LOVE IN MINE

LOVE IN MINE
RACUN


__ADS_3

Balqis datang ke kantor suaminya dengan membawa bekal makan siang yang ia siapkan dari rumah.


Saat menuju ruangan Abrar, ia bertemu dengan Rudi.


“nyonya….., apa kabar…??” sapa Rudi pada Balqis.


“baik…, bagaimana denganmu Rudi..?? apa kau masih betah menghadapi bosmu yang gila itu…??” ujar Balqis mengatai Abrar gila.


Rudi membalasnya dengan garis senyuman yang kaku itu kepada Balqis.


“hei.., Rudi..!! mintalah cuti pada bosmu itu…, pergilah bersenang-senang dengan siswi SMA itu…hehehehehe…..” ucap Balqis yang membuat Rudi tersipu malu.


“kalau kau tidak berani.., biar aku saja yang katakan pada Abrar….” Kata Balqis lagi.


“nyonya…, jangan…!! Nanti tuan Abrar akan ngamuk pada saya….” Sahut Rudi.


“kau ini….!! kau tenang saja…., bosmu itu tunduk di hadapanku…..” kata Balqis.


“tapi nyonya….,”


“diam…., dengarkan aku…!! Bayangkan jika gadis SMA yang kau sukai itu sedang menantimu untuk pergi berlibur di pantai dengan pakaian bikini yang indah…!! Apa kau suka…???” ucap Balqis membuat Rudi langsung mengkhayalkan apa yang di dengarnya.


“berkhayal lah sepuas yang kau inginkan…, aku akan menemui Abrar dulu..” ucap Balqis lagi.


Rudi terus saja membayangkan gadis yang ia sukai itu sedang bermain air di pantai dengan menggunakan bikini yang menggugah imannya.


Sementara Balqis langsung menuju ke ruangan Abrar membawakan bekal makan siang untuknya.


Setelah Abrar makan siang.


“Abrar…, apa kau tidak kasihan pada Rudi…??” kata Balqis seraya memijat bahu Abrar.


“kenapa dengannya..??’ tanya Abrar bos yang tidak peka pada bawahan.


“Rudi itu sangat lelah dengan pekerjaan yang berikan padanya.., sesekali biarkanlah ia cuti…!!” ucap Balqis.


“hari sabtu dan minggu kan dia libur…!! Aku sangat membutuhkannya…” ujar Abrar.


“apa kau yakin dia libur di hari sabtu dan minggu…????” teriak Balqis pada Abrar.


“hehehehehe……., mau gimana lagi Rudi itu sudah seperti tangan kananku…” sahut Abrar yang memang tidak pernah memberikan waktu senggang pada Rudi.


“sayang…., Rudi akan menikah loh….” Bisik Balqis asal bicara pada Abrar.


“apa…??? Kau tau darimana..???” tanya Abrar terkejut.


“Rudi sendiri yang mengatakannya padaku…!! Dia akan menikah dengan gadis SMA itu…” jawab Balqis.


“Rudi…………..!!!!!!!!!!!!! kemari kau……………….” Teriak Abrar pada sang asisten.


“aku pasti mendapatkan masalah karena nyonya Balqis…” ucap Rudi dalam hatinya.


“tuan memanggil saya..??” ucap Rudi.


“apa kau ingin menjadi pedofil, hah??????” teriak Abrar.


“maksud tuan..??” tanya Rudi bingung.


“kata Balqis…, kau akan menikahi gadis SMA yang masih di bawah umur…” sahut Abrar.


Sontak Rudi melihat kearah Balqis yang lepas tangan setelah membuat masalah terhadap Rudi.


“kapan aku mengatakan hal itu padamu nyonya….!! Ingin rasanya aku masuk kedalam perut ibuku lagi karena tak sanggup menghadapi pasutri yang aneh ini…” ucap Rudi dalam hatinya.


“hei Abrar….., gadis itu pasti sudah berusia 17 tahun.., sudah bisalah menikah…hehehe….iya kan Rudi..???” kata Balqis sambil memberikan kode pada Rudi.


