LOVE IN MINE

LOVE IN MINE
TINDAKAN MONA


__ADS_3

Clara dan Devan sedang menantikan kelahiran sang buah hati yang kini sudah berusia 7 bulan.


Devan sebagai seorang dokter sangat menjaga kesehatan Clara dan juga kandungannya itu.


Begitu pula dengan Abrar yang bahkan sangat lebay menjaga kesehatan kandungan Balqis yang sama usianya dengan kandungan Clara.


Pagi hari karena Abrar terus saja memeluk tubuh Balqis di kamarnya, membuatnya terlambat untuk pergi ke kantor. Padahal ia memiliki meeting yang sangat penting dengan perusahaan dari jepang yaitu tuan Sasuke.


“Balqis….., cepat….ambilkan dasi dan kemejaku…aku sudah terlambat..” kata Abrar yang membuat Balqis kerepotan.


“ini semua karena kau, Balqis…” sambung Abrar lagi.


“hei…., kenapa kau menyalahkan aku, hah…???” teriak Balqis kesal tak terima di salahkan Abrar.


“karena kau sangat cantik dan membuatku tergila-gila sehingga aku tidak mau melepaskan pelukanku dari tubuhmu itu…” ujar Abrar tersenyum mesum menatap Balqis.


“jangan mulai lagi…, bodoh..!!! kau akan semakin terlambat…” teriak Balqis sambil memasangkan dasi ke leher Abrar.


“cium aku dulu….” Rengek Abrar bersikap manja pada Balqis.


“mmmuuuaaacchhh……., aku akan mengantarkan makan siang untukmu nanti…” ucap Balqis setelah mencium bibir Abrar dengan mesra.


“baiklah…, setelah makan siang aku akan memakanmu Balqis…” bisik Abrar di telinga Balqis.


“dasar pria bedebah mesum….” Teriak Balqis kesal bercampur malu.


“hehehehehe…..” Abrar tekekeh sambil melangkahkan kakinya masuk ke dalam mobil yang akan membawanya


ke kantor.


Di apartemennya, Clara sangat bosan karena Devan sedang ada jadwal opersai di rumah sakit dan tak bisa menemaninya hingga malam nanti.


Ia pun menghubungi Balqis dengan menggunakan HP nya.


“hei….., sedang apa kau..???” tanya Clara pada Balqis.


“aku sedang menyiapkan makan siang untuk Abrar…” sahut Balqis.


“kau sedang apa…??” tanya Balqis.


“aku sangat bosan di apartemen…., apa kau hari ini ada waktu luang setelah makan siang..??” tanya Clara.


“kenapa..??” sahut Balqis.


“ayo kita pergi berbelanja…., aku sangat antusias menanti kelahiran anak pertamaku…, aku ingin membeli perlengkapan bayi lagi..” sambung Clara.


“baiklah…., setelah dari kantor Abrar…aku akan menjemputmu….” Kata Balqis.


Siang harinya Balqis pun bergegas pergi ke kantor Abrar untuk mengantarkan bekal makan siang untuk suami tercintanya.


Dengan sangat bahagia ia melangkahkan kakinya menuju ruang kerja Abrar yang terlihat sangat sepi.


Balqis bahkan tak melihat Rudi di ruangannya.


“kemana semua orang..???” gumam Balqis sambil memegang bekal makanan.


Tiba-tiba dengan samar-samar Balqis mendengar suara desahan wanita dari dalam ruangan Abrar.


Dengan penasaran Balqis pun mengintip kedalam dan melihat seorang wanita yang tak asing dimatanya sedang duduk di pangkuan seorang pria yang wajahnya tak kelihatan karena tertutup oleh tubuhnya.


Balqis melihat tubuh pria itu persis seperti Abrar suami yang sangat ia cintai.


“Abrar……, pelan sedikit…!! Selama Balqis sedang hamil kau selalu melampiaskan gairahmu padaku….aaahhh…..aaahhh……” desahan yang keluar dari mulut wanita itu yang dikenal oleh Balqis.


“Abrar dan Mona…????” gumam Balqis sangat terkejut mendengar suara desahan itu.


“teganya kau Abrar……!! Aku benci kau….” Ucap Balqis sambil pergi meninggalkan kantor Abrar.


Di saat Balqis sedang meninggalkan kantor Abrar, ia berselisih jalan dengan Rudi yang akan menuju keruang rapat dengan membawa berkas penting.


“nyonya…., kenapa kau menangis…???” tanya Rudi pada Balqis.


