LOVE IN MINE

LOVE IN MINE
EFEK MI INSTANT


__ADS_3

Di dalam kamarnya, Clara selalu saja teringat oleh wajah Devan si dokter tampan yang telah membuat hatinya bergetar jika bertemu.


Begitu juga sebaliknya, setelah di tampar oleh Clara, Devan yang langsung jatuh cinta sedang memikirkan bagaimana cara untuk menaklukan hati seorang Clara yang terkesan judes dan berani di mata Deva.


Abrar dan Balqis yang sedang honeymoon kedua, menikmati kebersamaan mereka berdua selama di itali.


“Balqis…., sebentar lagi Azlan berusia 4 tahun kan..??” tanya Abrar pada Balqis saat berleha-leha di atas ranjang.


“iya…, gak terasa ya…anak kita udah besar…hehehe….” Sahut Balqis.


“Balqis.., apa dulu aku pernah bilang tentang cita-citaku..???” tanya Abrar.


“kau gak pernah bilang apa-apa tentang cita-citamu.., memangnya apa cita-citamu..??” tanya Abrar.


“cita-cita ku adalah kalau aku sudah dewasa aku akan menikah dan memiliki 12 anak….!!!” Kata Abrar.


“aaaappppaaaa……..??????” teriak Balqis terkejut.


“iya…., aku ingin punya 12 anak….!!” Ucap Abrar lagi sambil tersenyum mesum melirik Balqis.


“ck…, akui saja lah….kalau kau ini hypersex….!!! Iya kan…, makanya kau ingin punya anak sebanyak itu…” kata Balqis.


“kalau aku hypersex nya hanya padamu kan gak ada masalah…, kau kan istriku..hehehehe..” ujar Abrar terkekeh jahat.


“mimpi aja sana……..!!!!!!!” teriak Balqis kesal.


“Balqis……………..!!!!!!!!” panggil Abrar dengan tatapan mesum.


“apa….??????????” Teriak Balqis kesal.


“kau harus sering-sering hamil……, hehehehehehehe…….” Ujar Abrar.


“gak akan……..!!!!!!” sahut Balqis.


“jangan sampai aku melihatmu minum pil itu lagi…., apa kau mengerti Balqis…???” teriak Abrar.


“ck…., kau selalu saja memaksaku…” umpat Balqis.


“hehehe….., aku selalu menang darimu Balqis….!!!” Sahut Abrar senang.


“ayo kita mulai dari sekarang…, supaya besok kau langsung hamil…” ucap Abrar langsung menerkam tubuh istrinya.


“hhhuuuuhhhuuuhhhuuhuu….., kenapa aku bisa jatuh cinta pada pria gila ini…, astaga…” ucap Balqis dalam hatinya yang pasrah mengikuti semua keinginan Abrar.


Selama berada di itali, Abrar tak menyia-nyiakan waktunya untuk terus melakukannya pada Balqis.


Balqis yang sangat mengerti sifat yang dimiliki Abrar hanya bisa pasrah melayaninya.


Setelah ena-ena untuk yang kesekian kalinya, Balqis turun untuk pergi mandi namun Abrar melarangnya untuk turun dari ranjang.


“kau mau kemana..???” tanya Abrar.


“mau mandi…, dan aku juga lapar aku mau makan..” kata Balqis.


“disini saja.., nanti aku pesankan pasta daging untukmu…!!” kata Abrar terus mendekap tubuh Balqis.


“saat kau bilang pasta daging, perutku terasa semakin lapar…!!” sahut Balqis sambil memegang perutnya.


“ayo kita mandi…., kau kan belum makan juga…” kata Balqis lagi.


“sebelum itu…, ayo kita lakukan 1 ronde lagi…!!! Agar kau cepat hamil…” ucap Abrar hendak mencium dan meremas dada Balqis.


“apa kau sudah gila…, hah..????” teriak Balqis kesal.


“kenapa…???? Dari tadi kau juga sangat menikmatinya….” Sahut Abrar dengan wajah tololnya.


