zidan dalam hatinya.


Zidan pun menghentikan mobilnya secara mendadak membuat kepala gadis itu terbentur dengan badan mobil.


“dasar om-om edan…!!! gak mampu bawa mobil…aja gayanya sok banget..” gumam gadis itu mengelus jidadnya yang membiru.


Zidan mengambil beberapa lembaran uang dan memberikannya pada gadis belia itu dan menendangnya keluar dari mobil. kemudian Zidan melajukan mobilnya dengan kencang meninggalkan gadis itu di pinggir jalan.


“dasar om-om kurang ajar…..!!!!!!!!!” teriak gadis itu lagi dengan kesal.


“astaga….., aku sangat sial bertemu dengan om-om gila itu…” kata gadis itu.


Di tengah jalan saat mengendarai mobilnya Zidan menghela nafas karena berhasil kabur dari gadis belia yang terus saja berteriak padanya.


“hhhaaahh….., aku sangat sial bertemu dengan bocah bawel itu…!!! Dalam kehidupan ini semoga aku tidak akan bertemu lagi denganya…..” ujar Zidan yang melajukan mobilnya dengan kencang menuju pulang keapartemen.


Malam harinya Abrar sedang memotongkan buah untuk Balqis yang tengah fokus menonton drama korea.


“ini makanlah…aku suapin ya, sayang…” kata Abrar memanjakan istrinya yang sedang hamil itu.


“hhheemmm……, buah apel ini rasanya sangat mirip dengan rasa apel….” Ujar Balqis bercanda.


“iyalah…., mana mungkin buah apel rasa durian….!!” Sahut Abrar.


“Abrar…, menurutmu bayi kita ini laki-laki atau perempuan..???” tanya Balqis.


“tunggu…., biar mbah dukun terawang dulu…..” sahut Abrar yang berakting seperti seorang dukun sakti.


“aku yakin bayi kita laki-laki….” Sambung Abrar.


“kok laki-laki lagi sih…???” teriak Balqis kesal.


“iya lah…, kan bisa jadi teman mainnya Azlan….” Ujar Abrar.


“tapi aku ingin bayi perempuan….” Kata Balqis.


“kalau aku sih yes…., bayi perempuan juga tidak masalah bagiku…asalkan kecantikannya berasal dariku yang tampan ini….hehehehe….” kata Abrar.


“ck…., kau ini terlalu kepedean…!!! Kalau bayinya perempuan ya pasti cantik seperti aku lah….hahahahaha……….” sahut Balqis tertawa.


“ck…, apa kau lupa…itu adalah hasil dari kecebongku…, dia pasti akan mirip denganku…, Balqis…!!!” ujar Abrar tak mau kalah.


Ketika itu pelayan rumah tangga sedang melintasi kamar utama majikannya itu dan mendengar percakapan konyol antara Abrar dan Balqis.


“hhhaiiihh……, terulang lagi tragedi perang dunia seperti 4 tahun yang lalu…., dasar pasutri aneh…” ucap pelayan itu.

__ADS_1


__ADS_2