Tanpa menghiraukannya Balqis langsung bergegas pergi meninggalkan kantor Abrar.


“ada apa ini..??? pasti ada yang tidak beres….!! Aku akan mengeceknya…” ujar Rudi bergegas menuju keruangan Abrar.


Saat Rudi tiba di ruang Abrar, ia melihat Mona yang sudah berada di dalam lift dari kejauhan.


“itu kan Mona….!! Aku yakin dia penyebab nyonya Balqis meninggalkan kantor ini dengan menangis…” ujar Rudi lagi menatap Mona dari kejauhan.


Rudi pun menghampiri Abrar yang sedang berada di ruang meeting dengan beberapa rekan bisnis dari jepang.


“tuan…., nyonya Balqis tadi kesini..” bisik Rudi pada Abrar.


“dimana dia..???” tanya Abrar.


“nyonya sudah pergi sambil menangis tadi….!!” Jawab Rudi.


“apa maksudmu…???” tanya Abrar.


“saya rasa ada yang tidak beres…, karena saya melihat nona Mona di kantor ini…” sambung Rudi.


“Mona…??? Dia berulah lagi….” Ujar Abrar.


Kemudian Abrar menghentikan meetingnya dan keluar kantor untuk mengejar Blaqis namun ia tak dapat menemukannya dimana-mana.


“Rudi….., periksa semua CCTV di kantor ini…” perintah Abrar pada asisten pribadinya itu.


“baik tuan…” sahut Rudi.


Rudi melakukan apa yang diperintahkan oleh Abrar padanya.


Sementara Abrar pulang kerumah untuk menemui Balqis.

__ADS_1


Setibanya Abrar dirumah, ia tidak menemukan Balqis dimanapun.


Ia pun bertanya pada Wirna pengasuh Azlan yang sangat dekat dengan Balqis.


“Wirna…, dimana Balqis..???” tanya Abrar dengan panik.


“tuan…., tadi nyonya pergi membawa koper besar…tapi tidak tau kemana…” sahut Wirna.


“sial…..!!! kemana dia pergi….” Teriak Abrar kesal.


Abrar pun menghubungi Clara untuk menanyakan keberadaan Balqis.


“Clara…, apa Balqis sedang bersamamu…??” tanya Abrar.


“tidak…., aku memang punya janji setelah makan siang…, tapi dia belum datang kesini…!! Ada apa, Abrar..??” tanya Clara.


“Balqis pergi dari rumah…., aku gak tau dia kemana…” sahut Abrar.


“apa..??? apa yang terjadi…???” tanya Clara ikut panik.


“nanti akan aku jelaskan padamu…., aku akan mencari Balqis ke tempat lain..” kata Abrar lalu memutuskan teleponnya.


Saat Abrar hendak masuk ke mobil dan mencari Balqis, Rudi datang menghampirinya dengan menunjukkan bukti CCTV di ruang kerja Abrar.


“tuan…., ini bukti CCTV di ruangan kerja anda..” ucap Rudi.


Abrar pun melihat tindakan Mona yang menjebak Balqis agar salah paham terhadap Abrar.


“habisi pria yang ikut bersekongkol dengan Mona…!!” perintah Abrar pada Rudi.


“bagaimana dengan Mona, tuan..??” tanya Rudi.


“Mona…, biar aku yang mengurusnya..” sahut Abrar penuh luapan amarah.


Abrar pun mencari Balqis kesemua tempat dimana Balqis sering pergi namun ia tetap tidak menemukannya. Sampilah ia di panti asuhan dimana Balqis di besarkan.


Disana ia bertemu dengan bu Arsih.


“tuan…., sedang apa kau disini..???” tanya bu Arsih.


“aku sedang mencari Balqis…, apa dia kesini..??” ujar Abrar.


“tidak…., sudah seminggu ini dia tidak pernah datang kesini…, ada apa tuan..??? apa yang terjadi..???” tanya bu Arsih.


Abrar pun menceritakan semua yang terjadi pada Balqis.


Dengan sangat panik ia pun menghubungi ibu yang berada di korea.


“Ibu….., aku ingin bertanya…apa Balqis ada menghubungimu hari ini..???” tanya Abrar.


“tidak…., kenapa..?? apa ada yang terjadi padanya…???” sahut Ibu ikut panik.


“ibu…, aku mohon jangan membuatku tambah panik..” kata Abrar.


Abrar pun menceritakan panjang lebar semua masalah pada ibu melalui telepon yang di genggamnya.


Abrar pun mencari Balqis ke sekolah Azlan.