“kalau kau melakukannya lagi aku bisa mati kelelahan…., apa kau bodoh…, hah..???” teriak Balqis semakin kesal dan menahan rasa malunya.


“oke….!! Kalau begitu kau istirahat lah dulu…, nanti malam kita sambung lagi…hehehe…” ucap Abrar.


“apa kau ingin ku bunuh, Abrar…..??????” teriak Balqis.


“ada apa sih…??? Kenapa kau marah meledak-ledak begitu…???” tanya Abrar yang tak mengerti.


“jangan banyak omong kau……!!! Ayo kita mandi……, dan setelah itu kita makan..” ucap Balqis sambil menyeret Abrar masuk kedalam kamar mandi.


Saat di dalam kamar mandi, Abrar kembali memancing amarah Balqis dengan menetap mesum saat melihat dada Balqis yang memang sangat montok.


“mau apa lagi kau…???” tanya Balqis kesal pada Abrar.


“hehehehe…….., aku ingin melakukannya lagi…” sahut Abrar dengan wajah mesumnya.


Dengan kesal Balqis langsung memukul kepala Abrar dengan gagang shower yang sedang di pegangnya.


“adduuhhh……….., kenapa kau malah memukul kepala ku, hah..???” teriak Abrar kesal.


“itu supaya otakmu yang mesum itu sembuh….!!!!” Balas Balqis.


“dasar kau cewek kejam….!!! Teganya kau memukul pria tampan yang ada di hadapanmu ini…” kata Abrar dengan pedenya menghadap ke cermin.

__ADS_1


“astaga….., aku benar-benar sial menikah dan jatuh cinta pada pria gila sepertinya…” ucap Balqis dalam hatinya sambil tepok jidad.


Setelah selesai mandi Balqis dan Abrar makan siang di ruang makan.


Balqis makan pasta sedangkan Abrar makan roti ala-ala itali.


Tak lama kemudian, Clara dan Zidan datang untuk bertemu dengan Balqis.


Zidan dan Clara sering datang bertemu Balqis karena ingin membuat Balqis dekat dengan mereka.


“duduklah dan makan bersama kami..” kata Abrar mempersilahkan Zidan dan Clara makan bersama mereka.


“baiklah…, terima kasih..” sahut Zidan yang langsung duduk di samping Balqis dan Clara duduk di samping Abrar.


“Balqis…, apa kau menyukai pasta..???” tanya Zidan.


“eemm…, iya…” sahut Balqis canggung.


“aku juga sangat menyukai pasta…!! Aku termasuk pecinta mi loh…” kata Zidan.


“benarkah…??? Kau juga suka makan mi..???” tanya Balqis mulai akrab dengan Zidan.


“iya…., di korea aku sering makan mi…!!” kata Zidan.


“apa kau suka makan mi instant juga..??” tanya Balqis.


“tentu saja…., itu adalah makanan yang paling enak sedunia…., hahahaha….” Kata Zidan yang memang sangat menyukai mi instant.


“ck…., dasar pecinta mi instant…” sahut Clara.


“kau tidak suka makan mi…???” tanya Abrar.


“aku suka sekali makan mi…, tapi aku memiliki masalah jika makan mi…” kata Clara.


“kenapa…???” tanya Balqis.


“badanku gampang melar kalau makan mi…., walaupun aku sudah 26 tahun tapi aku ini kan masih lajang…, aku harus menjaga tubuhku agar tetap cantik…” jawab Clara.


“aku sering makan mi…, tapi badanku tetap saja begini….!! Bobot tubuhku sangat susah untuk jadi gemuk…” sahut Balqis.


“benarkah…???? Waahhh……, beruntung sekali kau…..bisa makan mi kapanpun yang kau mau tanpa memikirkan berat badanmu..” ucap Clara.


“tentu saja…aku hebat….!!!!!” seru Balqis tiba-tiba berdiri dengan menyombongkan dirinya.


“astaga….., ternyata mereka adalah sekumpulan keluarga mi instant....!!!" gumam Abrar.


