LOVE IN MINE

LOVE IN MINE
HONOLULU, HAWAII


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan yang sangat panjang kurang lebih sekitar 30 jam dengan beberapa kali transit di berbagai bandara, akhirnya Abrar dan Balqis serta Azlan tiba di Hawaii.


Mereka bertiga sangat kelelahan, mereka tidur dengan pulas dengan menginap di salah satu hotel bintang lima di Honolulu.


Setelah seharian beristirahat di kamar hotel, Abrar mengajak Balqis dan Azlan bermain di di pantai Waikiki yang sangat indah.


Abrar duduk santai sambil memandang Balqis dan Azlan yang terlihat sangat bahagia bermain pasir di pantai itu. Abrar sangat terpukau dengan keindahan tubuh Balqis yang memakai bikini.


“Abrar…, kemarilah…!! Ayo bermain pasir dengan Azlan…” ajak Balqis menarik tangan Abrar.


“iya…, baiklah…” sahut Abrar.


Dengan sangat bahagia mereka menghabiskan masa liburannya di kota Honolulu yang menjadi ibu kota dari Hawaii.


Saat makan malam, Abrar mengajak Balqis makan malam di sebuah restoran.


Saat mereka sedang makan bersama, tiba-tiba mata Abrar melihat seorang pria yang sedang mengamati Balqis dari kejauhan.


Abrar tak pernah kenal dengan sosok pria tersebut.


Pikiran Abrar, buyar saat Balqis meminta izin untuk pergi ke toilet karena Azlan tak sengaja menumpahkan makanan di bajunya.


“Abrar…, aku akan ke toilet sebentar bersama Azlan..!! pakaiannya kotor..” kata Balqis.


“iya.., apa perlu aku temani..??” tanya Abrar.


“tidak perlu.., aku hanya sebentar saja..” sahut Balqis.


Kemudian Balqis pun pergi dengan Azlan ke toilet, Abrar masih melihat pria it uterus memandang Balqis dan mulai mengikuti Balqis.


Dengan cepat Abrar langsung mengikuti langkah kaki pria yang mencrigakan itu.


Sebelum pria tersebut menggapai tubuh Balqis, Abrar langsung menarik tangan pria tersebut dengan kasar.


“mau apa kau??? Beraninya kau mengikuti istriku…” gertak Abrar dengan bengis pada pria itu.


“hei…., hei…, adik ipar…!! Tenanglah…., santai…aku tidak akan menyakiti Balqis..” sahut pria itu.


“adik ipar katamu…??? Siapa kau…??? Balqis itu yatim piatu.., dia di besarkan di panti asuhan…!! Berani sekali kau mengakunya sebagai adikmu..” sahut Abrar penuh amarah.


“te…te…tenanglah…!! Namaku Zidan…, aku adalah kakak kandung dari Balqis…!!” kata Zidan memperkenalkan dirinya pada Abrar.


“hah…, omong kosong…!! Kau pikir aku akn percaya padamu, hah???” teriak Abrar kesal.


“kalau kau tidak percaya aku akan tunjukan foto ibuku padamu…kau pasti akan terkejut melihat wajahnya…” kata Zidan menyodorkan HP nya.


Alangkah kagetnya, Abrar melihat foto di HP Zidan.


Ia melihat wanita paruh baya yang masih terlihat sangat cantik dan anggun dan sangat mirip dengan wajah Balqis.


“dan lihatlah foto selanjutnya.., kau pasti akan semakin kaget melihatnya..” kata Zidan lagi.


Abrar melihat sosok wanita yang sangat mirip dengan Balqis, wajah, warna rambut dan juga senyumannya sangat mirip.


Hanya saja wanita itu bergaya ala wanita sosialita.


“siapa kalian..??? apa hubungan kalian dengan istriku..??” tanya Abrar heran.


“besok temui aku lagi disini saat jam makan siang…!! Aku akan menceritakan semuanya padamu, siapa aku dan orang-orang suruhan dari korea..” kata Zidan.


“dia bilang orang suruhan dari korea…?? Ini sangat menarik…!! Apa rahasia tentang Balqis sebenarnya..??? aku harus cari tau..” ucap Abrar dalam hatinya.


Tak lama kemudian, Balqis keluar dari toilet dan melihat Abrar yang masih mematung dengan rasa penasarannya. Sementara Zidan sudah pergi meninggalkan restoran tersebut untuk tidak membuat Balqis bingung.


“Abrar…, sedang apa kau disini..??” tanya Balqis sambil menggendong Azlan.


“aku hanya ingin menjemputmu…, ayo kita pulang…” sahut Abrar mengjakan Balqis kembali ke hotel.


“iya…, aku juga sudah sangat lelah…” kata Balqis.


Mereka pun kembali ke hotel tempat mereka menginap. Azlan yang sangat kelelahan bermain tertidur dengan pulas di ranjang khusus untuk bayi.


Sedangkan Abrar dan Balqis tidur di ranjang berukuran king size.

__ADS_1


Dengan mata yang enggan mau terpejam, Abrar berpikir dengan rasa penasarannya terhadap kehidupan Balqis yang sebenarnya.