Disana ia bertemu dengan kakek yang sedang menjemput Azlan untuk menginap dirumahnya.


“kakek…., apa Balqis tadi ada kesini..??” tanya Abrar ang sudah kewalahan mencari Balqis.


“tidak….!!” Sahut kakek.


“apa ada masalah…??? Jangan bilang kalau kau menyakiti perasaan Balqis lagi, Abrar…” teriak kakek kesal pada Abrar.


“ck…., bukan aku yang menyakiti Balqis…, tapi Mona…” sambung Abrar.


“apa…?? Mona…???” tanya kakek yang memang tidak mengetahui apa pun tentang kejahatan Mona.


Abrar pun menjelaskan semua kejahatan yang di perbuat Mona selama ini terhadap Balqis.


“aku tidak menyangka kalau Mona sangat jahat…” kata kakek.


“maka dari itu aku tidak mau dijodohkan dengannya waktu itu…” sahut Abrar.


“aku pasti akan membunuhnya……!! Karena ulahnya Balqis meninggalkan aku…” kata Abrar lagi.


Tak lama Azlan keluar dari kelasnya dan menghampiri kakek dan Abrar.


“kakek…….” Seru Azlan berlari memeluk kakek.


“anak pintar….!! Apa kau sudah selesai belajar..??” tanya kakek.


“aku tidak belajar apapun…” sahut Azlan.


“lalu apa yang kau lakukan di sekolah..???” tanya kakek.


“seharian ini aku mengejar gadis yang aku cintai….” Sambung Azlan.


“apa..???? kau menyukai gadis..????” tanya kakek terkejut.


“iya…., kata papi….aku harus mengejar gadis yang aku cintai….” Sambung Azlan lagi.


“apa kau mengajarkan ajaran sesat pada cicitku, hah???” teriak kakek memukul kepala Abrar dengan tongkatnya.


“ck…, aku hanya mengajarkannya menjadi seorang pria yang tangguh…” gumam Abrar sambil mengelus kepalanya yang benjol.


“ck…., dasar kau….” Umpat kakek menatap Abrar dengan kesal.


“papi…, dimana mami.???” Tanya Azlan.


“mami sedang berada di rumah tante Clara…,”jawab Abrar dusta.

__ADS_1


“kek…, aku akan pergi mencari Balqis lagi…!! Untuk sementara Azlan aku titipkan padamu dulu…’ bisik Abrar.


“iya…, baiklah…” sahut kakek.


Abrar pun pergi dan mengerahkan semua anak buahnya untuk mencari Balqis.


Sedangkan kakek membawa Azlan pulang kerumahnya dan menginap disana selama Abrar sibuk mencari Balqis.


Sudah berjam-jam Abrar mencari Balqis keseluruh kota namun tidak menemukan keberadaan Balqis dimanapun. Abrar mulai lelah dan sangat kesal kepada Mona yang menjadi dalang permasalahan di rumah tangganya.


Saat Abrar berada di tepi jalan untuk mencari Balqis kemanapun, Aska dan Dewi melihatnya dalam keadaan yang sangat kusut.


“Abrar…., sedang apa kau disini..??” tanya Aska.


“aku mencari Balqis….!! Balqis kabur dari rumah…” sahut Abrar sambil menghela nafasnya.


“apa…??? Apa yang terjadi…???” tanya Aska kaget.


Belum sempat Abrar menjawab pertanyaan Aska, Dewi menyela perbincangan mereka.


“tadi siang saat aku ke bandara untuk menjemput temanku, aku melihat kak Balqis membawa koper besar…” kata Dewi yang membuat Abrar dan Aska tersentak kaget.


“apa…??? Apa dia mengatakan padamu kemana dia pergi..???” tanya Abrar.


“aku bertanya padanya, namun dia tidak menjawab…!! Kak Balqis sangat terburu-buru saat itu…dan aku mendengar panggilan penerbangan ke korea saat bertemu dengan kak Balqis…” sahut Dewi.


“dia pasti pergi ke korea…..” ujar Abrar.


“baiklah…, terima kasih Dewi…!!” ucap Abrar bergegas mengendarai mobilnya dengan kencang.


Aska dan Dewi hanya terdiam melihat Abrar yang sedang kacau mencari Balqis hingga malam hari.


“dia sangat mencintai istrinya…” ucap Dewi terus menatap mobil Abrar yang sudah menjauh.


“hei…., apa kau pikir aku tidak mencintaimu sebagai istriku, hah????” teriak Aska kesal pada Dewi.