“Balqis…., apa kau mau ke korea untuk makan mi disana..???” tanya Zidan.


“wahh….., aku suka mi pedas…..” sahut Balqis antusias.


“kalau begitu mala mini kita berangkat ke korea…, untuk makan mi pedas di sana…!! Apa kau mau…???” tanya Zidan dengan semangat.


“ma….”


“gak bisa…..!!!!” teriak Abrar memotong perkataan Balqis.


“kenapa…??? Kau juga boleh ikut kalau kau mau…” kata Clara.


“aku dan Balqis sedang honeymoon kedua kami….!! aku ingin membuatnya segera hamil anak kami yang kedua….” Kata Abrar.


“astaga…., si Abrar…!! Mulutnya gak bisa rem…, buat aku malu saja…” ucap Balqis dalam hatinya menahan malunya di hadapan Zidan dan Clara.


“oohh…., begitu….!!! Kalau begitu kami pergi dulu…agar kalian bisa menikmati honeymoon kalian dan segera memiliki anak kalian yang kedua….!!!” Kata Zidan langsung bergegas pergi.


“Abrar….., semangat…..!!! berikan aku keponakan yang banyak…hahahahah…..” ujar Clara ikut pergi bersama Zidan.


“hey…., kalian cepat sekali perginya…” gumam Balqis melihat Zidan dan Clara berlari dengan kencang.


“hehehehe……, Balqis….!!! Apa kau sudah selesai makan..??” kata Abrar menatap Balqis.


“iya…, aku sudah kenyang…tapi aku belum cukup istirahat….!!! Aku mau tidur……” sahut Balqis beranjak masuk ke dalam kamar.


“hehehe….., nikmatilah tidur siangmu Balqis…., karena malam ini tiada ampun bagimu….” Ucap Abrar terkekeh jahat.


Saat di perjalanan, Zidan terus senyum-senyum sendiri dan Clara memperhatikan kakaknya itu dengan heran.


“kak…, apa kau kerasukan setan…??? Kenapa kau senyum-senyum sendiri…??” tanya Clara.


“hehehe…., melihat Abrar dan Balqis yang sangat mesra, aku jadi ingin menikah…” kata Zidan yang hingga usianya sudah 30 tahun masih betah melajang.


“menikahlah….., usiamu juga sudah tua…” ujar Clara.


“aku bukan tua…, tapi usia matang…” sahut Zidan tak terima di bilang tua.


“ck…, apa bedanya…” gumam Clara.


“hei…, bagaimana denganmu..??? apa kau mau jadi perawan tua..??? kembaranmu saja sudah punya anak…, kau masih saja tidur sendirian…” kata Zidan membuat Clara kesal.


“aku menunggu dokter tampan….” Sahut Clara yang membuat Zidan mengerem mobilnya seketika.

__ADS_1


“apaa…?????” teriak Zidan terkejut.


“aku suka pada Devan……!!!” kata Clara memalingkan wajahnya menahan malu.


“ck…, dugaanku benar ternyata…., dia menyukai Devan..” ucap Zidan dalam hatinya.


“kau suka dengannya…, tapi bagaimana dengannya?? Apa dia juga menyukaimu..???” tanya Zidan.


“aku tidak tau….” Sahut Clara.


“aku lihat sepertinya Devan itu playboy….!! Apa kau ingin melihatku membunuhnya kalau dia menyakiti perasaanmu seperti pria-pria yang sebelumnya…” kata Zidan.


“ck…., kan aku bilang aku gak tau….., jadi ya aku harus cari tau dulu dia pria yang baik atau tidak…” kata Clara.


“terserah kau saja…..!! tapi kalau kau disakiti olehnya aku akan membunuhnya…” ucap Zidan.


“kak…, belikan aku apartemen di Indonesia…!!” kata Clara.


“untuk apa..???” tanya Zidan.


“kan aku harus cari tau Devan itu pria yang baik atau tidak…, jadi aku harus menyelidikinya disana…” kata Clara.