“sebenarnya gadis itu sudah berusia 18 tahun, karena dia pernah tinggal kelas sewaktu di SD…” sambung Rudi.


“hhhaaahh….., apa…????? Tinggal kelas..??????” teriak pasutri gila itu.


“i..iya….” sahut Rudi.


“apa dia sebodoh itu hingga tinggal kelas…??” ujar Abrar.


“sebenarnya dia anak dari keluarga yang orang tuanya bercerai, saat orang tuanya bercerai ia tidak bisa fokus pada pelajarannya, makanya dia tinggal kelas..” kata Rudi menjelaskan.


“oohh…., begitu…!! Sungguh malang nasibnya..” ucap Balqis.


“kalau memang kau berniat untuk menikah dengannya, baiklah…!! Aku akan membiayai semuanya dan sebagai hadiahnya pergilah honeymoon bersamanya nanti dan bersenang-senanglah..!! aku memberimu cuti selam sebulan….” Kata Abrar yang sudah menganggap Rudi seperti saudaranya sendiri.


“terima kasih…, tuan…!!” ucap Rudi.


“terima kasih, nyonya Balqis…” ucap Rudi lagi sangat senang.


“sekarang pergilah…, temui kekasihmu itu…” ucap Abrar.


Kemudian Rudi pergi menemui gadis itu untuk melamarnya.

__ADS_1


Rudi menemui gadis itu di sekolah tempatnya mengecam pendidikan.


Rudi yang berparas tampan itu, masuk dengan setelan jas rapi dan bersih membuat semua siswi di sekolah itu terpana.


“tuan…, kau cari siapa..??” tanya salah seorang guru disitu.


“aku mencari siswi bernama Caca…” sahut Rudi.


Tak lama kemudian gadis yang di cari Rudi menghampirinya.


“kak…., kau mencariku..?? ada apa..???” tanya Caca pada Rudi.


“ada hal yang ingin aku katakan padamu…, tapi tidak disini…!!” kata Rudi.


“ayo ikutlah denganku…” titah Rudi lagi menarik tangan Caca.


Namun langkahnya terhenti saat tangan lain juga menarik tangan Caca.


Dia adalah Isabel yang sudah lama bersahabat dengan Caca di sekolah.


“Caca…, kau mau kemana..???” tanya Isabel.


“aku akan pergi sebentar dengan kak Rudi…” jawab Caca.


“siapa dia..???” tanya Isabel sambil melihat kearah Rudi.


“dia…, pacarku…!!” jawab Caca tersipu malu.


“hhhaaahh……???? Pacarmu…??????” teriak salah seorang siswa bernama Ferry.


“iya…, ada masalah…???????” ujar Caca kesal melihat Ferry.


“apa dia sudah gila…, pacaran dengan om-om..???” bisik Ferry pada Isabel.


“diamlah…..!! apa kau tidak tau…, pacarnya Caca sedang kesal pada kita karena menghalanginya membawa Caca…” balas Isabel berbisik.


“hehehehe….., silahkan…bawa Caca….” Ucap Isabel takut melihat tatapan mata Rudi.


Rudi pun akhirnya membawa Caca pergi meniggalkan sekolah itu kesebuah tempat romantis untuk melamarnya. Sementara Ferry sedang uring-uringan cemburu melihat Caca di bawa pergi dengan om-om.


Dikediamannya, Zidan menyewa beberapa orang untuk melancarkan aksi balas dendamnya terhadap Jordan yang kini mendekam di dalam penjara.


Zidan berupaya memasukkan orang-orang tersebut kedalam penjara agar mudah bertemu dengan Jordan disana.


“setelah kalian berhasil masuk dan mendekati Jordan…, berikanlah minuman ini kepadanya..! tapi ingat…, kerjakan dengan rapi jangan meninggalkan jejak sekecil apapun agar tidak ada orang lain yang curiga dengan kematiannya..” kata Zidan pada orang-orang yang di bayarnya itu.


“tamatlah riwayatmu, Jordan..!!!” ujar Zidan penuh dendam yang membara.