“iya…., kau memang tidak mencintaiku…, kau hanya mencintai tubuhku sehingga hampir setiap malam kau selalu memakan tubuhku…” balas Dewi kesal.


“ck….., apa semua kartu kredit dan uangku tidak cukup untuk kau habiskan berbelanja…, sehingga kau perhitungan dalam melayani aku di ranjang…???” ujar Aska lagi.


“dasar pria kaya yang menyebalkan….” Umpat Dewi.


“hei….., kau mau kemana..???” tanya Aska melihat Dewi yang pergi meninggalkannya.


“mau melarikan diri seperti kak Balqis…., apa kau akan seperti Abrar untuk mencariku…????” jawab Dewi.


“jika kau lari aku tidak perlu mencarimu, karena kau akan datang sendiri saat aku mengambil semua kartu kredit dan membekukan semua uang yang ada di rekeningmu itu….” Ujar Aska yang membuat Dewi mati kutu.


“binatang……!! Dia tau kelemahanku…..” umpat Dewi dalam hatinya.


“apa kau mau aku melakukannya, istriku yang matre…????” ancam Aska.


“hehehe……, sayang…., ayo kita pulang….!! Kau boleh memakanku setiap saat jika kau mau….” Ucap Dewi yang berubah manis setelah di ancam Aska.


“hehehehe…….., ayo….kita lakukan sampai pagi…” sahut Aska.


Di bandara Abrar memesan tiket untuk pergi menuju ke korea, namun sialnya ia tidak mendapatkan tiket tersebut karena telah habis.


“sial….., kenapa tiketnya habis di saat aku sedang membutuhkannya….” Teriak Abrar kesal.


Tak lama kemudian, Abrar di hampiri Rudi yang mencarinya kemana-mana.


“tuan…., sedang apa kau disini..???” tanya Rudi.


“apa kau buta..?? aku sedang mengejar Balqis yang pergi ke korea beberapa jam yang lalu…” sahut Abrar semakin kesal.


“astaga…., tuanku ini sangat linglung karena mencari istrinya…” ucap Rudi dalam hatinya.


“tuan…, apa kau sudah lupa..???? tuan kan punya pesawat pribadi untuk pergi membawa tuan kemanapun…” kata Rudi.


“oohh…iya….aku lupa..!! gara-gara panik mencari Balqis, aku jadi lupa kalau aku manusia terkaya di Negara ini….” sahut Abrar.


“siapkan penerbangan untukku…..” perintah Abrar pada Rudi.


‘baik tuan…” sahut Rudi.


Di korea Balqis langsung menemui ibunya dan menangis mengadukan semua yang terjadi di kantor Abrar.


“ibu…, Abrar mengkhianati aku…” ucap Balqis sambil menangis sedih.


“cckk…., dasar anak bodoh…!!! Abrar itu sangat mencintaimu…., bagaimana mungkin dia menyakitimu…!! Dia tidak tau kalau Mona yang menjadi dalang semuanya…” ucap Ibu dalam hatinya memeluk Balqis.


“pergilah istirahat….., jaga kesehatan bayimu…” sahut Ibu menenangkan Balqis.


“besok setelah kau merasa baikan, baru kita bicarakan semuanya..” sambung Ibu lagi.


Balqis pun menjawab dengan anggukan dan masuk menuju kamarnya.


Di dalam kamarnya ia menangis sejadi-jadinya karena terlalu sedih mengingat apa yang di dengarnya saat di kantor Abrar.


“aku sangat mencintainya…., aku sangat tidak menyangka kalau Abrar akan mengkhianati aku dengan Mona….” Ucap Balqis terus menangis.


“awas saja kalau aku sudah melahirkan…, aku akan membunuh kalian berdua….” Teriak Balqis kesal dan menghancurkan property yang ada di kamar itu.


Ibu mendengar suara pecahan kaca akibat Balqis yang sedang kesal kepada Abrar.


“habisi Mona…..” perintah Ibu pada anak buahnya yang terus mengintai gerak gerik Mona di Indonesia.


“baik.., nyonya…” sahut anak buah tersebut.


“tidak ada yang bisa mengganggu keluargaku lagi…..!! cukup sekali aku kehilangan orang yang paling aku cintai di dunia ini…., tidak akan pernah ada kedua kalinya….” Kata Ibu penuh amarah.


Di lapangan terbang miliknya, Abrar sedang menanti penerbangannya ke korea untuk menyusul Balqis serta membawakan bukti kalau dirinya sedang di fitnah oleh Mona karena dendam terhadap Balqis.

__ADS_1


__ADS_2