“gak….!!! Nanti kau malah tinggal dengannya lagi disana…” kata Zidan.


“ck…., apaan sih…!! Aku kan sudah dewasa kak….” Ujar Clara.


“minta izin dulu pada ibu…, kalau ibu mengizinkan, urusan apartemen biar aku yang atur..” ucap Zidan.


“yyeeiii……, kakak hebat…!!!” seru Clara senang.


Di sisi Lita dan Luky.


“Luky…, apa kau masih sakit..??? kita sudah sebulan lebih disini…, aku lihat kau sangat betah disini…” kata Lita.


“ini semua karena menyelamatkanmu…, jadi kau harus merawatku..” kata Luky mencari alasan agar Lita tak pergi meninggalkannya.


“aku harus bekerja…., aku juga butuh uang untuk membiayai hidupku…” ucap Lita.


“kau tidak usah bekerja lagi…!! Ini untukmu…” kata Luky sambil menyerahkan tas.


“apa ini…??” tanya Lita.


“buka saja…., itu untuk mu..” kata Luky.


Saat Lita membukanya, ia sangat terkejut melihat isi dari ta situ.


“hhhaaahh……, apa kau sudah gila memberikan ini untukku..???” tanya Lita kaget.


“jika kau ingin lagi aku akan memberikan lebih banyak untukmu…” kata Luky.


“itu uang 2 Milyar yang aku bawa saat menyelamatkan mu dari para penjahat itu..” sambung Luky lagi.


“aapppaaa….????? Du…dua Milyar…?????” teriak Lita semakin terkejut.


“itu untukmu…, tapi kau tidak boleh bekerja lagi di toko kue dan di bar itu…” sahut Luky.


“aku gak mau uangmu…..!! aku lebih senang menggunakan uang dari hasil kerja kerasku sendiri…” kata Lita menolak pemberian Luky.


“aku bukan wanita mata duitan….!! Lagi pula kau tidak perlu membayarku karena kau meniduriku beberapa kali disini…” sambung Lita salah paham pada niat Luky.


“Lita…., bukan itu maksudku….!! Aku membrikan uang itu agar kau tidak perlu bekerja lagi di bar itu…!!” kata Luky.


“kenapa…???” tanya Lita.


“aku tidak ingin melihatmu di sentuh pria lain….” Kata Luky yang membuat hati Lita terkesan.


“be…benarkah..???” tanya Lita lagi dengan rona merah di wajahnya.


“aku serius padamu, Lita…!!” kata Luky.


“tapi kau itu sangat playboy…, aku takut termakan dengan perkataanmu…” kata Lita.


“aku serius…., aku ingin segera menikah denganmu dan memiliki buah hati bersama dirimu..” kata Luky yang terus berusaha meyakinkan Lita.


“aaakuuu……..mmmmaaauuuuuu…………..!!!!!!!!!!!!!!!” teriak Lita memeluk Luky dengan bahagia.


“benarkah kau mau menikah denganku, Lita…????” tanya Luky seakan tak percaya.


“iya….., aku mau….!!!!!!!” Jawab Lita.


“akhirnya…….., usahaku di hajar oleh sahabat-sahabatku tidak sia-sia…….” Teriak Luky dengan sangat gembira.


“apa…????? Kau bilang apa tadi…….??????????” Tanya Lita bingung dengan ucapan Luky.


“eeemmm…, itu maksudku……anu….eeemmm…, pokoknya aku sangat bahagia…..” teriak Luky lagi.


Kemudian Lita dan Luky saling berpelukan dan berciuman merasakan kebahagian mereka berdua.


Sebenarnya Lita sudah lama menyukai Luky saat pertama kali ia bekerja di bar itu, namun Lita tak berani banyak berharap karena statusnya yang jauh berbeda dengan Luky.

__ADS_1


Apalagi dengan gelar Luky sebagai raja playboy membuat Lita semakin tak ingin bermimpi untuk bersama dengan Luky.


__ADS_2