Orang sewaan tersebut pun melancarkan aksinya secara professional, mereka berhasil masuk kedalam penjara menyamar sebagai tahanan dan mulai mendekati Jordan.


Orang-orang tersebut mengelabui Jordan untuk menjadi anak buahnya di dalam penjara.


Jordan yang tak tau kemalangan apa yang segera menimpanya, langsung menerima orang suruhan Zidan sebagai anak buahnya di dalam penjara.


Mereka menyanjung, memijat dan juga melakukan apa yang diperintahkan oleh Jordan sebagai bosnya.


“bos…., ini minuman dingin untukmu…” kata salah seorang anak buah Zidan pada Jordan.


“hahaha…., kau memang anak buahku yang pengertian…” ujar Jordan langsung menenggak minuman itu yang telah diberikan racun.


Setelah meminumnya Jordan langsung jatuh dan tak sadarkan diri.


Orang-orang sewaan Zidan langsung melancarkan aski mereka untuk merapikan segalanya agar tidak ada yang curiga kalau Jordan mati karena diracuni.


Mereka menggotong tubuh Jordan dan menggantungkannya pada seuntai tali yang menjerat lehernya.


Kematian Jordan di buat seolah-olah mati gantung diri di dalah sel tahanan.


“tuan…, kami telah menyelesaikannya…” kata orang tersebut pada Zidan.


“bagus…!! Kalian memang professional dalam bekerja….” Sahut Zidan.


“sekarang…, kita akan tunggu kabar kematiannya yang sebentar lagi…hahahahaha…….” Ujar Zidan tertawa puas karena dapat membalaskan dendam kematian ayahnya serta menghancurkan keluarga Jordan.


Selang beberapa jam saja, kabar kematian Jordan telah mencuat di internet dan media.


Ibu yang berada di korea melihat berita itu dengan senyuman yang mengambang.


“dendam kematian suamiku…, akhirnya terbalaskan….” Ucap Ibu.


Diruang kerjanya, Abrar melihat bertia yang tersebar di internet tentang kematian Jordan.


“Bingo……, hutang nyawa di bayar dengan nyawa….” Ucap Abrar yang mengetahui penyebab kematian Jordan yang sebenarnya.


Semua orang yang mengenal Jordan sangat terkejut melihat berita kematiannya di internet.


Kakek yang menjadi teman lama dari Jordan juga tak kalah terkejutnya melihat berita yang tersebar itu.

__ADS_1


Setelah dendamya terbalaskan, Zidan pergi memboyong Ibu mengunjungi kedua adiknya di Indonesia.


Mereka berkumpul dan membuat jamuan di halaman rumah Abrar.


Semua sahabat di undang dalam perjamuan tersebut.


Meja panjang yang berisi segala macam makanan dan kursi-kursi yang disusun dengan rapi sebagai tempat mereka berkumpul dan bersenda gurau.


Anak-anak mereka bermain-main dan berlarian di halaman tersebut menambah kesan bahagia saat perjamuan itu.


Ting…ting…ting…. Abrar memukul gelas dengan sendok agar mendapat perhatian dari semua orang dalam jamuan tersebut.


“mohon perhatiannya sejenak….” Ucap Abrar.


Semua pun diam dan melihat kearah Abrar.


“disini aku akan mengumumkan berita bahagia yang datang dari asistenku yang sudah aku anggap seperti saudaraku sendiri…, yaitu Rudi…!!” kata Abrar.


“minggu depan dia akan menikahi gadis pujaannya….!!” Sambung Abrar lagi.


“wah….., benarkah itu Rudi..?????” seru Aska yang dekat dengan Rudi.


“iya….!! Saya harap tuan dan nyonya yang ada disini dapa hadir dalam pesta pernikahan saya….” Ucap Rudi mengundang semua orang.


“tentu saja…, kami semua akan hadir untuk memeriahkan pesta pernikahanmu…” seru mereka semua.


“terima kasih…, tuan…, nyonya…” ucap Rudi senang.


Semua pun kembali dengan canda rianya dan perbincangan mereka masing-masing.