Ia mengingat kembali sosok wanita paruh baya yang sangat mirip dengan Balqis dan juga wanita yang nyaris sama dengan Balqis.


“apa mereka keluarga Balqis..??? apa Balqis memiliki saudara kembar…????” gumam Abrar dengan rasa penasarannya.


“ada apa di kehidupanmu, Balqis…?? Aku yakin kau bukan wanita biasa…” ucapnya sambil mengecup kening Balqis yang sedang tertidur pulas.


Keesokan harinya, Balqis melihat Abrar dengan kantung mata yang sangat hitam.


Ternyata semalaman Abrar tidak tidur akibat rasa penasarannya memikirkan rahasia yang ada di kehidupan istrinya itu.


“sayang…, apa kau tidak tidur semalam.?? Kantung matamu sangat hitam..” kata Balqis.


“aku sedikit lelah….!! Oh ya Balqis…, nanti siang aku akan bertemu dengan teman lamaku untuk makan siang di luar.., apa kau tidak keberatan jika aku tinggal di hotel bersama Azlan..??” kata Abrar.


“iya…, pergilah…!! Hari ini aku akan menunggumu di hotel saja…” sahut Balqis seraya memeluk Abrar.


“Balqis…, aku sedang ingin……” ucap Abrar dengan pandangan mesumnya di dada Balqis.


“Kau selalu saja melihat asetku yang besar ini…” ujar Balqis.


“hehehe…, ayo kita lakukan…, mumpung Azlan masih tertidur…” bisik Abrar sambil meremas bokong Balqis.


Lalu Abrar dan Balqis menikmati ena-ena di ranjang yang berukuran king size itu, sementara Azlan masih nyenyak dengan tidurnya.


Saat jam makan siang Abrar langsung pergi menuju ke tempat yang di janjikan untuk bertemu dengan Zidan.


Balqis yang sedang berada di dalam kamar hotel sedang bermain dan menerima telepon dari sang kakek yang sangat merindukan Azlan.


Setibanya Abrar di restoran, ia melihat Zidan yang sudah lama menunggunya di salah satu meja yang di pesan.


“haaaiihh…, akhirnya kau datang juga..” ucap Zidan pada Abrar.


“aku sedikit terlambat untuk mencari alasan yang tepat agar Balqis tak curiga.” Sahut Abrar.


“pesan makanan dulu…aku sangat lapar…” kata Zidan yang sejatinya hobi makan.


“hei…, ayolah…!! Aku sangat lapar…” kata Zidan lagi.


“terserah kau saja…” ujar Abrar.


Mereka pun menyantap makanan yang mereka pesan di restoran tersebut.


Abrar yang tidak sabaran, langsung menanyakan siapa Zidan sebenarnya di kehidupan Balqis.


“hei…, apa kau janjian denganku hanya untuk sekedar makan siang saja, hah..???” teriak Abrar kesal pada Zidan.


“ck…, dasar gak sabaran…!! Aku heran kenapa adikku jatuh cinta padamu dan mau menikah denganmu…??” kata Zidan.


“ck…, dasar kau..” sahut Abrar semakin kesal.


“baiklah aku akan menceritakan semuanya padamu..” kata Zidan.


“Balqis itu adik kandungku…, dan wanita yang kau lihat di foto itu adalah ibu dan kembaran nya Balqis. Nama Balqis sebenarnya Cleo..dan kembarannya Clara..” kata Zidan.


“apa kau mau membohongiku, hah…ceritamu sangat konyol…!! Balqis itu anak yang di besarkan di panti asuhan…” sahut Abrar yang masih tak percaya.


“dengarkan aku dulu…” ujar Zidan.


“saat aku berusia 5 tahun, ada orang jahat yang ingin menghancurkan keluarga kami..!! saat itu adik-adiku masih bayi…, baru beberapa hari di lahirkan. Ayahku menggendong Cleo dan ibuku menggendong Clara dan juga memegang tanganku untuk bisa melarikan diri dari kejaran orang jahat..!!” kata Zidan.


“namun saat kami berusaha melarikan diri, ayahku tertangkap dan dibunuh oleh mereka, adikku Cleo mereka culik…” sambung Zidan dengan raut wajah yang sedih.


“saat itu kalian berada dimana..???” tanya Abrar memancing kejujuran Zidan.


“kami asli orang Indonesia, namun ayahku membuka usaha property di itali. Setelah penculikan itu, ibuku terus melacak keberadaan adikku., karena ibuku sangat yakin kalau Cleo masih hidup…!!” jawab Zidan.


“ibuku sempat menghentikan pencarian karena tidak pernah mendapatkan informasi yang jelas…, namun aku tak menyerah…!! Dalam setahun aku bisa melacak keberadaan adikku yang ternyata di buang di sebuah panti asuhan…!! Aku berusaha terus mencari informasi tentangnya, dan akhirnya aku tau kalau adikku itu Balqis.” Sambung Zidan.


“aku tak percaya pada bualanmu itu..” ujar Abrar masih ragu dengan penjelasan Zidan.


“coba saja kau tanya pada Balqis, apa dia punya tanda hitam di area bokongnya..?? karena yang membedakan dia dan Clara adalah tahi lalat di bokongnya.” Kata Zidan.