Namun tak berlaku pada Clara dan Balqis yang duduk mendekati kakaknya yaitu Zidan.


“kak…., apa kau baik-baik saja..??” tanya Balqis pada Zidan.


“kenapa..???” tanya Zidan bingung.


“aku mohon kakak berbesar hatilah…., karena disini Cuma kakak yang tidak memiliki pasangan….hehehehe….” jawab Clara menggoda kakaknya.


“truk aja bannya gandengan…, masa kakak enggak….!!!!” Seru Clara dan Balqis kompak membuat kakanya kesal.


“dasar adik kurang ajar……..!!!!!!!! beraninya kalian membully ku…” teriak Zidan memukul kepala kedua adiknya itu.


“ampun kak…., hahahahah…..” tawa mereka pun pecah saat Zidan kesal dengan candaan mereka.


Beberapa hari telah berlalu, di ruang kelasnya Isabel dan Ferry melihat Caca sedang duduk melamun sambil senyum-senyum sendiri.


“setan apa yang merasuki dirimu…???” kata Ferry pada Caca yang membuyarkan lamunannya.


“ck…, mengganggu saja kau….!!! Pergi sana….” Ujar Caca kesal.


“Ca…., aku lihat beberapa hari ini kau selalu saja melamun dan senyum-senyum gak jelas…!! Kau kenapa…??? Udah gila…??” tanya Isabel.


“aku akan menikah dengan kak Rudi….” Sahut Caca dengan gamblangnya.


“apaaaa.?????? Menikah…????????” teriak Isabel terkejut. Sementara Ferry langsung pingsan mendengarnya.


“wwiihh…., anjay….!! Si Ferry langsung pingsan dengar kau akan menikah…” ujar Isabel.


“heeemmm….., aku akan memasak untuk kak Rudi yang tampan itu setiap hari…!!” ucap Caca yang terus berkhayal tentang masa depannya bersama Rudi.


“woi…sadar woi….!! Kau masih anak SMA…..!!!!” teriak Isabel melihat Caca yang sudah kehilangan kesadarannya sebagai manusia.


Isabel terus berusaha menyadarkan Caca dengan menggoyang-goyangkan tubuhnya, sementara Ferry sadar dengan sendirinya dan duduk di lantai.


“Ca…, benar kau akan menikah..?? kau kan masih sekolah..??? gimana dengan pendidikanmu..??” tanya Ferry.


“kata kak Rudi…, setelah menikah aku tetap akan sekolah…bahkan dia mengizinkan aku untuk kuliah….!!!” Jawab Caca.


“tentang pernikahanku hanya kalian berdua dan kepala sekolah yang tau…!! Jadi aku harap kalian bisa menutup mulut kalian berdua, atau kalian akan mendapatkan hukuman dariku…!!” ancam Caca yang berubah dari gadis polos menjadi nenek lampir mencari mangsa.


“oke….hehehehehe……” sahut Ferry ketakutakan melihat Caca.


“setelah menikah aku akan bulan madu selama sebulan penuh…, hadiah dari bosnya kak Rudi….!!” Kata Caca dengan senang.


“hhhuuuuuwwwwaaaaaaa………….., aku pasti akan sangat merindukanmu, Ca..” ujar Isabel nangis bombay memeluk sahabatnya itu.


“ck…., lebay…..!!!” sahut Caca.


“Ca…., calon suamimu itu pasti sangat berpengalaman…!! Habislah kau…., kau pasti akan dimakannya setiap malam setelah menikah….” Kata Ferry berniat menakuti Caca.


“heeemmm…., aku tidak akan takut…!! Karena aku yang akan melahap tubuh kak Rudi setiap saat……!!!” ujar Caca dengan ceria.


“dasar mesum…..!!!” umpat Isabel pada Caca.


“ayo kita ke kantin saja…, tinggalkan calon pengantin yang gila ini…” ucap Isabel lagi mengajak Ferry.


Isabel dan Ferry pun pergi ke kantin untuk membeli makanan dan minuman.

__ADS_1


Tak lama kemudian Caca menyusul dan duduk di samping mereka.


__ADS_2