__ADS_1


“haaahh…, persetan dengan cerita fiksi mu itu…!! Aku tetap tidak percaya padamu..” ujar Abrar yang kemudian pergi kembali ke hotel.


Selama ia menikah dengan Balqis, ia tak pernah memperhatikan tanda apa pun di tubuh istrinya itu.


Dengan cepat Abrar kembali ke hotel dan menemui Balqis yang sedang menidurkan Azlan yang letih bermain seharian.


“kau sudah pulang…?? Bagaimana makan siang dengan teman lamamu itu, apa menyenangkan..?? tanya Balqis.


“bagaimana caranya aku memastikan, kalau dia benar Cleo adik kandung dari Zidan..??” ucap Abra dalam hatinya terus menatap Balqis.


“Balqis…, aku merindukanmu…!! Aku ingin ena ena denganmu lagi sekarang…” kata Abrar seraya membawa tubuh Balqis ke atas ranjang.


“apa kau tidak lelah…??? Tadi pagi kita baru saja melakukannya 2 kali…, sayang…” sahut Balqis.


Abrar yang sangat penasaran, tak memperdulikan perkataan Balqis.


Ia terus saja melucuti semua pakaian Balqis.


Agar bisa melihat Bokong Balqis, Abrar menggunakan gaya Doggy Style.


Terkejutanya Abrar, meliahat tanda hitam yang jelas terlihat di bagian bokong Balqis seperti apa yang di katakan Zidan padanya.


Setelah selesai ena-ena, si Abrar seakan mati kelelahan karena melakukannya berulang kali dalam kondisi yang sedikit lelah saat berlibur di Hawaii.


Abrar masih mendekap tubuh Balqis yang juga kelelahan karenanya.


“Balqis…, apa kau tau siapa orang tuamu..??” tanya Abrar yang membuat Balqis bingung.


“yang benar saja…, dari mana aku tau…, mereka membuangku ke panti asuhan…” sahut Balqis kesal.


“kenapa kau kesal…?? Aku kan hanya bertanya, sayang…” kata Abrar.


“aku kesal saat membicarakan tentang orang tuaku yang tak bertanggung jawab…” ujar Balqis semakin kesal.


“ya sudah…, baiklah…!! Kalau kau kesal…, aku tidak akan bertanya lagi tentang orang tuamu..” ucap Abrar yang tak ingin membuat Balqis marah saat sedang liburan.


Disisi lain, Zidan menghubungi ibunya yang menetap di korea.


“ibu aku sudah bertemu dengan suaminya Cleo…, namanya Abrar…!! Dia itu orang yang sangat menjengkelkan…, dan tidak sabaran…!! Aku heran kenapa Cleo jatuh cinta padanya…??” kata Zidan.


“sudahlah…, yang penting suaminya dapat membuat Cleo bahagia…” sahut Ibu.


“ibu…, cucumu sangat menggemaskan…!! Aku sangat ingin memeluknya tadi…”kata Zidan.


“benarkah…??? Aku sangat merindukan anakku…!! Aku sangat sedih karena ia salah paham terhadapku…dia mengira aku telah membuangnya..” ucap Ibu menangis.


“tenanglah ibu…, suatu saat nanti dia pasti akan kembali pada kita..” kata Zidan menenangkan Ibunya.


“apakah itu kakak yang menelpon…???????” teriak Clara.


“kakak…, apa kau sudah bertemu dengan adikkku, Cleo..???” tanya Clara antusias.


“aku hanya melihatnya dari kejauhan, namun aku sudah bertemu dengan suaminya…, aku sudah memberi tahukan semuanya pada suaminya itu..” jawab Zidan.


“kakak…, aku sangat merindukan Cleo….!! Aku sangat ingin bertemu dengannya langsung…” ucap Clara sedih.


“sabar lah…, aku akan mengusahakan agar kalian bersama..” sahut Zidan.


Setelah menutup teleponnya, Zidan terus menggerakkan anak buahnya untuk tetap menjaga dan mengawasi setiap gerak-gerik orang yang ingin menyakiti Balqis.


Lagi-lagi Abrar tak menyangka bahwa istri yang dinikahinya itu adalah anak dari keluarga yang sangat terpandang di itali.


Bahkan kekayaan keluarga Balqis, sangatlah tinggi jika di bandingkan dengan kekayaan keluargnya.


Setelah kejadian yang menimpa keluarganya, Ibu Balqis terus menjalani usaha milik suaminya dan memutuskan pindah ke korea.


Mereka sudah puluhan tahun menetap tinggal di korea.


Abrar mendapat kan semua informasi dari Aska yang memang sangat jago dalam mencari informasi apapun.


“bagaimana caranya, agar Balqis tidak salah paham dengan keluarganya..???” ucap Abrar dalam hatinya saat melihat Balqis yang sedang bermain di pantai.


“aku harus membuat Balqis, mengenal keluarganya…!! Bagaimanapun juga, Balqis masih memiliki keluarga yang mengharapkan kehadirannya.” Ucap Abrar lagi.

__ADS_1


__ADS_2